cover
Contact Name
Kiki Kristiandi
Contact Email
pakisjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jfsa@pakisjournal.com
Editorial Address
Jl. Tabrani, Saing Rambi, Sambas, 79462 Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Food Security and Agroindustry
ISSN : 29860555     EISSN : 29860563     DOI : https://doi.org/10.58184/jfsa
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Food Security and Agroindustry (JFSA) provides readers with the state of the theory and its application in all aspects of food security and agroindustry. The aim of JFSA is to publish compelling empirical research, current scientific developments, and high-quality science that answers fundamental questions in food security and agroindustry. The scope of this journal includes but is not limited to research results on processing food, production, packaging, nutrition, food security, agriculture, process engineering, agricultural management, functional food, and agro-industrial biotechnology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): JUNE" : 5 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN MINYAK KELAPA DI KECAMATAN JAWAI Fitriani Fitriani; Andiyono Andiyono; Junardi Junardi; Tara Anantasya
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 2 (2023): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.685 KB) | DOI: 10.58184/jfsa.v1i2.43

Abstract

Pengembangan Agroindustri perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan pendapatan dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki, penyediaan lapangan kerja dan memberikan nilai tambah pada produk, sehingga perlu untuk dilakukan suatu strategi pengembangan industri pengolahan kelapa. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang serta strategi yang harus dilakukan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan data yang diperoleh dilakukan analisis menggunakan analisis strategis menggunakan matriks kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Adapun Strategi pengembangan usaha pengolahan minyak kelapa yaitu: a) memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan, lapangan pekerjaan dan perekonomian; b) memanfaatkan ketersediaan dan harga bahan baku untuk merebut pasar dengan menciptakan produk bermutu; c) bimbingan keterampilan serta penggunaan alat/teknologi dalam pengolahan minyak kelapa; d) bimbingan kepemimpinan dan manajemen administrasi bisnis; e) mempermudah akses pendanaan untuk pengembangan industri minyak kelapa dan meningkatan sarana dan prasarana pendukungnya; f) meningkatkan kesadaran kepada petani dan pengusaha bahwa industri pengolahan minyak kelapa haruslah dikelola secara terpadu dan professional; g) massa menyebarkan informasi tentang manfaat turunan kelapa; dan h) memperluas kemitraan antara PEMDA, peneliti, petani dan swasta dalam menciptakan produk bermutu dan berdaya saing.
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L) DAN KALIUM SORBAT TERHADAP MUTU KECAP KELAPA BORNEO Neti Saskia; Tio Tio
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 2 (2023): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.822 KB) | DOI: 10.58184/jfsa.v1i2.55

Abstract

Kecap Kelapa Borneo yang diproduksi oleh industri rumahan Kecamatan Jawai merupakan jenis kecap kelapa yang dibuat dengan bahan baku air kelapa. Kekurangan dari Kecap Kelapa Borneo adalah terjadinya penurunan mutu dalam waktu yang singkat sehingga menyebabkan Kecap Kelapa Borneo memiliki umur simpan yang singkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya memperpanjang umur simpan dengan cara menambahkan pengawet sintetis berupa kalium sorbat dan pengawet alami berupa kayu secang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Analisis Mutu Politeknik Negeri Sambas dan Laboratorium Kimia dan Biologi Politeknik Negeri Pontianak dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 kali pengulangan dengan menggunakan 6 jenis perlakuan pada sampel dengan jenis konsentrasi kalium sorbat dan serbuk kayu secang yang berbeda. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa penambahan serbuk kayu secang dapat meningkatkan kadar gula dan protein, mempertahankan mutu organoleptik produk dan tidak ditemukan adanya cemaran atau kontaminasi bakteri. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan kalium sorbat serta serbuk kayu secang dapat mempertahankan mutu sehingga dapat menambah umur simpan dari Kecap Kelapa Borneo.
FOOD BAR BERBASIS TEPUNG PISANG DAN MOCAF SEBAGAI EMERGENCY FOOD Aris Susanto; Kartika Kartika; Rini Fertiasari; Dian Sari
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 2 (2023): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.809 KB) | DOI: 10.58184/jfsa.v1i2.65

Abstract

Food bar merupakan suatu makanan yang dibuat beberapa bahan baku  yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi kemudian, dikombinasikan dengan bahan lain sehingga menjadi bahan  olahan food bar yang mempunyai kalori tinggi dan juga kandungan gizi yang tinggi. Food bar merupakan bahan pangan yang dapat dijadikan sebagai emergency food. Aplikasi yang dapat digunakan dalam pembuatan food bar, yaitu dapat menggunakan tepung pisang dan tepung MOCAF. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui formulasi food bar dari tepung pisang dan tepung MOCAF yang sesuai syarat pangan darurat dan daya terima produk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa formula food bar F2 dengan tingkat kesukaan panelis 30 orang pada komposisi tepung pisang 80 gram, tepung MOCAF 20 gram, gula 25 gram, margarin 35 gram, kacang mete 20 gram, tepung maizena 5 gram, susu 5 gram, kismis 20 gram dan air 20 ml, yang dilihat dari parameter warna, aroma, rasa dan tekstur. Berdasarkan hasil uji analisis proksimat dalam pengujian food bar F2, yaitu kadar air 19,2597, kadar serat 19,5540, kadar lemak 14,4963, kadar abu 1,57 dan kadar protein 4,22.
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK SIAM (Citrus nobilis var. microcarpa) MENJADI MINYAK ATSIRI UNTUK SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SAMBAS Jimi Jimi; Asti Febrina; Rozana Rozana; Frengki Frengki
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 2 (2023): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.326 KB) | DOI: 10.58184/jfsa.v1i2.81

Abstract

Produksi buah jeruk siam atau keprok di Kalimantan Barat mencapai 1,3 juta ton pada 2020. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan produksi buah-buahan dan sayuran lainnya di Kalimantan Barat. Buah jeruk sering kali dimanfaatkan pada bagian daging buahnya sedangkan kulitnya dibuang begitu saja. Padahal, kulit jeruk bisa dimanfaatkan sebagai produk olahan seperti minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan minyak atsiri skala rumah tangga dari limbah kulit jeruk. Metode penelitian menggunakan teknik eksperimen. Analisi data mengunakan Deskriftif dan Deskriftif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dihasilkan warna minyak atsiri kulit jeruk siam yang di hasilkan pada proses destilasi sesuai dengan standar ISO 3140:2011 yaitu kuning bening. Rendemen minyak yang dihasilkan relatif kecil yaitu 0,4%. Kadar air yang terkandung dalam minyak atsiri kulit jeruk relatif besar yaitu 82,8549%. Serta, terdapat 3 tahapan dalam spesifikasi proses destilasi minyak atsiri kulit jeruk siam yang pertama proses pengupasan, kedua proses destilasi, dan yang ketiga pemisahan minyak dan air.
ANALISIS KANDUNGAN PROKSIMAT COOKIES TEPUNG TEMPE Arifah Madani; Rini Fertiasari; Angga Tritisari; Nurhayati Safitri
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 2 (2023): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.247 KB) | DOI: 10.58184/jfsa.v1i2.87

Abstract

Tempe adalah suatu olahan pangan yang dihasilkan dari proses fermentasi kacang kedelai rebus. Pada proses pengolahan tempe dilakukan dalam beberapa waktu dengan bantuan jamur Rhizopus sp. Tempe memiliki nilai gizi lebih baik dibandingkan kedelai yang masih mentah. Akan tetapi, umur simpan pada tempe sangat rendah. Agar tempe menjadi tahan lama, salah satu alternatif pengolahannya, yaitu dengan menjadi tepung tempe untuk meningkatkan kandungan gizi cookies. Cookies merupakan salah satu produk olahan yang banyak dikonsumsi dengan bahan utamanya yaitu tepung terigu. Tujuan penelitian penelitian yang dilakukan adalah untuk memformulasikan cookies dengan berbahan dasar tepung terigu dan tepung tempe. Penentuan cookies terbaik, yaitu berdasarkan tingkat kesukaan panelis pada uji organoleptik, selanjutnya dilakukan uji proksimat. Hasil dari pengujian kadar air pada tepung tempe sebesar 6,88%. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan cookies F3 (tepung tempe 25% dan tepung terigu 75%) merupakan cookies yang paling disukai. Hasil uji proksimat pada cookies F3 menunjukkan kadar air 3,37%, kadar abu 1,81%, karbohidrat 36,7%, lemak 26,36%, protein 14,5%, serat kasar 0,0513% dan mengandung kalori 511,08 kkal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5