cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+62265-549335
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA
ISSN : 26569752     EISSN : 29880912     DOI : 10.48186/abdimas
Core Subject : Health,
Jurnal abdimas kesehatan Tasikmalaya merupakan wadah kegiatan publikasi yang diperoleh dari hasil kegiatan abdimas yang telah dilaksanakan oleh dosen perguruan tinggi kesehatan, tenaga kesehatan maupun mahasiswa dari perguruan tinggi kesehatan. Jurnal abdimas kesehatan Tasikmalaya terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober. Keberadaan jurnal ini mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2021): April 2021" : 8 Documents clear
PENCEGAHAN STUNTING SEMENJAK MASA KONSEPSI MELALUI KELAS IBU HAMIL DI DESA CIKUNIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Susanti, S.SiT., M.Kes, Santi
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/m57sa346

Abstract

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Penggunaan Buku KIA diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta gizi sehingga salah satu tujuan pembangunan kesehatan nasional yaitu penurunan AKI dan AKB dapat tercapai (Kemenkes RI, Tahun 2011) Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting pada balita. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan bidan desa Cikunir dalam penyelenggaraan kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil akan dilakukan 3 kali pertemuan dengan setiap pertemuan akan diberikan penyuluhan tentang pentingnya kunjungan pemeriksaan kehamilan, mencegah anemia dalam kehamilan, dan gizi pada ibu hamil. Pos test akan dilakukan pada kelompok subyek pengabdian masyarakat. Sasaran program adalah ibu hamil yang bersedia mengikuti program sampai dengan selesai berjumlah 10 orang. Usia kehamilan rentang 16 sampai dengan 32 minggu. Waktu pelaksanaan dilaksanakan pada tanggal 22 sd 24 Juli 2021 bertempat di desa Cikunir. Penyelenggaraan kelas ibu dilaksanakan secara online. Waktu kegiatan dilaksanakan dalam tiga (3) kali peretemuan yaitu hari Kamis sd Sabtu, tanggal 22 Juli sd 24 Juli 2021. Penyelenggaraan kelas ibu hamil secara online merupakan solusi untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan dimasa pandemic covid-19. Kelas ibu hamil online dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting dimasa kehamilan.
HEALTH PROMOTION TENTANG EPIDEMIOLOGI, FAKTOR RISIKO INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DAN BAHAYA LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER (LGBT) DI SMA N 2 SINGAPARNA Ratna Hidayani, S.KM., M.Sc , Wuri; Ratna Hidayani, S.KM., M.Sc, Wuri
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/h9pdqa83

Abstract

Dewasa ini kejadian infeksi menular seksual terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. Triad Epidemiologi IMS yang meliputi host, agent dan environment antara lain agent oleh virulensi virus, bakteri, congenital; host dipengaruhi oleh imunitas, status gizi, jenis kelamin, umur, pekerja seks komersil, waria, usia produktif; environment oleh kepadatan penduduk, faktor lingkungan yang multifaktor perilaku seksual yang berisiko, penyimpangan perilaku seksual seperti LGBT dan degradasi keimanan, perilaku berganti-ganti pasangan, penyalahgunaan obat/narkoba dengan jarum suntik, meningkatkan para pekerja seks komersil, tingkat sosial ekonomi dan politik mempengaruhi dalam insiden dan prevalensi Infeksi Menular Seksual (IMS). Melakukan health promotion berupa penyuluhan Epidemiologi IMS, faktor risiko IMS, dan bahaya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di SMA N 2 Singaparna” Siswa SMA N 2 Singaparna khususnya Kelas XII IPS 2 berjumlah 30 orang. Kegiatan ini berlokasi di SMA N 2 Singaparna, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Pelaksanaan kegiatan ini yaitu : Hari/ Tanggal : Kamis, 3 Januari 2019 Pukul : 08.30-11.30 WIB. Kesimpulan dalam kegiatan penyuluhan ini yaitu Gambaran pengetahuan siswa tentang epidemiologi IMS sebesar 75% dengan pengetahuan baik dan 25 % pengetahuan sedang. Pada pengetahuan LGBT sebanyak 60% dengan pengetahuan baik dan 40 % pengetahuan sedang.
PENYULUHAN IBU HAMIL TENTANG PENTING NYA ASI DALAM MENCEGAH STUNTING DI DESA CIKUNIR TAHUN 2019 Danefi, S.ST., M.Kes, Tuprililiany
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/j4xyrb32

