cover
Contact Name
Nurlathifah N. Yusuf
Contact Email
prohealthhamzar@gmail.com
Phone
+6287864835107
Journal Mail Official
aupia@stikeshamzar.ac.id
Editorial Address
Maraqitta'limat Foundation Education Complex, Mamben Daya Branch, Jl. TGH. Zainuddin Arsyad, No : 100 Wanasaba District, East Lombok Regency, NTB Province, Indonesia 83658, Telp/Fax. (0376)2924270 Email: stikeshamzar@yahoo.co.id Website : www.stikeshamzar.ac.id
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Prohealth Journal
ISSN : 20892047     EISSN : 29619076     DOI : https://doi.org/10.59802/phj
Core Subject : Health,
ProHealth Journal is a open source journal (e-journal) for nurses, midwife, health care profession, and researcher which published by STIKES Hamzar Mamben, East Lombok, NTB. ProHealth Journal will be published two times a year in June and December. ProHealth Journal received both article research and original literature review articles that have not been published in other medias or other scientific journals. Focus and scopes of the journal including: public health, nursing, midwifery, nutrition, environmental health, and health promotion.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2023): June" : 5 Documents clear
Efektivitas Progresive Muscle Relaxation terhadap Gula Darah Sewaktu Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Ibrahim, Ikhsan; Aisyah, Nur
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201103

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Pengelolaan kadar gula darah yang baik sangat penting dalam menangani komplikasi diabetes. Terapi nonfarmakologi, seperti pemberian terapi Progressive Muscle Relaxation. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan one group pre and post test design. Populasi adalah seluruh pasien, diambil sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis dengan uji paired simple t test. Hasil penelitian menunjukkan kadar gula darah sebelum perlakuan didapatkan rata-rata nilai kadar gula darah sebesar 180,06 mg/dL dan Hasil pengukuran kadar gula darah sesudah perlakuan didapatkan data rata-rata sebesar 165,68 mg/dL. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation terhadap kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 (p- value = 0,001).
Perbedaan Hasil Tes DDST pada Bayi yang Diberi ASI Eksklusif dan Susu Formula di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju Dewi Parwati
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201104

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia. Pada bayi yang kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak teratasi secara dini sehingga kita dapat mengukur pertumbuhan dan perkembangan anak melalui DDST.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Hasil Tes DDST Pada Bayi Yang Diberi Asi Esklusif Dan Susu Formula Di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju Tahun 2022.Metode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional study. Dimana variabel independent ( ASI Esklusif dan Susu formula) dan variabel dependent (Hasil test DDST) tujuan untuk mengetahui hubungan antara pengukuran dan pengumpulan variabelnya dilakukan searah.Hasil : Berdasarkan hasil analisa statistic yang mengunakan uji chi square diperoleh nilai P = 0,001. Oleh karena itu nilai P < 0,05. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada perbedaan Hasil test DDST pada bayi yang diberi ASI Esklusif dan Susu Formula di Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju Tahun 2022. Kata Kunci : DDST, ASI Eksklusif, Susu Formula
Gambaran Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Mengkonsumsi Air Putih Wahyu Widiantari, Made Ary; Daryaswanti, Putu Intan
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201105

Abstract

Saat ini banyak remaja mengkonsumsi minuman-minuman selain air putih, seperti soft drink. Salah satu contoh akibat kurang mengkonsumsi air putih akan menurunkan konsentrasi siswa saat belajar di kelas. Kurang mengkonsumsi air putih dalam jangka panjang akan mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi berat yang dapat mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih di SMAN 1 Semarapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu simpel random sampling. Populasi penelitian ini adalah remaja di SMAN 1 Semarapura dengan jumlah sampel yaitu 228 siswa. Instrumen penelitian yang dipakai yaitu berupa kuesioner. Data kemudian diolah menggunakan SPSS dengan uji univariat. Hasil penelitian dari 228 responden yaitu pengetahuan remaja dalam mengkonsumsi air putih sebagian besar sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 129 responden (56,6%). Sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih sebagian besar dengan kategori positif yaitu sebanyak 140 responden (61,4%) dan sebagian besar remaja yang memiliki tingkat pengetahuan baik dalam mengkonsumsi air putih dan memiliki sikap yang positif dalam mengkonsumsi air putih yaitu sebanyak 109 responden (84,5%). Tingkat pengetahuan dan sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih dalam kategori baik. Kebiasaan remaja dalam mengkonsumsi air putih dapat ditingkatkan dengan poster atau banner yang dipajang di masing-masing kelas sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam mengkonsumsi air putih.
Analisis Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Perawat Pasca Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Selong Sasteri Yuliyanti; Rizki, Erin Yanuari; Khairari, Nandang DD
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201106

Abstract

Latar Belakang: Saat ini, dunia masih berada pasca pandemi Covid-19 dimana kasusnyasudah mulai berkurang. Perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19,memiliki peranan besar dalam memberikan pelayanan langsung pada pasien. Perawatadalah seseorang yang profesional mempunyai kemampuan, tanggungjawab dankewenangan melaksanakan pelayanan dan asuhan yang berhubungan dengan keperawatanpada berbagai jenjang pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, perawatberesiko tinggi menghadapi kondisi psikis seperti kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Selong. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sebanyak 47 responden. Uji bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26-35 tahun dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 17 orang (36,2%), responden berjenis kelamin perempuan sebagian besar merasakan tingkat kecemasan ringan sebanyak 21 orang (44,7%) dan penggunaan APD tidak lengkap merasakan kecemasan ringan sebanyak 26 orang (55,3%). Uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (nilai p =0,038<0,050), jenis kelamin (nilai p=0,031<0,050), dan ketersediaan APD (nilai p=0,000<0,050) terhadap tingkat kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19. Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan antara usia, jenis kelamin dan ketersediaan APD dengan tingkat kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Selong
Hubungan Hubungan Gula Darah Dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Widyanata, Komang Agus Jerry; Daryaswanti, Putu Intan; Artawan, I Kadek
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201107

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis karena tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif. Kadar glukosa dalam darah yang tidak stabil pada penderita DM tipe 2 dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah neuropati perifer. Penilaian ABI terhadap Pasien DM tipe 2 perlu dilakukan untuk mengetahui secara dini terjadinya neuropati perifer terutama pada telapak kaki. Rendahnya nilai ABI yang menimbulkan gangguan vaskular dipengaruhi oleh multi faktor seperti usia yang semakin bertambah, lamanya menderita DM, obesitas, menkonsumsi obat anti hiperglikemik yang belum tepat, tingkat aktivitas fisik yang rendah, perawatan kaki yang belum optimal dan diet DM belum dilakukan secara taat, serta kontrol glikemik yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut Hubungan Gula Garah Dengan Nilai Ankle Bracial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian korelatif dengan rancangan cross-sectional study dengan 80 responden yang merupakan penderita DM di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara. Instrument untuk mengukur nilai ABI adalah tensi meter digital, SPO, dan lembar leklist dan untuk mengukur gula darah menggunakan SPO dan glucotest yang sudah terkalibrasi. Analisis data dilakukan analisa data dengan menggunakan uji statistik parametrik Pearson. Pada uji korelasi (Product Moment) hipotesa alternatif diterima apabila nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukan nilai gula darah pasien DM di wilayah Kuta Utara Sebagian besar masuk ke dalam kategori tidak terkontrol (71,2%), nilai Angle Bracial Indek (ABI) pasien DM di wilayah Kuta Utara Sebagian besar masuk ke dalam kategori ditoleransi (42,4%), dan Nilai Gula darah dengan nilai Angkle Bracial Indek (ABI) memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai hubungan negative. Artinya adalah semakin tinggi nilai gula darah pasien makan semakin rendah nilai ABI dan berpotensi mengalami Periperal Arteri Desease (PAD)

Page 1 of 1 | Total Record : 5