cover
Contact Name
Mery Fahik
Contact Email
ejurnal.flobijo@gmail.com
Phone
+6282237139467
Journal Mail Official
ejurnal.flobijo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Veteran No. 1-3 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Flobamora Biological Journal
Published by Universitas San Pedro
ISSN : 28291840     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Flobamora Biological Journal merupakan jurnal ilmiah elektronik yang diterbitkan oleh Program Studi Biologi Universitas San Pedro. Jurnal ini adalah wadah publikasi dibidang biologi khususnya Flobamora biological journal menerima naskah artikel hasil penelitian, telaah ilmiah maupun kajian teoritis terkait masalah-masalah biologi di antara: Biofarmaka: pemanfaatan senyawa bioaktif pada tumbuhan, hewan, dan mikroba pada bidang kesehatan, Mikrobiologi: mikrobiologi lingkungan, pertanian, pangan, kesehatan, Konservasi: biodiversitas tumbuhan, biodiversitas hewan, dan fisiologi dan reproduksi hewan, Botani: Fisiologi tumbuhan, etnobotani, dan fitoremediasi, dan bidang-bidang lainnya yang berkaitan dengan Biologi.
Articles 24 Documents
Identifikasi Tanaman Obat Pasca Persalinan di Desa Bukit Seburi 1 Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur Hory Iramaya Dilak; Henri Pietherson Eryah; Yohanista Waton
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.622 KB)

Abstract

Tanaman obat pasca persalinan adalah tanaman yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat setiap penduduk dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui jenis tumbuhan dan organ tumbuhan yang dimanfaatkan, cara mengolah dan cara penggunaan tanaman obat pasca persalinan di Desa Bukit Seburi 1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung dengan responden dan observasi lapangan dan eksplorasi atau koleksi serta dokumentasi. Organ tanaman yang di manfaatkan yaitu akar 3%, batang 30%, daun 45%, buah 10%, umbi lapis 2% dan rimpang 2%. Cara mengolah tanaman tersebut untuk pengobatan yaitu direbus lalu diminum, ditumbuk lalu ditempelkan, dihaluskan lalu dioleskan, dimasak lalu dimakan, diparut lalu diminum. Namun masyarakat di Desa Bukit Seburi 1 lebih sering mengunakan ramuan dengan cara direbus lalu diminum pada pasca persalinan. Sumber perolehan adalah budidaya 48%, hutan 9%, tumbuh liar 33%, diperoleh dari daerah lain 6%. Sumber informasi atau pengetahuan tentang tumbuhan obat diperoleh melalui pengetahuan masyarakat dari nenek moyang 68%, informasi media 10%, pengobat tradisional 8% dan kenalan 11%. Masyarakat bukit Seburi 1 memiliki beraneka ragam jenis tumbuhan obat pasca persalinan. Pengetahuan masyarakat setempat sudah modern diwariskan dari nenek moyang dan masyarakat setempat telah memanfaatkan tumbuhan tersebut sehingga terdapat tumbuhan yang dibudidaya untuk keperluan pengobatan.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penyakit Hawar Daun di Desa Naibonat Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Henri Pietherson Eryah; Sipora P. Telnoni; Yustina Da Costa
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.65 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian pengamatan bakteri yang telah dilakukan di dapatkan hasil 5 isolat bakteri yang menjadi penyakit utama menyerang sistem kekebalan daun padi dan menjadi faktor pertumbuhan tanaman daun padi menjadi rusak dan terkena bercak dan putih akibat bakteri dari hasil identifikasi bakteri ini termasuk bakteri gram positif dan gram negatif setelah melalui tahap uji gram maka didapatkan hasil koloni yang berwarna merah adalah koloni bakteri basillus, xhanthomas, pseudomonas, Bakteri leaf blight dan endotif, bakteri yang tumbuh jumlah selnya akan meningkat dalam jumlah yang besar dalam waktu yang singkat dan akibat pertumbuhan tersebut akan terbentuk koloni untuk pertumbuhan bakteri
Isolasi dan Identifikasi Mikroba Tanah Limbah di Kota Kupang Henri Pietherson Eryah; Hory Iramaya Dilak; Ebenhezer Finit
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.417 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi mikroba yang hidup didalam tanah yang tercemar limbah oli bekas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik pour plate. Hasil penelitian diperoleh 2 isolat mikroba diantaranya 1 isolat bakteri dan 1 isolat jamur. Bakteri yang berhasil diisolasi dalam media natrium agar didapatkan 1 isolate bakteri dalam 2 media natrium agar yang diberi 2 mL suspensi. Isolat bakteri yang berhasil diisolasi adalah bakteri Bacillus sp. berdasarkan pengamatan secara mikroskopis,berbentuk batang pendek dan terwarnai ungu dan bergram positif, sedangakan hasil pengamatan secara makroskopis, dapat di amati warna koloni bening atau transparan dan bentuknya sangat kecil seperti titik dan berserakan diatas media. Jamur yang berhasil diisolasi dalam media potatos dextrose agar termasuk dalam genus Mucor dengan ciri-ciri makroskop adalah warna koloni putih dan semakin tua semakin terlihat wana kuning tua, dengan hifa yang tersebar sekitaran koloni dan terdapat titik hitam dibagian tengah koloni. Pengamatan secara mikroskop terdapat spora jamur isolat tersebut termasuk dalam genus mucor yang berpotensi dalam kesuburan tanah. Isolat jamur yang didapatkan dalam media PDA 1 dan media PDA 2 dengan 2 ml suspense dari seri pengenceran 10-3 .
Pengaruh Pemberian Campuran Cucian Air Beras dan Air Kelapa pada Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Sinensis l.) di Kecamatan Maulafa Kelurahan Oepura Hisreidi Funome; Mery Fahik; Sipora P. Telnoni; Hesry Y. Nenohaifeto
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.459 KB)