Abstract

Stunting atau kurang gizi kronik adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Keadaan yang sudah terjadi sejak lama, bukan seperti kurang gizi akut. Stunting dapat juga terjadi sebelum kelahiran dan disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa kehamilan, pola asuh makan yang sangat kurang, rendahnya kualitas makanan sejalan dengan frekuensi infeksi sehingga dapat menghambat pertumbuhan (Unicef Indonesia, 2012). Tujuan kegiatan ini adalah untuk, Memberikan pemahaman kepada ibu hamil tentang pentingnya mencegah stunting dalam mempersiapkan kehamilan, Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya Pemberian ASI Eksklusif untuk mencegah anak mengalami stunting. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu hamil di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 30 orang. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kecamatan Singaparna pada hari selasa 7 Mei 2019. Agar ibu hamil dapat meningkatkan kesehatan dan dapat mengetahui tanda bahaya kehamilan.
PELATIHAN KADER POSYANDU TENTANG KONSELING GIZI PENCEGAH STUNTING TAHUN 2019 Hartningrum, S.SiT., M.Kes, Chanty Yunie
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/9deqpy81

Abstract

Masalah stunting menjadi masalah bersama secara global karena stunting balita bukan hanya menimbulkan dampak jangka pendek berupa peningkatan morbiditas dan mortalitas, dan terhambatnya pertumbuhan pada anak, namunjuga berdampak jangka panjang. Dampak jangka panjang yang ditimbulkan stunting adalah peningkatan risiko penyakit infeksi dan penyakit tidak menular di masa dewasa, serta penurunan produktivitas dan kemampuan ekonomi yang berdampak pada perekonomian global (Beal, Tumilowicz, Sutrisna, Izwardy, & Neufeld, 2018). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang komunikasi konseling gizi untuk menurunkan stunting. Sasaran kegiatan ini adalah 15 orang kader posyandu perwakilan dari masing masing posyandu yang berada di wilayah Desa Cikunir. Tempat pelaksanaan di posyandu yang berada di wilayah Desa Cikunir. Waktu pelaksanaan kegiatan adalah bulan februari 2019 Nilai rata rata sebelum mengikuti pelatihan adalah 44 dan mengalami peningkatan nilai rata rata setelah mengikuti pelatihan adalah 68,6.
PEMBINAAN KADER BINA KELUARGA BERENCANA DI DESA CIKUNIR TAHUN 2018 Apriasih, SST.,M.Kes, Hapi
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/ytq56m91

Abstract

Kader Bina Keluarga Berencana adalah kegiatan yang khusus mengelola kelompok/kader tentang bagaimana melakukan pembinaan pada pada akseptor keluarga berencana baik yang tidak aktif agar menjadi peserta aktif dan yang aktif agar tetap lestari beserta seluruh keluarga yang terlibat di dalamnya seperti suami, dengan penggunaan metode dan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan akseptor sehingga tercapainya visi dan misi BKKN yaitu menghasilkan keluarga berkualitas dengan ikut KB berdasarkan kelompok umur, yang dilaksanakan oleh sejumlah kader dan berada ditingkat RW. Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut:bSetelah mendapatkan pelatihan tngkat pengetahuan kader dan keterampilan kader dalam melaksanakan konseling dapat meningkat. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 10 orang kader posyandu. Tempat pelaksanaan bertempat di STIKes Respati Tasikmalaya, Kegiatan dilakukan pada bulan Oktober s.d November Tahun 2018. Nilai rata rata sebelum mengikuti pelatihan adalah 47 dan mengalami peningkatan nilai rata rata setelah mengikuti pelatihan adalah 68.
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI STIKes RESPATI Sulistyoningsih, S.KM., M.KM, Hariyani; Fitriani, S.KM., M.KM, Sinta
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/shz0pj32

