cover
Contact Name
Muhammad Haqqiyuddin Robbani
Contact Email
muha198@brin.go.id
Phone
+62881010041900
Journal Mail Official
jtl@brin.go.id
Editorial Address
Gedung BJ Habibie Lantai 8, Jl. M.H. Thamrin No.8 Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan
Published by BRIN Publishing
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : https://doi.org/10.55981/jtl
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers and case studies focused on environmental sciences, environmental technology as well as other related topics to environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang otoritatif. JTL diterbitkan dua kali setahun dan menyediakan publikasi ilmiah bagi para peneliti, insinyur, praktisi, akademisi, dan pemerhati di bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan. Kami menerbitkan makalah penelitian asli dan studi kasus yang berfokus pada ilmu lingkungan, teknologi lingkungan serta topik terkait lainnya yang berhubungan dengan lingkungan termasuk sanitasi, biologi lingkungan, pengolahan air limbah, pengolahan limbah padat, desain dan manajemen lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan dan konservasi lingkungan.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 24 No. 2 (2023)" : 29 Documents clear
Karakteristik Limbah Baglog Produksi Kulit Sintetis Miselium Jamur (Mylea) Sebagai Bioenergi: Characteristics of Baglog Waste for Synthetic Mushroom Mycelium Leather (Mylea) Production as Bioenergy NERISSA AZARINA RENALDY; SRI PENI WIJAYANTI; HISMIATY BAHUA; NADIA RIZKI ARIYANI; SAFIRA LAKSMI TRI OKTARANI; IRA NURHAYATI DJAROT; NETTY WIDYASTUTI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.107

Abstract

ABSTRACT The concept of sustainability is widely used by industry to save the environment by minimizing waste and using environmentally friendly raw materials to manage used products. One of the companies in Indonesia carries the theme of sustainability to produce synthetic leather made from mushroom mycelium called Mycelium Leather (Mylea). Each production stage produces waste, one of which is baglog waste, a medium for mushroom mycelium growth. It is important to recycle this waste into more valuable products, for example, bioenergy. This study aimed to measure Mylea waste characteristics and see its potential as bioenergy. The stages of the research included taking waste samples of fresh and used baglog from Mylea production and testing characteristics, consisting of calorific value, ultimate (carbon, hydrogen, and nitrogen), sulphur and proximate content (moisture, ash, volatile matter, and fixed carbon). The results of fresh and used baglog tests for calorific values were 3,777.93 cal/g and 3,710.98 cal/g; carbon 39.67% & 39.75%; hydrogen 6.70% & 6.65%; nitrogen 0.82% & 0.83%; sulphur 0.19% & 0.13%; moisture 12.80% & 12.56%; ash 3.5% & 4.27%; volatile matter 81.81% & 79.88%; fixed carbon 14.62% & 15.85%. Based on these results, Mylea baglog waste biomass still has low quality and needs to meet the standards to be used as solid fuel. Improving the quality of baglog waste can be done by briquetting. Baglog waste biomass with low results will be more effective for liquid fuels such as bio-oil.   ABSTRAK Konsep sustainability telah banyak digunakan oleh industri sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan dengan meminimalisir limbah, penggunaan bahan baku ramah lingkungan hingga pengelolaan produk bekas pakai. Salah satu perusahaan di Indonesia mengusung tema sustainability untuk memproduksi kulit sintetis terbuat dari miselium jamur yang disebut dengan Mycelium Leather (Mylea). Setiap tahapan produksi menghasilkan limbah, salah satunya adalah limbah baglog, yakni media untuk pertumbuhan miselium jamur. Pentingnya untuk mendaur ulang limbah tersebut menjadi produk yang lebih berguna contohnya bioenergi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur karakteristik limbah baglog produksi Mylea dan melihat potensinya sebagai bioenergi. Tahapan penelitian mencakup pengambilan sampel fresh dan waste baglog limbah produksi Mylea dan uji karakteristik, terdiri atas nilai kalor, ultimate (karbon, hidrogen dan nitrogen), kadar sulfur dan proksimat (kadar air, kadar abu, volatile matter dan fixed carbon). Hasil pengujian fresh dan waste baglog untuk Nilai Kalor yaitu 3777,93 Cal/g & 3710,98 Cal/g; Kadar Karbon 39,67% & 39,75%; Kadar Hidrogen 6,70% & 6,65%; Kadar Nitrogen 0,82% & 0,83%; Kadar Sulfur 0,19% & 0,13%; Kadar Air 12,80% & 12,56%; Kadar Abu 3,5% & 4,27%; Volatile Matter 81,81% & 79,88%; Fixed Carbon 14,62% & 15,85%. Berdasarkan hasil tersebut, beberapa pengukuran biomassa limbah baglog masih memiliki kualitas rendah dan belum memenuhi standar untuk dijadikan bahan bakar padat. Peningkatan kualitas limbah baglog dapat dilakukan dengan pembriketan. Biomassa limbah baglog dengan hasil uji yang rendah akan lebih efektif untuk bahan bakar cair contohnya bio-oil. 
Studi Proses Dewatering Di Unit Pengolahan Air Limbah menggunakan Plate-Frame Filter Press: Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Filter: Study of Dewatering Process in Wastewater Treatment Unit using Plate-Frame Filter Press: Effect of Concentration and Filter Type NURYOTO NURYOTO
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.218

