cover
Contact Name
Iqmal Tahir
Contact Email
iqmal@ugm.ac.id
Phone
+628999411449
Journal Mail Official
jpe-ces@ugm.ac.id
Editorial Address
Editor Jurnal Manusia dan Lingkungan Pusat Studi Lingkungan Hidup - Universitas Gadjah Mada (PSLH - UGM) Komplek UGM, Jalan Kuningan, Jalan Kolombo, Catur Tunggal, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Manusia dan Lingkungan
ISSN : 08545510     EISSN : 24605727     DOI : https://doi.org/10.22146/jml.30101
Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives a manuscript with interdisciplinary and multidisciplinary approach Abiotic : physical, chemical, technical, geo-environmental science and modelling science Biotic : environmental biology, ecology, agro environment Culture : environmental-socio,-economics,-culture, and environmental health.
Articles 444 Documents
EFEKTIFITAS SISTEM LAHAN BASAH BUATAN DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT-X (Effectiveness of Artificial Wetland System in Processing Liquid Waste of Hospital-X) Atieka Wulandari; Rossie Wiedya Nusantara; Muhammad Sofwan Anwari
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 2 (2020): 2
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.52179

Abstract

AbstrakLahan basah buatan adalah sistem yang melibatkan tanaman, tanah, mikroba sebagai pengolahan limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas sistem lahan basah buatan dalam pengolahan limbah cair rumah sakit X dan mengkaji kemampuan jenis tanaman Canna Indica, Echinodorus palaefolius dan Iris pseudoacorus sebagai biofilter limbah cair rumah sakit X . Lahan basah buatan dibuat menggunakan media pasir, karbon aktif, dan kerikil dalam skala laboratorium. Analisis data menggunakan uji Anova dan Uji BNT dengan penggunaan jenis tanaman sebagai perlakuan biofilter, yaitu Canna Indica, Echinodorus palaefolius plant, Iris pseudoacorus, penggabungan ketiga tanaman, dan tidak ada tanaman sebagai kontrol. Waktu detensi 3, 6, dan 9 hari sebagai perlakuan hari dengan tiga kali ulangan. Parameter utama adalah Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan amoniak. Parameter pendukung warna, bau, suhu, dan pH. Lahan basah buatan terbukti efektif dalam pengolahan limbah cair rumah sakit X dan ada perlakuan yang memberikan pengaruh beda nyata terhadap perubahan kualitas air limbah. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penurunan BOD dan COD terjadi pada waktu detensi 6 hari. Variasi waktu berpengaruh terhadap penurunan konsentrasi BOD dan COD. Penggabungan ketiga tanaman (C. Indica, E. palaefolius dan I. pseudoacorus) terbukti efektif sebagai biofilter dalam penurunan parameter pH (11,2%) dan warna (27,4%), serta tanaman Echinodorus palaefolius terbukti efektif sebagai biofilter dalam penurunan parameter amoniak (34%), namun pengggunaan tanaman (biofilter) dalam lahan basah buatan tidak terbukti efektif pada penurunan BOD, COD, dan suhu. Hasil penelitian ini telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Permen KLHK No: P. 68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku mutu air Limbah domestik.AbstractAn artificial wetland is a system which involves plants, soil, and microbes in the wastewater treatment. This research aims to examine the effectiveness of artificial wetland to be used for the hospital’s wastewater treatment. It also reviews the role of Canna Indica, Echinodorus palaefolius, and Iris pseudoacorus to serve as biofilters of the hospital’s wastewater. The artificial wetland is made of sand, active carbon, and gravels in lab-scale amount. The data was analysed by using Anova test and BNT test. The analysis involved several types of plants serving as a biofilter treatment, namely Canna Indica, Echinodurus palaefolius, Iris pseudoacorus, and the combination of these three plants. None served as a control plant. The detention times were 3, 6, and 9 days compounded with three-time repetitions. The main parameters were Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and amoniak. Supporing parameters included colour, odor, temperature, and pH. The artificial wetland was considered effective in the hospital’s wastewater treatment. The results also documented that some treatments had a significantly different effect towards the change of wastewater quality. The research indicated that the efficiency of BOD’s and COD’s decline occured at 6 days of detention. The variety of time affected the concetration decline of BOD and COD. The combination of three plants (E. palaefolius, I. pseudoacorus, and C. Indica) was proven effective as a biofilter which reduces pH parameter (11,2%) and colour parameter (27,4%). In addition, The Echinodorus palaefolius plant was reported effective to reduce amoniak parameter (34%). However, the use of plants (biofilter) in the artificial wetland was not effective towards the decline of BOD, COD, and temperature. The results of this research therefore have met the requirement stipulated by the Goverment regulation of KLHK (Ministry of Environment and Forestry) No : P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 on the quality standards of the domestic wastewater.
DESAIN LANSKAP SEMPADAN SUNGAI BERBASIS PREFERENSI MASYARAKAT DI SEGMEN JALAN RADAR AURI, JAKARTA TIMUR (Preferenced-based Riparian Landscape Design of Cipinang River in The Radar Auri Street Segment, East Jakarta) Urfa Adzkia; Indung Sitti Fatimah
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 2 (2020): 2
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.52711

