cover
Contact Name
Helmi Afroda
Contact Email
biofoodtech@instiperjogja.ac.id
Phone
+6285643499659
Journal Mail Official
biofoodtech@instiperjogja.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknologi Pertanian INSTIPER Jalan Nangka II, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biofoodtech : Journal of Bioenergy and Food Technology
ISSN : 29628008     EISSN : 29627990     DOI : https://doi.org/10.55180
Biofoodtech: Journal of Bioenergy and Food Technology merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Teknologi Hasil Pertanian INSTIPER Yogyakarta Fokus dan Ruang Lingkup Terbitan: Ilmu Kimia Pangan Food Technology Rekayasa Pangan Food Supply Chain Quality Management System Bioteknologi Pangan dan Mikrobiologi Pangan Teknologi Hasil Pertanian dan Perkebunan Pascapanen Hasil Pertanian dan Perkebunan Ekonomi dan Manahemen Hasil Pertanian dan Perkebunan Pengelolaan Limbah Hasil Pertanian dan Perkebunan Energi Baru dan Terbarukan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 02 (2022): Desember" : 5 Documents clear
Pembuatan Margarin dengan Kombinasi Minyak Sawit Merah dan Lemak Cokelat Sahrul Sitorus; Ida Bagus Banyuro Parta; Adi Ruswanto
BIOFOODTECH : Journal of Bioenergy and Food Technology Vol. 1 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/biofoodtech.v1i02.279

Abstract

Margarin merupakan produk emulsi air dalam minyak umumnya dengan rasio lemak dan air 80% : 20%. Sumber lemak untuk pembuatan margarin umumnya dari minyak nabati, misalnya minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, dan minyak biji kapas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik margarin dari lemak cokelat yang disubstitusi minyak sawit merah dengan variasi jumlah penambahan lesitin sebagai emulsifier dan memperoleh formula terbaik untuk menghasilkan margarin yang dapat diterima konsumen. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan blok lengkap (RBL) faktorial. Faktor pertama adalah perbandingan lemak cokelat dan minyak sawit merah (A), terdiri dari: A1 = 65% : 35%, A2 = 70% : 30%, dan A3 = 75% : 25%. Faktor kedua yaitu variasi jumlah penambahan lesitin (B), terdiri dari: B1 = 8%, B2 = 10% dan B3 = 12%. Parameter pengamatan terhadap margarin yang dihasilkan meliputi: kadar air, kadar lemak, bilangan asam dan beta karoten, stabilitas emulsi, dan uji kesukaan terhadap  warna, tekstur, aroma dan maupun rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A1B3 perbandingan lemak cokelat dan minyak sawit merah 65% : 35%  dengan jumlah penambahan lesitin sebanyak 8%) mampu menghasilkan margarin dengan tingkat penerimaan oleh konsumen tertinggi. Margarin A1B3 memiliki  kadar air 13,73%, kadar lemak 85,829%, bilangan asam 0,7596 mg KOH/g, kadar beta karoten 608,41 ppm,  stabilitas emulsi 37,750%, degan nilai kesukaan rata-rata adalah 4,64 (suka).
Pengaruh Substitusi Tepung Kacang Merah dan Kacang Koro dengan Variasi Waktu Perebusan terhadap Karakteristik Daging Analog Muhammad Jordy Kurnia Wibawa; Maria Ulfah; Reza Widyasaputra; Erista Adi Setya
BIOFOODTECH : Journal of Bioenergy and Food Technology Vol. 1 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/biofoodtech.v1i02.299

Abstract

Penelitian tentang pengaruh substitusi tepung kacang merah dan kacang koro dengan variasi waktu perebusan terhadap karakteristik daging analog bertujuan untuk mengetahui perbandingan daging analog dan menentukan daging analog yang terbaik sesuai dengan SNI. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Blok Lengkap (RBL) dengan dua faktor tiga taraf yaitu faktor pertama adalah perbandingan tepung kacang koro dengan tepung kacang merah (b/b) 1 : 2, 2 : 1, 1 : 1 dan faktor kedua variasi waktu perebusan 10 menit, 12 menit, 14 menit. Analisis yang digunakan untuk mengetahui kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, kadai air, kadar abu, kadar karbohidrat dan organoleptik (rasa, aroma, warna, tekstur). Hasil analisis dari kadar protein daging analog adalah 10,66% dan hasil kadar lemak 0,78% dan kadar serat kasar 9,24%. Berdasarkan uji organoleptik daging analog dengan perlakuan A3B2 memiliki skor paling tinggi yaitu 2,56, panelis cenderung kurang menyukai daging analog dari tepung kacang merah dan tepung kacang koro.
Karakteristik Edible Film Komposit Protein Biji Karet (Hevea Brasiliensis) dan Kitosan dengan Penambahan Gliserol sebagai Plasticizer Josua Hutabarat; Mohammad Prasanto Bimantio; Reni Astuti Widyowanti
BIOFOODTECH : Journal of Bioenergy and Food Technology Vol. 1 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/biofoodtech.v1i02.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik edible film komposit protein biji karet dan kitosan serta menganalisis fraksi protein biji karet (Hevea brasiliensis) dan kadar gliserol yang paling baik dalam pembuatan edible film. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah perbandingan fraksi protein biji karet (A) dengan 3 taraf yaitu (A1=0,5%), (A2=1%), (A3=2%). Faktor kedua adalah variasi penambahan gliserol dengan 3 taraf yaitu (B1=1%), (B2=2%), (B3=3%). Pada penelitian ini terdapat analisis kimiawi yaitu kadar sianida (HCN) dan kadar protein serta analisis mekanis yaitu ketebalan, kuat tarik, elongasi, daya larut, dan water vapor transmission rate (WVTR). Perbandingan konsentrasi fraksi protein biji karet yang ditambahkan pada pembuatan edible film komposit berpengaruh terhadap ketebalan film, daya larut, kuat tarik, elongasi, dan WVTR film yang dihasilkan. Sedangkan, variasi konsentrasi gliserol yang ditambahkan pada pembuatan edible film komposit berpengaruh terhadap ketebalan film, daya larut, elongasi, dan WVTR serta tidak berpengaruh terhadap kuat tarik film yang dihasilkan Nilai terbaik berdasarkan uji bobot parameter yang diuji didapatkan sampel A3B2 sebagai sampel terbaik (fraksi protein biji karet 1,5 % dan konsentrasi gliserol 2 %), dengan nilai ketebalan 178,33 µm, daya larut 42,95 %, kuat tarik 0,718 Mpa, elongasi 46,16 %, water vapor transmission rate (WVTR) 1,180 g/m2 /hari.
Karakteristik Sabun Mandi Transparan Lidah Buaya (Aloe vera) dengan Variasi Waktu Pencampuran Aan Setiyawan; Sunardi; Herawati Oktavianty
BIOFOODTECH : Journal of Bioenergy and Food Technology Vol. 1 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/biofoodtech.v1i02.314

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan sabun mandi transparan lidah buaya (Aloe vera) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pencampuran minyak dan larutan NaOH serta jumlah penambahan gel lidah buaya terhadap karakteristik sabun transparan yang  dihasilkan. Selain itu juga untuk mengetahui kesesuaian karakteristik sabun mandi transparan yang dihasilkan terhadap syarat mutu SNI. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan blok lengkap yang dengan dua faktor. Faktor pertama adalah variasi waktu pencampuran minyak dan larutan NaOH , terdiri dari A1=15 menit, A2=20 menit, dan A3=25 menit. Faktor kedua adalah jumlah penambahan gel lidah buaya, terdiri dari B1=1%, B2=2%, dan B3=3%. Analisis terhadap sabun mandi transparan yang dihasilkan meliputi: kadar air, pH, asam lemak bebas, alkali bebas, lemak tak tersabunkan, ketinggian busa. Hasil penelitian menunjukkan faktor A (variasi pencampuran) berpengaruh terhadap analisis pH, kadar air, lemak taktersabunkan, uji kesukaan aroma dan uji kesukaan tekstur namun tidak berpengaruh terhadap analisis asam lemak bebas, alkali bebas, lemak taktersabunkan dan tinggi. Faktor B (penambahan lidah buaya) berpengaruh terhadap analisis pH namun tidak berpengaruh terhadap analisis  kadar air, asam lemak bebas, alkali bebas, lemak taktersabunkan dan tinggi busa. Hasil terbaik ditunjukkan pada sampel A2B1 dengan nilai pH 9,82, asam lemak bebas 1,67%, kadar air 12,51% dan alkali bebas 0,08% memenuhi standar SNI 3532-2016, sedangkan lemak taktersabunkan dengan nilai 0,84% tidak memenuhi SNI 3532-2016.
Potensi Pengembangan Porang sebagai Sumber Bahan Pangan di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat Muhammad Nizhar Naufali; Destiana Adinda Putri
BIOFOODTECH : Journal of Bioenergy and Food Technology Vol. 1 No. 02 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/biofoodtech.v1i02.317

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan tanaman umbi-umbian yang tumbuh liar di kawasan hutan di Indonesia. Tanaman porang biasanya tumbuh secara alami di beberapa Kawasan hutan di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat dan memiliki preferensi habitat tumbuh pada lereng perbukitan dengan kelembaban udara cukup tinggi dan dibawah vegetasi pepohonan. Tanaman ini menghasilkan umbi yang memiliki banyak manfaat. Umbi porang mengandung senyawa Glukomanan dan menghasilkan tepung porang yang banyak di gunakan sebagai bahan utama ataupun alternatif dalam industi pangan, sehingga menjadikan umbi porang memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan menjadi salah satu komoditi ekspor. Masyarakat Pulau Lombok saat ini melihat potensi budidaya porang menjadi salah satu prospek dalam usaha budidaya. Dari literatur-literatur yang dikaji dapat dilihat bahwa setiap Kabupaten di Pulau Lombok saat ini banyak melakukan pengujian, penelitian dan inovasi dalam upaya memaksimalkan budidaya maupun pemanfaatan umbi porang sebagai bahan baku untuk diekspor serta sebagai pangan alternatif. Hal ini menunjukkan bahwa adanya potensi pengembanagan tanaman porang sebagai salah satu usahatani yang menjanjikan bagi masyarakat di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Hasil review ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat terkait potensi tanaman porang di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat dan menjadi sumber referensi bagi penelitian lain yang mengangkat tema serupa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5