cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2011): Juli" : 9 Documents clear
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI PANTAI PASURUAN JAWA TIMUR (Publict Impowering Model in Maintaining and Conserving Mangrove Forest in Pasuruan Beach, East Java) Chatarina Muryani; Ahmad Ahmad; Setya Nugraha; Trisni Utami
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18812

Abstract

ABSTRAKHutan mangrove pantai Pasuruan telah terdegradasi baik luasan maupun diversitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) faktor-faktor penyebab degradasi hutan mangrove di Pantai Pasuruan, (2) Persepsi penduduk pesisir terhadap hutan mangrove dan (3) menemukan model pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian hutan mangrove di daerah penelitian. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan tiga langkah penelitian, pertama wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk menentukan faktor penyebab kerusakan hutan mangrove, kedua wawancara dengan penduduk pesisir untuk mengetahui persepsi penduduk terhadap hutan mangrove dan ketiga dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mencari model pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian hutan mangrove di pantai Pasuruan. Sampel ditentukan di tiga wilayah yang mewakili pantai bagian timur, bagian tengah dan bagian barat. Masing-masing wilayah diambil tiga desa dengan ketebalan hutan mangrove yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penebangan liar dan alih fungsi hutan mangrove menjadi tambak merupakan faktor utama degradasi hutan mangrove di daerah penelitian disebabkan oleh kemiskinan dan kebodohan (2) Sebagian besar penduduk memahami fungsi ekologis hutan mangrove tetapi kurang dalam ”rasa memiliki”, (3) model pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian hutan mangrove yang paling baik di pantai Pasuruan adalah model ”Sosio-eko-regulasi” yaitu keseluruhan pengambilan keputusan ditentukan oleh kelompok, peran pemerintah sebagai pendukung dana dan penguatan dalam bidang regulasi.ABSTRACTMangrove forest in Pasuruan coastal plain was degraded in wide and diversity. The aims of this research were (1) to know the degradation factors of mangrove forest at Pasuruan Coastal Plains, (2) to know the community perception of mangrove forest, and (3) to find the community empowerment models in management and sustainability of mangrove forest in  the study area. Three steps done in this research: depth interview to key persons to know the degradation of mangrove forest, interview with the fishermen and the fishpond owners to know their perception of mangrove forest, and Focus Group Discussion (FGD) to find community empowerment models in management and sustainability of mangrove forest. Sample was determined at three areas which represented west, midle and east part of the study area ; each part was taken three sub-districts which represented various thickness of mangrove forest. The results showed that (1) fishpond making and illegal logging were the main factors of mangrove forest degradation in study area, (2) most of the community knew the  function of mangrove forest but less in sence of belonging and  (3) the community empowerment model in management and sustainability mangrove forest at Pasuruan Coastal Plains was “Socio-eco-regulation”  (all of the decisions were made by the community itself, government participated on the fund and regulations)
KLASTERISASI EKOSISTEM TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU BERDASARKAN ASPEK BIOLOGIS DAN SOSIAL EKONOMI (Classification Ecosystem of the Gunung Merbabu National Park Based on Biological and Socioeconomic Aspects) Dwi Hastuti; Djoko Marsono; Irham Irham; Sumardi Sumardi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18813

