cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2013): Maret" : 9 Documents clear
SEJARAH DOMINASI NEGARA DALAM PENGELOLAAN CENDANA DI NUSA TENGGARA TIMUR (History of State Domination on Cendana Management in Nusa Tenggara Timur) S. Agung Sri Raharjo; San Afri Awang; Agus Pramusinto; Ris Hadi Purwanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18469

Abstract

ABSTRAKPengelolaan sumberdaya alam seringkali dihadapkan pada konflik antar pemangku kepentingan. Kepentingan tersebut mencakup tiga dimensi yaitu kepentingan ekologi, ekonomi dan sosial. Cendana merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki peran sangat penting dalam sejarah pembangunan di NTT. Pemanfaatan cendana ini juga tidak lepas dari konflik. Bahkan konflik tersebut telah membuat masyarakat trauma terhadap pengelolaan cendana. Upaya pemulihan potensi dan peran cendana dalam perekonomian mengalami hambatan berkaitan dengan trauma masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan, menganalisi dan menginterpreasikan pengelolaan cendana dimasa lalu yang mengakibatkan konflik dan trauma masyarakat terhadap pengelolaan cendana oleh pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap pengelolaan cendana di masa lalu. Penelitian dilakukan di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi dan wawancara dengan informan kunci. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan cendana di masa lalu terjadi ketidakadilan dalam pembagian keuntungan penjualan cendana, dominasi negara (penguasa), tidak adanya ruang komunikasi dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan cendana. Hal ini membentuk persepsi negatif masyarakat terhadap pengelolaan cendana oleh pemerintah.  ABSTRACTConflict between stakeholder interests is inevitable in natural resources management. Stakeholder interest covers ecological, economic and social interest. Cendana is non wood forest product which plays important role on East Nusa Tenggara development. Cendana management doesn’t free of conflict. Instead the conflict on cendana management leads to community trauma. Effort for increasing the potencies faces the negative perception of communities. This research aim to describe, analysis and interprets the history of cendana management.The research was conducted in Timor Island, East Nusa Tenggara Province. Data collection done by documentary study, observation and interviews. Data were analyzed with descriptive qualitative analysis.The result shows that the past cendana management was inequity of profit sharing, state domination, no space for communication and public participation on cendana management. This condition leads to conflict and community trauma on cendana management by government.
ANALISIS STAKEHOLDER PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, PROPVINSI SULAWESI SELATAN (Stakeholder Analysis of Bantimurung Bulusaraung National Park Management, South Sulawesi Province) Abd. W Kadir; San Afri Awang; Ris Hadi Purwanto; Erny Poedjirahajoe
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18470