Abstract

AbstrakJakarta Timur adalah kota administrasi terluas di provinsi DKI Jakarta. Laju pembangunan kota yang semakin meningkat menyebabkan daya tampung dan daya dukung lingkungan kota semakin menurun sehingga memicu timbulnya permasalahan sosial, ekosistem lingkungan daratan maupun akuatik. Lanskap sempadan Sungai merupakan aspek penting dari konstruksi lanskap perkotaan. Lanskap sempadan Sungai Cipinang memiliki fungsi ekologis, estetika dan sosial. Masyarakat merupakan kunci bagi terciptanya kehidupan sosial yang berkelanjutan dalam sebuah taman lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di taman lingkungan perlu adanya keterlibatan masyarakat sekitar dengan mempelajari preferensi masyarakat sekitar terhadap taman. Oleh karena itu, dibutuhkan desain taman lingkungan berdasarkan preferensi masyarakat sekitar untuk menciptakan sebuah taman lingkungan yang fungsional, estetis, ekologis, dan berkelanjutan. Proses desain lanskap sempadan Sungai Cipinang dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: tahap pengumpulan data, tahap analisis dan sintesiskonsep, dan desain. Konsep yang digunakan dalam taman lingkungan ini adalah Taman Olahraga dan Olah jiwa dengan memilih tanaman kangkung air sebagai konsep desain. Konsep ini dipilih untuk menjaga dan memelihara lingkungan sempadan sungai serta memberikan ruang olahraga, area rekreasi dan meningkatkan interaksi antar masyarakat sekitar. Setelah dilakukan proses desain, dihasilkan 3 model pilihan desain dan satu diantaranya menjadi sebuah siteplan yang digunakan sebagai gambar acuan dalam proses pembuatan gambar kerja. Siteplan dilengkapi dengan gambar tampak potongan, perspektif, detail desain, dan rencana penanaman.AbstractEast Jakarta is the largest administrative city in the province of DKI Jakarta. The increasing space of urban development causes the capacity and the carrying capacity of the urban environment to decrease, thus triggering the emergence of social problems, ecosystems of the land, and aquatic environment. The riparian landscape is an important aspect of the urban landscape. The riparian landscape of Cipinang River has ecological, aesthetic, and social functions. Community is the key to create sustainable social life in the community park. To know the needs of people in a community park is important as well as in a park design process, it could be grasped through the study of people preferences. Therefore, it is important too to study the community park design based on user preference to create a community park that is functional, aesthetic, ecological, and sustainable. The design process will be carried out through several stages, namely: stage of data collection, analysis and synthesis phase, concepts, and  design. The concept is “Olah Raga dan Olah Jiwa” which Water Spinach’s form as a design concept. It was chosen in addition to preserving and maintaining the riparian landscape environment, also to provide sports spaces, recreation areas. After the design process is carried out, there will be three models of design choices and one of them will be a siteplan that is used as a reference image in the process of making work drawings. A siteplan will be equipped with section plan, perspective, design details, and planting plan.
HUBUNGAN KERAPATAN PENDUDUK DENGAN KEANEKARAGAMAN TANAMAN BUAH PEKARANGAN DI KECAMATAN GODEAN, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA (Relationship between Population Density and Diversity of Yard Fruit Plants in Godean Sub-District, Sleman District, Yogyakarta) Fransisca Kiki Fajarwati; Suwarno Hadisusanto; Hartono Hartono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 2 (2020): 2
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.53401

