cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS" : 8 Documents clear
Samuel Siegfried Karl von Basch Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humaniora (medical humanities) and humanitas dalam pelayanan kedokteran Samsi Jacobalis
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan skor 'LATCH' sebagai prediktor keberhasilan laktasi pasca persalinan normal dan bedah sesar Wiyarni Pambudi
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan laktasi pasca persalinan normal perlu dinilai dan dibandingkan dengan ke­ berhasilan laktasi pasca persalinan dengan bedah sesar. Skor LATCH merupakan per­ angkat penilaian yang praktis serta sistematik untuk memperoleh data yang andal dan sahih tentang proses laktasi per individu. Penelitian ini akan menguji penggunaan skor LATCH sebagai prediktor keberhasilan laktasi pasca persalinan normal dan bedah sesar. Desain studi kohort prospektif terhadap ibu menyusui dengan riwayat persalinan normal dan persalinan dengan bedah sesar dilakukan pada bulan Agustus 2009 - Juli 2010 dari dua rumah sakit swasta di Jakarta Barat. Partisipan dipilih secara convenience sampling berdasar kriteria inklusi : ibu menyusui berusia minimal 18 tahun, bayi merupakan anak pertama dan dinyatakan sehat. Skor LATCH dinilai dalam 24 jam pasca persalinan, diikutipada hari ke-7 dan minggu ke-6. Analisis statistik dengan program SPSS versi 16.0 meng­ gunakan uji Kruskai-Wallis dan ujikai-kuadrat Mantel Haenzel. Sejumlah 117 pasangan ibu menyusui dan bayidengan riwayat persalinan normal per vaginam, 100 ibu menyusui dan bayi dengan riwayat bedah sesar elektif dan 162 ibu dan bayi dengan riwayat bedah sesar darurat terpilih sebagai subyek penelitian. Total skor LATCH berkorelasi positif dengan me­ toda persalinan (n=378; r-0,28; p=0,004) dan lamanya pemberian ASI eksklusif (n=126; r=0,56; p=0,001). Skor LATCH pada hari ke-7 merupakan faktor resiko yang signifikan dibanding skor pada 2 waktu penilaian lainnya (p=0,025). Total skor LATCH 0-2 berhubun­ gan dengan masa laktasi kurang dari 6 minggu pada ibu dengan riwayat persalinan normal (RR=3,4; 95%CI1,4-4,1), bedah sesar elektif (RR=6,2; 95%CI2,5-7,6), dan bedah sesar darurat (RR=5,4; 95%CI 2,2-6,5). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Skor LATCH dapat digunakan sebagai prediktor keberhasilan laktasi dalam hal meramalkan lamanya pemberian ASI eksklusif pasca persalinan normal dan bedah sesar.
PENGARUH AIR PERASAN UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PLASMA MENCIT Enikarmila Asni
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan oksidan dan antioksidan dalam jaringan dapat menyebabkan kondisi stres oksidatif yang berakibat kerusakan dan kematian sel. Malondialdehid, sebuah produk dari peroksidasi lipid, sering digunakan sebagai salah satu indikator untuk mendeteksi kerusakan jaringan akibat stres oksidatif. Secara turun temurun, masyarakat telah meng­ gunakan bawang merah (Allium ascalonicum L.) setelah mengkonsumsi makanan tinggi lemak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh air perasan umbi bawang sebagai antioksidan pada tikus yang diberi diet tinggi lemak berdasarkan perubahan ka­ dar MDA plasma. Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan post test only design. Mencit dikelompokkan menjadi 3 yaitu kelompok diet normal, kelompok diet tinggi lemak, dan kelompok diet tinggi lemak ditambah perasan air bawang dengan konsentrasi20%, 40% dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar MDA plasma yang bermakna (p<0,05) antara kelompok diet lemak tinggi yang ditambahkan perasan 80% bawang merah dibandingkan kelompok diet tinggi lemak saja. Penamba­ han air perasan bawang 80% dalam kelompok pakan tinggi lemak dapat menurunkan kadar MDA plasma ke kadar yang tidak berbeda bermakna dengan kelompok pakan normal (p>O.OS). Namun  , tidak ada perbedaan yang signifikan antara penambahan air bawang di 20% dan 40%'s pemerasan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa air perasan dapat menurunkan kadar plasma MDA tikus dengan konsentrasi 80% sebagai konsentrasi yang terbaik.
CYP 1A1 GENE POLYMORPHISM IN ACNE VULGARIS PATIENTS IN MAKASSAR: A DESCRIPTIVE STUDY Anis Irawan Anwar
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit multifaktorial yang disebabkan oleh adanya inflamasi kro­ nis pada unit pilosebasea. Walaupun diduga sebagai penyakit turunan, terdapat beberapa data yang mendukung peran genetik sebagai salah satu penyebabnya. sejauh ini CYP1A1 merupakan bentuk yang paling aktif dan bersifat morfogenik bagi kelenjar sebasea. Pada penelitian ini jumlah sampel sebanyak 42 akne vulgaris yang masing-masing diambil sampel darahnya sebanyak satu L. gunakan untuk mendeteksi adanya polimorfisme gen CYP 1A1, dalam penelitian ini menga­mati kelompok genom dengan metode eksploratif dan membandingkan hasil frekuensi geno­tif dan frekuensi alelnya serta membandingkan kelompok sebaran genotif dengan penelitian sebelumnya. Pada kasus ditemukan aiel  GG sebanyak 33,3% aiel GA sebanyak 40,5% dan aiel AA sebanyak 26,2%. Terdapat hubungan signifikan pada kelompok sebaran genotif penelitian inidibandingkan dengan kelompok penelitian sebelumnya di Jerman. Pada peneli­ tian ini ditemukan hubungan yang bermakna pada polimorfisme gen CYP 1A1 pada kasus akne vulgaris.
PENDEKATAN DOKTER KELUARGA UNTUK PASIEN DENGAN HIV-AIDS Ernawati Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syn­ drome) saat ini jumlahnya semakin lama semakin meningkat. Kelompok umur yang terk­ enapun bervariasi dari janin, bayi, balita, anak, remaja, dewasa muda dan orangtua baik laki-laki maupun   perempuan. Yang  menjadi permasalahan  adalah   bagaimana peranan dokter layanan primer (dokter umum, dokter keluarga) dalam membantu melaku­ kan pencegahan, penegakan diagnosa/penjaringan penderita dan perawatan bagi pen­ derita yang terinfeksi HIV-AIDS.· Kita tahu bahwa seseorang yang sudah terinfeksi HIV maka hal yang akan dihadapinya dalam waktu beberapa tahun kemudian (5 s/d >10 tahun) adalah fase AIDS dimana penderita mulai menderita penyakit-penyakit infeksi oportunistik pada semua organ di tubuh atau keganasan yang akan mengantarkan mereka pada ke­ matian. Saat dalam faseAIDS inilah muncul banyak sekali permasalahan bagi si penderita, keluarga maupun lingkungannya. Oleh sebab itu maka pelayanan kesehatan lini terdepan yaitu dokter umum/dokter keluarga diharapkan mampu membantu melayani penderita dengan HIV-AIDS ini mulai dari menegakkan diagnosis holistik dan melakukan penatalak­ sanaan komprehensif menggunakan paradigma  Mandala of Health.( human ecosystem model).
SITOGLOBIN: ANGGOTA BARU KELUARGA GLOBIN VERTEBRATA Sri Widya Jusman
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitoglobin  (Cygb)  merupakan anggota  baru  keluarga  protein  globin  yang  baru-baru  ini ditemukan  pada vertebrata. Globin lainnya yang telah diketahui adalah hemoglobin  (Hb}, yang mengangkut  oksigen di dalam sel darah merah; mioglobin  (Mb) yang mentransport dan menyimpan  oksigen di dalam jaringan otot; dan neuroglobin  (Ngb) yang ditemukan di dalam jaringan saraf dengan fungsi yang belum banyak diketahui.  Struktur Cygb menun­ jukkan kemiripan dengan protein globin lainnya. Baik Cygb maupun Ngb merupakan globin dengan heksakoordinasi, berbeda dengan Hb dan Mb yang merupakan globin pentakoor­ dinasi. Walaupun struktur Cygb telah diketahui sepenuhnya,  akan tetapi fungsinya masih belum banyak diketahui.  Diduga  Cygb berperan  pada difusi oksigen,  melindungi  sel ter­ hadap stres oksidatif karena memusnahkan senyawa oksigen reaktif, seperti NO, H202, ON003-; serta pada suplai oksigen untuk hidroksilasi residu prolin pada sintesis kolagen. Ekspresi Cygb mengalami pengaturan naik (up-regulated) pada keadaan hipoksia melalui hypoxia-inducible factor-1a (HIF-1a)  dan berhubungan dengan  keadaan  stress oksidatif. Overekspresi Cygb pada sel stellate hati dapat melindungi jaring,an hati terhadap fibrosis. Hipermetilasi promoter  gen Cygb berhubungan  dengan terjadintya  keganasan  esofagus dan paru, dan diduga  merupakan  protein  supresor  tumor. Akan tetapi, pengaturan  naik Cygb pada glioblastoma multiforme menyebabkan  daya tahan sel kanker.
PENATALAKSANAAN HIPERTENSI DITINJAU DARI ASPEK GIZI Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi semakin meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup, pola ma­ kan, peningkatan  prevalensi  obesitas  dan sindroma  metabolik.  Diperkirakan terdapat 1 miliar penderita hipertensi di dunia, 1  hal ini akan menimbulkan beban untuk pengobatan­ nya dan  yang ditakutkan adalah akibat dari hipertensi berupa penyakit kardiovasuler. Se­ lain penatalaksanaan farmakologik, pola makan ternyata banyak membantu  menurunkan hipertensi,  seperti  diet rendah  garam.2 Konsensus  yang ditetapkan  oleh  Kementerian Kesehatan  Amerika  Serikat  terbukti menurunkan tekanan  darah. Pengaturan  makanan yang dimaksud  adalah DASH (Dietary Approach  to stop Hypertension) berupa makanan tinggi sayur dan buah, susu rendah lemak atau produknya,  memilih sumber protein    ren­ dah lemak  dan rendah  kolesterol,  serta  asupan  protein  nabati dan kacang-kacangan.3Pola makanan  yang dianjurkan  dalam  konsep  DASH  ternyata  kaya  akan  Kalsium,  Ka­lium, Magnesium  selain rendah Natrium. Perlu dipikirkan cara menyadarkan masyarakat umum untuk mencegah  hipertensi dan memotivasi  penderita  hipertensi  untuk mengikuti pola DASH guna menurunkan tekanan darah. Tanpa dilupakan mengurangi asupan energi untuk mereka yang kelebihan berat badan dan  mengurangi jumlah asam lemak jenuh dan asam lemak trans.

Page 1 of 1 | Total Record : 8