cover
Contact Name
Mery Fahik
Contact Email
ejurnal.flobijo@gmail.com
Phone
+6282237139467
Journal Mail Official
ejurnal.flobijo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Veteran No. 1-3 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Flobamora Biological Journal
Published by Universitas San Pedro
ISSN : 28291840     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Flobamora Biological Journal merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi Biologi Universitas San Pedro. Jurnal ini adalah wadah publikasi dibidang biologi khususnya Flobamora biological journal menerima naskah artikel hasil penelitian, telaah ilmiah maupun kajian teoritis terkait masalah-masalah biologi di antara: Biofarmaka: pemanfaatan senyawa bioaktif pada tumbuhan, hewan, dan mikroba pada bidang kesehatan, Mikrobiologi: mikrobiologi lingkungan, pertanian, pangan, kesehatan, Konservasi: biodiversitas tumbuhan, biodiversitas hewan, dan fisiologi dan reproduksi hewan, Botani: Fisiologi tumbuhan, etnobotani, dan fitoremediasi, dan bidang-bidang lainnya yang berkaitan dengan Biologi.
Articles 32 Documents
KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE DAN RANDOM FOREST PADA DATA BIOMEDIS : APLIKASI DALAM ANALISIS DATA PENYAKIT DIABETES Fallo, Sefri Imanuel; Aprihartha, Moch. Anjas; Prasetya, Jus
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest dalam mengklasifikasikan data biomedis terkait penyakit diabetes. Data yang digunakan mencakup informasi tentang deteksi diabetes pada pasien, dengan variabel-variabel seperti Indeks Massa Tubuh (BMI), tingkat HbA1c, dan tingkat glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan SVM. Hasil prediksi random forest menghasilkan pasien terdeteksi diabetes sebanyak 73 kasus dan pasien tidak terdeteksi diabetes 1127 kasus dengan akurasi 97.17%. Evaluasi model menegaskan bahwa Random Forest mencapai nilai kappa sebesar 0.7967, menandakan kemampuannya dalam memprediksi penyakit diabetes dengan lebih efektif. Hasil ini menyiratkan bahwa Random Forest dapat menjadi pilihan yang lebih optimal dalam memodelkan prediksi penyakit diabetes, terutama ketika mempertimbangkan variabel-variabel yang relevan seperti BMI, tingkat HbA1c, dan tingkat glukosa darah dalam analisisnya.
PENGARUH NUTRISI CAMPURAN DAUN KELOR, AIR BERAS DAN MEDIA TANAM ROCWOLL, SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) MENGGUNAKAN TEKNIK HIDROPONIK Dilak, Hory Iramaya; Fahik, Mery; Langko, Melania Y
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik adalah aktivitas pertanian tanpa menggunakan media tanah, dan air digunakan sebagai media menggantikan tanah dengan memanfaatkan lahan sempit. Teknik hidroponik layak dipertimbangkan untuk dimanfaatkan diatap rumah, pekarangan rumah maupun lahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman cabai merah secara hidroponik dengan pemberian media dan nutrisi yang berbeda serta untuk mengetahui interaksi antara nutrisi dan media taman. Rancangan Percobaan pada penelitian ini terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu media yang terdiri dari M₁ (rockwool), M2 (sabut kelapa) dan faktor kedua yaitu nutrisi yang terdiri dari N₁ (ekstrak daun kelor 50% dan air cucian beras 50%), N₂ (ekstrak daun kelor 100%). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, tinggi tanaman dan panjang akar pada media sabut kelapa dan ekstrak daun kelor 100% adalah 3,2 cm dan 2,70 cm; tinggi tanaman dan panjang akar pada media tanam sabuk kelapa dan nutrisi 50% air beras dan 50% ekstrak daun kelor adalah 3,03 cm dan 2,73 cm; tinggi tanaman dan panjang akar pada media tanam rocwoll dan nutrisi 50% air beras dan 50% ekstrak daun kelor adalah 2,95 cm dan 2,73 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling efektif untuk tinggi tanaman adalah M2N2 (perlakuan media sabut kelapa dan ekstrak daun kelor 100%) yakni 3,2 cm, sedangkan perlakuan paling efektif untuk panjang akar adalah M1N1 (perlakuan media rocwoll + air cucian beras dan ekstrak daun kelor 50% : 50% yakni 2, 95 cm.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA (INSECTA) PADA TANAMAN PADI (Oriza sativa L.) DI AREAL PERSAWAHAN DESA OEBOBO, KECAMATAN BATUPUTIH, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Talan, Venderius; Fahik, Mery; Telnoni, Sipora Petronela
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman serangga pada areal persawahan memiliki dampak penting bagi kestabilan di dalam ekosistem sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifiasi keanekaragaman serangga di tiga titik sampling dengan tipe pertumbuhan yang berbeda di persawahan Desa Oebobo, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2023 di area persawahan. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling, dengan memilih tiga lokasi yang terdiri atas area petak sawah pada fase vegetatif , area petak sawah pada fase generatif dan area petak sawah yang ditanami dengan pisang dan bambu. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode jaring ayun (sweep sampling method) dan Metode Searching and Visual Control dan Hand Picking pada pagi, siang dan sore hari. Kehadiran serangga pada plot satu lebih tinggi yaitu sebanyak 17 spesies dengan 144 individu, sedangkan pada plot dua lebih rendah yaitu sebanyak 14 spesies dengan 116 individu, dan pada plot tiga yaitu sebanyak 13 spesies dengan 33 individu. Peranan serangga yang ditemukan pada persawahan yaitu sebagai hama, predator, polinator dan parasitoid. Indeks keanekaragaman (H') serangga pada plot penelitian termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang dengan nilai tertinggi pada plot 3 (2,448), nilai indeks keseragaman (E) serangga termasuk dalam kategori keseragaman tinggi dengan nilai indeksnya > 0,6 dan nilai indeks kekayaan jenis (R) serangga termasuk dalam kategori kekayaan tinggi dengan dengan nilai indeksnya 3,5-5,0.