Abstract

ABSTRAKPara pihak (stakeholder) yang terkait dalam pengelolaan TN Babul memiliki kepentingan dan pengaruh yang beragam sehingga harus dapat dikelola dengan baik dalam mencapai tujuan pengelolaan TN Babul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stakeholder dalam pengelolaan TN Babul, mendapatkan penjelasan tentang kepentingan dan pengaruh setiap stakeholder dalam pengelolaan TN Babul, serta peran stakeholder dalam mengakomodir kepentingan masyarakat sekitar TN Babul. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Maros pada Kawasan TN Babul, Propinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada sejumlah informan kunci. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis stakeholder menunjukkan bahwa stakeholder primer dalam pengelolaan TN Babul terdiri dari Balai TN Babul, Masyarakat sekitar TN Babul, PDAM Maros, Disparbud Maros, Lembaga Pengelola Air Desa. Sedangkan stakeholder sekunder terdiri dari Dishutbun Maros, Dinas Pertanian Maros, Pemerintah desa dan kecamatan, BP2KP Maros, BPN Maros, PNPM Mandiri, LSM, dan Perguruan Tinggi dan lembaga penelitian. Keberadaan stakeholder tersebut dapat memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap kawasan TN Babul. Peran yang dapat dilakukan oleh stakeholder dalam mengakomodir kepentingan masyarakat dapat berupa fungsi kontrol, bantuan fisik, bantuan teknis, dan dukungan penelitian. Pengelolaan kolaborasi dapat menjadi alternatif model pengelolaan TN Babul dalam mengakomodir kepentingan stakeholder yang beragam. ABSTRACTStakeholders involved in management of the Babul National Park have diverse interest and power that must be managed well in achieving Babul National Park management objectives. This study aims to identify the stakeholders in Babul National Park management, an explanation of the intersest and power of each stakeholder, and the role of stakeholders in accommodating the interests of communities around Babul National Park. The research was conducted in Maros Regency in Babul National Park, South Sulawesi Province. Data collected through observation and interviews to a number key informants. Data were analyzed with qualitative descriptive analysis. The results showed that primary stakeholders in the Babul National Park management consist of Babul National Park Agency, Communities around National Park, PDAM Maros, Tourism Office, water management institutions in the village. While the secondary stakeholders consist of the Forestry and Plantation Office, Agriculture Office, village and district government, Information and Food Security Agency, the National Land Agency, PNPM Mandiri, local NGOs, universities and research institutions. The existence of these stakeholders can provide positive and negative effects of Babul National Park. The role that can be done of stakeholders in accommodating the interests of society can be a control function, physical assistance, technical assistance, and research support. Collaborative management can be an alternative management model in accommodating the diverse interests of stakeholders. 
STATUS KESUBURAN TANAH DI BAWAH TEGAKAN EUCALYPTUS PELLITA F.Muell: STUDI KASUS DI HPHTI PT. ARARA ABADI, RIAU (Soil fertility under Eucalyptus pellita F.Muell stands: Case study in PT. Arara Abadi, Riau) Agung B. Supangat; Haryono Supriyo; Putu Sudira; Erny Poedjirahajoe
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18471

Abstract

ABSTRAKInformasi status kesuburan tanah di hutan tanaman sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan rencana teknik manipulasi lingkungan pertumbuhan seperti pemupukan dan tindakan silvikultur lainnya.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah di bawah tegakan Eucalyptus pellita pada rotasi ketiga, melalui analisis sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Typic Kandiudults pada lokasi HTI E. pellita rotasi ketiga di Perawang memiliki tingkat kesuburan yang rendah baik secara fisik, kimia maupun biologi, dan lebih rendah dibandingkan pada tanah di hutan alam. Kenaikan umur tanaman E. pellita membentuk ekosistem hutan yang semakin mantap bagi perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi secara umum, yang ditunjukkan perbaikan sebagian besar dari  parameter yang diamati.  Berdasarkan hasil identifikasi status kesuburan tanah di atas, dalam pengelolaan tanah di lahan HTI, diperlukan perlakuan upaya manipulasi lingkungan pertumbuhan seperti pemupukan dan weeding secara tepat melalui uji coba dan penelitian yang lebih teknis baik dalam skala laboratorium maupun lapangan.  Untuk itu, disarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui tingkat kerentanan tanah di lahan HTI E. pellita baik secara hidrologis maupun keharaan pada masing-masing umur tanaman, sehingga upaya pengelolaan lahan tanaman menjadi lebih baik. ABSTRACTInformation on status of forest soil fertility in the plantation forest is needed as a basis for planning the manipulation techniques of growth environmental such as fertilization and other silvicultural techniques. The study aims to evaluate the soil fertility status under eucalyptus pellita stands on the third rotation, through the analysis of physical, chemical and biological soil properties. The results showed that the soil of Typic Kandiudults at E. pellita stands in Perawang on the third rotation has a low fertility level, physically, chemically and biologically, and lower than the soil in natural forests. The increasing in age of the E. pellita plant causes a more stable forest ecosystems for the improvement of physical, chemical and biological soil properties, in general, which are indicated by improvement in most of the observed parameters. Based on the results, in order to manage the plantation forest land, there are required the treatment efforts of manipulation of the growth environmental such as fertilizing and weeding precisely, through a trial and more technical research in both laboratory and field scale. So that, it is suggested further researches to determine the degree of vulnerability of plantation forest land both in hydrologic and nutrient at each plant age, for better plantation forest management
NILAI EKONOMI TOTAL KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN (Total Economic Value of the Land Agricultural Conversion in Sleman Regency) Rika Harini; Hadi Sabari Yunus; Kasto Kasto; Slamet Hartono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18472