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk klasterisasi unit ekologis ekosistem Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) berdasarkan aspek biologis dan sosial ekonomi masyarakat, mengetahui pola pemanfaatan masyarakat terhadap sumberdaya alam TNGMb. Sampel untuk sosial ekonomi sebanyak 310 KK, sedangkan sampel aspek biologis sebanyak 226 titik sampel. Analisis data menggunakan metode Minimum Variance Clustering (Ward Linkage) berdasarkan Euclidean Distance dan analisis diskriminan. Hasil klasterisasi unit ekologis TNGMb sebanyak 8 klaster yaitu klaster I (2 responden, dominasi jenis C. sempervirens), klaster J (39 responden, dominasi jenis P. merkusii, A. lophanta), klaster F (210 responden, dominasi jenis P. merkusii, C. sempervirens, C. junghuniana), klaster O (96 responden, dominasi jenis P. merkusii, C. sempervirens, C. junghuniana), klaster Q (54 responden, dominasi jenis P.merkusii, A. lophanta, A. decurens), klaster P (158 responden, dominasi jenis P.merkusii, C. sempervirens, A.decurens, klaster H (34 responden, dominasi jenis P. merkusii), dan klaster R (46 responden, dominasi jenis P. merkusii). Pola pergerakan masyarakat mencakup seluruh klaster dan meliputi zona inti, zona rimba, dan zona pemanfaatan. Pergerakan masyarakat yang mencapai zona inti merupakan faktor yang terpenting untuk dipertimbangkan dalam pengelolaan TNGMb.ABSTRACTThe aim of reseach was  clusterization of TNGMb ecosystem based on bioligical and sosio-economical aspect, studying  the pattern utilization of community in order to utilize nature resources in the Gunung Merbabu National Park.  Sosial-economical data was collacted through an interview on 310 KK , while biological data was done on 226 sampel set using systematic sampling. Analysis data using Minimum Variance Clustering (Ward linkage) method with Euclidean Distance Measurement (EDM) and discriminant analysis. The clusterization ecological unit Gunung Merbabu National Park resulted eight clusters, i.e. cluster I (2 respondents, dominat species is C. sempervirens, ), cluster J (39 responden, dominant species are P.merkusii, A.lophanta, cluster F (210 responden, dominant species are P. merkusii, C.sempervirens, C. Junghuniana), cluster O (96 responden, dominant species are P. merkusii, C. Sempervirens, C. Junghuniana), cluster Q (54 responden, dominant species are P.merkusii, A. lophanta, A. decurens), cluster P (158 responden, dominant species are P.merkusii, C. Sempervirens, A.decurens, cluster H (34 responden, dominant species is P. merkusii), dan cluster R (46 responden, dominant species is P. merkusii). The pattern  of community using nature resources reach in the each cluster and include  core zone, wilderness zone and utilize zone. The pattern of community covered  all cluster and included core zone, wilderness zone, and utilize zone. The pattern of community, especially thet reached in the core zone was the most important factor to be considered
UTILIZATION OF FLY ASH WASTE AS REINFORCEMENT OF ALUMUNIUM MATRIX COMPOSITE PRODUCED USING POWDER MERALLURGY (Pemanfaatan Limbah Abu terbang sebagai Penguat Alumunium Metal Matrix Composite Dibuat dengan Cara Metaalurgi Serbuk) Subarmono Subarmono; Jamasri Jamasri; M.W. Wildan; Kusnanto Kusnanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18814

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini telah dilakukan pembuatan aluminium matrix composite (AMC) dari serbuk aluminium sebagai matrik dan limbah abu terbang sebagai penguat. Sejumlah abu terbang yaitu 2,5; 5; 7,5 dan 10% berat ditambahkan pada bubuk aluminium. Campuran abu terbang dan serbuk aluminium dikompaksi secara aksial dengan tekanan 100 MPa dan dilanjutkan dengan proses sintering tanpa tekanan dengan lingkungan gas argon pada berbagai temperatur yaitu 500˚, 525˚, 500˚, 575˚ dan 600˚C. Pengujian kekuatan bending menggunakan metode four point bending, kekerasan menggunakan metode Vickers, laju keausan menggunakan metode pin on disk dan porositas menggunakan metode Archimedes serta struktur mikro diamati menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan bending dan kekerasan meningkat, laju keausan dan porositas menurun seiring dengan bertambahnya abu terbang pada AMC sampai 7,5% berat, namun bila kandungan abu terbang lebih dari 7,5% berat sifat AMC menunjukkan kebalikannya. Porositas, kekuatan bending, laju keausan dan kekerasan terbaik yaitu pada AMC dengan 7,5% berat abu terbang berturut-turut sebesar 5,4%, 68,5 MPa, 0,0571 mg/(MPa.m) and 62,6 VHN. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan bending, kekerasan dan ketahanan aus AMC lebih baik dibanding aluminium murni.ABSTRACTAluminum matrix composite (AMC) has been prepared from aluminum fine powder as a matrix and fly ash waste as reinforcement. In this research the amount of fly ash as much as 2.5, 5, 7.5 and 10 wt%  was added to the aluminum fine powder. The mixture was compacted using uniaxial with a pressure of 100 MPa and it was pressureless sintered in argon atmosphere at various temperature of 500°, 525°, 550°,575° and 600ºC. Bending strength of AMC was determined using four point bending, hardness was tested using Vickers method, wear rate was tested using pin on disk method, porosity was tested using Archimedes method and the micro structure was observed using SEM. The result shows that fly ash can be used as reinforcement of AMC. The bending strength and Vickers hardness of AMC increase, wear rate and porosity of AMC decrease with increasing the fly ash content up to 7.5 wt%, while fly ash higher than 7.5 wt% causes a decrease. Porosity, bending strength, wear rate and hardness of AMC are 5.4%, 68.5 MPa, 0.0571 mg/(MPa.m) and 62.6 VHN, respectively. It show that bending strength, hardness and wear resistance of AMC are higher than pure aluminum
ANALISIS DIAZINON SECARA DIFERENSIAL PULSA VOLTAMETRI DIBANDINGKAN DENGAN KROMATOGRAFI (Diazinon Analysis with Differential Pulse Voltametry Compared to Chromatography) Pirim Setiarso; Buchari Buchari; Indra Noviandri; Didin Mujahidin
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18815