KEANEKARAGAMAN SPESIES LEPIDOPTERA (RHOPALOCERA) DI KAWASAN TAMAN NOSTALGIA KOTA KUPANG Marsela Susana Bili; Mery Fahik; Henry P Eryah; HISREIDI FUNOME
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan taman kota berperan penting sebagai habitat pendukung keanekaragaman hayati, termasuk kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies kupu-kupu serta menganalisis tingkat keanekaragaman kupu-kupu di kawasan Taman Nostalgia Kota Kupang. Pengambilan data dilakukan melalui metode jelajah dengan pengamatan langsung pada pagi hingga siang hari, dilanjutkan dengan identifikasi morfologi menggunakan buku acuan. Tingkat keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon–Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 81 individu kupu-kupu yang tergolong ke dalam empat famili, yaitu Nymphalidae, Papilionidae, Pieridae, dan Lycaenidae, dengan famili Nymphalidae sebagai kelompok yang paling dominan. Nilai indeks keanekaragaman menunjukkan kategori sedang, yang mengindikasikan bahwa Taman Nostalgia masih mampu mendukung komunitas kupu-kupu meskipun berada di lingkungan perkotaan. Penelitian ini memberikan data dasar penting bagi upaya pengelolaan taman kota yang berorientasi pada konservasi keanekaragaman Lepidoptera.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN YANG MENJADI INANG KUPU-KUPU DI TAMAN NOSTALGIA Marsela Susana Bili; Mery Fahik; Henry P Eryah
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nostalgia merupakan salah satu ruang terbuka hijau perkotaan di Kota Kupang yang berperan penting sebagai habitat berbagai organisme, termasuk kupu-kupu. Keberadaan kupu-kupu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan tumbuhan inang yang mendukung seluruh siklus hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang menjadi inang kupu-kupu serta menganalisis tingkat keanekaragaman tumbuhan inang di Taman Nostalgia. Penelitian dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2024 menggunakan metode deskriptif eksploratif melalui observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 spesies tumbuhan inang dari 8 famili dengan total 164 individu, antara lain Gliricidia sepium, Plumeria rubra, Passiflora foetida, Bougainvillea sp., Stachytarpheta cayennensis, Azadirachta indica, Mangifera indica, Zinnia elegans, dan Bidens alba. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar 2,13 menunjukkan kategori keanekaragaman sedang, dengan indeks kemerataan 0,97 dan indeks dominansi 0,13 yang mengindikasikan komunitas tumbuhan relatif stabil dan tidak didominasi oleh satu spesies tertentu. Keanekaragaman tumbuhan inang ini berperan penting dalam mendukung keberlangsungan populasi kupu-kupu dan menjaga keseimbangan ekosistem taman kota.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa Linn) DENGAN METODE EVAPORASI TERHADAP KUALITAS KIMIA DAGING SE’I BABI Paulus Eryah; Geetruida M Sipahelut; Sulmiyati; Armadianto H
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging se’i adalah produk daging asap dengan potongan panjang yang dibuat melalui proses sederhana dengan memadukan proses pengasapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rosela (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan metode evaporasi terhadap kualitas kinia daging se’i babi terhadap kadar air, protein, lemak dan aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan P0 tanpa penambahan ekstrak rosela (control), P1, penambahan ekstrak rosela 1%, P2, penambahan ekstrak rosela 3%, P3, penambahan ekstrak rosela 5%. Variabel yang diamati adalah kadar air, protein, lemak dan aktivitas antioksidan. Data analisis mengunakan ANOVA dan diuji lanjut mengunakan Duncan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penambahan ekstrak rosela tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air, dan berpengaruh nyata (P
ANALISIS KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI WANGGU davik davik
Flobamora Biological Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan bahan organik tanah pada berbagai penggunaan lahan dan kelas kemiringan lereng di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan pada tahun 2018 menggunakan metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kombinasi penggunaan lahan dan kemiringan lereng. Penggunaan lahan yang diamati meliputi hutan, semak belukar, agroforestry, pertanian, dan pemukiman dengan kelas kemiringan lereng 0–8%, 8–15%, 15–25%, dan 25–40%. Analisis kandungan bahan organik tanah dilakukan menggunakan metode Walkley and Black. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tanah di DAS Wanggu berkisar antara 0,01% hingga 0,83% dan secara umum tergolong sangat rendah. Kandungan bahan organik tertinggi ditemukan pada penggunaan lahan hutan dengan kemiringan lereng 8–15% sebesar 0,83%, sedangkan nilai terendah terdapat pada penggunaan lahan pemukiman dengan kemiringan lereng 8–15% sebesar 0,01%. Penggunaan lahan hutan dan agroforestry memiliki kandungan bahan organik lebih tinggi dibandingkan pertanian dan pemukiman karena adanya vegetasi penutup yang mampu menyumbang bahan organik ke dalam tanah. Selain itu, peningkatan kemiringan lereng cenderung menurunkan kandungan bahan organik akibat meningkatnya potensi erosi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lahan berbasis konservasi untuk meningkatkan kualitas tanah di DAS Wanggu.
