cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+62265-549335
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA
ISSN : 26569752     EISSN : 29880912     DOI : 10.48186/abdimas
Core Subject : Health,
Jurnal abdimas kesehatan Tasikmalaya merupakan wadah kegiatan publikasi yang diperoleh dari hasil kegiatan abdimas yang telah dilaksanakan oleh dosen perguruan tinggi kesehatan, tenaga kesehatan maupun mahasiswa dari perguruan tinggi kesehatan. Jurnal abdimas kesehatan Tasikmalaya terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober. Keberadaan jurnal ini mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 70 Documents
PENINGKATAN PERSEPSI POSITIF IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN BUKU SAKU DI DESA CIKUNIR SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2021
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kualitas manusia harus dimulai sejak dini dari pertumbuhan janin yang tergantung pada status kesehatan ibu, Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan 3 dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil Ibu hamil juga memerlukan makanan lebih banyak dari biasanya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan Persepsi Positif Ibu Hamil Tentang Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Kesehatan Dengan Menggunakan Buku Saku Di Desa Cikunir Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021. Ibu Hamil Trimester 1 di Wilayah Puskesmas Desa Cikunir Kecamatan Singaparna berjumlah 10 ibu hamil. Tempat kegiatan ini dilaksanakan secara online dengan menggunakan ZOOM di rumah ibu hamil masing-masing. Dilaksanakan pada Jumat, 25 Juli 2021.
KELAS IBU HAMIL PENTINGNYA ANTE NATAL CARE (ANC) PADA MASA KEHAMILAN DI DESA CIKUNIR TAHUN 2019
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan, persiapan persalinan dan nifas, serta memberikan bimbingan senam pada ibu hamil. Sasaran program ini adalah ibu-ibu hamil dengan usia kehamilan 22 minggu sd 32 minggu yang ada di desa Cikunir wilayah kerja puskesmas Singaparna. Kelas ibu hamil dilaksanakan di madrasah desa Cikunir. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 November 2019. Kelas ibu hamil meningkatkan penguasaan ibu hamil terhadap gerakan senam hamil. Bidan disarankan untuk melaksanakan kelas ibu hamil setiap bulan dan mengajarkan senam hamil.
GEBYAR VAKSINASI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2021
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah masuk pada tahap 2 untuk pelaksanaan vaksinasi bagi Lansia dan petugas pelayanan publik. Vaksinasi untuk Lansia akan dimulai di ibu kota provinsi untuk seluruh provinsi di Indonesia, di prioritaskan di Jawa Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kadar gula lansia sebelum di vaksin Covid-19. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu Lansia di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna sebanyak 120 orang. Gebyar vaksinasi dilaksanakan Desa Cikunir Kecamatan Singaparna .. pada tanggal 29 Mei 2021, Pukul 08.00 s.d Selesai. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Puskesmas Singaparna. Sebelum dilakukan vaksinasi Covid-19 lansia terlebih dahulu di cek tekanan darah dan kadar gula darah. Sebanyak 73 lansia melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Sambutan dari lintas sektor dan masyarakat sangat baik.