Abstract

Mata pencarian masyarakat Indonesia adalah petani yang membudidayakan berbagai macam tanaman, salah satunya sawi. Tanaman ini yang merupakan sayuran yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini disebabkan oleh karena kandungan gizi pada sayur sawi terdiri dari vitamin dan mineral sangat berguna untuk mempertahankan kesehatan serta dapat mencegah penyakit. Dalam upaya meningkatkan produksi tanaman sawi dengan mempertimbangkan kualitas dan kandungan unsur hara, maka perlu diterapkan pupuk organik. Pupuk organik merupakan salah satu cara untuk memenuhi unsur hara makro dan mikro pada tanaman. Campuran air padi dan air kelapa merupakan salah satu jenis pupuk organik cair yang dapat berdampak pada pertumbuhan batang tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi di kecamatan Maulafa. Penelitian ini menggunakan metode Randomized Group Design untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa. Pada perlakuan 9 mL pupuk cair, campuran air beras dan air kelapa, terjadi peningkatan tinggi yang signifikan yaitu dengan rata-rata 9,5 cm. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah semakin tinggi konsentrasi campuran air cucian padi dan air kelapa yang memiliki pengaruh signifikan terhadap tanaman sawi.
Pengaruh Pemberian Campuran Cucian Air Beras dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Tomat (Solanum Lycorpesicum) Mery Fahik; Hisreidi Funome; Henri Pietherson Eryah; Melciana Musu
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.142 KB)