Abstract

ABSTRAKKonversi lahan pertanian untuk  penggunaan non pertanian  merupakan suatu  fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Penilaian secara ekonomi maupun lingkungan perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keuntungan secara finansial maupun kelingkungan dari kegiatan  pertanian. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman  melalui metode survai dengan 90  responden  sebagai sampel penelitian. Wilayah kajian didasarkan pada tingkat konversi lahan pertanian selama  kurun waktu 17 tahun. Melalui Citra Landsat TM 1992, 2000 dan Citra Alos 2009  dapat diketahui luas konversi lahan pertanian  di semua wilayah di Kabupaten Sleman. Analisis data  dilakukan secara  deskriptif  kualitatif maupun kuantitatif dengan  uji statistik melalui model uji Seemingly Unrelated Regression (SUR) dan juga model Total Economic Value (TEV). Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi variasi tingkat konversi lahan pertanian  di wilayah Kabupaten Sleman. Hasil perhitungan  dengan metode TEV menunjukkan bahwa pada wilayah zone 1 nilai ekonomi usahatani lahan  sawah lebih rendah dibandingkan dengan wilayah zone 2, sedangkan pada zone 3 nilai ekonomi dari usahatani lahan sawah paling tinggi. Tingkat pencemaran akibat adanya konversi lahan pertanian berdampak pada hasil kegiatan usahatani lahan sawah. Pencemaran yang dianggap paling tinggi oleh petani untuk saat ini adalah pencemaran air, sedangkan untuk pencemaran tanah dan udara belum dirasakan. Konversi lahan juga berdampak terhadap  produksi hasil komoditi lahan sawah. Meskipun hasil produksi komoditas pertanian juga dipengaruhi oleh luas lahan sawah, konversi, teknologi dan produktivitas pada setiap zone wilayah kajian. ABSTRACTThe conversion of agricultural land for non agricultural purposes is a phenomenon that inevitable. Economic and environmental assessment needs to be done to determine the level of profit financially and environmentally of farming activities on the agricultural sector. The study was conducted in Sleman Regency through survey methods using 90 respondents as the research samples. The study area is based on a conversion rate of the agricultural land during the period of 17 years. Through Landsat  TM images year 1992 and 2000, also Alos images year 2009, can be determined the conversion of agricultural land all regions in Sleman Regency. Data analysis is performed qualitatively and quantitatively using descriptive statistical test through test models Seemingly Unrelated Regression (SUR) and also Total Economic Value (TEV) model. The research result show there are varying levels of the agricultural land conversion in Sleman Regency. The assessment result using TEV method is obtained that in the zone 1 region, the economic value of wetland farming is lower than the area of zone 2, while in the region of zone 3 has a high value. The level of pollution is caused by the conversion of agricultural land which impacted on the results of wetland farming activities. The most pollution which is assumed by the farmers recently is water pollution, otherwise the soil and the air contamination, there is no response by them. The conversion of the agricultural land also impacts to the production of commodities.  The commodities production is also influenced by the area of wetland, technology and productivity in each zone of the study area. 
POLA SEBARAN LIMBAH TPA STUDI KASUS DI JATIBARAG SEMARANG (Waste Distribution Pattern Cese Study in TPA Jatibarang Semarang) Supriyadi Supriyadi; Khumaedi Khumaedi; R.N Panca
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18473

