cover
Contact Name
Rahmiati
Contact Email
rahmiati@fmipa.unmul.ac.id
Phone
+6281355258687
Journal Mail Official
kutaibasin@fmipa.unmul.ac.id
Editorial Address
Jalan Barong Tongkok No.4 Gunung Kelua Samarinda, East Kalimantan Province Indonesia - 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Geosains Kutai Basin
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26155176     DOI : https://doi.org/10.30872/geofisunmul.v5i2
Core Subject : Science,
Coastal and Ocean Dynamics Environmental of Geophysics Geodesy and Geography Geographic Information System Geology Geophysics Exploration Geotechnical/ geo-engineering Hazard Mitigation Hydrology Meteorology and Climatology Mining Engineering Seismology and Volcanology Oceanography
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2023)" : 8 Documents clear
Studi Karakteristik Reservoir Berdasarkan Data Petrofisika (Studi Kasus Lapangan “X” Lemigas Cekungan Sumatera Selatan) Hadi Kusuma, Mohammad Felik; Lepong, Piter; Arifullah, Ery
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1044

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidrokarbon maka diperlukan suatu upaya untuk mencari cadangan hidrokarbon yang baru, salah satu caranya untuk mencari hidrokarbon yaitu dilakukan pemboran atau well logging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola geometri formasi, karakteristik batuan, dan apakah pada sumur tersebut termasuk dalam sumur prospek hidrokarbon ataupun tidak. Penelitian ini menggunakan data petrofisika dari Cekungan Sumatera Selatan yang didapat dari LEMIGAS. Data tersebut dianalisis secara kualitatif sehingga diperoleh hasil berupa kurva log, litologi formasi, dan juga kandungan hidrokarbon yang terdapat pada formasi. Dilanjutkan dengan analisis kuantitatif yang merupakan hasil dari karakteristik reservoir secara numerik. Hasil dari penelitian ini didapatkannya hidrokarbon berupa minyak yang terdapat pada kedalaman rata-rata sekitar 4200-4400 feet. Dari penelitian ini didapatkan hasil berupa kurva dari masing-masing logging, dari hasil yang telah didapat dapat disimpulkan bahwa didapatkan nilai indeks gamma ray sebesar 11.35%, nilai porositas sekitar 13.99%, nilai saturasi air sumur sebesar 16.84%, dan permeabilitas sebesar 519.855 mD Dari hasil analisis petrofisika yang telah dilakukan dapat diketahui Lapangan “X” LEMIGAS termasuk lapangan prospek hal ini dapat dilihat dari pengolahan data yang telah dilakukan, dan hasil perhitungan yang telah didapatkan sebelumnya.
Pemilihan Semivariogram Terbaik Berdasarkan Root Mean Square Error (RMSE) pada Data Spasial Eksplorasi Emas Awak Mas Hendarwati, Emy Khairil; Lepong, Piter; Suyitno, Suyitno
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1072

Abstract

Semivariogram merupakan perangkat dasar geostatistik yang digunakan untuk memvisualisasi, memodelkan, dan menghitung autokorelasi spasial dari antar data dalam suatu variabel. Semivariogram dibedakan menjadi dua, yaitu semivariogram eksperimental dan semivariogram teoritis. Terdapat tiga jenis model semivariogram teoritis, yaitu model spherical, model eksponensial, dan model gaussian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model semivariogram terbaik berdasarkan nilai RMSE terkecil. Data penelitian ini adalah data sekunder eksplorasi emas yang terdiri dari data drillhole sebanyak 101 data. Proses pemilihan model semivariogram dimulai dengan menghitung semivariogram eksperimental, melakukan analisis struktural dengan mencocokkan kurva semivariogram eksperimental dengan kurva semivariogram teoritis model spherical, model eksponensial, dan model gaussian, diperoleh nilai nugget, sill, dan range pada masing – masing model semivariogram, menghitung nilai RMSE pada model spherical, model eksponensial, dan model gaussian. Nilai RMSE pada model spherical sebesar 0,3259, model eksponensial sebesar 0,2655, dan model gaussian sebesar 0,3224. Berdasarkan hasil RMSE, model semivariogram terbaik dengan nilai RMSE terkecil adalah model eksponensial.
Identifikasi Akuifer Air Tanah Berdasarkan Data Geolistrik Vertical Electrical Sounding (VES) Konfigurasi Schlumberger (Studi Kasus: Kelurahan Liang Kecamatan Kota Bangun) Sahmila, A ila
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.987

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan air juga kian meningkat, dan daerah penelitian tersebut belum terdistribusi dan terjangkau oleh pelayanan air bersih PDAM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui litologi batuan di lokasi penelitian dan untuk mengetahui keberadaan air tanah dan jenis akuifernya dengan Geolistrik VES (Vertical Electrical Sounding). Data penelitian Penelitian ini menggunakan data Geolistrik Vertical Electrical Sounding (VES) dengan konfigurasi Schlumberger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Litologi batuan berdasarkan pengukuran Geolistrik Vertical Electrical Sounding (VES) di Kelurahan Liang, Kecamatan Kota Bangun terdapat 3 lapisan batuan yaitu lapisan penutup (top soil), lanau (silt), dan batu pasir (sand). Berdasarkan interpretasi cross-section dari Vertical Electrical Sounding (VES) 1 hingga Vertical Electrical Sounding (VES) 6 akuifer di daerah penelitian meliputi akuifer bebas dan akuifer bocor.
ANALISIS KLASIFIKASI LAJU EROSI MENGGUNAKAN METODE UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (USLE) DENGAN SIG DI KOTA SAMARINDA Sadewo, Wisnu; Subagiada, Kadek; Djayus, Djayus
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1011

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk akan membuat kebutuhan akan sumber daya dan lahan akan semakin meningkat. Pemanfaatan sumber daya alam dan pembukaan lahan yang berlebih akan menimbulkan berbagai permasalahan, salah satu permasalahanya adalah erosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui klasifikasi lajur erosi di Kota Samarinda serta mengetahui sebaran erosi dengan kategori sangat berat di Kota Samarinda. Perhitungan laju erosi didasarkan pada empat faktor yaitu, faktor erosivitas curah hujan (R) dihitung dari intepretasi data curah hujan, faktor erodibilitas tanah (K) ditentukan dari analisis peta jenis tanah, faktor kelerengan (LS) ditentukan dari analisis data DEM (Digital Elevation Model), faktor vegetasi dan tutupan lahan (CP) ditentukan dari peta tutupan lahan. Berdasarkan empat fakor tersebut selanjutnya dihitung klasifikasi laju erosi dengan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Hasil penelitian menunjukkan hasil klasifikasi laju erosi di Kota Samarinda menunjukkan 46,23 % dari luas wilayah tergolong sangat ringan ( <15 ton/ha/th); 8,37 % tergolong kelas ringan (15-60 ton/ha/th); 7,76 % tergolong kelas sedang (60-180 ton/ha/th); 18,94 % tegolong berat (180-480 ton/ha/th), dan 18,70 % wilayah yang tergolong pada kelas erosi sangat berat ( >480 ton/ha/th). Luas sebaran erosi di Kota Samarinda dengan kategori sangat berat yaitu 480 ton/ha/th memiliki luas sebesar 12442,37 Ha atau setara dengan 18,70 % luas wilayah Kota Samarinda, hal ini disebabkan pada wilayah tersebut kondisi lahan sudah terbuka tanpa penutup diatasnya yang menyebabkan tanah akan mudah tererosi karena tidak adanya faktor yang menghambat laju erosi
The Identifikasi Delineasi Oli Berdasarkan Nilai Resistivitas Menggunakan Metode Geolistrik Di Area “X” Tana Tidung, Kalimantan Utara Wibowo, Nobella Hadi; Djayus, Djayus; Supriyanto, Supriyanto
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1043

Abstract

Waste pollution is a problem that must be addressed immediately. Apart from affecting the air and waters, sewage pollution can also seep below the ground surface. One of the causes of waste pollution in area "X" is the leakage of the oil storage tank by the PLTD (Diesel Power Plant) operational system in that area. This leak causes oil droplets to be absorbed into the pores of the soil and into the subsurface where it settles. To find out whether remnants of oil seepage remained in area "X" a study was conducted using the resistivity geoelectric method. The research was carried out in 2 ways, namely processing in 2 and 3 dimensions and using coring samples as a comparison of resistivity values. There were 6 coring sampling points (interval variation of 7 parts of depth) used in the study, namely coring A, B, C, D, E and F. From the six samples, an average resistivity value of 2.637 Ωm is obtained at a depth of 0-30 cm . Furthermore, at a depth of 100-130 cm it has an average resistivity value of 2.702 Ωm, at a depth of 200-230 cm it has an average resistivity value of 3.510 Ωm, at a depth of 300-330 cm it has an average resistivity value of 1.862, at a depth of 400- 430 cm has an average resistivity value of 1.928 Ωm, at a depth of 500-530 cm has an average resistivity value of 1.610 Ωm and at a depth of 600-630 cm has an average resistivity value of 1.637 Ωm. The results of this study indicate that soil contaminated with waste oil has a lower resistivity, which is in the range of 2.30 Ωm to 3.76 Ωm.
Studi Identifikasi Sebaran Ion Logam Pb, Cu, As dan Cd pada Air dan Sedimen di Perairan Bontang Kalimantan Timur Menggunakan Metode Kriging (Ordinary Kriging) ani, ani ani; Wahidah, Wahidah; Mandang, Idris
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1001

Abstract

Bontang is one of the cities in East Kalimantan which is geographically located in coastal areas so that it is very vulnerable to marine pollution both from domestic human and industrial activities. This study aims to determine the level and pattern of distribution of poluton metal ions Pb, Cu, As and Cd in water and sediments in Bontang waters using the Kriging (Ordinary Kriging) method. In this study, 4 observation samples were used which were tested in the laboratory to determine the content of heavy metals. Furthermore, the data from laboratory tests along with 4 secondary data were interpolated using the ordinary kriging method with an exponential model to determine the pattern of contour distribution in Bontang waters. The results showed that the heavy metal with the highest distribution value in water and sediment is cadmium with a susceptibility value ranging from 0.006 mg/l to 9.070 mg/l. In general, the pattern of spread of heavy metals originates from coastal areas in a southeasterly direction. The most influential thing on this pattern of spread is tidal currents and bathymetry.
Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Suhu Permukaan Tanah di Kota Samarinda Mau, Kristin Felsiana; Subagiada, Kadek; Supriyanto, Supriyanto
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1045

Abstract

Perkembangan Kota Samarinda dan tingginya urbanisasi menyebabkan berkurangnya lahan bervegetasi sehingga radiasi yang diserap lebih besar dan suhu di wilayah tersebut meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui klasifikasi tutupan lahan dan distribusi suhu permukaan tanah serta pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap suhu permukaan tanah di kota samarinda tahun 2013 dan 2022 dengan menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis). Penelitian ini menggunakan data tutupan lahan yang dianalisis dan dihasilkan klasifikasi tutupan lahan serta untuk data suhu permukaan tanah diolah mengggunakan metode mono-window brightness temperature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan memiliki hubungan dengan suhu permukaan. Bertambahnya luasan lahan terbangun dan lahan terbuka, berkurangnya luasan lahan vegetasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisik permukaan yang berimplikasi pada peningkatan suhu permukaan. suhu rata rata permukaan tanah kota samarinda mengalami kenaikan 0,9 °C selama 9 tahun ini dan untuk tutupan lahan mengalami kenaikan ada pada kelas lahan terbangun dan lahan terbuka dengan suhu tertinggi ada pada kelas lahan terbuka yaitu tahun 2013 adalah 31,1°C-32,2°C mengalami kenaikan tahun 2022 adalah 32,1°C-33°C.
A Study of Rayleigh Waves for Predicting Soil Carrying Capacity Using the Seismik Multi-Channel Analysis Of Surface Wave (MASW) Method Laila, Nor; Munir, Rahmiati; Lepong, Piter
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v6i1.1070

Abstract

This research was conducted to determine subsurface lithology and soil carrying capacity in the study area by using the results of shear wave analysis using the MASW seismik method. This study used secondary seismic refraction data with three lines, where the data was collected on street Poros Samarinda-Tenggarong, East Kalimantan. Data processing is divided into two stages, namely the determination of the dispersion and inversion curves to produce shear wave velocity values. The resulting shear wave value is used to analyze the soil bearing capacity. The results of this study are that there is sandstone material (unsaturated) in the first layer and clay rock and at that location has a soil permit carrying capacity value range of 74.46-79.8 KPa with a moderate soil type class.

Page 1 of 1 | Total Record : 8