PEMBINAAN POSYANDU SEBAGAI SARANA PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi merupakan permasalahan global yang sedang dialami di beberapa negara termasuk stunting. Stunting merupakan permasalahan gizi dengan angka kejadian 150,8 juta anak (22,2%) di dunia. Penurunan angka stunting merupakan salah satu tujuan dari Ambitious World Heath Assembly dengan target penurunan 40% pada tahun 2025 (UNICEF/WHO/The World bank 2019; WHO 2014). Hasil riset Kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak adalah 37,3% (18,1% sangat pendek dan 19,2% pendek) atau setara dengan hamper 9 juta anak balita mengalami stutning di Indonesia (Pratama, B. 2019). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan peningkatan kapasitas kader mengenai peran posyandu sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang balita di Kp. Margamulya Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021, sehingga diharapkan kader mampu melakukan deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah kerjanya. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan di Posyandu Margamulya. Bertempat Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 5 orang. Waktu pelaksanaan dilaksanakan pada tanggal 22 sd 24 Juli 2021. Terdapat peningkatan yang signifikan rata-rata pengetahuan kader sebelum dan sesudah dilaksanakan peningkatan kapasitas dengan kenaikan sebesar 45,01. Selain itu, berdasarkan hasil observasi cara melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan sudah baik.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG GIZI PENCEGAH STUNTING PADA ANAK SEKOLAH TPA ALHIDAYAH
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia masih terdapat permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia. Salah satu masalah gizi yang mendapatkan perhatian utama adalah masalah stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Meningkatnya pengetahuan siswa tentang kebutuhan gizi pada anak sekolah sehingga dapan mencegah stunting di TPA Al-Hidayah. Sasaran PHBS di TPA Al-Hidayah adalah seluruh warga sekolah yang terbagi dalam : (1) Sasaran Primer, Sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan di rubah perilakunya yaitu siswa, guru, serta penghuni TPA Al-Hidayah. (2) Sasaran Sekunder, Sasaran yang mempengaruhi individu dalam institusi pendidikan yang bermasalah yaitu, kepala sekolah, serta orangtua murid. (3) Sasaran Tersier, Merupakan sasaran yang diharapkan menjadi pembantu dalam mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya status gizi pada anak sekolah. Bertempat di TPA Al-Hidayah tepatnya di Dusun Margamulya Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Waktu pelaksanaan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah perubahan pengetahuan nampak dari nilai perbedaan rata rata pengetahuan tentang gizi yaitu dimana sebelum menggunakan aplikasi rata ratanilai adalah 4,5 dan meningkat menjadi 7,5 setelah menggunakan aplikasi. Sedangkan nilai sikap rata rata sebelum menggunakan aplikasi adalah 6,5 mengalami eningkatan menjadi 8 setelah menggunakan aplikasi KMS Remaja.
FORUM KABUPATEN TASIKMALAYA SEHAT (FKTS) : PEMBINAAN KAMPUNG GIZI DI KECAMATAN SINGAPARNA
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang memiliki masalah stunting sangat tinggi sekitar 41,7%, termasuk dalam 64 kabupaten prioritas Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 serta merupakan salah satu dari 100 kabupaten/kota prioritas intervensi stunting oleh pemerintah (TNP2K, 2017). Salah satu hal yang menyebabkan kurang berhasilnya upaya penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya adalah kurang optimalnya koordinasi dan kerjasama lintas sektor terkait penanggulangan masalah stunting. Hal ini turut memberikan kontribusi terhadap ketidaktahuan dan ketidakpahaman sektor lain diluar kesehatan tentang masalah stunting, baik penyebab maupun dampak yang ditimbulkan serta daerah mana saja yang banyak terjadi masalah stunting. Kondisi ini menyebabkan sektor lain di luar kesehatan belum menggunakan masalah stunting sebagai salah satu dasar dalam perencanaan program dan kegiatan termasuk dalam hal penetapan lokus dan target sasaran (Prihartini, dkk, 2016). Maka dari itu peneliti mengambil topik mengenai pembinaa Kampung Gizi di Kecamatan Singaparna. Tujuan dari kegiatan ini adalah, 1) Meningkatnya pengetahuan kader di Kecamatan Singaparna. 2) Menurunnya masalah gizi di Kecamatan Singaparna. 3) Meningkatnya Kesehatan Masyarakat. Sasaran dari kegiatan ini dalah Kader Se-Kecamatan Singaparna. Bertempat di Kecamatan Singaparna dan akan dilaksankaan pada Bulan Oktober 2019. Kegiatan pembinaan Kampung Gizi Di Kecamatan singaparna berjalan dengan baik dan tujuan dari kegiatan tersebut tercapai. Kegiatan tersebut diterima dengan baik terutama oleh pemerintah di Kecamatan Singaparna.
