cover
Contact Name
Adin Ariyanti Dewi
Contact Email
adinariyantidewi@uny.ac.id
Phone
+6285746876152
Journal Mail Official
jscepls22@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Society and Continuing Education
ISSN : 29874955     EISSN : 29876613     DOI : https://doi.org/10.21831
Journal of Society and Continuing Education. Journal periodically published three times in January, May, and September. Contains writings raised from the results of research and critical analysis studies in the fields of: 1. Non-formal Education 2. Community Empowerment 3. Social Innovation 4. Human Resource Development 5. Social Entrepreneurship 6. Informal Education 7. Internship and Training
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2021)" : 5 Documents clear
Program Pemberdayaan Petani melalui Kewirausahaan Tani oleh Koperasi AMBOY Kabupaten Bantul Nisa Qurrotu Aini
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i3.19314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan program pemberdayaan petani melalui kewirausahaan tani oleh Koperasi AMBOY Kabupaten Bantul, (2) Hasil program pemberdayaan petani melalui kewirausahaan tani oleh Koperasi AMBOY Kabupaten Bantul, (3) Mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh Koperasi AMBOY Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah ketua koperasi, pengurus koperasi, dan anggota koperasi. Penentuan subyek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukanna bahwa: (1) Melaksanaan program pemberdayaan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan potensi lingkungan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, dan pendampingan melalui diskusi. (2) Hasil dari program pemberdayaan petani melalui kewirausahaan tani adalah terciptanya kemandirian anggota koperasi dalam menjalankan kewirausahaan tani, meningkatkan penghasilan dan pengetahuan, menjalin relasi yang luas. (3) Faktor penghambat dalam melaksanakan kegiatan berasal dari faktor internal meliputi keinginan, kemampuan, usia, dan faktor eksternal meliputi minimnya sarana dan prasarana, terbatasnya alat produksi dan minimnya dana.
Peran Kelompok Masyarakat dalam Mendukung Desa Wisata Mangrove Baros Bantul Partini Partini
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i3.19315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Peran yang dilakukan kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros (2) Faktor pendukung dan penghambat peran kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros. Penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian pengelola desa wisata, pemuda-pemudi Baros, serta masyarakat Baros. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Peran yang dilakukan kelompok masyarakat dalam mendukung desa wisata mangrove Baros yaitu dengan berdasarkan kelompok meliputi kelompok kandang, kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok wanita tani dan pemuda-pemudi setiap kelompok mempunyai kegiatan yang dilakukan masing-masing (2) Faktor pendukung meliputi dari masyarakat serta dari pemuda selain itu juga dari dinas pariwisata, BKSDA, Kementrian kelautan, dan pemerintahan dalam negeri. Faktor Penghambat meliputi fasilitas yang kurang lengkap, kurangnya SDM dari masyarakat dan pemuda, dan kurangnya kemampuan dalam menjalankan paket wisata.
Implementasi Program Bimbingan Keterampilan Menjahit di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Yogyakarta Elmiani Elmiani
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i3.19311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan program bimbingan keterampilan menjahit di BPRSW Yogyakarta, (2) kegiatan program bimbingan yang dilakukan untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha di BPRSW Yogyakarta, (3) motivasi berwirausaha warga binaan program bimbingan keterampilan menjahit di BPRSW Yogyakarta, (4) faktor pendukung dan penghambat dalam upaya menumbuhkan motivasi berwirausaha warga binaan program bimbingan keterampilan menjahit di BPRSW Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola, pekerja sosial, instruktur, dan warga binaan program bimbingan keterampilan menjahit. Setting penelitian ini adalah BPRSW Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan program bimbingan keterampilan menjahit di BPRSW Yogyakarta telah sesuai dengan tujuan program yang diharapkan yaitu warga binaan dapat menguasai keterampilan menjahit, membordir, membuat pernak-pernik, dan mendesain serta mampu memanfaatkan keterampilan/keahlian yang diperoleh dari program pelatihan yang diberikan sebagai bekal hidup dalam bermasyarakat dan tidak terjerumus dengan cara pemenuhan kebutuhan hidup yang salah. (2) kegiatan program bimbingan yang dilakukan untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha di BPRSW Yogyakarta yaitu meliputi kegiatan field study (kunjungan lapangan), PKL/PBK (Praktek Belajar Kerja), dan program sertifikasi alumni. (3) motivasi berwirausaha warga binaan program bimbingan keterampilan menjahit di BPRSW Yogyakarta terlihat dari keinginan diri untuk cepat menyelesaikan study menjahit, selalu bersemangat dalam mengerjakan tugas, adanya modal kerja berupa peralatan yang sesuai dengan jurusan yang telah diikuti pada saat program sertifikasi, kebutuhan pakaian layak pakai di masyarakat menjadi pendukung adanya wirausaha menjahit. (4) faktor pendukung dalam menumbuhkan motivasi berwirausaha dipengaruhi oleh faktor diri sendiri dan lingkungan sosialnya, sedangkan faktor penghambat berasal dari permasalahan sosial yang dihadapi warga binaan.