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian penentuan diazinon dari sampel tanah pertanian di beberapa kecamatan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur menggunakan elektroda kerja tembaga amalgam padat (CuSAE) secara diferensial pulsa voltametri (DPV) dibandingkan dengan metode kromatografi. 100 g sampel tanah pertanian yang dihaluskan dengan ukuran 100 mesh diekstraksi menggunakan aseton. Ekstraksi dilakukan menggunakan ekstraktror soxhlet dengan 10 kali sirkulasi. Hasil ekstraksi sebagian ditambahkan surfaktan SDS untuk dianalisis secara voltametri menggunakan elektroda CuSAE dan sebagian dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Analisis voltametri dilakukan pada pH 3 dengan elektrolit pendukung CaCl 2 menggunakan standar adisi, sedangkan analisis dengan HPLC menggunakan grafik standar. Berdasarkan data voltamogram dan kromatogram yang telah diolah dengan program origin 7.0 menghasilkan perolehan kembali rata-rata diazinon (97.40 ± 1.02) % pada voltametri dan (100.98 ± 7.10) % pada HPLC. Analisis diazinon kedua metode dibandingkan dengan uji t (t hitung = 0.4785 < t tabel = 2.31) sehingga tidak ada perbedaan hasil antara metode voltametri dan HPLC.ABSTRACTThe research has been done for determination of diazinon in agricultural soil samples from several districts n Nganjuk, East Java . Solid copper amalgam (CuSAE) used  as a working electrode using differential ulse voltammetry (DPV) compared with chromatographic method. Around 100 g sample of agricultural soil ith a size 100 mesh was extracted using 100 ml acetone. The extraction was done using extractor oxhlet with 10 times the circulation. A part of the extraction  yield  was  added SDS surfactant for analysis by DPV,  and another part analyzed  by using high performance liquid chromatography (HPLC). Voltammetric analysis carried out at pH 3 with CaCl2 as a supporting electrolyte   using standard addition method, while the analysis by HPLC using calibration curve (standard graphic).Based on the data from voltammograms and chromatograms after processing data using Origin 7.0 programme, the  average of  recovery of diazinon found to be 97.40 ± 1.02 % and 100.98 ± 7.10 % using voltammetry  and HPLC methods, respectively. The results from both of methods compared using t test  (t count = 0.4785 < ttable = 2.31). Therefore, there is no difference between the results from voltammety method compared with HPLC method.
ANALISIS KADAR LOGAM DAN CARA MUDAH MENGENALI UDANG YANG TERAKUMULASI LOGAM: STUDI KASUS TENTANG UDANG DI SUNGAI DONAN CILACAP, JAWA TENGAH (Metal Content Analysis and Easily Recognize for Shrimps that Accumulates of Metal: Case Study about Shrimps) Tumisem Tumisem; Endar Puspawiningtiyas
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18816

