cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS" : 9 Documents clear
Adolph Kussmaul Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam Lemak Trans Perlu Diwaspadai Ekky M Rahardja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korelasi Angka Bebas Jentik (ABJ ) Dengan Prevalensi DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Januari 2008 - Desember 2008 David Ongkorahardjo; Yansen Sebastian; Robin Robin; Evy Luciana; Maria Maria
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

- Berdasarkan data Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II dan Puskesmas Kecamatan Kembangan pada periode Januari-Desember 2008 terdapat 32 kasus DBD di Kelurahan Meruya Selatan II dengan angka bebas jentik (ABJ) sebesar 97,5%. Penelitlan inibertujuan untuk mengetahui korelasi ABJ dengan prevalensi DBD karena masih adanya kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Penelitian analitik cross sectional dilakukan dengan meneliti seluruh popu­ lasl yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II mengguna­ kan data dari Laporan Rekapitulasi PSN 30 menit dan Laporan Rekapitulasi RW siaga di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II tahun 2008 serta Laporan registrasi warga yang menderita DBD tahun 2008.Aspek yang diteliti adalah besarnya angka bebas jentik dihubungkan dengan prevalensi DBD yang dianalisis dengan SPSS versi 12 mengguna­ kan uji statistik korelasi Pearson. Hasil penelitian pada 32 kasus didapatkan·korelasi yang bermakna (p=0.0001) dengan koefisien korelasi berkekuatan sedang dan arah negatif (r =-0.65) antara ABJ dan prevalensi DBD. Hal ini berarti peningkatan ABJ akan disertai penurunan prevalensi DBD atau sebaliknya. Sedangkan koefisien determinasi (R 2) sebesar 0,42 berarti 42% perubahan pada prevalensi DBD adalah hasil kontribusi dari ABJ.
Hubungan Lama Pemberian Makanan Tambahan Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi dan anak Balita Di Puskesmas Kelurahan Meruya Utara Kecamatan Kembangan Jakarta Barat 26 November -10 Desember 2008 Catherine Catherine; Agnes Stephanie; Glenn Glenn; Yossie Sagitta H
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama bulan Januari-Desember 2007 di Puskesmas Kelurahan Meruya Utara tercatat sebanyak 19,8% bayi dan anak balita mengalami gizi buruk, dan 33% di antaranya tidak mengalami peningkatan berat badan walaupun telah diberikan pemberian makanan tam­ bahan (PMT). Pemberian makanan tambahan memiliki kendala, karena jumlah penderita gizi buruk melebihi PMT yang tersedia sehingga lama PMT menjadi tidak optimal. Pe­ nelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara lama PMT dengan peningka­ tan berat badan bayi dan anak balita gizi buruk. Penelitian menggunakan desain analitik case control. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive non random sampling terhadap 258 responden, dengan jumlah kasus dan kontrol sama yaitu 129 responden, selama 2 minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara, melihat pencatatan dan pen­ gukuran langsung dengan alat ukur berupa kursioner untuk variabellama  PMT dan KMS sedangkan dacin serta uniscale untuk variabel berat badan. Daripenelitian didapatkan 118 orang (45,74 %) mendapatkan PMT:S1 bulan dan 140 orang (54,26%) mendapat PMT>1 bulan. Di antara 129 kasus yang tidak mengalami peningkatan berat badan, 62 responden (48,06%) mendapat PMT selama s1 bulan sedangkan di antara 129 kontrol yang men­ galami peningkatan berat badan, 56 orang (43,41%) mendapat PMT selama :S1 bulan. Walaupun pada penelitian ini ditemukan asosiasi lemah (OR=1,21) antara lama PMT dan peningkatan berat badan namun asosiasi tersebut tidak bermakna (0,30<p-va/ue<0,50) secara statistik. Asosiasi lebih kuat (OR=2,72) dan bermakna (p<0,01) ditemukan antara cara PMT dan peningkatan berat badan.
Hubungan Durasi Tidur Yang Pendek Dengan Hipertensi Dl Puskesmas Kelurahan Srengseng Kecamatan Kembangan Kotamadya Jakarta Barat 5 ·16 Januari 2009 Mursofian Mursofian; Indawati Indawati; Sisca Marianna
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan perhatian khusus karena mempu­ nyai banyak komplikasi yang berbahaya seperti penyakit serebrovaskular, kardiovaskuler, dan gangguan ginjal.Prevalensihipertensi diPuskesmas Kelurahan Srengseng mengalami peningkatan lebih 3 kali llpat pada tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 2006 dan seba­ gian besar pasien hipertensi tersebut mengeluh merasa sering sulit tidur atau kurang tidur. Penelitian bersifat analitik cross-sectional ini dilakukan selama 12 hari terhadap pasien yang berobat ke Poll Umum Puskesmas Kelurahan Srengseng. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive non-random sampling sedangkan pengumpulan  data dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan langsung pada pasien. Hasil penelitian dari 110 responden menunjukkan terdapat 82 (74,54%) responden yang durasi tidurnya pendek (S6 jarn/malam) dimana 46 (56,1%) dari 82 orang tersebut menderita hipertensi. Sedangkan di antara 55 responden yang hipertensi, sebagian besar (83,64%) memiliki du­ rasi tidur yang pendek. Analisis menyimpulkan terdapatnya hubungan bermakna (x2=4,79; 0,025<p<0,05) antara durasi tidur yang pendek dengan hipertensi dimana pasien dengan durasi tidur yang pendek mempunyai risiko terkena hipertensi 1,75 kali lebih besar'(PRR = 1,75) dibandingkan dengan responden yang durasi tidurnya cukup.
Telaah Lebih Jauh Terhadap Prion : Protein Patologis Sebagai Agen Penyakit Siufui Hendrawan
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lstilah prion, proteinaceous infectious particle, diperkenalkan oleh Stanley Prusiner, peme­ nang hadiah Nobel, pada tahun 1982 untuk menyebut agen infeksi penyebab penyakit pri­ on. Penyakit prion, yang juga dikenal dengan transmissible spongiform encephalopathies (TSEs), adalah sekelompok penyakit neurogeneratif yang bersifat fatal pada mamalia, yang timbul balk secara genetik, infeksius, maupun sporadik. Disebut spongiform enceph­ alopathies karena otak mamalia yang terkena penyakit ini tampak seperti spons, akibat akumulasi vesikel yang besar. Penyakit-penyakit prion yang telah dikenal, balk pada he­ wan (scrapie, mad cow disease) maupun manusia (Creutzfeld-Jacob Disease, Gerstmann­ Straussler-Scheinker  Syndrome,  Kuru, dan Fatal  Insomnia),  dapat berkembang selama bertahun-tahun dan semuanya berakibat fatal. Walaupun 15 tahun lalu, timbul skeptisisme, ketika Prusiner pertama kali menyatakan bahwa agen penyebab penyakit TSEs adalah molekul protein yang disebut prion. Sekarang ini semakin dapat dibuktikan bahwa pro­ tein prion (PrPSc), bentuk patologik dari selular prion protein (PrPC), banyak terakumu­ lasl pada otak penderita TSEs. Protein PrPC dalam perkembangannya dapat mengalami salah lipat (misfolding) sehingga berubah konformasinya membentuk PrPSc. Deposit pro­ tein PrPSc ini di dalam otak lama-kelamaan akan mengakibatkan timbulnya kelainan pada sistem saraf
Hubungan Asam Lemak Trans Dengan Risiko Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak trans adalah asam lemak yang terdapat pada minyak nabati yang mengalami hidrogenasi partial menjadi margarin  sehingga bentuknya  solid dan tidak mudah  tengik. Asam lemak trans juga terdapat pada makanan yang digoreng, biskuit, produk bakeri dan makanan seperti susu, daging hewan memamah biak. Konsumsi tinggi akan asam lemak trans menimbulkan kenaikan kadar kolesterollow density lipoprotein (LDL) dan menurun­ kan kolesterol high density lipoprotein (HDL). World health organization  (WHO) mereko­ mendasikan asupan asam lemak trans maksimal sebesar 1% dari total energi. Penelitian telah membuktikan asupan tinggi akan asam lemak trans berhubungan dengan peningka­ tan petanda inflamasi dan C reaktif protein.Asam lemak trans yang tinggi juga menurunkan flow mediated vasodilatation (FMD) dan berhubungan dengan peningkatan risiko myocard infarct. Belum diketahui dengan pasti asam lemak trans yang mana yang mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Low Back Pain dan Depresi Ernawati Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) dan depresi sama-sama merupakan masalah kesehatan yang ban­yak dijumpai pada masyarakat umum yang sering terjadi pada kelompok usia produktif dengan beban kerja fisik yang berat maupun pada kelompok usia lanjut. Kedua keluhan ini , dapat saling memengaruhi dan saling memperberat. Biasanya keluhan LBP muncul lebih dulu kemudian diikuti dengan depresi.  Keluhan LBP dan depresi ini sangat menggang­ gu produktivitas maupun aktivitas sehari-hari seseorang dan membuat biaya kesehatan menjadi besar (rata-rata meningkat 2x lipat). Di lnggris pada tahun 2003 dikatakan ting­ kat absensi dan tuntutan/klaim di bidang kesehatan  akibat depresi meningkat tajam dan menjadi permasalahan besar bagi ilmu kesehatan masyarakat dan ekonomi. Penelitian Caroll dkk dari Universitas Alberta, Kanada, yang dipublikasikan tahun 2004, menunjuk­ kan bukti bahwa depresi sebagai faktor independen dari keluhan  LBP. Mengingat adanya keterkaitan-erat dan bersifat timbal balik, maka diperlukan suatu upaya penatalaksanaan yang komprehensif dan melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam mengatasi keluhan LBP dan depresi ini.
Lupa, Tanda Awal Kepikunan? Sony M Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9