Abstract

Before being discharged into the environment, wastewater must meet quality standards following applicable requirements. The wastewater treatment process is based on biological processes with bacteria as the decomposition medium often produces activated sludge. The level of activated sludge in the system (wastewater treatment unit) must be controlled and reducing it by removing it from the system is necessary when it exceeds normal limits. However, directly discharging activated sludge into the environment without prior separation can impact environmental pollution. In this study, activated sludge (simulated with CaCO3) was tried to be separated from water using the plate-frame filter press method. Various variables are the concentration of activated sludge in the form of CaCO3 solid dissolved in water with a concentration of 1–4% w/w, and the type of filter used was cotton cloth and drill cloth. This study aimed to determine the performance of the solid-liquid separation process in the form of a CaCO3 solution using the plate-frame filter press method based on the resulting solids removal efficiency (CaCO3). The results showed that filter performance using cotton cloth produced better performance than drill cloth, with a solute efficiency of 56.00%, obtained at a CaCO3 concentration of 4% w/w. ABSTRAK Air limbah sebelum dibuang ke lingkungan harus memenuhi baku mutu sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Di dalam proses pengolahan air limbah yang berbasis proses biologis dengan bakteri sebagai media pengurainya, seringkali menghasilkan lumpur aktif (activated sludge). Kadar lumpur aktif yang ada di dalam sistem (unit pengolahan air limbah) harus terkontrol kadarnya, dan ketika melebihi batas normal, maka perlu kurangi dengan cara dikeluarkan dari sistem. Tetapi pembuangan lumpur aktif secara langsung ke lingkungan tanpa pemisahan terlebih dahulu dapat berdampak kepada pencemaran lingkungan. Pada penelitian ini, lumpur aktif (disimulasikan dengan CaCO3) dicoba dipisahkan dari air menggunakan metode plate-frame filter press.  Variabel yang divariasikan adalah konsentrasi lumpur aktif (activated sludge) berupa padatan CaCO3 yang dilarutkan di dalam air dengan konsentrasi sebesar 1–4% drill, dan Jenis filter yang digunakan adalah berupa kain katun dan kain drill. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa dari proses pemisahan padat-cair berupa larutan CaCO3 menggunakan metode plate-frame filter press berdasarkan efisiensi penghilangan padatan (CaCO3) yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa fllter dengan menggunakan kain katun menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kain drill, dengan efisiensi solute mencapai 56,00%, yang diperoleh pada konsentrasi CaCO3 sebesar 4% berat.
Analisis Kualitas Air Sungai Palopo Akibat Pencemaran Limbah Domestik Dengan Metode Index Pollution: Analysis of Palopo River Water Quality Due to Domestic Waste Using the Index Pollution Method KHAERUL AMRU; BUKROANAH AMIR MAKKAU
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.288