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang Analisis Kadar Logam dan Cara Mudah Mengenali Berbagai Udang yang Terakumulasi Logam dilakukan dengan: mengidentifikasi berbagai jenis udang, menganalisis kadar logam dan menganalisis secara morfologi berbagai jenis udang terkait dengan morfologi tubuhnya. Penelitian dilakukan di sepanjang Sungai Donan Cilacap dengan cara menangkap berbagai jenis udang di sepanjang sungai tersebut setiap musim. Analisis kadar logam dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik UGM, identifikasi dan analisis morfologi udang dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia UMP. Hasil identifikasi diperoleh enam jenis udang yaitu udang Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku. Berdasarkan hasil analisis morfologi (warna tubuh) menunjukkan semua jenis udang yang berasal dari lokasi sekitar tailing semen dan pertamina berwarna lebih gelap (kehitaman atau hitam kemerahan), dan yang berasal dari lokasi sungai yang memiliki tanaman bakau adalah cerah dan segar (warna lebih kelihatan bening). Hasil analisis kadar logam jenis Cd dan Pb pada semua udang tidak terdeteksi, sedangkan analisis kadar Cu terdeteksi pada udang Pletok, Wuku dan Sikat dengan kadar melebihi baku mutu kesehatan 0,1 ppm. Rata-rata kadar Cu pada udang tersebut sebesar 66,256 ppm per 1000 gram udang kering. Dari hasil analisis morfologi (bentuk tubuh) dari semua jenis udang baik yang terakumulasi logam maupun tidak memiliki bentuk yang sama, sehingga tidak dapat menjadi patokan dalam mengenali udang yang tercemar logam. Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan udang yang terakumulasi bahan pencemar di atas standar keamanan pangan berwarna hijau kehitaman dan merah kehitaman, sedangkan udang yang tidak terakumulasi bahan pencemar berwarna putih segar.ABSTRACTResearch on the metal content analysis and Easily Recognize for shrimps that accumulates of metal have done by identify various types of shrimps, metal content analysis, and analyzed morphologically various types of shrimp related to body morphology. The research was conducted along the Donan river in Cilacap by capturing various types of shrimps along the river each season. Metal content analysis conducted at the Laboratory of Analytical Chemistry in Gajah Mada University, and identification and morphological analysis of shrimps was done in the Laboratory of Chemical Engineering in Muhammadiyah University of Purwokerto. The identification results obtained by six species of shrimps, that is: Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku.Based on the analysis of morphology (body color) show all types of shrimps that come from locations around the tailings of cement and Pertamina (black or reddish black), and that comes from location of the river which has a mangrove plants is bright and fresh (the color is more visible nodes). Result analysis of metal content about Cd, and Pb to types of shrimps was not detected, while the analysis of U content was detected in shrimp species: Plethok, Wuku, and Sikat with levels exceeding 0,1 ppm standard of health. The average Cu content in that shrimps at 66,256 ppm per 1000 grams of dried shrimp. From the morphological analysis (body shape) of all shrimps species which accumulate both metals and do not have the same shape, so as not to become a benchmark in identifying metal contaminated. Based on research can be concluded that pollutants accumulate over food safety standard of red black-green-black, while the shrimp are not accumulated pollutants fresh white.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI JAMUR PENDEGRADASI ZAT PEWARNA TEKSTIL (Isolation and Characterization of dye-degrading Fungi) Erni Martani; Sebastian Margino; Elisa Nurnawati
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18817