Abstract

Mata pencarian masyarakat Indonesia adalah petani yang membudidayakan berbagai macam tanaman, salah satunya tomat. Dalam upaya meningkatkan produksi tanaman tomat dengan mempertimbangkan kualitas dan kandungan unsur hara, maka perlu diterapkan pupuk organik. Pupuk organik merupakan salah satu cara untuk memenuhi unsur hara makro dan mikro pada tanaman. Campuran air padi dan air kelapa merupakan salah satu jenis pupuk organik cair yang dapat berdampak pada pertumbuhan batang tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat di kecamatan kelapa lima desa Fatululi. Penelitian ini menggunakan metode Randomized Group Design untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi batang tanaman tomat. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa. Pada perlakuan 9 mL pupuk cair, campuran air beras dan air kelapa, terjadi peningkatan tinggi yang signifikan yaitu dengan rata-rata 9,5 cm. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah semakin tinggi konsentrasi campuran air cucian padi dan air kelapa yang memiliki pengaruh signifikan terhadap tinggi batang tanaman tomat.
RESPON MORFOLOGI DAN PEMBUNGAAN TANAMAN JAGUNG PUTIH LOKAL (Zea mays L.) TERHADAP PEMBERIAN NAUNGAN DAN HARA RENDAH DI RUMAH KACA Fallo, Elsy Marlince
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon morfologi dan pembungaan tanaman jagung putih lokal ( Zea mays L.) terhadap pemberian naungan dan hara rendah di rumah kaca. Yang berlokasi di lahan percobaan (rumah kaca) kelurahan Maubeli, Kefamenanu menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari perlakuan dan kontrol masing – masing terdiri 4 kali ulangan yang terdiri dari 3 materi genetik yaitu A2 yang berasal dari kabupaten TTS, A11 dan A17 berasal dari kabupaten TTU. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dianalisis dengan Analisys Of Variance (Anova) pada taraf 5%. Jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua parameter morfologi untuk 7 HST tidak berbeda nyata antara kontrol dan perlakuan sedangkan pada 35 HST berbeda nyata. Hal ini disebabkan karena terjadi adaptasi oleh fase vegetatif, dimana pertumbuhan organ vegetatif seperti batang dan daun bertumbuh dengan pesat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian naungan dan hara rendah pada tanaman jagung putih lokal berpengaruh nyata pada parameter morfologi di umur tanaman 35 HST sedangkan untuk parameter pembungaan berpengaruh pada parameter tipe malai dan perbandingan waktu muncul bunga betina dan bunga jantan tetapi untuk parameter panjang malai tidak berbeda nyata.
RESPON MORFOLOGI FISIOLOGI TANAMAN JAGUNG PUTIH (Zea mays L) LOKAL DAN JAGUNG HIBRIDA TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN DAN SUPLAI HARA RENDAH Atok II, Servina Nae
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon morfologi dan fisiologi pada tanaman jagung hibrida dan jagung putih lokal (Zea mays L.) terhadap cekaman kekeringan dan suplai hara rendah. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (Rak) dengan 5 ulangan pada 3 varietas yaitu A12, A16 dan P32 yang diberikan perlakuan dan kontrol. Teknik Analisis data menggunakan analisis ANOVA pada taraf 5 %. Jika terdapat perbedaan nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT. Parameter yang diamati adalah Tinggi tanaman, Lebar daun, Jumlah daun, Panjang daun, kadar air pada daun jagung. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pada parameter morfologi tinggi tanaman yang memperoleh nilai tertinggi pada varietas A12 dengan nilai rata-rata 748,800 cm, sedangkan pada parameter morfologi panjang daun yang memperoleh nilai tertinggi pada varietas A12 juga dengan memperoleh nilai rata_rata yaitu 90,400 cm dan pada parameter morfologi pada lebar daun yang memperoleh nilai tertinggi pada varietas A16 yang memperoleh nilai rata-rata yaitu 120,600 cm pada tanaman perlakuan cekaman kekeringan dan hara rendah sedangkan pada parameter fisiologi pada kadar air daun yang memperoleh nilai tertinggi yaitu pada varietas A16. Kesimpulan dari penelitian ini yang menunjukkan bahwa perlakuan cekaman kekeringan merupakan kondisi lingkungan dimana tanaman tidak manerima asupan air yang cukup sehingga tanaman tidak dapat melakukan proses pertumbuhan, perkembangan secara optimal serta produksi menurun.
RESPON PERTUMBUHAN AKAR DAN TAJUK 5 GENOTIPE TANAMAN JAGUNG LOKAL DAN HIBRIDA PADA CEKAMAN KEKERINGAN DAN TANAH MASAM Luruk Bian, Leniana