Abstract

The rapid population growth in Palopo City has caused human activities to increase which has an impact on environmental pollution, especially river pollution due to domestic wastewater disposal. This study aims to determine the condition of water quality in the Palopo River considering the enormous pollution from domestic waste disposal. The research location was carried out along the Palopo River which is located in Palopo City, South Sulawesi. The methods used include survey methods with samples taken using Purposive techniques. Determination of the quality of water is calculated using the Pollution Index method with the parameters TSS, TDS, COD, BOD, ammonia, and total coliform. Based on the results of the Pollution Index analysis, it shows that the river waters located at sample point 1 which is located in the upper reaches of the river are in a lightly polluted quality status with an IP value of 3.28. Whereas for sample points 2, 3, and 4 which are located in the middle part of the river, they are included in the status of moderately polluted water quality with an IP value of 6.19; 6.21; and 6.19. Meanwhile point 5 which is located in the lower reaches of the river is included in the status of moderately polluted water quality with an IP value of 6.27. ABSTRAK Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat di Kota Palopo menyebabkan aktivitas manusia meningkat yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan khususnya pencenaran sungai akibat pembuangan air limbah domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air di Sungai Palopo mengingat pencemaran dari pembuangan limbah domestik yang sangat besar. Lokasi penelitian dilakukan di sepanjang Sungai Palopo yang berlokasi di Kota Palopo Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan meliputi metode survey dengan sampel diambil menggunakan teknik Purposive. Penentuan kualitas mutu air dihitung menggunakan metode Indeks Pencemaran (Index Pollution) dengan parameter TSS, TDS, COD, BOD, amoniak, dan total coliform. Berdasarkan hasil analisis Indeks Pencemaran menunjukkan bahwa perairan sungai yang berada pada lokasi titik sampel 1 yang terletak di bagian hulu sungai berada pada status mutu tercemar ringan dengan nilai IP sebesar 3,28. Sedangkan untuk titik sampel 2,3, dan 4 yang terletak pada penggalan sungai bagian tengah termasuk ke dalam status mutu air tercemar sedang dengan nilai IP 6,19; 6,21; dan 6,19. Sementara untuk titik 5 yang terletak di bagian hilir sungai masuk ke dalam status mutu air tercemar sedang dengan nilai IP 6,27.
Karakteristik Distribusi, Analisis Sumber dan Penilaian Risiko Kesehatan dari Logam Berat di Lahan Pertanian Kota Batu, Jawa Timur: Distribution Characteristics, Sources Analysis, and Health Risks Assessment of Heavy Metals in Farmland Soil in Batu City, East Java CICIK OKTASARI HANDAYANI; SUKAHARJO; HIDAYATUZ ZU’AMAH; TRIYANI DEWI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.291

Abstract

ABSTRACT The presence of heavy metals in agricultural land is a serious problem because heavy metals are toxic, persistent, and non-biodegradable, so they can have an impact on the environment and human health. This study aims to analyze the distribution of heavy metals in agricultural land in Batu City and analyze the public health risks associated with metal concentrations in agricultural land. This study used a survey method for taking soil samples with a total of 292 points for taking soil samples. The analyzes performed included spatial analysis, correlation analysis, multivariate analysis, cluster analysis, and health risk analysis. The results of this study indicate that the concentrations of heavy metals Cd, Co, and As in agricultural land in Batu City have exceeded the critical limits (3, 25, and 2 mg kg-1). The spatial distribution shows that Pb, Cd, Co, Cr, Ni, Cu, and Zn are almost evenly distributed in all classifications. Multivariate analysis showed the presence of natural and anthropogenic sources of heavy metals in agricultural land in Batu City. Health risk analysis shows that the weekly consumption in children is about 6 times the weekly consumption of adults.   ABSTRAK Keberadaan logam berat pada lahan pertanian merupakan masalah serius karena logam berat bersifat toksik, persisten dan non-biogedradable, sehingga dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi logam berat yang ada di lahan pertanian Kota Batu dan menganalisis risiko kesehatan masyarakat kaitannya dengan konsentrasi logam di lahan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode survei pengambilan contoh tanah dengan jumlah titik lokasi pengambilan contoh tanah sebanyak 292 titik. Analisis yang dilakukan antara lain analisis spasial, analisis korelasi, analisis multivariat, cluster analysis, dan analisis risiko kesehatan. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Cd, Co, dan As di lahan pertanian Kota Batu telah melebihi batas kritis (3, 25, dan 2 mg kg-1). Distribusi spasial menunjukkan logam Pb, Cd, Co, Cr, Ni, Cu, dan Zn sebaran pada semua klasifikasi hampir merata. Analisis multivariat menunjukkan adanya sumber alami dan sumber antropogenik pada logam berat di lahan pertanian Kota Batu. Analisis risiko kesehatan menunjukkan bahwa konsumsi mingguan pada anak-anak sekitar 6 kali lipat dari konsumsi mingguan orang dewasa.
Analisis Limbah Media Zarrouk Modifikasi yang Digunakan untuk Budidaya Spirulina platensis dan Analisis Kualitas Biomassanya sebagai Bahan Pangan Fungsional: Analysis of Modified Zarrouk Waste Media Used for Spirulina platensis Cultivation and Analysis of its Biomass Quality as a Functional Foodstuff ADELA ARMELIA; IRA NURHAYATI DJAROT; ARI KABUL PAMINTO; IFFAH NURFAIZ; NUHA; TITIN HANDAYANI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.300

