cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021" : 28 Documents clear
Analisis Kinerja Manajemen Rantai Pasok Perusahaan Kebun Kurma Barbate Muhammad Fadli; Akhmad Baihaqi; Suyanti Kasimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.845 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17510

Abstract

Abstrak. Manajemen rantai pasok merupakan kegiatan manajemen dilakukan oleh semua pihak mulai dari pihak internal serta pihak eksternal yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan pada suatu lingkup rantai pasokan. Rantai pasok merupakan suatu proses yang dimulai dari pengumpulan sumber daya yang ada dilanjutkan dengan pengelolaan menjadi produk jadi. Kebun Kurma Barbate dalam melakukan aktivitasnya tidak mudah, sebab bahan pokok yaitu bibit dipasok dari luar negeri yang rawan akan masalah. Analisis kinerja manajemen rantai pasok dengan cara mengidentifikasi biaya, waktu, kapasitas, kapabilitas dan produktifitas. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kinerja manajemen rantai pasok perusahaan kebun kurma barbate yang ada di Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dan peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa tingkat kinerja kebun kurma barbate dari aspek biaya, waktu, kapasitas, kapabilitas dan produktivitas hasil kinerjanya berada dalam kategori baik karena semuanya berada pada skor 4 dengan jumlah secara berurutan mulai dari biaya sampai produktivitas yaitu 11, 10, 7, 9, 8. Berdasarkan lima aspek yang dianalisis, diperoleh persentase biaya sebesar 73%, waktu sebesar 67%, kapasitas sebesar 47%, kapabilitas sebesar 60% dan produktivitas sebesar 53%. Dari hasil tersebut dikatakan kinerja kebun kurma barbate baik dengan artian: 1) Biaya yang dikeluarkan sesuai dengan perencanaan anggaran biaya yang telah ditetapkan, 2) Waktu dalam penyampain bahan baku dari pemasok ke perusahaan sesuai jadwal, 3) Kapasitas pekerjaan di perusahaan mencapai target atau berjalan maksimal, 4) Kapabilitas perusahaan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan 5) Produktivitas perusahaan tinggi dilihat dari peningkatan penanaman bibit kurma.Analysis of Supply Chain Management Performance of Company Barbate Dates PlantationAbstract. Supply chain management is a management activity carried out by all parties starting from internal parties as well as external parties related to companies in a supply chain scope. Supply chain is a process that starts from the collection of existing resources followed by management into finished products.  Barbate Dates Gardens in carrying out their activities are not easy, because the basic ingredients, namely seeds are supplied from abroad which are prone to problems. Analysis of supply chain management performance by identifying costs, time, capacity, capability and productivity. The purpose of this study was to determine the level of supply chain management performance of barbate date palm plantation companies in Blang Bintang, Aceh Besar District. This study uses primary and secondary data and the researcher uses qualitative descriptive analysis. The results of this study indicate that the level of performance of the barbate date palm plantation from the aspect of cost, time, capacity, capability and productivity, the results of the performance are in the good category because all of them are on a score of 4 with the number sequentially starting from cost to productivity, namely 11, 10, 7, 9 , 8. Based on the five aspects analyzed, the percentage of cost is 73%, time is 67%, capacity is 47%, capability is 60% and productivity is 53%. From these results it is said that the performance of the barbate date palm plantation is good with the following meanings: 1) The costs incurred are in accordance with the predetermined cost budget planning, 2) The time in delivering raw materials from suppliers to the company according to schedule, 3) The work capacity in the company reaches the target or is running. maximum, 4) The company's capability is right on target according to the needs and 5) The company's productivity is high as seen from the increase in planting date palm seeds.
Evaluasi Nutrisi Pelepah Daun Kelapa Sawit dengan Beberapa Teknik Pengolahan sebagai Pakan Ternak Ruminansia Novia Ulfa Prakasa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.682 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17539

Abstract

Pelepah dan daun kelapa sawit (PDKS) merupakan salah satu hasil samping dari perkebunan kelapa sawit, yang berpotensi sebagai bahan pakan bagi ternak ruminansia. Namun demikian, kualitas nutrisi dan kecernaannya yang rendah merupakan faktor pembatas pemanfaatan PDKS sebagai pakan ternak ruminansia. Berbagai teknologi diperlukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi PDKS, salah satunya menggunakan teknologi amoniasi dan fermentasi dengan bantuan mikroorganisme Trichoderma viride. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berbagai teknik pengolahan terhadap PDKS pada penelitian ini berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kadar bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serta BETN, namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar serat kasar dan abu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan fermentasi memberikan hasil yang relatif baik, karena dapat mempertahankan kadar bahan kering dan BETN tetap tinggi, serta cenderung meningkatkan kadar protein substrat dibandingkan perlakuan kontrol.
Pengaruh Lama Fermentasi Pada Kombinasi Liter Ayam, Serbuk Kayu Pinus dan Eceng Gondok Terhadap Kualitas Pupuk Organik umar azhari; M Aman Yaman; Allaily Allaily
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.971 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17683

Abstract

Abstrak. pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tanaman atau hewan yang terdiri atas suatu bahan organik yang sudah melalui proses rekayasa,,dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan sebagai penyuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat biologi, kimia, dan fisik tanah. Pupuk organik yang berasal dari pupuk kandang terdapat unsur hara yang bervariasi tergantung pada jenis ternak, usia ternak, kesehatan ternak dan makanan ternak. Pupuk kandang adalah pupuk organik yang manghasilkan C-organik, N-total yang tinggi dan mudah terdekomposisi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 (empat) perlakuan yaitu P0 = 0  minggu fermentasi, P1 = 2 minggu fermentasi, P2 = 4 minggu fermentasi, dan P3 = 6 minggu fermentasi, dengan 4 (empat) kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa lama fariasi tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kualitas pupuk organik.
PENGARUH PELAPISAN LILIN LEBAH DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS BUAH JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) Kristal SUSI LAWATI; Martunis Martunis; Yuliani Aisyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.936 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17636

Abstract

Abstrak.Buah jambu biji memiliki daya simpan antara 2-7 hari. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya penanganan pascapanen yang baik untuk menghambat atau menunda proses kematangan dan kerusakan buah agar buah mempunyai masa simpan yang lebih lama sehingga tidak menurunkan nilai jualnya. Salah satu cara untuk menghambat atau menunda proses kematangan dan kerusakan buah adalah dengan melapisi kulit permukaan buah dengan metode pelapisan lilin. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pelapisan lilin lebah dan lama penyimpanan terhadap kualitas buah jambu biji (Psidium guajava L.) kristal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu lama pencelupan (W) terdiri dari tiga taraf yaitu W1 = 20 detik, W2 = 40 detik, dan W3 = 60 detik. Faktor kedua yaitu lama penyimpanan (L) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 3 hari, 9 hari, dan 15 hari, dengan ulangan sebanyak 2 (dua) kali untuk maing-masing kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah jambu biji yang dilakukan perlakuan pencelupan selama 20, 40 dan 60 detik berpengaruh sangat nyata terhadap kadar vitamin C, buah jambu biji. Untuk kadar air, kekerasan buah, dan total padatan terlarut buah jambu biji berdasarkan hasil sidik ragam berpengaruh nyata. Lama penyimpanan buah jambu biji yang telah dilapisi lapisan lilin lebah berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kekerasan buah, kadar vitamin C, total asam dan total padatan terlarut, sedangkan untuk susut bobot dan kadar air berpengaruh nyata. Sementara interaksi antara lama pencelupan lilin lebah dan lamanya penyimpanan buah jambu biji tidak menunjukkan adanya perbedaan.The Effect of Beeswax Coating and Storage Time on The Quality of Crystals Guava Fruit (Psidium Guajava L.)Abstract. Guava fruit has a shelf life of 2-7 days. Therefore, it is necessary to do a good post-harvest handling effort to inhibit or delay the process of ripening and damage to the fruit so that the fruit has a longer shelf life so as not to reduce its selling value. One way to inhibit or delay the ripening process and fruit damage is to coat the skin of the fruit surface with a wax coating method. This study aimed to study the effect of beeswax coating and storage time on the quality of guava fruit (Psidium guajava L.) crystals. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor is the immersion time (W) consisting of three levels, namely W1 = 20 seconds, W2 = 40 seconds, and W3 = 60 seconds. The second factor is storage time (L) which consists of 3 levels, namely 3 days, 9 days, and 15 days, with 2 (two) replications for each treatment combination. The data obtained were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) analysis. The results of this study showed that guava fruit which was treated by immersion for 20, 40 and 60 seconds had a very significant effect on vitamin C levels, guava fruit. For water content, fruit hardness, and total soluble solids of guava fruit based on the results of the variance have a significant effect. The duration of storage of guava fruit that has been coated with a layer of beeswax has a very significant effect on water content, fruit hardness, vitamin C content, total acid and total dissolved solids, while weight loss and water content have a significant effect. While the interaction between beeswax immersion time and guava fruit storage time did not show any difference.
Kajian Laju Iinfiltrasi pada Berbagai Penggunaan Lahan dan Jenis Tanah di Kecamatan Blang Jeurango RM Adjie Prakasa; Manfarizah Manfarizah; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.807 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17655

Abstract

Abstrak. Tanah dan lahan seringkali dianggap sama, padahal kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari bahan campuran mineral, bahan organik, air dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman. Tanah dianggap sebagai tubuh alam yang berdimensi (dalam dan luas) merupakan hasil kerja gaya pembangun dan penghancur dan merupakan tempat bagi tanaman. Sedangkan Lahan adalah permukaan bumi yang berupa tanah, batuan, mineral dan kandungan cairan yang terkandung didalamnya yang memiliki fungsi tersendiri yang dapat dimanfaatkan manusia, Blang jeurango merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Gayo Lues dengan berbagai jenis tanaman budidaya, berupa tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Dari berbagai penggunaan lahan, lahan tersebut memiliki kemampuan laju infiltrasi yang berbeda-beda yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap penyimpanan air dan ketersediaan air di dalam tanah. Kecamatan Blang jeurango rentan dengan terjadinya banjir karena laju infiltrasi daerah tersebut lebih kecil dari intensitas hujan. Besarnya banjir yang terjadi tergantung pada perbandingan kemampuan infiltrasi dan intensitas hujan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei deskriptif, yaitu dengan melakukan observasi di lapangan dengan pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan double ring infiltrometer. Pengamatan juga dilakukan terhadap beberapa parameter adalah: permeabilitas, bulk density, tekstur tanah, C-organik tanah, porositas, dan laju infiltrasi. Objek penelitian adalah Desa Blang Jerango di Kabupaten Gayo Lues. Nilai laju infiltrasi di Kecamatan Blang Jeurango memiliki klasifikasi laju infiltrasi agak cepat, sedang, dan agak lambat. Agak cepat (6,60 – 7,80 ) terdapat pada SPL 1,2, dan SPL 5, dan kriteria sedang (3,00 – 6,00 ) terdapat pada SPL 4, dan SPL 6, sedangkan agak lambat (0,60 – 1,80  terdapat pada SPL 3 dan SPL 7Kata kunci: Laju infiltrasi, penggunaan lahan, jenis tanahStudy Of Infiltration Rate On Various Land Use And Soil Types In Blang Jeurango DistrictAbstract. Land and land are often considered the same, even though the two terms have different meanings. Soil is a collection of natural objects on the earth's surface arranged in horizons, consisting of a mixture of minerals, organic matter, water and air, and is a medium for plant growth. Soil is considered as a natural body whose dimensions (deep and wide) are the result of the work of building and destroying forces and are a place for plants. While land is the surface of the earth in the form of soil, rocks, minerals and the liquid content contained therein which has its own function that can be utilized by humans, Blang jeurango is one of the sub-districts located in Gayo Lues Regency with various types of cultivated plants, in the form of food crops and plants. plantation. From various land uses, these lands have different infiltration rate capabilities which in turn will affect water storage and water availability in the soil. Blang Jeurango District is prone to flooding because the infiltration rate of the area is smaller than the intensity of the rain. The amount of flooding that occurs depends on the ratio of the infiltration capacity and the intensity of the rain. The method used in this study is a descriptive survey method, namely by making observations in the field by measuring the infiltration rate using a double ring infiltrometer. Observations were also made on several parameters, namely: permeability, bulk density, soil texture, C-organic soil, porosity, and infiltration rate. The object of research is Blang Jerango Village in Gayo Lues Regency. The value of the infiltration rate in Blang Jeurango Subdistrict has a classification of rather fast, medium, and rather slow infiltration rates. Slightly fast (6.60 – 7.80 )  is found in SPL 1,2, and SPL 5, and moderate criteria (3.00 – 6.00 )  found in SPL 4, and SPL 6, while a bit slower (0.60 – 1.80 ) was found in SPL 3 and SPL 7.Keywords: Infiltration rate, land use, soil type 
COMPARISON OF BODY WEIGHT OF LOCAL MALE AND FEMALE SHEEP DUE TO DIFFERENCES IN COMPOSITION BASIC FEED MIXTURE, FERMENTATION CONCENTRATE AND HYACINTH SILAGE PUTRI ANANDA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.746 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.18136

Abstract

ABSTRACT Abstract : The purpose of this research is knowing the body weight comparison of male and female local sheep because of the difference in giving mix composition between basal feed, fermented concentrate and water hyacinth silage. This research was conducted for 9 weeks in the Livestock Field Laboratory (LLP) Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Rukoh Village, Syiah Kuala District, Banda Aceh City, Aceh Province. This study used a completely randomized design with a factorial pattern consists of 2 factors, namely the gender factor as many as 16 tails consisting of 8 males and 8 females, feed factors P0 (100% basal feed), P1 (80% basal feed + 20% fermented concentrate), P2 (70% basal feed + 10% fermented concentrate + water hyacinth silage 20%), P3 (60% basal feed + concentrate 10% fermentation + 30% water hyacinth silage). Further each treatment consisted of 2 replications. Parameters observed were feed consumption, final body weight, daily body weight gain, feed conversion and feed efficiency.The results showed that the difference in giving mixed composition of basal feed, fermented concentrate and water hyacinth silage very significant effect (P0.01), on the achievement of final body weight, daily body weight gain and feed efficiency in male and female local sheep. However, the treatment of differences in the composition of the mixture between basal feed, fermented concentrate and water hyacinth silage had no significant effect (P0.05) on feed consumption and feed conversion in male and female local sheep.Keywords: comparison, body weight, local sheep, basic feed mixture fermented concentrate, water hyacinth
Pengaruh Bahan Amelioran dan Pemupukan Lengkap Terhadap Kandungan Hara dan Hasil Padi Lokal Tipe Baru pada Tanah Suboptimal Hendri Gunawan; Helmi Helmi; Muyassir Muyassir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.715 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17654

Abstract

Abstrak. Tanah suboptimal merupakan lahan yang telah degradasi atau lahan yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah dan tida dapat mendukung perumbuhan tanaman secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efek bahan amelioran dan pemupukan N:P:K  terhadap kandungan hara tanah suboptimal dan hasil padi lokal tipe baru dan untuk mendapatkan dosis pupuk N:P:K dan amelioran yang tepat terhadap serapan hara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dimana perlakuan disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama bahan Amelioran yaitu kompos jerami padi dan faktor kedua dosis pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Hasil penelitian yang didapat pemupukan N:P:K dapat meningkatkan serapan hara N pada tanaman padi lokal tipe baru (sanbei) dan pada perlakuan pemupukan N, P dan K dengan dosis Urea 300 kg/ha, SP-36 150 kg/ha dan KCL 90 kg/ha dapat meningkatkan serapan hara terhadap jumlah anakan produktif (batan/rumpun), berat gabah total (g/rumpun), berat gabah isi (g/rumpun), berat gabah hampa (g/rumpun), persentase berat gabah isi (%), persentase berat gabah hampa (%), dan potensi tanaman padi Ton/ha. Terdapat interaksi antara amlioran dan pemupukan N:P:K terhadap bobot 100 g butir gabah tanaman padi lokal tipe baru (sanbei).Kata kunci: Ameliorasi, Pemupukan N:P:K, Lahan Suboptimal, Serapan Hara, Pemupukan, Bobot 1000, Hasil Padi.Abstract. Suboptimal soil is land that has been degraded or land that has a low fertility level and cannot support plant growth optimally. This study aimed to determine the effect of ameliorant and N:P:K fertilizer on suboptimal soil nutrient content and yield of new types of local rice and to obtain the right dose of N:P:K and ameliorant fertilizer on nutrient uptake. This study used an experimental method where the treatments were arranged in the form of a factorial randomized block design and repeated 3 times. The first factor is the Ameliorant material, namely rice straw compost and the second factor is the dose of Urea, SP-36 and KCl fertilizers. The results of the study obtained that N:P:K fertilization could increase N nutrient uptake in new types of local rice plants (sanbei) and in the treatment of N, P and K fertilization with doses of Urea 300 kg/ha, SP-36 150 kg/ha and KCL. 90 kg/ha can increase nutrient uptake on the number of productive tillers (clump/clump), total grain weight (g/clump), weight of filled grain (g/clump), weight of empty grain (g/clump), percentage of weight of filled grain ( %), the percentage of empty grain weight (%), and the potential of rice plants Ton/ha. There was an interaction between amliorant and N:P:K fertilization on the weight of 100 g of grain of new type of local rice plant (sanbei).Keywords: Amelioration, N:P:K Fertilization, Suboptimal Land, Nutrient Uptake, Fertilization, Weight 1000, Rice Yield.
Production of Instant Masam Jing Seasoning With Variation of Temperature and Drying Time Reja Maqbul Armento
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.394 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17609

Abstract

Abstract. Masam Jing is a traditional cuisine typical of the Gayo highlands, Takengon City, Central Aceh Regency. This study aims to make instant Jing Masam seasoning so that it can facilitate use and study the effect of temperature and drying time on the quality of instant Jing Sour seasoning. This study used a randomized block design (RBD) with 2 factors. The first factor is the drying temperature (T), with 3 levels which was T1 = 45 ° C, T2 = 50 ° C and T3 = 55 ° C. The second factor is the drying time (L), with 3 levels which was L1 = 8 hours, L2 = 9 hours, L3 = 10 hours. The treatment combination was carried out 3 x 3 = 9 with 3 replications. So that we get 27 experimental units. The results of this study indicated that the drying temperature treatment (T) had a significant effect (p≤0.05) on the moisture content, ash content, and the resulting hedonic taste test. The drying time treatment (L) had a significant effect (p≤0.05) on the moisture content, ash content, and the resulting hedonic taste test. While the interaction treatment of the two was not significant (p0.05) on moisture content, ash content, and organoleptic tests. The best treatment was obtained at a drying temperature of 50 ℃ and a drying time of 10 hours (T2L3).
Pengaruh Pemberian Amelioran terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Inceptisol Latifah Ningsih S; Fikrinda Fikrinda; Zuraida Zuraida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.306 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.16979

Abstract

Inceptisol merupakan salah satu tanah yang umumnya memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah sehingga dibutuhkan pengelolaan tanah yang intensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada Inceptisol. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Amelioran yang digunakan adalah kotoran kambing dalam tiga bentuk, yaitu kotoran padat (15 tonha-1), pupuk cair kotoran kambing (60 ml L-1), bokashi kotoran kambing (15 ton ha-1) serta biochar sekampadi (5 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran kambing dan biochar sekam padi memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 MST, diameter batang umur 2, 6, dan 8 MST, berat berangkasan basah dan berangkasan kering tanaman, bobot biji per tanaman serta kadar hara K kedelai namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 2 MST, diameter batang 4 MST, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, serta hara N dan P kedelai. Bahan amelioran yang terbaik pada pertumbuhan, hasil dan kadar hara kedelai adalah bokashi kotoran kambing 15 ton ha-1 + biochar 5 ton ha-1.The Effect of Giving Ameliorants on Growth and Yield of Soybean (Glycine max L.) on InceptisolInceptisol is one of the soils which generally has a high level of soil fertilitylow so that intensive soil management is needed. The purpose of this study is todetermine the effect of ameliorants on growth and yield of soybeans in the Inceptisol. This study method used a non-factorial randomized block design (RBD) with 8 treatments and 3 repeat. Ameliorant replicates used were goat manure and biochar in several forms, namely solid manure (15 ton ha-1), liquid goat manure (60 ml.L-1), bokashi goat manure (15 ton ha-)l and biochar (5 ton ha-1). Yield research shows that ameliorant from goat manure and biochar rice husk providesignificant effect on plant height parameters aged 2, 4 and 6 MST stem diameter aged 2, 6, and 8MST, wet and dry weight of plant seed weight per plant and K nutrient contentsoybean but did not significantly affect the parameters of plant height 2 MST, stem diameter 4 MST, number of pods per plant, weight of 100 seeds, and soybean N and P nutrients. The best ameliorant ingredients growth, yield and nutrient content of soybeans are bokashi goat manure 15 ton + biochar 5 ton ha-1.
Komparasi keanekaragaman serangga pada tanaman cabai merah,cabai rawit dan tomat RINA YULIA; Susanna Susanna; Hasnah Hasnah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.413 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17436

Abstract

Komparasi Keanekaragaman Serangga pada Tanaman Cabai Merah, Cabai Rawit dan TomatAbstrak. Pola penanaman monokultur merupakan penanaman satu jenis tanaman pada satu satuan luas lahan tertentu. Menurunnya produktivitas dari ketiga komoditi tersebut di Provinsi Aceh disebabkan oleh pengelolaan agroekosistem yang tidak berimbang antara faktor abiotik dan biotik. Salah satu penyebab ketidakseimbangan agroekosistem tersebut akibat penggunaan pestisida yang tidak sesuai dengan prinsip PHT (Pengelolahan Hama Terpadu). Perangkap yang digunakan dalam penelitian ini adalah yellow sticky trap. Peubah yang diamati meliputi populasi serangga, indeks keanekaragaman, indeks kelimpahan. Pada pertanaman cabai merah terdapat 7 ordo serangga dengan total serangga 752 individu. Pada cabai rawit terdapat 6 ordo dengan total serangga 824 individu, sedangkan pada tanaman tomat terdapat 7 ordo serangga dengan total serangga 855 individu. Ordo diptera yang paling dominan yaitu 12 famili, sedangkan ordo yang paling sedikit ditemukan pada ordo lepidoptera 1 famili. Nilai indeks keanekaragaman antar ketiga tanaman berkisaran (2,80-2,93), indeks kelimpahan antar ketiga tanaman berkisaran (00,7-00,9). Comparative Diversity Of Insects On Red Chillies, Chillies And Tomatoes Abstract. The monoculture planting pattern is the planting of one type of plant on a certain unit of land area. The decline in productivity of these three commodities in Aceh Province was caused by the unbalanced management of the agroecosystem between abiotic and biotic factors. One of the causes of the imbalance in the agroecosystem is the use of pesticides that are not in accordance with the principles of IPM (Integrated Pest Management). The trap used in this research is yellow sticky trap. The variables observed included insect population, diversity index, abundance index. In the red chili crop there are 7 insect orders with a total of 752 insects. In cayenne pepper there are 6 orders with a total of 824 insects, while in tomato plants there are 7 insect orders with a total of 855 insects. The most dominant order of Diptera was 12 families, while the least order was found in the order of lepidoptera 1 family. The diversity index value between the three plants ranged (2.80-2.93), the abundance index between the three plants ranged (00.7-00.9). 

Page 1 of 3 | Total Record : 28