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi kesehatan yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, yang kesiapannya dimulai sejak usia remaja ditandai oleh haid pertama kali pada remaja perempuan atau mimpi basah bagi remaja laki-laki. Kesehatan reproduksi remaja meliputi fungsi, proses, dan sistem reproduksi remaja. Sehat yang dimaksudkan tidak hanya semata-mata bebas dari penyakit atau dari cacat saja, tetapi juga sehat baik fisik, mental maupun sosial (Harnani et al., 2015). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswsi STIKes Respati tentang kesehatan reproduksi, khususnya mengenai personal hygiene organ reproduksi perempuan. Sasaran kegiatan adalah mahasiswi STIKes Respati Tasikmalaya tingkat 1 sejumlah 20 orang.Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2020 Pada Pukul 09.00-12.00 WIB Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mendapatkaan respon positif dari sasaran sehingga tujuan kegiatan ini diharapkan dapat tercapai. Sebanyak 20 orang mahasiswi mendapatkan informasi yang tepat tentang personal higiene organ reproduksi perempuan. Perlu memperluas kegiatan promotif sebagai sarana penyebarluasan informasi dengan memanfaatkan berbagai media dan sarana yang disesuaikan dengan kondisi peserta, baik secara online maupun offline (tatap muka langsung).
PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI EBOOKLET PADA ANAK SEKOLAH TENTANG PENCEGAHAN COVID PADA ANAK SEKOLAH Fitriani, S.KM, M.KM, Sinta
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/mtycky34

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja Pada tanggal 12 Februari 2020, WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (COVID-19). Pada tanggal 2 Maret 2020 Indonesia telah melaporkan 2 kasus konfirmasi COVID-19. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Meningkatnya pengetahuan anak sekolah tentang pencegahan Covid 19 di Kota Tasikmalaya Sasaran PHBS di SDN Margamulya adalah seluruh warga sekolah yang terbagi dalam : Sasaran Primer, Anak sekolah yang berada di wilayah Tasikmalaya. Sasaran Sekunder, Sasaran yang mempengaruhi anak sekolah seperti guru dan orangtua murid.Pelaksanaan kegiatan dibulan Oktober 2020. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah jumlah siswa yang akses media ebooklet pencegahan covid 19 adalah 163 orang anak sekolah.
FORUM KABUPATEN SEHAT : PEMBINAAN KAMPUNG GIZI DI KECAMATAN RAJAPOLAH Yogaswara, S.KM, M.KM, Dadan
Jurnal Abdimas Kesehatan Tasikmalaya Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/4rj60q09

Abstract

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang memiliki masalah stunting sangat tinggi sekitar 41,7%, termasuk dalam 64 kabupaten prioritas Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 serta merupakan salah satu dari 100 kabupaten/kota prioritas intervensi stunting oleh pemerintah (TNP2K, 2017). Salah satu hal yang menyebabkan kurang berhasilnya upaya penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya adalah kurang optimalnya koordinasi dan kerjasama lintas sektor terkait penanggulangan masalah stunting. Hal ini turut memberikan kontribusi terhadap ketidaktahuan dan ketidakpahaman sektor lain diluar kesehatan tentang masalah stunting, baik penyebab maupun dampak yang ditimbulkan serta daerah mana saja yang banyak terjadi masalah stunting. Kondisi ini menyebabkan sektor lain di luar kesehatan belum menggunakan masalah stunting sebagai salah satu dasar dalam perencanaan program dan kegiatan termasuk dalam hal penetapan lokus dan target sasaran (Prihartini, dkk, 2016). Kegiatan ini dilaksanakan agar kampung gizi dapat mendapatkan arahan untuk pelaksanaan tekhnis kampung gizi sehingga berdampak terhadap penurunan permasalaan gizi di wilayah tersebut. Bentuk kegiatan adalah evaluasi kinerja tim dan pendmampingan tim kampung sehat. Sasarannya adalah Kader posyandu, tokoh masyarakat diwilayah Kecamatan Rajapolah.Tempat pelaksanaan di Kecamatan Rajapolah. Waktu pelaksanaan adalah pada Bulan September - Oktober 2019 Pembinaan ini dilakukan melalui kegiatan evaluasi program serta pengarahan tekhnis dilapangan. Saran bagi petugas kesehatan di masyarakat adalah bahwa pembinaan kampung gizi dilaksanakan dengan meibatka berbagai pihak sehingga permasalahan giizi dapt tanggulangi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8