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan akar dan tajuk 5 genotipe tanaman jagung lokal dan hibrida pada cekaman kekeringan dan tanah masam. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan km 5 kefamenanu menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan dan 4 kali ulangan yang terdiri dari 5 materi genetik yaitu A4 berasal dari Kabupaten TTS, A15 dan A9 berasal dari Kabupaten TTU, P21 dan P27 hibrida. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analysis of variance (Anova) Taraf 5% menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukan parameter pertumbuhan yang tertinggi terdapat pada varietas hibrida P27 dari segi panjang akar 34 cm, panjang tajuk 69,8 cm, panjang daun 82 cm, dari segi berat basah akar 8,4 g, berat basah tajuk 72,6 g, berat basah daun 52 g berat kering akar 3,6 g ,berat kering tajuk 4,6 g, berat kering daun 6 g. tanaman yang tercekam kekeringan berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman dengan hasil yang diperoleh yaitu tanaman hibrida P27 lebih tinggi dibandingkan kelima varietas tersebut dan yang terendah terdapat pada varietas lokal A15.
IDENTIFIKASI MIKROORGANISME PADA AIR TAPE SINGKONG MELALUI PENGAMATAN MORFOLOGI MIKROSKOPIS Laili Mukrimatin
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tape singkong merupakan salah satu produk fermentasi tradisional yang melibatkan berbagai mikroorganisme seperti khamir, kapang, dan bakteri. Air tape singkong sebagai hasil samping fermentasi mengandung mikroorganisme yang dapat memberikan informasi mengenai proses fermentasi dan kualitas produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme pada air tape singkong melalui pengamatan morfologi mikroskopis menggunakan pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB). Sampel air tape difermentasi selama tujuh hari kemudian diamati melalui dua tingkat pengenceran untuk memperoleh visualisasi mikroorganisme yang optimal. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100x setelah preparat disterilisasi dan ditetesi LPCB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua pengenceran ditemukan sel-sel berbentuk bulat hingga oval dengan tunas yang merupakan ciri khas khamir, terutama Saccharomyces cerevisiae, sebagai mikroorganisme dominan dalam fermentasi tape. Pada pengenceran kedua juga ditemukan struktur menyerupai hifa yang mengindikasikan keberadaan kapang seperti Rhizopus sp. atau Aspergillus sp. Konsistensi temuan pada dua pengenceran memperkuat peran Saccharomyces cerevisiae sebagai mikroorganisme utama dalam proses fermentasi tape singkong. Penelitian ini menegaskan pentingnya teknik pengamatan morfologi mikroskopis dalam identifikasi mikroba fermentasi serta potensi pengembangannya untuk pembelajaran dan penelitian mikrobiologi pangan.
JAMUR PATOGEN PADA TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI WILAYAH TROPIS KERING: KAJIAN LITERATUR TENTANG PATOGENESIS DAN STRATEGI PENGENDALIAN Feni, Ewinda Isensi; Funome, Hisreidi
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur patogen merupakan kendala utama dalam produksi tanaman pangan dan hortikultura di wilayah tropis kering, menyebabkan penurunan hasil, kualitas, dan keberlanjutan sistem pertanian. Artikel ini merupakan review literatur sistematis yang bertujuan untuk merangkum keanekaragaman jamur patogen, mekanisme patogenesis, serta implikasinya terhadap strategi pengendalian penyakit. Kajian mencakup patogen daun, pascapanen, dan tular tanah atau vaskular, seperti Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, Alternaria spp., Curvularia spp., dan Colletotrichum spp. Hasil sintesis menunjukkan bahwa patogen daun dan pascapanen menyebabkan kerusakan lokal melalui penetrasi epidermis, enzim degradasi dinding sel, dan toksin, sedangkan patogen tular tanah dan vaskular mampu mengkolonisasi jaringan xilem, menimbulkan gangguan sistemik, serta berpotensi menyebabkan kematian tanaman. Faktor lingkungan tropis kering termasuk fluktuasi kelembapan, kondisi tanah, praktik budidaya, dan sanitasi pascapanen memperkuat intensitas infeksi. Strategi pengendalian yang efektif harus bersifat terintegrasi dan adaptif, mencakup identifikasi patogen yang akurat, pengelolaan mikroklimat, rotasi tanaman, penggunaan agen hayati, serta metode deteksi dini dan karantina. Temuan ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai interaksi patogen- inang-lingkungan, mendukung perumusan strategi pengendalian penyakit yang berkelanjutan pada agroekosistem tropis kering.

Page 2 of 3 | Total Record : 24