cover
Contact Name
ADHI NURHARTANTO
Contact Email
lppm@umitra.ac.id
Phone
+62895364646445
Journal Mail Official
lppm@umitra.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.umitra.ac.id/index.php/JIGZI/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI)
ISSN : -     EISSN : 27462560     DOI : https://doi.org/10.57084/jigzi.v4i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) adalah media publikasi ilmiah yang ditulis oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa di bidang kesehatan , dll. Jigzi menerbitkan makalah penelitian asli, yang direview dan melalui mekanisme secara online. Semua makalah direview setidaknya oleh dua orang reviewer. Jigzi diterbitkan dan dicetak oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mitra Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setiap volume (Maret dan September). Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal 1.Dietetik 2.Nutrisi dalam masa kehamilan 3.Ilmu bahan makanan 4.Suplemen dan makanan fungsional 5.Nutrisi olahraga dan aktivitas fisik 6.Sosial budaya 7.Kewirausahaan gizi 8.Layanan makanan dan konseling 9.Nutrisi lingkungan dan perilaku 10.Pendidikan gizi
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023)" : 14 Documents clear
Mahasiswa Indekos Vs Tidak Indekos Ditinjau dari Penggunaan Layanan Online Food Delivery, Konsumsi Sugar Sweetened Beverages dan Tingkat Kecukupan Asupan Fildza Arriffa Sabila
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v4i1.1075

Abstract

Mahasiswa sering menggunakanan layanan Online Food Delivery (OFD) dalam memenuhi kebutuhan makannya. Terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang ditawarkan, salah satunya adalah Sugar Sweetened Beverages (SSBs) yang mengandung tinggi gula. Dalam mengonsumsi makanan pada masa perkuliahan, sering terjadi resiko perubahan pola makan yang tidak sehat pada mahasiswa, sehingga kecukupan asupan terutama pada energi dan zat gizi makro perlu diperhatikan agar terpenuhi sesuai angkat kecukupan gizi (AKG). Apabila kecukupan asupan terpenuhi, maka seseorang dapat terhindar dari kejadian malnutrisi dan penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penggunaan Online Food Delivery, Konsumsi Sugar Sweetened Beverages dan tingkat kecukupan asupan pada mahasiswa indekos dan tidak. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan Teknik cluster random sampling. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner Penggunaan Online Food Delivery, Food Frequency Questionnaire Konsumsi SSBs dan formulir Food Recall 3x24 jam. SSbshasil penelitian menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil tidak ada perbedaan penggunaan OFD dan Konsumsi SSBs dengan p-value0,005 serta terdapat perbedaan tingkat kecukupan asupan dengan p-value0,005 pada mahasiswa yang tinggal indekos dan tidak.
FORMULASI NUGGET IKAN TUNA (Thunnus sp.) DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) SEBAGAI MAKANAN TINGGI PROTEIN DAN VITAMIN A UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DASAR Shafara, Frizka Arlyfia Firda; Hardiansyah, Angga; Widiastuti, Widiastuti
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v4i1.1025

Abstract

Tuna and pumpkin are food ingredients that contain protein and vitamin A, so they can be processed into an alternative to fast food snacks that are nutrient-dense in the form of nuggets. It is necessary to increase the intake of protein and vitamin A nutrients, especially for elementary school-aged children where at that age problems of difficulty eating begin to appear while they need sufficient nutrients for growth and development, physical activity, and support learning achievement. The purpose of this study was to determine the effect of tuna and pumpkin substitution on panelists' acceptability and nutritional content. The experimental research design used a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 2 repetitions. The panelists in this study were 30 elementary school age children (10-12 years). Organoleptic analysis data were analyzed using the Kruskal Wallis test, if significant, continued with the Mann Whitney further test. Meanwhile, the results of the proximate test and vitamin A analysis were analyzed using the Independent Sample t-test. The results of organoleptic research showed that the nugget formula selected was F1 (15% tuna: 85% pumpkin). The results of the nutrient analysis of the selected formula based on SNI 7758-2013 showed the results of testing the water content of 56.69%, ash content of 1.86%, fat content of 2.58%, protein content of 5.17%, vitamin A content of 2742 RE of nugget products. meet the specified requirements, while for the carbohydrate content of 33.71% it has not met the SNI. The conclusion of this study was that the control formula nuggets were significantly different from the selected formula (p0.005) in the protein and vitamin A test.  Ikan tuna dan labu kuning merupakan bahan makanan yang mengandung protein dan vitamin A, sehingga dapat diolah menjadi alternatif snack cepat saji yang padat gizi berupa nugget. Peningkatan asupan zat gizi protein dan vitamin A perlu dilakukan, khususnya untuk anak usia sekolah dasar dimana pada usia tersebut permasalahan sulit makan mulai muncul sementara mereka membutuhkan zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan, aktivitas fisik, serta mendukung prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi ikan tuna dan labu kuning terhadap daya terima panelis dan kandungan gizinya Desain penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Panelis dalam penelitian ini sebanyak 30 anak usia sekolah dasar (10-12 tahun). Data analisis organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, apabila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut Mann Whitney. Sedangkan hasil kadar uji proksimat dan analisis vitamin  A dianalisis menggunakan uji Independet Sample t-test. Hasil penelitian organoleptik menunjukkan nugget formula terpilih  adalah F1 (15% ikan tuna: 85% labu kuning). Hasil analisis zat gizi formula terpilih berdasarkan SNI 7758-2013 menunjukkan hasil pengujian kadar air 56,69%, kadar abu 1,86%, kadar lemak 2,58%, kadar protein 5,17%,  kadar vitamin A 2742 RE produk nugget telah memenuhi syarat yang ditentukan, sementara untuk kadar karbohidrat 33,71% belum memenuhi SNI. Kesimpulan penelitian ini adalah nugget formula kontrol berbeda nyata dengan formula terpilih (p0,005) pada uji protein dan vitamin A.
FORMULASI NUGGET IKAN TUNA (Thunnus sp.) DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) SEBAGAI MAKANAN TINGGI PROTEIN DAN VITAMIN A UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v4i1.1025