Abstract

AbstrakTanaman buah sangat besar manfaatnya bagi manusia dan lingkungan hidup antara lain berperan untuk menjaga kawasan hijau di kawasan hunian, namun keberadaannya di pekarangan saat ini teracam karena meningkatnya alih fungsi lahan dari pekarangan menjadi lahan terbangun untuk tempat tinggal seiring dengan pertambahan jumlah manusia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persebaran kerapatan penduduk, keanekaragaman tanaman buah, hubungan kerapatan penduduk dengan keanekaragaman tanaman buah, adaptasi masyarakat dalam melestarikan tanaman buah dan pekarangan dan menyusun usulan pelestarian tanaman buah dan pekarangan di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah observasi dan memanfaatkan data sekunder dengan periode waktu penelitian selama sepuluh bulan. Hasil yang diperoleh adalah kerapatan penduduk di Kecamatan Godean semakin ke bagian timur (mendekati Kota Yogyakarta) memiliki angka semakin tinggi. Semakin rapat penduduk maka semakin rendah indeks keanekaragaman dan kemerataan, semakin tinggi indeks dominansi, semakin sedikit jumlah jenis tanaman buah yang ditemukan, dan semakin sedikit kawasan hijau di kawasan hunian. Lokasi dengan kerapatan penduduk semakin tinggi terjadi adaptasi pelestarian tanaman buah dan pekarangan yang mendukung konsep lanskap produktif. Usulan pelestarian tanaman buah dan pekarangan disusun dengan mempertahankan usaha pemerintah dan warga yang dirasa efektif, memperbaiki atau menghilangkan yang kurang efektif dan menyusun usulan baru dengan harapan agar tetap dapat menjaga lingkungan hidup dengan menjaga kawasan hijau di kawasan hunian berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lapangan.AbstractFruit plants are very beneficial for human and environment, including their role is protecting green areas in residential areas, but their presence in the yard today is threatened because the increasing conversion of land functions from yard to building for shelter along with the increase in the number of people. The purpose of this study is to analyze the distribution of population density, the relationship between population density and diversity of fruit plants, community adaptation to conserve fruit plants and yard, and to give the recommendation for fruit plants and yard conservation in Godean Sub-District, Sleman District. The methods used are observation and utilizing secondary data with a research period of ten months. The study found that the population density in eastern part of Godean District (approaching the City of Yogyakarta) had higher numbers. The higher population density is, the lower diversity and evenness index, the higher the dominance index, the fewer the number of fruit plants found, and the less green areas in residential areas. Locations with higher population densities are adapted to conserve the fruit plants and yard. These findings support the concept of productive landscapes. Recommendation for fruit plants and yard conservation was compiled by maintaining goverment and citizen efforts that are felt to be effective, repairing or eliminating ones that are less effective and making new recommendation with the hope that it can protect the environment by protecting green areas in residential areas based on problems found in the field.
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DAN STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI (Social Economic Condition of Coastal Communities and Development Strategy of Capture Fisheries Potentials in Buleleng Regency) I Ketut Wija Negara; Ni Putu Putri Wijayanti; Made Ayu Pratiwi; I Gede Wahyu Suryawirawan
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 27, No 2 (2020): 2
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.56523