Pemberdayaan Perempuan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Keluarga Rini Oktaviani
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i3.19312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Usaha Bersama dalam meningkatkan kesejahteraan sosial keluarga (2) mengetahui hasil dari pelaksanaan pemberdayaan perempuan melalui kelompok usaha bersama untuk meningkatkan kesejahteraan sosial keluarga dan (3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan perempuan melalui kelompok usaha bersama dalam meningkatkan kesejahteraan sosial keluarga di Dusun Sorogaten, Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subyek pelitian adalah pendamping, pengurus,anggota, keluarga KUBE. Dalam menentukan subjek penelitian, peneliti menggunakan porpossisve sampling. Pe ngumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Pemberdayaan perempuan melalui KUBE memiliki 8 tahap yaitu; (a) penyusunan kelompok kecil (b) pembangunan kelompok (c) pemilihan fasilitator (d) pengaktifan kelompok (e) penyelenggaran pertemuan (f) pendukungan aktifitas (g) pengembangan hubungan (h) lokakarya, (2) Hasil dari Pemberdayaan perempuan melalui KUBE dalam meningkatkan Kesejahteraan sosial keluarga antara lain (a) adanya peningkatan pendapatan (b) memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru (c) terciptanya kemandirian (d) meningkatnya interaksi sosial (3) Faktor pendukung dan penghambat antara lain (a) faktor pendukung adanya dukungan dari pihak keluarga, dukungan dari pemerintah (b) faktor penghambat antara lain kurangnya motivasi anggota untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan, kurangnya keterampilan serta pengetahuan.
Partisipasi Lansia dalam Program Posyandu Lansia Wreda Sumbaga Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman Siti Nur Mufidah
Journal of Society and Continuing Education Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsce.v2i3.19313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeksripsikan mengenai partisipasi lansia dalam program Posyandu Lansia Wreda Sumbaga; (2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi lansia; dan (3) Mengetahui upaya yang dilakukan oleh pengelola Posyandu Lansia Wreda Sumbaga dalam meningkatkan partisipasi lansia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu: lasia, keluarga lansia, pengurus dan kader Posyandu Lansia Wreda Sumbaga, tokoh masyarakat Dusun Nologaten. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan kondensasi data, displai data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian: (1) Partisipasi lansia didasari alasan karena lansia merasa dihargai keberadaannya, mempunyai tempat untuk mengekspresikan diri, dan program bermanfaat. Bentuk partisipasi fisik lansia di antaranya: hadir dalam setiap pertemuan dan aktif mengisi iuran. Bentuk partisipasi nonfisik di antaranya: datang tepat waktu, ikut berpendapat, dan sikap menghargai. (2) Faktor pendukung partisipasi: adanya donator tetap, pelayanan yang baik dari kader/pengurus, program menarik dan bermanfaat, semangat dan kemandirian dari peserta dan kader. Faktor penghambat partisipasi: malas, sakit, lupa, dan adanya kesibukan lain. (3) Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi lansia yaitu: diadakan game ringan, kuis yang berhadiah doorprize, dan tukar kado silang. Semua pihak yang terlibat termasuk lansia merespon baik dan mendukung upaya tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5