Abstract

Tuna and pumpkin are food ingredients that contain protein and vitamin A, so they can be processed into an alternative to fast food snacks that are nutrient-dense in the form of nuggets. It is necessary to increase the intake of protein and vitamin A nutrients, especially for elementary school-aged children where at that age problems of difficulty eating begin to appear while they need sufficient nutrients for growth and development, physical activity, and support learning achievement. The purpose of this study was to determine the effect of tuna and pumpkin substitution on panelists' acceptability and nutritional content. The experimental research design used a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 2 repetitions. The panelists in this study were 30 elementary school age children (10-12 years). Organoleptic analysis data were analyzed using the Kruskal Wallis test, if significant, continued with the Mann Whitney further test. Meanwhile, the results of the proximate test and vitamin A analysis were analyzed using the Independent Sample t-test. The results of organoleptic research showed that the nugget formula selected was F1 (15% tuna: 85% pumpkin). The results of the nutrient analysis of the selected formula based on SNI 7758-2013 showed the results of testing the water content of 56.69%, ash content of 1.86%, fat content of 2.58%, protein content of 5.17%, vitamin A content of 2742 RE of nugget products. meet the specified requirements, while for the carbohydrate content of 33.71% it has not met the SNI. The conclusion of this study was that the control formula nuggets were significantly different from the selected formula (p0.005) in the protein and vitamin A test.  Ikan tuna dan labu kuning merupakan bahan makanan yang mengandung protein dan vitamin A, sehingga dapat diolah menjadi alternatif snack cepat saji yang padat gizi berupa nugget. Peningkatan asupan zat gizi protein dan vitamin A perlu dilakukan, khususnya untuk anak usia sekolah dasar dimana pada usia tersebut permasalahan sulit makan mulai muncul sementara mereka membutuhkan zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan, aktivitas fisik, serta mendukung prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi ikan tuna dan labu kuning terhadap daya terima panelis dan kandungan gizinya Desain penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Panelis dalam penelitian ini sebanyak 30 anak usia sekolah dasar (10-12 tahun). Data analisis organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, apabila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut Mann Whitney. Sedangkan hasil kadar uji proksimat dan analisis vitamin  A dianalisis menggunakan uji Independet Sample t-test. Hasil penelitian organoleptik menunjukkan nugget formula terpilih  adalah F1 (15% ikan tuna: 85% labu kuning). Hasil analisis zat gizi formula terpilih berdasarkan SNI 7758-2013 menunjukkan hasil pengujian kadar air 56,69%, kadar abu 1,86%, kadar lemak 2,58%, kadar protein 5,17%,  kadar vitamin A 2742 RE produk nugget telah memenuhi syarat yang ditentukan, sementara untuk kadar karbohidrat 33,71% belum memenuhi SNI. Kesimpulan penelitian ini adalah nugget formula kontrol berbeda nyata dengan formula terpilih (p0,005) pada uji protein dan vitamin A.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK TERHADAP ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG Asep Jalaludin Saleh; Ajib Jayadi; Sukanti Handayani
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v4i1.1213

Abstract

AbstractConstant Kidney Disappointment (CKD) is a condition that causes irreversible andirreversible decline in kidney function and the body ignores digestion and fluid andelectrolyte balance. The danger factor for persistent kidney failure is diabetes mellitus due toheredity and diet, while another dangerous factor that can cause it is hypertension. If itcontinues continuously, it can cause kidney work to be hampered. The purpose of this studywas to break the relationship between education and knowledge about nutrition of patientswith chronic kidney failure on energy and protein intake undergoing hemodialysis atIMANUEL Hospital Bandar Lampung in 2021. The research method used research analyticobservational approach with cross sectional study. The data was processed by Chi-squaretest and fishers exact test with a total of 60 samples. It shows that there is a relationshipbetween education, knowledge of nutrition and energy and protein intake with P value 0.05.Keywords: education, knowledge, energy_intake, protein_intake.

Page 2 of 2 | Total Record : 14