Abstract

ABSTRAKTPA Jatibarang merupakan tempat pembuangan akhir di Semarang yang lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk. Penumpukan sampah di TPA Jatibarang yang sudah semakin banyak dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, untuk itu perlu dilakukan penelitian di TPA Jatibarang dengan tujuan untuk mengetahui sebaran limbahnya. Pendugaan sebaran limbah di bawah permukaan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Pengambilan data dengan Resistivity meter Geosound  GL-4100 menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rembesan limbah di TPA Jatibarang sebarannya hampir merata dari bentangan 2 meter sampai 135 meter mencapai kedalaman 37,7 meter ke arah selatan, pada titik sounding 4  penginjeksiannya di perkampungan yang letaknya sebelah Timur dari lokasi TPA sebarannya berasal dari bentangan 2 meter sampai 60 meter pada kedalaman 8,62 meter dan dari bentangan 98 meter sampai 135 meter  pada kedalaman 30,3 meter. Pada titik sounding 5 penginjeksiannya di perkampungan yang letaknya sebelah barat lokasi TPA sebarannya berasal dari bentangan 2 meter sampai 18 meter dan 50 meter sampai 70 meter pada kedalaman 19,1 meter dan pada bentangan 82 meter sampai 135 meter  pada kedalaman 19,1 meter sampai 37,7 meter.  Disimpulkan bahwa  sebaran limbah di TPA Jatibarang ke arah selatan menuju sungai Kreo dan sebaran limbahnya juga sampai ke pemukiman penduduk  di Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang lokasinya sebelah Barat dan Timur dari TPA Jatibarang. ABSTRACTTPA Jatibarang are landfills located in Semarang is close to settlements. Accumulation of rubbish in landfill Jatibarang who is getting a lot can cause environmental pollution, it is necessary to do research on landfill Jatibarang in order to know the distribution of its waste. Estimation of the distribution of waste below the ground surface can be performed using geoelectric resistivity method. Resistivity meter Geosound data retrieval using geoelectric resistivity Schlumberger configuration. The data processing software Res2Dinv3.56 at the point of sounding 2 seepage of waste in landfill Jatibarang its spread almost evenly from a stretch of 2 meters to 135 meters to reach a depth of 37.7 meters to the south, injection at the point of sounding a 4 in the township which lies east of spreading from the landfill comes from a stretch of 2 meters to 60 meters at a depth of 8.62 meters and from a stretch of 98 meters to 135 meters at a depth of 30.3 meters, and injection at the point of sounding a 5 in the township which lies west of the landfill spreading virgin stretch of 2 meters to 18 meters and 50 meters to 70 meters at a depth of 19.1 meters and on a stretch of 82 meters to 135 meters from a depth of 19.1 meters to 37.7 meters. The conclusions of this analysis, the distribution of waste in the landfill Jatibarang to the south towards the river Kreo and distribution of waste is also up to the settlement population in the village Bambankerep Ngaliyan district of Semarang, which are located to the west and east of the landfill Jatibarang.
KAJIAN FILOSOFIS TERHADAP PEMIKIRAN HUMAN- EKOLOGI DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA ALAM (Philosophical Studies of Human Ecology Thinking on Natual Resource Use) Armaidy Armawi
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18474

Abstract

ABSTRAKPenelitian inibertujuan untuk memberikan alternatif solusi terhadap upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat ekploitasi sumberdaya alam yang dilakukan manusia melalui proses pembangunan dengan pendekatan filosofi apakah hakikat dan esensi dari manusiadan bagaimana kedudukannya di alam semesta ini? Apa yang harus dilakukan manusia untuk menjaga dan mengembangkan kehidupan diri dan lingkungannya?Penelitian merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif. Metoda yang digunakan adalah  verstehen,interpretasi,  hermeneutika dan heuristik. Hasil  penelitian menunjukkan bahwaproses pembangunan dan upaya manusia dalam melakukan eksploitasi sumberdaya alam yang tidak rasional dan hanya mementingkan “syahwat” keserakahan dan kenikmatan (hedonisme) telah memberi andil yang cukup penting dalam membentuk selera konsumtifisme. Eksploitasi sumberdaya alam berdasarkan pandangan yang individualistik-materialistik, telah menyebabkan timbulnya konflik-konflik yang berakibat pada korban manusia dan kerusakan lingkungan serta menciptakan jurang pemisah antara kesejahteraan dan kemiskinan. Oleh karena itu, dalam pembangunan diperlukan kerangka pemikiran yang bersifat antro-ekologis-filsafati (human ecology). Karena dengan kerangka pemikiran atau paradigma tersebut berbagai dimensi dapat terangkum di dalameksistensi manusia dan eksistensi lain menurut ukuran kemanusiandi dalam dirinya. Dengan demikian,apa yang dikatakan pembangunan yang berwajah insani dan lestari lingkungannya dalam pertimbangan dimensi waktu, manusia, alam serta dimensi religius dapat terbawa. Analisa dampak lingkungan dalam perencanaan pembangunan tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan aspek teknis seperti analisa kerusakan, pencemaran dan kelestarian lingkungan, akan tetapi aspek non-teknis, yakni nilai etis yang didasarkan pada kearifan manusia dan kearifan lokal juga penting diperhatikan,agar tidak terjadi penolakan-penolakan dan konflik antarunsur ekologi dalam suatu ekosistem,sehingga terjadi interaksi yang harmoni dan seimbang antara pemanfaatan dan pemeliharaan sumberdaya alam dalam pembangunan. ABSTRACTThis research aims to give alternative solution in reducing environmental damage as the result of human exploitation on natural resource in development process. The approach in use is philosophical approach to understand the fact and essence of human role in the universe. What human must do to maintenance and keep himself and his environment? This research is a qualitative bibliographical research. The method in use is versetehen, interpretation, hermeneutic and heuristic. The result shows the development process and human effort in exploiting natural resource is irrational and full of greediness and also hedonism. This result has important role to create consumptiveness. Natural resource base on individualistic-materialistic perspective has created various conflicts with human toll and environmental damage. It also created segregation between wealth and poverty. Therefore, development need critical framework with anthro-ecology-philosophy (human ecology). This critical framework or paradigm could resume various dimensions in human existence or another existence with human measurement. Thus, humanist development and environmental maintenance with time dimension, human, nature and religious dimension measurement are included. Environmental effect analysis in development planning not only base on technical aspect such as damage analysis, pollution and environmental maintenance but also non-technical aspects, namely ethical values base on human and local wisdom. Those attentive aspects are mentioned to avoid rejections and conflicts between ecological elements in an ecosystem to create harmonic interaction and balance between use and natural resource maintenance in development.
PENGARUH AKTIVITAS ANTROPOGENIK DI SUNGAI CILIWUNG TERHADAP KOMUNITAS LARVA TRICHOPTERA (Effect of Anthropogenic Activities on Trichoptera Larvae Community in Ciliwung River) Jojok Sudarso; Yusli Wardiatno; Daniel Djoko Setiyanto; Woro Anggraitoningsih
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18475

Abstract

ABSTRAKSungai Ciliwung merupakan salah satu sungai besar di Propinsi Jawa Barat yang sekarang telah mengalami pencemaran organik dan kontaminasi oleh logam merkuri. Adanya pencemaran di Sungai Ciliwung dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekologi dari larva serangga Trichoptera. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap pengaruh aktivitas antropogenik pada Sungai Ciliwung terhadap komunitas larva Trichoptera. Pengambilan larva dilakukan dengan menggunakan jala surber dengan limakali ulangan setiap lokasi. Analisis korelasi pearson-product moment menunjukkan adanya korelasi yang kuat (r > 0,5) antara metrik biologi jumlah taksa, jumlah skor Stream Invertebrate Grade Number-Average level SIGNAL, % kelimpahan dominansi 3, dan indeks SIGNAL dengan variabel lingkungan: suhu air, coarse particulate organic matter (CPOM), kandungan oksigen terlarut (DO), konduktivitas, total padatan tersuspensi (TDS), C dan N dalam partikulat, nitrat, amonium, ortofosfat, COD, logam merkuri di air dan sedimen, indeks habitat, distribusi partikel, turbiditas, indeks kimia Kirchoff, dan indeks pencemaran logam merkuri di sedimen. Larva Trichoptera Helicopsyche, Apsilochorema, Caenota, Ulmerochorema, Chimarra, Antipodoecia, Diplectrona, Anisocentropus, Lepidostoma, Genus Hel.C cenderung dicirikan oleh tingkat pencemaran organik yang rendah, tingginya komposisi % kerikil dan CPOM, dan kondisi habitat yang minim mengalami gangguan. Sebaliknya Glososomatidae genus 1, Cheumatopsyche, Setodes, dan Tinodes cenderung lebih toleran terhadap polutan organik, rendahnya CPOM, tingginya variabel turbiditas, konsentrasi merkuri di sedimen, TDS, dan % clay.   ABSTRACTCiliwung River is one of the major rivers in the area of West Java which is influenced by organic pollution and mercury contamination. The contamination may disrupt the ecological balance of Trichoptera insect larvae. Therefore, the aim of this study is to reveal the influence of anthropogenic activities occurring in the Ciliwung River on Trichoptera larvae community. Larvae collection was conducted using surber with five replications per location. Pearson-product moment correlation analysis showed a strong correlation (r> 0.5) between the number of taxa biological metrics, the number of scores Stream Invertebrate Grade Number-Average ( SIGNAL), and % abundance of three dominance Trichoptera larvae with environmental variables, i.e.water temperature, coarse particulate organic matter (CPOM), dissolved oxygen (DO), conductivity, total suspended solids (TDS), C and N in the seston, nitrate, ammonium, orthophosphoric, chemical oxygen demand (COD), metallic mercury in water, sediment, habitat index, distribution of particles, turbidity, chemical Kirchoff index, and index mercury pollution in sediments. Larvae of Trichoptera Helicopsyche, Apsilochorema, Caenota, Ulmerochorema, Chimarra, Antipodoecia, Diplectrona, Anisocentropus, Lepidostoma, and Genus Hel.C tend to be characterized by low organic pollution,% gravel, CPOM, and minimum disruption habitat conditions. While Glososomatidae Genus 1, Cheumatopsyche, Setodes, and Tinodes are relatively more tolerant to organic pollutant, low CPOM, high turbidity, the concentration of mercury in sediment, TDS, and % clay.
CSR DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI IMPLEMENTASI CSR-PTBA DI MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN) (CSR and Community Development (Implementation Studies of CSR in PTBA in Muara Enim, South Sumatera Province) Partini Partini
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18476

Abstract

ABSTRAKSalah satu program CSR-PTBA adalah merelokasi permukiman penduduk di wilayah Atas Dapur dan sekitarnya yang telah tumbuh menjadi daerah kumuh karena sanitasi dan lingkungan hidup mengalami polusi. Adanya Kebijakan Pengembangan dan Penataan Tata Ruang Kota Pemda Tanjung Enim, permukiman penduduk di wilayah ini tidak sesuai lagi peruntukannya karena akan dijadikan TAHURA. Banyak kendala yang ditemui, antara lain masalah trust, persepsi, motivasi dan partisipasi warga yang direlokasi. Hasil penelitian  menemukan adanya best practices dari kebijakan PTBA yang mampu memberdayakan masyarakat dengan memberikan hak milik atas tanah dan bangunan serta sarana pendukung yang lengkap untuk kepentingan umum. Dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PTBA, PSLH-UGM melakukan penelitian,  memediasi dan mensosialisasikannya, sehingga tidak muncul konflik kepentingan dan tidak terjadi konflik  yang manifest.  ABSTRACTOne of the programs is  CSR-PTBA, which involves the relocation of  residents of Atas Dapur and surrounding areas. The area has become a slum  due to increasingly poor sanitation, and environment.  Based on the  new  policy on  development and spatial reorganization adopted by Tanjung Enim city, the area is no longer  residence but will become peoples forest area (TAHURA).  The execution of the program has encountered many obstacles which ranged from  distrust,  poor perception, low motivation and minimal participation of the people who were  relocated.  The research identified  best practices from  PTBA policy , which included the empowerment of relocated people through providing them with land  and building certificates,  and establishment of self containing  supporting facilities and services. To avert  the danger of  new conflicts of interest as well as out blown conflicts,  the center for environment studiesGadjahMadaUniversity  (PSLH-UGM), conducted  research,  facilitated mediation and carried out socialization of program outcomes , all of which were aimed at restoring public trust in PTBA program.
ENVIRONMENTAL MANAGEMENT AT KUNING RIVER COURSE IN MERAPI VOLCANO YOGYAKARTA SPECIAL REGION (Pengelolaan Lingkungan Alur Kali Kuning di Gunungapi Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta) Darmakusuma Darmanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18477

Abstract

ABSTRACTThis Research aims at: (a) to  study the influence of grain size and amount of sediment to the river course function and geometry, (b) analyzing the impact of the using the sediments, water and land to the river channel and (c) evaluating the current environmental management and formulating some strategies for future river management. Beside that Merapi Volcano is known as the most active volcano in the world and it is pointed as a National Park because of the amount of vegetation specieses. The methods of this research are threehold: (1) morphometrical measurement of  Kuning River e.g depth and width coupled with the analysis of the sediment (e.g  diameter, specific gravit, percentage of boulders); (2) physical-environmental aspect determination (vegetation, percentage of coverage) and (3) social-economic survey in order to determine the household improvements, level of income, socialization of sediment related hazards as well as the sand mining.   These three analysis were conducted in the framework of ecology and spatial concept. The results obtained in this research are: 1) Merapi eruptions materials diturbed the river channel geometry to an abnormal condition following the rules of ecology, also the function of river as: gathering, storage and drainage of water and sediment, 2) utilization of river courses for water supply, agriculture and mining in particular sand, rocks and boulders can be made a spatial planning arrangement and  utilization is also to improve the welfare of local society and the District, 3) evaluation management to catchment or river course is undeveloped and have not even seen, so it requires management that is based on Indonesian regulation and should also noticed the characteristics of Merapi Volcano such as lahar, nuee ardente and the dense of population in the research area.ABSTRAK Pentelitian ini bertujuam: (a) mempelajari pengaruh besaran sedimen terhadap fungsi alur sungai, (b) menganalisis dampak terhadap alur sungai akibat pemanfaatan sedimen, air dan lahan dan (c) evaluasi terhadap pengelolaan lingkungan alur sungai dan mencari arahan untuk meminimalisasi dampak yang terjadi. Selain Gunungapi Merapi merupakan yang teraktif di dunia, juga telah dipilih menjadi Taman Nasional karena mempunyai spesies yang cukup banyak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) pengukuran geometri dari Kali Kuning meliputi kedalaman dan lebar lembah sungai dikaitkan dengan material sedimen yang meliputi: diameter, berat jenis dan persentase bongkah, (2) deterrninasi terhadap aspek lingkungan fisik (vegetasi dan persentase tutupan lahan) dan (3) survei sosial-ekonomi untuk melihat ,peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penghasilan serta sosiolisasi terhadap bahaya sedimen termasuk penambangannya. Ketiga analisis ini dirangkum melalui pendekatan ekologi dan spasial.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini: 1) material erupsi Merapi yang terusmenerus mengakibatkan perkembangan geometri alur sungai menjadi tidak normal secara ekologis, sehingga fungsinya sebagai: penyimpan, penimbun dan pengaliran air dan sedimen kurang optimal: 2) pemanfaatan alur sungai untuk air bersih, pertanian dan khususnya penambangan pasir, batu dan bongkah dapat dibuat tata ruangnya, sehingga mempermudah untuk mendapatknnnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daerah: dan 3) arahan pengelolaan pada daerah aliran sungai maupun pada alur sungai belum terlihat, sehingga diperlukan pengelolaan berdasarkan peraturan yang telah ada dan perlu memperhatikan karakteritik Gunungapi Merapi seperti lahar dingin, awan panas dan penduduk yang Padat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue