cover
Contact Name
Rahmiati
Contact Email
rahmiati@fmipa.unmul.ac.id
Phone
+6281355258687
Journal Mail Official
kutaibasin@fmipa.unmul.ac.id
Editorial Address
Jalan Barong Tongkok No.4 Gunung Kelua Samarinda, East Kalimantan Province Indonesia - 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Geosains Kutai Basin
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26155176     DOI : https://doi.org/10.30872/geofisunmul.v5i2
Core Subject : Science,
Coastal and Ocean Dynamics Environmental of Geophysics Geodesy and Geography Geographic Information System Geology Geophysics Exploration Geotechnical/ geo-engineering Hazard Mitigation Hydrology Meteorology and Climatology Mining Engineering Seismology and Volcanology Oceanography
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2020)" : 7 Documents clear
INTERPRETASI DATA DRILLING DAN GEOPHYSICS LOGGING MENGGUNAKAN METODE LITHOKORELASI DI AREA TAMBANG X Lyanda, Bayu; Subagiada, Kadek; Rinaldi, Aditya
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.598

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan lapisan batubara bedasarkan data Drilling dan Geophysics Logging menggunakan metode korelasi di areal tambang ‘X’. Untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan lapisan batubara dengan data Drilling sudah cukup mampu, dengan adanya data Geophysics Logging memberikan penetrasi dan koreksi kedalaman dan ketebalan dari data Drilling. Dapat diketahui lapisan batubara dari Kurva Gamma Ray dan dikoreksi dengan metode korelasi. Dari hasil interpretasi logging di titik K-40, lapisan batubara terdapat pada kedalaman 10.0 – 13.0 m dengan ketebalan 3 m, pada kedalaman 29.0 – 34.0 m dengan ketebalan 5 m. Dari hasil interpretasi logging di titik SE-1542, lapisan batubara terdapat pada kedalaman 55.0 – 57.0 m dengan ketebalan 2 m. Dari hasil interpretasi logging di titik WN-17041, lapisan batubara terdapat pada kedalaman 16.0 – 20.0 m dengan ketebalan 4 m, pada kedalamam 28.5 – 29.5 dengan ketebalan 1 m.
ANALISA STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH PROSPEK PANAS BUMI “GF-TNH” SUMATERA BARAT BERDASARKAN METODE GAYA BERAT Ramadhan, Adi Buchori; Djayus, Djayus; Lepong, Piter
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.594

Abstract

The gravity method is one of the geophysical exploration methods based on the Earth's gravity field anomaly caused by variations in rock mass density laterally and vertically below the measuring point. The study area has a range of complete bouguer anomaly of -48.3 mGall up to -4.0 mGall and depth estimation with spectrum analysis showing a regional anomaly depth value of 2.43 km and a residual anomaly depth of 0.77 km which is interpreted as a boundary zone between bedrock and subsurface rocks that have more varied anomaly values. Then the separation of regional and residual anomaly was carried out using the Butterworth Filter and Second Vertical Derivative methods. From the results of the residual anomaly map shows the range of anomaly values ​​-0.5 mGall to 4.0 mGall. The map of residual anomaly shows a more complex pattern of anomaly because residual anomaly provide a lateral representation of rock mass distribution or the presence of geological structures below the surface that are relatively close to the surface of the earth. Then the residual anomaly map is made 3D inversion modelling with Second Vertical Derivative Technique to find out the fault and its type, then Derivative Analysis is performed. The geological structure in the study area is based on the results of inversion modelling and derivative analysis, dominated by faults and the type of fault is reverse fault and normal fault and the type of rock is dominated by igneous rock which has a high density value.
IDENTIFIKASI KAWASAN ZONA PANAS BUMI (GEOTHERMAL) DI DAERAH X MENGGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK Andini, Dela; Lepong, Piter; Natalisanto, Adrianus Inu
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.599

Abstract

Geothermal is the heat formed inside the earth's crust. The heat of geothermal produces hot water, steam, and heat rocks along with other minerals and gases to be genetically inseparable in geothermal systems. One of the geophysical method which can be used to determine the area of a geothermal system is magnettoteluric. The method is based on the values of resistivity distribution of the rock formation. In the study on the identification of geothermal zone in the X area, it was found the resistivity distribution in 1D and 2D models by using the magnettoteluric method. The models were created by processing of magnettoteluric data taken from three measuring lines. The 1D model was the resistivity distribution vertically generated from the depth of each measurement point, while the 2D model was the resistivity distribution generated in vertical and lateral to form the image of geothermal system. In the 1D model the resistivity distribution values were in the range of 66 ohm.m and 270 ohm.m, while in the 2D model the resistivity distribution values were in the range of 66 ohm.m and 221 ohm.m. From the image it could be interpreted the low resistivity related to the cap rock zone located above the reservoir zone, the medium resistivity related to the reservoir zone located below the cap rock zone, and the high resistivity related to the heat source zone located below the reservoir zone. The study found that the position of geothermal reservoir was under the cap rock zone.
STUDI PENENTUAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR KUALITAS AIR SUNGAI MAHAKAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUAL2KW Jumiati, Yana; Mislan, Mislan; Subagiada, Kadek
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.595

Abstract

Penelitian ini mengambil sungai Mahakam sebagai objek. Kasus memburuknya air sungai Mahakam diduga dipengaruhi oleh kegiatan bukaaan permukaan alam di sekitar DAS yang tidak terkendali dan sangat massif oleh kegiatan tambang, perkebunan dan kehutanan. Penelitian ini menggunakan bantuan program QUAL2Kw versi 5.1 untuk menghitung beban pencemaran yang masuk ke sungai. Pada awal pembangunan model dilakukan trial and error hingga diperoleh model yang mendekati (sesuai) kondis yang sebenarnya, setelah model tervalidasi, maka model dapat digunakan menghitung macam skenario. Pada penelitian ini menggunakan data kualitas air pada musim kemaru tahun 2018 penghujan dengan parameter kunci kualitas air yang digunakan adalah TSS, BOD dan COD dengan 3 skenario. Pada metode QUAL2Kw menggunakan skenario 1 menjelaskan tentang pencemar kosong, skenario 2 untuk menjelaskan Reduksi 30% dari beban pencemaran pada point source dan pada skenario 3 Baku Mutu Air Limbah Domestik pada point source. Hasil dari perhitungan daya tampung beban pencemaran sungai Mahakam pada musim kemarau untuk parameter TTS adalah 1,972Kg/Hari, BOD adalah 1,728Kg/Hari dan COD adalah sebesar 2,592Kg/Hari.
ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN DATA WELL LOGGING DAN UJI LABORATORIUM PT. BORNEO EMAS HITAM DI TENGGARONG KALIMANTAN TIMUR Devi, Honey Puspa; Djayus, Djayus; Supriyanto, Supriyanto
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.600

Abstract

Informasi lingkungan pengendapan merupakan bagian yang penting dalam eksplorasi batubara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui lingkungan pengendapan berdasarkan defleksi kurva dari data well logging dan uji laboratorium. Penelitian ini dilakukan di PT. Borneo Emas Hitam yang berada di Tenggarong dengan menggunakan data sekunder well logging dan uji laboratorium coring batubara. Hasil penelitian menunjukkan defleksi kurva pada daerah penelitian didominasi oleh bentuk defleksi symmetrical yang dimana bentuk defleksi ini menunjukkan lingkungan pengendapan upper delta plain.
INTERPRETASI KARAKTERISTIK BATUBARA BERDASARKAN RESPON GEOPHYSICAL LOGGING DI KONSENSI TAMBANG PT. MITRA ABADI MAHAKAM Araujo, Hezronia; Supriyanto, Supriyanto; Rinaldi, Aditya
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.596

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan interpretasi karakteristik batubara di konsensi tambang Separi 3, Tenggarong Sebrang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik batubara bedasarkan data Geophysical Logging di area pertambangan PT. Mitra Abadi Mahakam. Terdapat berbagai metode untuk melakukan interpretasi karakteristik batubara. Dalam penelitian ini digunakan metode Geophysical Logging khususnya dengan respon Gamma Ray untuk mengetahui karakteristik batubara dari 3 titik lubang bor. Membandingkan data pemboran dengan data logging dengan cara melihat litologi dari kedua hasil data tersebut. Berdasarkan perbandingan data logging dan data log litologi dari inti bor, maka data log GR memiliki karakteristik akurasi kedalaman yang lebih baik dikarenakan kemenerusan pengambilan data, tidak seperti inti bor yang diambil setiap interval kedalaman 3 m. Dari pengolahan data diperoleh karakterisasi sifat fisik batubara secara keseluruhan, yaitu hitam, mengkilap, kompak, rapuh dengan ketebalan yaitu seam 1 dan 2 pada CC-29 dengan rata – rata ketebalan 4 dan 5 meter dengan range nilai Gamma Ray berkisar 0 – 36 API dan 12 – 58 API, seam 1 pada CC-2035R dengan rata – rata ketebalan 2 meter dengan range nilai Gamma Ray berkisar 0 – 52 API, seam 1 dan 2 pada CC-29 dengan rata – rata ketebalan 4 dan 2 meter dengan range nilai Gamma Ray berkisar 0 – 30 API. Lapisan batubara nya ditinjau dari karakteristik lingkungan pengendapan sangat berpengaruh terhadap pergerakan grafik gamma ray. Pada hasil ini karakteristik elektrofasies pada daerah penelitian yaitu cylindrical/boxcar. Daerah cylindrical/boxcar umumnya terbentuk atau terendapkan pada daerah rawa.
PENENTUAN TITIK EPICENTER DAN HYPOCENTER SERTA PARAMETER MAGNITUDE GEMPABUMI BERDASARKAN DATA SEISMOGRAM Bulo, Deni; Djayus, Djayus; Supriyanto, Supriyanto
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.597

Abstract

Provinsi Banten merupakan daerah yang dekat dengan zona pertemuan dua lempeng atau biasa disebut dengan zona konvergen. Di selatan provinsi Banten terdapat pertemuan lempeng benua dengan lempeng samudera yaitu lempeng Eurasia yang menunjam lempeng Indo-Australia. Oleh karena itu daerah pulau Jawa bagian selatan rawan akan terjadinya gempa yang disebabkan oleh gesekan antara dua lempeng tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan kajian lokasi titik epicenter dan hypocenter gempa serta parameter magnitude gempa Lebak Banten 23 Januari 2018 dengan origin time adalah 06:34:55 UTC. Pada penentuan lokasi titik epicenter digunakan hukum Laska dengan menggunakan data awal tiba gelombang P dan gelombang S pada stasiun-stasiun geofisika yang terdekat dengan pusat gempa sedangkan untuk mengetahui lokasi hypocenter atau pusat gempa digunakan metode Geiger untuk mengetahui kedalaman pusat gempa tersebut sama dengan menentukan lokasi epicenter dalam menentukan lokasi hypocenter digunakan data awal tiba gelombang P dan gelombang S pada stasiun-stasiun geofisika yang terdekat dengan pusat gempa. Mengetahui berapa besar kekuatan gempa maka digunakan persamaan empiris tiap parameter magnitude yaitu Magnitude Lokal, Broad-band Body Wave Magnitude, Magnitude Permukaan dan Magnitude Momen. Hasil dari penentuan lokasi epicenter menggunakan hukum Laska diketahui bahwa gempa tersebut berada pada koordinat Latitude -7.09 LS dan Longitude 106.03 BT sedangkan dengan menggunakan metode Geiger diketahui pusat gempa berada pada kedalaman 40 Km bumi. Masing-masing parameter magnitude diketahui Magnitude Lokal sebesar 5,22 MLv, Broad-band Body Wave Magnitude sebesar 5,42 mB, Magnitude Permukaan sebesar 5,75 Ms dan Magnitude Momen 5,71 Mw. Dengan demikiaan gempa Lebak Banten 23 Januari dikategorikan sebagai gempa dangkal oleh letak pusat gempanya dan gempa sedang (Moderate Earthquake) oleh kekuatan magnitudo gempanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7