Abstract

AbstrakMasyarakat nelayan mempunyai karakteristik sosial tersendiri di dalam kehidupan masyarakat. Diantaranya masyarakat nelayan mempunyai solidaritas dan etos kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir dan menentukan strategi pengembangan potensi perikanan tengkap di Kabupaten Buleleng Penelitian ini dilakukan di tujuh Kecamatan, yaitu; Kecamatan Gerogak, Seririt, Banjar, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. Metode penelitian menggunakan Analisis SWOT.Rentang umur nelayan penuh didominasi oleh umur 41-50 dan tingkat pendidikan nelayan di Kabupaten Buleleng adalah tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Secara umum kondisi armada dan alat tangkap masih tergolong penangkapan ikan skala kecil, dengan rata-rata jumlah pendapatan nelayan yaitu Rp 1.000.000-2.000.000/bulan. Strategi pengembangan yang di sarankan adalah strategi SO, yaitu; pengorganisasian pemasaran hasil tangkapan ikan oleh kelompok nelayan. Menyusun profil investasi peluang usaha perikanan tangkap. Meningkatkan peran penyuluh perikanan untuk membantu kegiatan penangkapan ikan. Potensi perikanan di WPP 713 dapat dimaksimalkan melalui kerjasama nelayan dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB).AbstractThe fishing community has its own social characteristics in community life. Among them, the fishing community has solidarity and a high work ethic. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of coastal communities and determine the strategy for developing fisheries potential in Buleleng Regency. This research was conducted in seven districts: Gerogak, Seririt, Banjar, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, and Tejakula. The research method uses SWOT Analysis. The full age range of fishermen is dominated by the age of 41-50 and the education level of Elementary Schools (SD). In general the condition of the fleet and fishing gear is still classified as small-scale fishing, with an average amount of fishermen income of Rp 1,000,000-2,000,000 / month. The recommended development strategy is the SO strategy: (1) organizing marketing of fish catches by fishermen groups; (2) compile investment profile of the opportunities in capture fisheries business; (3) enhancing the role of fisheries scouts to assist fishing activities. The fishery potential in WPP 713 can be maximized through the cooperation of fishermen in the form of a Kelompok Usaha Bersama  (KUB).

Filter by Year

2001 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2020): 2 Vol 27, No 1 (2020): 1 Vol 26, No 2 (2019): 2 Vol 26, No 1 (2019): 1 Vol 25, No 2 (2018): 2 Vol 25, No 1 (2018): 1 Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Mei Vol 24, No 1 (2017): Januari Vol 23, No 3 (2016): September Vol 23, No 2 (2016): Juli Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 3 (2015): November Vol 22, No 2 (2015): Juli Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 (2014): November Vol 21, No 2 (2014): Juli Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): November Vol 20, No 2 (2013): Juli Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 3 (2012): November Vol 19, No 2 (2012): Juli Vol 19, No 1 (2012): Maret Vol 18, No 3 (2011): November Vol 18, No 2 (2011): Juli Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3 (2010): November Vol 17, No 2 (2010): Juli Vol 17, No 1 (2010): Maret Vol 16, No 3 (2009): November Vol 16, No 2 (2009): Juli Vol 16, No 1 (2009): Maret Vol 15, No 3 (2008): November Vol 15, No 2 (2008): Juli Vol 15, No 1 (2008): Maret Vol 14, No 3 (2007): November Vol 14, No 2 (2007): Juli Vol 14, No 1 (2007): Maret Vol 13, No 3 (2006): November Vol 13, No 2 (2006): Juli Vol 13, No 1 (2006): Maret Vol 12, No 3 (2005): November Vol 12, No 2 (2005): Juli Vol 12, No 1 (2005): Maret Vol 11, No 3 (2004): November Vol 11, No 2 (2004): Juli Vol 11, No 1 (2004): Maret Vol 10, No 3 (2003): November Vol 10, No 2 (2003): Juli Vol 10, No 1 (2003): Maret Vol 9, No 3 (2002): November Vol 9, No 2 (2002): Juli Vol 9, No 1 (2002): Maret Vol 8, No 3 (2001): Desember Vol 8, No 2 (2001): Agustus Vol 8, No 1 (2001): April More Issue