cover
Contact Name
Kharisma Kusumaningtyas
Contact Email
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Phone
+6281332225503
Journal Mail Official
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Editorial Address
https://gebindo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/gebindo/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gema Bidan Indonesia (e- Journal).
ISSN : 22528482     EISSN : 24078980     DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v12i2
Core Subject : Health,
GEBINDO is a health scientific journal in the field of midwifery. This scientific journal publishes original research, literature reviews, perspectives, editorials, and case reports. We accept articles in the areas of midwifery such as: Pregnancy Childbirth Postpartum Family planning program Neonatus, baby, toddler, and child health Heatlh reproduction in teenager and women Menopause Midwifery service management Midwifery education management
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2021): Juni" : 10 Documents clear
Hubungan Usia Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Postpartum Blues Di PMB “W” Magetan Oktavia Puspita Sari; Agung Suharto
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.621 KB) | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.3

Abstract

Indonesia's postpartum blues incidence is 50-70% of postpartum women, postpartum blues occur in postpartum women caused by several factors such as childbirth experience, increased hormones, infant behavior, maternal age, and parity. The aim of the study was to determine the relationship of age and parity with the incidence of postpartum blues in PMB "W" Magetan. Type of analytic research, cross-sectional study design, the postpartum maternal population in Magetan PMB "W" 24 respondents, 23 respondents were taken by accidental techniques, free age, and parity variables while dependent variable postpartum blues. Data collection with EPDS questionnaire, data analysis using chi-square test. The results of the study obtained mothers with primipara 83%, and in multiparas 17%, mothers aged <20 years 44%, at the age of 20-35 years 26% and age> 35 years 30%. The results of statistical tests on age variables with the incidence of postpartum blues obtained p= 0.031 (0.05) so it was concluded that there was a relationship between age and postpartum blues events, the results of statistical tests on variable parity with postpartum blues events obtained p = 0.040 (0.05) so it can be concluded that there is a relationship between parity postpartum blues. The conclusion of the study is that there is a relationship between parity and age with postpartum blues events, it is suggested that prospective mothers can prepare the pregnancy properly so that it will minimize the incidence of postpartum blue, and midwives can detect symptoms of postpartum blues so that they can prevent postpartum blues.
Hubungan Usia Ibu Hamil Dan Paritas Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Wilayah Kerja Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi Mariana Aprilasari; Sunarto Sunarto; Hery Sumasto
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.828 KB)

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang berlebihan selama masa hamil dan bisa menyebabkan dehidrasi karena muntah sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh usia ibu hamil dan paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode crossectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total populasi sebanyak 91 ibu hamil. Variabel bebas penelitian ini adalah usia ibu hamil dan paritas, sedangkan variable terikatnya adalah kejadian hiperemesis gravidarum. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank dengan derajad kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu hamil Trimester I dari 91 responden yang berusia <20 tahun sebanyak 13 responden atau 14,29%, usia 20-35 tahun sebanyak 68 responden atau 74,73% dan >35 tahun sebanyak 10 responden atau 10,99%. Berdasarkan paritas, sebanyak 58 ibu hamil atau 63,74% merupakan primigravida, sebanyak 29 atau 31,87% ibu hamil merupakan multigravida dan 4 ibu hamil atau 4,40% merupakan Grande Multigravida. Uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh antara pengaruh usia ibu hamil terhadap kejadian hiperemesis gravidarum dan ada pengaruh paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil dan paritas berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis. Di harapkan klien melakukan pemeriksaan kehamilan atau ANC secara teratur untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin serta mengetahui secara dini komplikasi yang terjadi selama kehamilan. Kata Kunci : Usia, Paritas, Hiperemesis gravidarum.
Determinan Gangguan Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan Elly Marliana; Agung Suharto; Ayesha Hendriana Ngestiningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.882 KB) | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.9

Abstract

Penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan kelainan vaskular yang terjadi pada kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada masa nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh determinan riwayat hipertensi, obesitas, penggunaan KB hormonal terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan (HDK). Penelitian observasi analitik, dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ibu hamil yang berkunjung dan tercatat Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan pada 2018 sebanyak 332. Teknik pengambilan sample dengan teknik Simpel Random Sampling, besar sampel 183. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah riwayat hipertensi, obesitas dan riwayat penggunaan KB hormonal. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian HDK. Pengumbulan data dengan pendekatan studi dokumentasi, dengan lembar observasi. Analisis data mengunakan uji statistic Regresi Logistic, dengan penetapan tingkat kesalahan α 0,05. Hasil penelitian ibu hamil yang mengalami HDK tersebut yang terpapar hipertensi sebanyak 11%, yang ada riwayat atau terpapar obesitas 45,6%, terpapar KB Hormon sebesar 36.3%. Hasil analisis bivariat variabel Riwayat hipertensi dengan HDK ρ 0,01< α 0,05 , hasil Riwayat obesitas dengan HDK dρ 0,024< α 0,05 , Riwayat KB Hormon dengan HDK ρ 0,21< α 0,05. Hasil analisis multivariat menunjukkan hanya variabel riwayat hipertensi yang memenuhi syarat uji Regresi logistic dengan hasil ρ < α 0,05 (0,002<0,05), OR sebesar 0,099. Kesimpulan: faktor riwayat hipertensi dan riwayat obesitas saja yang berpengaruh sangat signifikan. Riwayat hipertensi menyumbang 9,9% dalam kejadian HDK. Saran: pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh masyarakat, peningkatan pemanfaatan Buku KIA, Penguatan ANC Terpadu: peningkatan peran bidan dan dokter umum dalam melakukan skreening bumil risti. Kata Kunci : Riwayat Hipertensi, Obesitas, HDK.
The Pengaruh Paritas dan Akses Informasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Kegawatdaruratan Dalam Kehamilan di Puskesmas Panekan, Kabupaten Magetan: Pregnancy iik bekti budyawati; Triana Septianti Purwanto; subagyo subagyo
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.202 KB) | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.12

Abstract

Pregnancy can be a determinant of maternal and fetal well-being. Lack of maternal knowledge in emergencies during pregnancy is one of the causes of a lack of early detection which causes a lack of anticipation of the dangers of pregnancy. To prove the effect of parity and access to the health information on the knowledge of pregnant women regarding emergency pregnancies at Panekan Health Center. This study is an analytical study that is cross-sectional. Samples were taken with a sampling technique of 80 respondents. Data collection using a closed questionnaire. The influence of the dependent and independent variables was tested using Linear Regression with p-value <0.005. The results of the statistical test using linear regression on the variable parity to the knowledge of pregnant women obtained a value of p = 0.022 so that there is an influence between parity and knowledge of pregnant women regarding the emergency of pregnancy. The results of statistical tests on health information access variables on the knowledge of pregnant women using linear regression obtained p-value = 0,000 so that there is a significant influence between access to health information with the knowledge of pregnant women regarding emergency pregnancies. This is also supported by the results of the significance tests of the three variables tested together using linear regression which shows 0,000. The concluded that there is an influence of parity and access to health information on the knowledge of pregnant women regarding emergency pregnancies at Panekan Health Center, Magetan Regency.
Hubungan Riwayat Faktor Resiko Ibu Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Kayangan I DESAK AYU APRIYANTI
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.29 KB) | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.29

Abstract

Bayi berat lahir rendah mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian pada bayi. Salah satu indikator keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah dengan menurunnya angka kematian bayi (AKB). Untuk Indonesia AKB mencapai 24 per 1000 kelahiran hidup dimana yang masih jauh dari target Indonesia dalam Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 yaitu 16 per 1000 kelahiran hidup. Bayi berat lahir rendah disebabkan karena berbagai faktor resiko salah satunya dari faktor resiko ibu yang meliputi ibu dengan terlalu muda (usia <20 tahun), terlalu tua (usia > 35 tahun), terlalu dekat (jarak kehamilan <2 tahun), terlalu banyak (paritas >4) . Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan rancangan case control dan menggunakan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Ibu bersalin di Puskesmas Kayangan periode Januari-Desember 2021. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dan besar sampel 237 sampel. Hasil. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Kesimpulan penelitian ini Terdapat hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Perlunya peningkatan pemantauan ANC terpadu dan konseling kepada ibu dengan faktor resiko, sehingga dapat mengatasi BBLR maupun komplikasi kehamilan dan persalinan. Kata Kunci : Faktor Resiko Ibu, BBLR
Hubungan Usia Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Postpartum Blues Di PMB “W” Magetan Oktavia Puspita Sari; Agung Suharto
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.3

Abstract

Indonesia's postpartum blues incidence is 50-70% of postpartum women, postpartum blues occur in postpartum women caused by several factors such as childbirth experience, increased hormones, infant behavior, maternal age, and parity. The aim of the study was to determine the relationship of age and parity with the incidence of postpartum blues in PMB "W" Magetan. Type of analytic research, cross-sectional study design, the postpartum maternal population in Magetan PMB "W" 24 respondents, 23 respondents were taken by accidental techniques, free age, and parity variables while dependent variable postpartum blues. Data collection with EPDS questionnaire, data analysis using chi-square test. The results of the study obtained mothers with primipara 83%, and in multiparas 17%, mothers aged <20 years 44%, at the age of 20-35 years 26% and age> 35 years 30%. The results of statistical tests on age variables with the incidence of postpartum blues obtained p= 0.031 (0.05) so it was concluded that there was a relationship between age and postpartum blues events, the results of statistical tests on variable parity with postpartum blues events obtained p = 0.040 (0.05) so it can be concluded that there is a relationship between parity postpartum blues. The conclusion of the study is that there is a relationship between parity and age with postpartum blues events, it is suggested that prospective mothers can prepare the pregnancy properly so that it will minimize the incidence of postpartum blue, and midwives can detect symptoms of postpartum blues so that they can prevent postpartum blues.
Hubungan Usia Ibu Hamil Dan Paritas Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Wilayah Kerja Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi Mariana Aprilasari; Sunarto Sunarto; Hery Sumasto
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.8

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang berlebihan selama masa hamil dan bisa menyebabkan dehidrasi karena muntah sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh usia ibu hamil dan paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode crossectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total populasi sebanyak 91 ibu hamil. Variabel bebas penelitian ini adalah usia ibu hamil dan paritas, sedangkan variable terikatnya adalah kejadian hiperemesis gravidarum. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank dengan derajad kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu hamil Trimester I dari 91 responden yang berusia <20 tahun sebanyak 13 responden atau 14,29%, usia 20-35 tahun sebanyak 68 responden atau 74,73% dan >35 tahun sebanyak 10 responden atau 10,99%. Berdasarkan paritas, sebanyak 58 ibu hamil atau 63,74% merupakan primigravida, sebanyak 29 atau 31,87% ibu hamil merupakan multigravida dan 4 ibu hamil atau 4,40% merupakan Grande Multigravida. Uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh antara pengaruh usia ibu hamil terhadap kejadian hiperemesis gravidarum dan ada pengaruh paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil dan paritas berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis. Di harapkan klien melakukan pemeriksaan kehamilan atau ANC secara teratur untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin serta mengetahui secara dini komplikasi yang terjadi selama kehamilan. Kata Kunci : Usia, Paritas, Hiperemesis gravidarum.
Determinan Gangguan Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan Elly Marliana; Agung Suharto; Ayesha Hendriana Ngestiningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.9

Abstract

Penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan kelainan vaskular yang terjadi pada kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada masa nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh determinan riwayat hipertensi, obesitas, penggunaan KB hormonal terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan (HDK). Penelitian observasi analitik, dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ibu hamil yang berkunjung dan tercatat Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan pada 2018 sebanyak 332. Teknik pengambilan sample dengan teknik Simpel Random Sampling, besar sampel 183. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah riwayat hipertensi, obesitas dan riwayat penggunaan KB hormonal. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian HDK. Pengumbulan data dengan pendekatan studi dokumentasi, dengan lembar observasi. Analisis data mengunakan uji statistic Regresi Logistic, dengan penetapan tingkat kesalahan α 0,05. Hasil penelitian ibu hamil yang mengalami HDK tersebut yang terpapar hipertensi sebanyak 11%, yang ada riwayat atau terpapar obesitas 45,6%, terpapar KB Hormon sebesar 36.3%. Hasil analisis bivariat variabel Riwayat hipertensi dengan HDK ρ 0,01< α 0,05 , hasil Riwayat obesitas dengan HDK dρ 0,024< α 0,05 , Riwayat KB Hormon dengan HDK ρ 0,21< α 0,05. Hasil analisis multivariat menunjukkan hanya variabel riwayat hipertensi yang memenuhi syarat uji Regresi logistic dengan hasil ρ < α 0,05 (0,002<0,05), OR sebesar 0,099. Kesimpulan: faktor riwayat hipertensi dan riwayat obesitas saja yang berpengaruh sangat signifikan. Riwayat hipertensi menyumbang 9,9% dalam kejadian HDK. Saran: pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh masyarakat, peningkatan pemanfaatan Buku KIA, Penguatan ANC Terpadu: peningkatan peran bidan dan dokter umum dalam melakukan skreening bumil risti. Kata Kunci : Riwayat Hipertensi, Obesitas, HDK.
The Pengaruh Paritas dan Akses Informasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Kegawatdaruratan Dalam Kehamilan di Puskesmas Panekan, Kabupaten Magetan: Pregnancy iik bekti budyawati; Triana Septianti Purwanto; subagyo subagyo
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.12

Abstract

Pregnancy can be a determinant of maternal and fetal well-being. Lack of maternal knowledge in emergencies during pregnancy is one of the causes of a lack of early detection which causes a lack of anticipation of the dangers of pregnancy. To prove the effect of parity and access to the health information on the knowledge of pregnant women regarding emergency pregnancies at Panekan Health Center. This study is an analytical study that is cross-sectional. Samples were taken with a sampling technique of 80 respondents. Data collection using a closed questionnaire. The influence of the dependent and independent variables was tested using Linear Regression with p-value <0.005. The results of the statistical test using linear regression on the variable parity to the knowledge of pregnant women obtained a value of p = 0.022 so that there is an influence between parity and knowledge of pregnant women regarding the emergency of pregnancy. The results of statistical tests on health information access variables on the knowledge of pregnant women using linear regression obtained p-value = 0,000 so that there is a significant influence between access to health information with the knowledge of pregnant women regarding emergency pregnancies. This is also supported by the results of the significance tests of the three variables tested together using linear regression which shows 0,000. The concluded that there is an influence of parity and access to health information on the knowledge of pregnant women regarding emergency pregnancies at Panekan Health Center, Magetan Regency.
Hubungan Riwayat Faktor Resiko Ibu Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Kayangan I DESAK AYU APRIYANTI
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i2.29

Abstract

Bayi berat lahir rendah mempengaruhi tingginya angka kesakitan dan kematian pada bayi. Salah satu indikator keberhasilan suatu negara dalam meningkatkan kesehatan masyarakat adalah dengan menurunnya angka kematian bayi (AKB). Untuk Indonesia AKB mencapai 24 per 1000 kelahiran hidup dimana yang masih jauh dari target Indonesia dalam Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 yaitu 16 per 1000 kelahiran hidup. Bayi berat lahir rendah disebabkan karena berbagai faktor resiko salah satunya dari faktor resiko ibu yang meliputi ibu dengan terlalu muda (usia <20 tahun), terlalu tua (usia > 35 tahun), terlalu dekat (jarak kehamilan <2 tahun), terlalu banyak (paritas >4) . Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan rancangan case control dan menggunakan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Ibu bersalin di Puskesmas Kayangan periode Januari-Desember 2021. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dan besar sampel 237 sampel. Hasil. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Kesimpulan penelitian ini Terdapat hubungan riwayat faktor resiko ibu dengan kejadian BBLR. Perlunya peningkatan pemantauan ANC terpadu dan konseling kepada ibu dengan faktor resiko, sehingga dapat mengatasi BBLR maupun komplikasi kehamilan dan persalinan. Kata Kunci : Faktor Resiko Ibu, BBLR

Page 1 of 1 | Total Record : 10