Abstract

ABSTRAKIndustri tekstil tidak saja menghasilkan sandang yang merupakan kebutuhan primer manusia, tetapi juga mengeluarkan limbah yang berpotensi sebagai penyebab pencemaran lingkungan. Komponen utama limbah industri ini adalah berbagai jenis zat pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat-isolat jamur yang mampu mendegradasi beberapa jenis zat pewarna tekstil. Isolasi dilakukan menggunakan metode surface plating di atas medium Potato Dextrose Agar, dan seleksi kemampuan degradasi pewarna berdasarkan atas toleransi terhadap konsentrasi zat pewarna, serta besar dan kecepatan dekolorisasi beberapa jenis zat pewarna. Sebagai parameter awal digunakan enam zat pewarna tekstil. Isolat-isolat unggul kemudian diidentifikasi awal berdasar atas morfologi mikroskopis terhadap miseliumnya. Dalam penelitian ini juga digunakan beberapa kultur murni jamur pembusuk putih sebagai pembanding. Dalam penelitian ini digunakan limbah cair dan padat beberapa industri tekstil dan industri pulp & paper, tanah gambut dari Kalimantan Tengah dan Riau, tanah sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir, serta tanah seresah hutan. Dari berbagai sumber tersebut diperoleh 101 isolat jamur. Uji dekolorisasi kualitatif terhadap 6 zat pewarna menghasilkan 6 isolat unggul yang mampu mendekolorisasi lebih dari tiga jenis pewarna dengan kecepatan relatif tinggi. Masing-masing isolat unggul memiliki spesifikasi dalam daya dekolorisasi terhadap ke 6 jenis pewarna. Identifikasi awal terhadap isolat unggul menunjukkan bahwa mereka berasal dari genus Aspergillus, Cladosporium, Penicillium dan Stachybotrys. Sedangkan uji terhadap kultur jamur pembusuk putih sebagai pembanding menghasilkan 2 kultur unggul, yaitu: Phanerochaete chrysosporium dan Pleurotus ostreatus. Secara umum kemampuan dekolorisasi isolat-isolat jamur kebanyakan masih di bawah kemampuan kedua kultur murni tersebut, namun beberapa isolat justru memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan kultur pembanding.ABSTRACTThe aim of this study was to isolate textile dye degrading fungi from many kinds of sample. Isolation was done using surface plating method on Potato Dextrose Agar medium. Degradation ability was measured based on dye decolorization of agar medium. The selection of isolates was based on ability to decolorize some types of dye, rate of decolorization, and tolerance to dye concentration, respectively. Six kinds dye, namely Basic fuchsin, Crystal violet, Direct blue, Methylene blue, Rhodamine B, and Safranine were used in this study. Six species of lignin degrading white rot fungi were used as positive controls. More than 100 fungal strains could be isolated from waste water and solid wastes of textile and pulp & paper industries, peat soils from Central Kalimantan and Riau, and forest soil. Examination on dye decolorization resulted in 6 selected isolates (coded as JKNT-1, JKSC-1, KRMS 5, TPA-4, TPA-10, and JYGC-1; and 2 species of lignin degrading white rot fungi, namely Phanerochaete chrysosporium and Pleurotus ostreatus. Decolorization of dye was depended on the fungal species and type of dye, i.e. one species decolorized some dyes but not the others. Methylene Blue was decolorized more readily than other dyes. In general, dye decolorization activity of fungal isolates was lower than the lignin degrading fungi. Microscopic examination indicated that the isolates of JKNT 1 and KRMS-5 were come from the genus Penicillium, the genus of JKSC-1 was Stachybotrys, the TPA-4 and JYGC-1 were Cladosporium, and TPA-10 isolate was included in genus of Aspergillus.
THE RELATIONSHIP OF THE GENERAL REACTION SCORE WITH THE NATURAL KILLER CELLS ACTIVITY AMONG WOMEN WITH AIRCRAFT NOISE EXPOSURE IN THE AREA OF ADI SOEMARMO AIRPORT SOLO (Hubungan antara general reaction score dengan aktivitas sel NK pada wanita) Hartono Hartono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18818

Abstract

ABSTRAKPaparan bising pesawat udara dapat berisiko terhadap kesehatan. Terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa paparan bising pesawat udara dapat menyebabkan gangguan pendengaran, hipertensi, penyakit jantung iskemik, ketergangguan (annoyance), gangguan tidur dan penurunan prestasi sekolah. Sedangkan efek terhadap perubahan pada sistem imun dan lahir cacat, bukti-bukti masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara general reaction score dengan aktivitas sel NK pada wanita yang terpapar bising pesawat udara di sekitar bandara Adi Sumarmo Solo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi masyarakat serta pemerintah daerah khususnya dalam upaya pencegahan terhadap dampak paparan bising pesawat udara. Rancangan penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil lokasi di Desa Dibal dan Gagak Sipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2008 sampai dengan bulan Juni 2009. Jumlah keseluruhan sampel 39, terbagi dalam 3 kelompok; kelompok 1 terpapar bising intensitas 92,29 dB (13 responden); kelompok 2 terpapar bising intensitas 71,79 dB (13 responden); kelompok 3 terpapar bising intensitas 52,17dB (13 responden). Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Anova diikuti dengan Post Hoc Test metode LSD dilengkapi dengan Homogenous Subsets. Uji Anova menujukkan ada perbedaan yang signifikan antar kelompok terhadap general reaction score yang ditunjukkan dari nilai p=0,000. Uji Pearson Correlation menunjukkan ada hubungan yang negatif antara general reaction score dengan aktivitas sel NK (r = – 0,631; p < 0,05).ABSTRACTExposure to noise constitutes a health risk. There is sufficient scientific evidence that aircraft noise exposure can induce hearing impairment, hypertension and ischemic heart disease, annoyance, sleep disturbance, and decreased school performance. For other effects such as changes in the immune system and birth defects, the evidence is limited.The aims of the research is  to find out the correlation of the general reaction score with The Natural Killer cell activity among women with aircraft noise exposure in the area of Adi Sumarmo Airport Solo.The research findings are expected to contribute to the scientific knowledge development and to give benefits for local government and among people in the area of Adi Sumarmo Airport in preventing the effect of aircraft noise. The research design was an analytical survey with a cross sectional approach, taking place at the Dibal and Gagak Sipat Village, Ngemplak Sub district, Boyolali District. The research was conducted from July 2008 to June 2009. The number of respondens was 39. They were divided into 3 groups; group 1 was exposed to 92.29 dB of noise level (13 respondents); group 2 was exposed to 71.79 dB of noise level (13 respondents); and group 3 was exposed to 52.17 dB of noise level (13 respondents). The samples were taken using simple random sampling. The data were analyzed by Pearson Correlation and Anova followed by Post Hoc Test using LSD test completed with Homogenous Subsets. The Anova test showed that there was significant differences in the general reaction score among all groups (p = 0.000). The Pearson correlation test showed that there was a negative association between the general reaction score with the Natural Killer cells activity (r = - 0.613; p < 0.05).
ANALISIS SISTEM PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI TERPADU BERWAWASAN LINGKUNGAN: STUDI KASUS DI PT. KAWASAN INDUSTRI MEDAN (Analysis System of Integrated Industrial Estate Ecodevelopment Case Study: At PT. Medan Industrial Estate) Kimberly Febrina Kodrat
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18819

Abstract

ABSTRAKTujuan utama penelitian adalah menganalisis kinerja pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan. Cakupan aspek penelitian disinkronkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan sekaligus dijadikan sebagai batasan kajian, yakni mempersekutukan aspek ekonomi, ekologi dan sosial. Data diperoleh dengan menggunakan metode survei melalui observasi, wawancara mendalam, dan pendapat pakar. Metodologi penelitian menggunakan metode survei dengan menggunakan perpaduan antara hard system (analisis sistem dinamis) dan soft system (analisis prospektif). Dari hasil uji statistik chi square (α = 0,01) diperoleh bahwa kelompok masyarakat yang bekerja di dalam PT. KIM mempunyai hubungan yang sangat signifikan dengan kelompok masyarakat yang bekerja di luat PT. KIM terhadap tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan faktor usia. Berdasarkan hasil analisis kualitas limbah cair unit IPAL PT. KIM terdapat 5 parameter yang masih berada diatas nilai baku mutu KepMenLHNo.51/1997, yaitu: BOD, COD, TSS, klorida dan amoniak. Tingkat efisiensi pengolahan limbah cair unit IPAL PT. KIM rata-rata 53,07%. Hasil analisis ketergantungan antar faktor dengan menggunakan Analisis Prospektif diperoleh sebanyak 5 faktor strategis masa depan yang mempengaruhi pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan, yaitu: jumlah industri, permintaan lahan, kebijakan pemerintah, model pengembangan, dan iklim investasi yang kondusif. Pengembangan kawasan industri terpadu berwawasan lingkungan dapat dilakukan dengan strategi moderat dengan kebijakan mencakup jumlah industri bertambah secara bertahap dengan meningkatnya permintaan lahan serta kebijakan pemerintah yang memfasilitasi peningkatan modal pengembangan dan didukung oleh iklim investasi yang kondusif.ABSTRACTThe main purpose of the research is to study environmental aspect of industrial estate development. The scope of the research aspects is synchronized with sustainable development concepts, namely: economic, ecological, and social aspects. Data are collected through survey method that represents observation, in depth interview, and expert judgment. The research are using hard system methodology (dynamic system) as well as soft system methodology (participatory prospective analysis). The result of chi square statistic test (α = 0,01) showed that community group working in Medan Industrial Estate (Kawasan Industri Medan) is very significant compared to those working outside of Kawasan Industri Medan, including income, education, and age levels. The results of quality analysis of waste water observed that 5 parameters higher than the standard of waste water, namely: biological oxygen demand, chemical oxygen demand, total suspended solid, chloride and ammonia. The efficiency level of Medan Industrial Estate waste water treatment unit is about 53,07% on average. The result of the interdependency analysis of the influenced factors using participatory prospective analysis generates 5 future strategic factors affecting the integrated industrial estate development, namely: amount of industries, land demand, government policy, development funds, and conducive invesment atmosphere. Environmental purposes for integrated industrial estate development would be using moderat strategy with the following policies: supporting government policy, land vailability in line with its demand, increasing land demand and controlled procedures to implement government regulations
DAMPAK LINGKUNGAN PEMANFAATAN ALUR SUNGAI DI KALI BOYONG, KALI KUNING DAN KALI GENDOL (Environmental Impact of Utulization River Courses in Boyong River, Kuning River and Gendol River) Darmakusuma Darmanto; Sudarmadji Sudarmadji; Sutikno Sutikno; Agus Maryono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 18, No 2 (2011): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18820

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan sebagian dari hasil studi Program Doktor (S3) pada lokasi penelitian di Kali Boyong, Kali Kuning dan Kali Gendol yang merupakan sungai yang secara periodik merupakan jalur limpahan material sedimen yang berasal dari aktivitas Gunungapi Merapi. Sehingga muncul permasalahan: (a) dampak erupsi terhadap fungsi alur sungai sebagai tempat menyimpan, mengalirkan dan memanfaatkan air pada wilayah yang padat penduduk dan (b) pemanfaatan alur sungai untuk kegiatan penambangan sirtu dan pertanian, sehingga perlu dikembangkan model pengelolaan lingkungan alur yang dapat meminimalkan dampak yang terjadi, sehingga fungsi alur sungai tetap optimal. Metodologi yang digunakan adalah metoda survei dengan cara melakukan pengamatan lingkungan dan pengukuran profil penampang sungai, pengambilan sampel material sedimen yang kemudian dianalisis di laboratorium mengenai diameter butir, berat jenis dan warna, wawancara kepada masyarakat penambang di sekitar wilayah penelitian pada setiap penggal sungai, pengambilan gambar dengan menggunakan foto-digital dan pengumpulan data sekunder. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif pada setiap sungai dan antar sungai dengan pendekatan ekologis dan spasial. Berdasarkan kajian hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (a) Mendasarkan pada pendekatan ekologis subDas antara hulu-tengah-hilir dan antar subDas kondisi geometrik dari faktor-faktor fisik maupun biotik relatif sama antara Kali Boyong dan Kali Gendol/ Opak sedangkan untuk Kali Kuning agak berbeda karena merupakan “lokasi antara” perpindahan waktu aktivitas Gunungapi Merapi; dan (b) Pemanfaatan alur sungai oleh masyarakat sekitar lokasi maupun usaha pemerintah daerah menimbulkan gangguan kelancaran penyimpanan dan penyaluran air sungai pada alurnya dari hulu ke hilir, kegiatan tersebut adalah penambangan material sedimen pasir dan batu serta pemanfaatan lembah alur sungai untuk kegiatan pertanian, kedua hal tersebut menimbulkan dampak negatif yang menghambat pengaliran air sungai dari hulu ke hilir akan tetapi juga mendapatkan dampak positif dari kedua kegiatan tersebut paling tidak untuk tambahan PAD dan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi kegiatan. ABSTRACTThis study is a part of the Doctoral Program (S3), the location is in Boyong, Kuning and Gendol River, where periodically are used to transport the sediment material from Merapi volcano.The problems of study are: (a) there will be impact of the Merapi eruption to the fuction of the river channels or courses in storage and delivery for the water in the river, (b) the usage of river channels/courses from or sediment material minings, and water and land usages by the people for agriculture so that needed to developed a model to manage the river channel in an active volcano to keep the function of the channel optimal. The methodology are field surveying and laboratory analysis by measuring, observation, taking sediment samples, interviewing respondents in the surrounding area and taking field photoes from the profiling sections of the river. Data are used to analyze the result by using ecology and spatial approach. The result and evaluation conclusions are: (a) by using ecological and spatial approach the physical and the biological factors are seems to be similar at Boyong River and Gendol/Opak River compared to Kuning River this was due to an interrivercourse area, and (b) the usage of river channel by surroundings people and government makes negative impacts of the water storage and flow of water to downstream, but the mining activity of sand and boulders and agriculture will produce positive impacts to the government and surroundings people

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue