cover
Contact Name
Cepi Yazirin
Contact Email
cepiyazirin10@unisma.ac.id
Phone
+6289681629094
Journal Mail Official
cepiyazirin10@unisma.ac.id
Editorial Address
Jalan Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
RING Mechanical Engineering
ISSN : -     EISSN : 28285174     DOI : https://doi.org/10.33474/rm.v3i1
RING Mechanical Engineering (RING ME) with the ISSN number 2828-5174 (online), is a multidisciplinary scientific journal published by Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Islam Malang. This journal contains articles in the fields of Energy Conversion, Materials, Production and Manufacturing. This jurnal is published twice a year, namely in June and December.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022)" : 7 Documents clear
PENGARUH PIEZOELECTRIC TERHADAP MICROBIAL FUEL CELL DENGAN SUBSTRAT LIMBAH CAIR TAHU DAN NASI BASI Sumartono, Agus Tri; Marlina, Ena; Margianto, Margianto
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi saat ini sebagian besar memanfaatkan energi fosil, untuk mengurangi  penggunaan energi fosil salah satu teknologi penghasil energi alternatif sebagai pengganti energi fosil adalah teknologi Microbial Fuel Cell. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan piezoelectric terhadap kinerja Microbial Fuel Cell dengan menggunakan metode eksperimental sehingga nanti dilakukan pengamatan secara langsung terhadap reaktor Microbial Fuel Cell. Substrat yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan limbah cair tahu dan nasi basi yang didiamkan selama 7 hari sebelum digunakan. Pengambilan data dilakukan dengan 2 variasi yaitu menggunakan piezoelectric dan tanpa piezoelectric. Dalam penelitian ini yang akan diuji tegangan yang dihasilkan reaktor MFC, selanjutnya hasil tegangan tersebut digunakan untuk mencari parameter hitung lain seperti rapat arus, efisiensi sel dan daya sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan piezoelectric pada reaktor Microbial Fuel Cell meningkatkan produksi tegangan, dimana tegangan maksimum yang dihasilkan reaktor dengan menggunakan piezoelectric sebesar 132,52 mV pada jam ke-72. Tegangan yang dihasilkan mempengaruhi parameter hitung yang lain, sehingga pada jam yang sama arus masimum yang dihasilkan  sebesar 0,133 mA, Efisiensi sel masimum sebesar 8,95 % dan Daya sel maksimum sebesar 11276,20 mW. Kata Kunci: Energi Alternatif ; Microbial Fuel Cell ; Piezoelectric ; Limbah Cair Tahu dan Nasi Basi
PENGARUH PIEZOELEKTRIK PADA MICROBIAL FUEL CELL SEBAGAI PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN LIMBAH TAHU CAIR Umam, Mohammad Sirojul
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang dikembangkan sebagai alternatif pengganti energi fosil yaitu teknologi Microbial Fuel Cell dengan memanfaatkan aktivitas catalic dari Microoorganisme. Penambahan piezolektrik pada Microbial Fuel Cell akan meningkatkan kinerja sehingga produk listrik yang dihasilkan menjadi lebih besar. Penelitian ini membahas pengaruh penambahan piezoelektrik pada reaktor Microbial Fuel Cell menggunakan metode eksperimental dengan variasi menggunakan piezoelektrik dan tanpa penggunaan pizoelektrik selama 72 jam setiap variasi. Substrat yang digunakan sebagai makanan mikroorganisme berupa limbah tahu cair yang telah didiamkan selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan piezoelektrik menghasilkan tegangan maksimum sebesar 117,96 mV pada jam ke-72. Nilai tegangan berpengaruh pada parameter lain sehingga menghasilkan arus maksimum sebesar 0,118 mA, Efisiensi sel maksimum 7,96 %, dan daya sel maksimum 8933,88 mW/m2 pada jam yang sama. 
PENGARUH BATANG FERRIT DAN BATANG CARBON TERHADAP PERFORMA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN PIEZOELECTRIC MENGGUNAKAN LIMBAH TAHU CAIR Saputro, Eko
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the technologies currently being developed is Microbial Fuel Cell technology, namely the development of Microbial Fuel Cell technology using the bio-catalic activity of microorganisms. The addition of piezoelectric to the Microbial Fuel Cell to improve the performance of the electricity generated is greater. This study aims to determine the effect of ferrite rods and carbon rods on the performance of piezoelectric microbial fuel cells using liquid tofu waste. The method used is the experimental method. This method will examine the effect of variations in ferrite rods and carbon rods on the performance of piezoelectric microbial fuel cells using liquid tofu waste. In this study, it was found that the variation of the carbon rod electrode gave a better effect on the performance of the Microbial Fuel Cell reactor. Where the electricity produced is greater than the ferrite rod electrode. The results showed that the piezoelectric carbon rod electrode produced a maximum voltage of 117.96 mV at 72 hours. The voltage value affects other parameters so as to produce a maximum current of 0.118 mA, a maximum cell efficiency of 7.96%, and a maximum cell power of 8933.98 mW at the same hour
PENGARUH PENAMBAHAN TERPENTIN TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DROPLET MINYAK BUNGA MATAHARI SEBAGAI BIODIESEL Rohman, Moh. Hidayatur
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel banyak dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif saat ini. Salah satu biodiesel yang dapat diproduksi dengan skala yang sangat besar adalah biodiesel minyak bunga matahari (CSFO). CSFO memiliki kandungan asam lemak jenuh yang rendah dan bersifat polar, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar biodiesel. CSFO tidak dapat digunakan secara langsung karena viskositasnya yang cukup tinggi sehingga akan merusak mesin jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Penambahan aditif  adalah salah satu cara untuk memperbaiki kualitas minyak nabati terutama viskositasnya. Minyak terpentin merupakan salah satu bioaditif yang cukup popular dan merupakan produk unggulan di Indonesia. Minyak terpentin memiliki bentuk cair dan berwarna jernih. Minyak terpentin juga memiliki kandungan alpha pinene (C10H16) turpene hydrocarbon yang cukup kaya sehingga dapat dengan mudah terbakar. Minyak terpentin dapat memperbaiki kualitas dari CSFO karena minyak terpentin lebih mudah menguap dan memiliki viskositas sekaligus titik nyala yang lebih rendah. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan CSFO dengan minyak terpentin menggunakan metode penelitian experimental. Dua droplet digunakan sebagai perumpamaan layaknya butiran yang disemprotkan ke dalam motor bakar melalui sprayer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi prosentase miyak terpentin maka laju pembakaran semakin cepat, temperatur nyala semakin rendah, temperatur droplet semakin rendah, dan lebar api semakin kecil. Berbeda dengan tinggi api, api tertinggi berada pada CSFO murni karena fenomena ledakan mikro. Dari ketiga variasi pengujian, hasil terbaik berada pada variasi 15% karena laju pembakaran semakin cepat, temperatur lebih rendah, dan jelagat hitam semakin berkurang. Kata Kunci: Diesel; Biodiesel; Minyak Bunga Matahari; Bioaditif; Minyak Terpentin
Pengaruh Penambahan Terpentin terhadap Karakteristik Pembakaran Droplet Minyak Jarak sebagai Bahan Bakar Biodiesel Firdaus, Eka Ristiana
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak nabati merupakan produk bahan alam dari keragaman hayati Indonesia yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif bahan bakar biodiesel. Salah satu minyak nabati yang dimaksud yaitu Crude Jatropha Oil (CJO) atau umumnya disebut dengan minyak jarak. Pada CJO terdapat komponen trigliserida, oleh karena itu CJO memiliki viskositas yang tinggi dan rendahnya laju penguapan. Metode pencampuran dengan minyak atsiri adalah salah satu cara untuk mengurangi nilai viskositas. Dalam penelitian ini menyelidiki secara eksperimental pembakaran double droplet dalam ruang bakar di suhu ruang menggunakan biodiesel CJO murni dan CJO yang dicampurkan dengan minyak terpentin dengan prosentase CJO 10% dan CJO 15%. Droplet berdiameter 1mm yang diteteskan diujung termokopel dengan posisi horizontal. Kemudian akan dipanaskan deangan daya heater sebesar 170,9watt dimana jarak droplet dengan heater adalah 3mm dan jarak antara dua droplet adalah 5mm. Kamera dengan kecepatan 30 frame/detik digunakan untuk merekan proses pembakaran droplet. Hasil menunjukkan bahwa CJO 0% pada setiap waktu, mulai dari penyalaan droplet hingga api mati berlangsung selama 8,07 detik, CJO 10% selama 7,00 detik dan CJO 15% selama 5,83 detik. Tinggi dan lebar api yang paling besar nilainya terdapat pada variasi CJO 15% dengan tinggi 23,76 dan untuk lebar api bisa diperkirakan karena melebihi frame serta ukuran burning rate kecil pada variasi CJO 15%. Bahan bakar CJO 15% mudah menguap karena semakin kecil droplet burning rate maka kualitas pembakaran semakin baik, karena droplet yang kecil akan mudah menguap.
PENGARUH PENCAMPURAN TERPENTIN dengan CPO (CRUDE PALM OIL) terhadap PEMBAKARAN DOUBLE DROPLET Khalim, M. Nur; Marlina, Ena; Robbi, Nur
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCrude Palm Oil (CPO) is a vegetable oil that has the potential to be developed into biodiesel, but if applied directly CPO can damage the engine due to its high viscosity. Turpentine is one of the bio additives that can be used to lower the viscosity of vegetable oils. In this study, CPO was mixed with turpentine to reflect its viscosity. The method used in this study is  true experimental research using double droplet combustion. In this study, there were three samples used, namely 100% CPO (pure CPO), 90% CPO (90% CPO + 10% turpentine), and 85% CPO (85% CPO + 15% turpentine). From this study, the highest temperature at 85% CPO was obtained at 674.1 oC.  The fastest burning rate at CPO is 90% with a burning rate of 0 – 0.966 s on chanel 1 and 0 – 0.966 s on chanel 2.  Meanwhile, the highest height in CPO is 85% with 21.41 mm and the highest fire width in CPO is 85% at 6.1 mm. from the research data, it can be concluded that the addition of terpenti is proven to reduce and improve the combustion quality of CPO droplets. Keywords : Biodiesel, CPO, Bio additive, Turpentine ABSTRAKCrude Palm Oil (CPO) merupakan minyak nabati yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi biodiesel, tapi jika diterapkan secara langsung  CPO  dapat merusak mesin karena viskositasnya yang tinggi. Terpentin merupakan salah satu bio aditif yang dapat digunakan menurunkan viskositas dari minyak nabati. Dalam penelitian ini CPO dicampur dengan terpentin untuk menerunkan viskositasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental nyata (true experimental research) dengan menggunakan pembakaran double droplet. Dalam penilitian ini terdapat tiga sampel yang digunakan yaitu CPO 100% (CPO murni), CPO 90% (90% CPO + 10% terpentin), dan CPO 85% (85% CPO + 15% terpentin). Dari penelitian ini diperoleh temperatur tertinggi pada CPO 85% sebesar 674,1 oC. Burning rate tercepat pada CPO 90% dengan laju pembakaran selama 0 – 0,966 s pada chanel 1 dan 0 – 0,966 s pada chanel 2. Sedangkan tinggi tertinggi pada CPO 85% dengan 21,41 mm dan lebar api tertinggi pada CPO 85% denag 6,1 mm. dari data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan terpenti terbukti dapat menurunkan dan memperbaiki kualitas pembakaran droplet CPO. Kata Kunci: Biodiesel, CPO, Bio aditif, Terpentin 
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK TERPENTIN terhadap KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DROPLET MINYAK KELAPA sebagai BAHAN BAKAR BIODIESEL Silvia, Linda; Marlina, Ena; Robbi, Nur
RING ME Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBiodieselminyak nabati yang ramah lingkungan dapat menggantikan permintaan bahan bakar diesel yang terus meningkat. Salah satu minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa (CCO). Titik nyala pada CCO lebih rendah daripada solar dan nilai kalor biodiesel CCO setara dengan nilai kalor solar. Viskositas minyak nabati yang tinggi mengakibatkan proses penguapan lama dan kerusakan pada mesin. Pencampuran CCO dan minyak terpentin adalah kombinasi bahan bakar dengan viskositas rendah dengan nilai kalor yang sebanding dengan solar. Beberapa campuran yang diteliti yaitu, CCO 100%, CCO 90% dan CCO 85%. Metode penelitian ini yaitu pengujian tetesan double droplet di dalam ruang bakar. Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak terpentin pada CCO mempengaruhi karakteristik pembakaran yang meliputi temperatur yang meningkat, laju pembakaran yang lebih cepat dan memperbesar dimensi api yaitu tinggi api dan lebar api. Terdapat microexplosion yang mengakibatkan pembakaran lebih sempurna karena pada saat proses pembakaran droplet dapat habis terbakar.  Kata Kunci: Biodiesel; double droplet; CCO; minyak terpentin ABSTRACTEco-friendly vegetable oil biodiesel can replace the increasing demand for diesel fuel. One of the vegetable oils that can be used as an alternative fuel is coconut oil (CCO). The flash point of CCO is lower than that of diesel and the calorific value of CCO biodiesel is equivalent to the calorific value of diesel. Viscosity high vegetable oil results in a long evaporation process and damage to the engine. Blending CCO and turpentine oil is a combination of low-viscosity fuels with calorific value comparable to that of diesel. Some of the mixtures studied were 100% CCO, 90% CCO and 85% CCO. The method of this research is the double droplet test in the combustion chamber. The results showed that the addition of turpentine oil to CCO affected the combustion characteristics which included an increased temperature, a faster combustion rate and an increase in the dimensions of the fire, namely flame height and flame width. There is a microexplosion which results in more complete combustion because during the combustion process the droplets can burn out. Keywords: Biodiesel; double droplet; CCO; turpentine oil

Page 1 of 1 | Total Record : 7