PROMOSI KESEHATAN DI TATANAN SEKOLAH MELALUI EDUKASI MENGENAI PENYAKIT CACINGAN PADA SISWA KELAS 3 DI SD NEGERI GUNUNGSARI
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecacingan atau cacingan merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berhubungan erat dengan kondisi lingkungan. Prevalensi dan intensitas kecacingan masih tinggi terutama pada balita, anak sekolah dasar serta orang yang dalam pekerjaannya sering berhubungan dengan tanah seperti petani, pekerja perkebunan dan pertambangan sekitar 80-90%. Telur tumbuh dalam tanah liat, lembab dan tanah dengan suhu optimal 30° C. lnfeksi cacing terjadi bila telur yang infektif masuk melalui mulut bersama makanan atau minuman yang tercemar atau melalui tangan yang kotor. Tujuannya yaitu 1)Memberi pemahaman dan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan untuk tidak jajan sembarangan. 2)Siswa menjadi tahu mengenai tanda-tanda adanya cacingan. 3)Memberi pemahaman mengenai cara menjaga Kesehatan. 4)Mengetahui informasi tentang cacingan. 5) Mengetahui dampak dari penyakit cacingan. Terdiri dari siswa/i laki-laki dan perempuan yang berjumlah 26 orang (kelas 3 SD). Kegiatan ini berlokasi di SMA N 2 Adapun tempat dan waktu dilaksanakan kegiatan di SDN 1 Gunungsari, Pada hari Rabu tanggal 24 November 2021. Cacingan adalah penyakit infeksi parasit cacing yang tinggal dalam usus manusia. Jenis cacing yang bisa menginfeksi tubuh manusia sangat beragam, mulai dari cacing gelang, cacing pita, hingga cacing tambang. Infeksi akibat cacing tersebut dapat mengakibatkan terjadinya anemia, gangguan gizi, pertumbuhan dan kecerdasan.
PROMOSI KESEHATAN MELALUI EDUKASI MENGENAI PUBERTAS PADA REMAJA DI SMPIT AL-MUNAWWAR JARNAUZIYAH
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Tujuannya yaitu 1)Memberi pemahaman dan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan berani untuk menghadapi masa pubertas. 2)Remaja menjadi tahu apa saja yang perlu disiapkan untuk menghadapi masa pubertas. 3)Memberi pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan reproduksi. 4)Mengetahui informasi tentang bahaya seks bebas. 5)Mengetahui dampak dari pergaulan bebas Terdiri dari siswa perempuan dan siswa laki-laki yang berjumlah kurang lebih 20 orang. Adapun tempat dan waktu dilaksanakannya kegiatan yaitu di SMPIT Al Munawwar, pada jum'at 26 november 2021. Pubertas ialah suatu periode dimana kematangan kerangka dan seksual terjadi dengan pesat terutama pada awal masa remaja. Meskipun perkembangan ini biasanya mengikuti suatu urutan tertentu, namun urutan dari kematangan seksual tidak sama pada setiap anak, dan terdapat perbedaan individual dalam umur dari perubahan-perubahan. Pada saat ini pertumbuhan tinggi badan terjadi amat cepat.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSBINDU DALAM MENINGKATKAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DUSUN GUNUNG KAWUNG DESA CIKUNIR KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masa usia lanjut adalah hipertensi. Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur paling tidak kesempatan yang berbeda. Secara umur, seseorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader posbindu dalam pencegahan hipertensi pada lansia melalui pelatihan kader di Dusun Gunung Kawung 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh 5 orang kader posbindu wilayah Margamulya Desa Cikunir Kecamatan Singaparna. Kegiatan Pelatihan kader dilaksanakan pada tanggal 16-17 Maret 2019 di Posbindu Margamulya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas melalui pelatihan kader dapat meningkatkan pengetahuan kader.
PEMANFAATAN MODUL POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSBINDU PTM DI DESA CIKUNIR TAHUN 2019
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, berbagai akses memudahkan manusia dalam berkomunikasi dan transportasi. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai kemudahan hidup manusia seperti adanya akses internet, social media, televise, game online. Perkembangan teknologi ini memberikan dampak positif dan berdampak negative juga bagi kesehatan manusia. Hal ini menjadikan adanya peningkatan penyakit tidak menular semakin meningkat, istilah ini biasa disebut transisi epidemiologi .Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan masyarakat khususnya kader PTM pentingnya Posbindu PTM dengan pemanfaatan buku modul Posbindu PTM. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Kader Posbindu PTM di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring bertempat di Madrasah Pamengpeuk Desa Cikunir. Waktu pelaksanaan kegiatan ini pada hari Jum’at, tanggal 30 Agustus 2021 Pukul 13.00-15.00 WIB. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dapat disimpulkan bahwa adanya kenaikan pengetahuan kader dari hasil pengisian Pre Test dan Post Test. Dari 16 kader semua mengisi pre dan post test. Berdasarkan isian Pre dan Post Test dapat diketahui bahwa nilai rata-rata Pre Test adalah 65,62 dan rata-rata nilai Post Test adalah 81,75. Sebanyak 16 kader mengalami kenaikan nilai dari Pre Test ke Post Test (100,0%).