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH RENDAMAN AIR KELAPA DENGAN WAKTU FERMENTASI PADA BIOPROSES FERMENTASI MINYAK KELAPA Henry Pietherson Eryah; HISREIDI FUNOME
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada April-Mei tahun 2023 di laboratorium pendidikan biologi FKIP Undana yang bertujuan untuk mengetahui lama waktu optimum air kelapa terfermentasi spontan pada bioproses fermentasi minyak kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri atas 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Parameter yang diuji adalah rendemen minyak yang dihasilkan, kadar air dan uji organoleptik. Data diuji menggunakan Analisis Of Varians (ANOVA) dengan program SPSS dan apabila berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut Berat Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada bioproses fermentasi minyak kelapa adalah 18 jam menghasilkan 113 ml. 10 jam menghasilkan 43,33 ml. 12 jam menghasilkan 69 ml. 14 jam menghasilkan 79 ml. 16 jam menghasilkan 107 ml. dan 20 jam menghasilkan 102 ml. Hasil analisis statistic menyatakan bahwa nilai Fhitung (14,296) > Ftabel dengan taraf signifikansi 5% (3,11). Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa waktu fermentasi spontan 18 jam lebih baik dan menghasilkan rendemen minyak lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan lainya walaupun tidak berbeda nyata dengan perlakuan uji 20 jam.
CEMARAN MIKROBA PADA JAJANAN SALOME DI KOTA KUPANG Henry Pietherson Eryah; Ewinda Isensi Feni
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroba yang tinggi pada salome dari pedagang S1, S2,S3, S5,S6 dan S7 kemungkinan disebabkan oleh tingkat sanitasi yang belum maksimal dikarenakan pedagang salome tersebut. Hal inilah yang terjadi disebabkan kurangnya kebersihan pada perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan, alat yangKandungan digunakan untuk mengambil salome masih kurang higienis, selain itu alat tersebut dipergunakan berulang kali dan disimpan pada ruang yang terbuka. Hal ini yang mengakibatkan masuknya mikroba pada salome tersebut karena ruang terbuka sehingga menyebabkan paparan langsung dengan udara dan debu sehingga mengakibatkan terjadinya kontaminasi mikroba di udara. Pengujian total jumlah cemaran mikroba bakso dilakukan dengan metode hitung Total Plate Count (TPC). Metode tuang merupakan metode yang umum digunakan untuk perkembangan koloni bakteri dalam proses pengujian TPC berdasarkan metode analisis mikrobiologi
TINJAUAN TAKSONOMI, FILOGENETIK, DAN METABOLIT SEKUNDER JAMUR GENUS TERMITOMYCES Hisreidi Funome; Ewinda Isensi Feni
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genus Termitomyces merupakan kelompok jamur Basidiomycota yang dikenal memiliki hubungan simbiotik obligat dengan rayap dan berperan penting secara ekologis, pangan, serta berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif perkembangan kajian taksonomi, filogenetik, dan metabolit sekunder pada genus Termitomyces berdasarkan literatur ilmiah dalam rentang waktu 2019–2024. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel penelitian dan artikel ulasan yang relevan dari jurnal nasional dan internasional. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa identifikasi Termitomyces telah berkembang dari pendekatan morfologi menuju integrasi data molekuler berbasis marker genetik, yang memberikan kejelasan hubungan filogenetik dan delimitasi spesies. Selain itu, berbagai spesies Termitomyces dilaporkan menghasilkan metabolit sekunder seperti senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, polisakarida, dan senyawa volatil dengan aktivitas biologis, terutama antioksidan dan antimikroba. Keterkaitan antara taksonomi dan profil metabolit sekunder menunjukkan bahwa keakuratan identifikasi spesies menjadi dasar penting dalam eksplorasi senyawa bioaktif. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan terkait biodiversitas, bioprospeksi, dan pemanfaatan Termitomyces secara berkelanjutan.

Page 3 of 4 | Total Record : 32