Abstract

ABSTRACT Food is a basic human need with nutritional value for the body's needs. Food in this modern era is growing rapidly, so consumers think of choosing food for their body needs and health effects. There is a world fact that most countries experience a food shortage crisis that causes the emergence of a disease, namely kwashiorkor, which experiences protein deficiency. This crisis can be solved by providing functional foods that contain high protein. One type of food that contains much high protein is Spirulina platensis. This microalga can be cultivated in media containing nutrients from inorganic fertilizers commonly used for plants. The purpose of this study was to analyze the waste of modified Zarrouk media and to analyze the quality of Spirulina platensis biomass as a functional food ingredient grown on the modified media. The stages of this research included collecting data on the production process of Spirulina platensis, sampling Spirulina platensis biomass, and analyzing the quality test of the biomass and Spirulina platensis media waste. Laboratory tests for biomass consist of metal contamination, dyes, bacterial contamination, and proximate (moisture content, ash content, crude fat, crude fiber, crude protein). In contrast, the lab tests for the media consist of media samples before and after being used for cultivation. The results of the Spirulina platensis biomass quality test showed that it met the requirements as a functional food ingredient, and the media waste was not harmful to the environment.   ABSTRAK Pangan di era modern ini semakin berkembang dengan cepat, sehingga konsumen memilih makanan tidak hanya untuk kebutuhan tubuh saja tetapi memberikan efek kesehatan. Adanya fakta dunia bahwa sebagian besar negara mengalami krisis kekurangan pangan hingga menyebabkan munculnya penyakit yaitu kwarsiokor, di mana mengalami kekurangan protein. Krisis ini bisa diselesaikan dengan cara memberikan makanan fungsional yang mengandung protein tinggi. Salah satu jenis makanan yang banyak mengandung protein tinggi yaitu mikroalga Spirulina platensis. Mikroalga ini dapat dibudidayakan pada media yang mengandung nutrisi dari pupuk anorganik yang biasa digunakan untuk tanaman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis limbah media Zarrouk modifikasi dan menganalisis kualitas biomasa Spirulina platensis sebagai bahan pangan fungsional yang dibudidaya pada media modifikasi tersebut. Tahapan penelitian ini mencakup pengambilan data proses produksi Spirulina platensis, pengambilan sampel biomassa Spirulina platensis, dan menganalisis uji kualitas biomasa serta limbah media Spirulina platensis. Uji laboratorium untuk biomasa terdiri dari cemaran logam, zat warna, cemaran bakteri, dan proksimat (kadar air, kadar abu, lemak kasar, serat kasar dan  protein kasar). Sedangkan uji lab untuk media terdiri dari sampel media sebelum dan setelah digunakan budidaya. Hasil uji kualitas biomassa Spirulina platensis tersebut menunjukkan syarat sebagai bahan pangan fungsional, limbah media yang digunakan untuk produksi biomassa tidak berdampak pada lingkungan.
Analisis Potensi, Penentuan Strategi, dan Penyusunan Green Map untuk Pengembangan Eco-village Berbasis Mangrove di Kabupaten Indramayu: Potential Analysis, Strategy Determination, and Green Map Making in Development of Mangroves-Based Eco-villages in Indramayu Regency RAISSA ANJANI; IIF MIFTAHUL IHSAN; KHAERUL AMRU; MELANIAN HANNY ARYANTIE; RESSY OKTIVIA; ADINDA ARIMBI SARASWATI; MOCH IKHWANUDDIN; WIDIATMINI SIH WINANTI; TEDDY W. SUDINDA; SAEKHU KUJAERI; TITAN LISTIANI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.392

Abstract

ABSTRACT Coastal areas with all its potential can become a capital of regional development that will lead to improving the community's economy. Optimization of the utilization and management of the area needs to be carried out on an environmental basis so it will be sustainable, one of which is through the eco-village concept implementation. This study aims to analyze the potencies, determine strategy recommendations, and make a green map, to support the development of mangrove-based eco-villages in Indramayu Regency. The research method is carried out in a descriptive-qualitative manner through Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) analysis, Internal Factor Analysis Strategy-External Factor Analysis Strategy (IFAS-EFAS) for determining priority strategies, and visualization of results through green maps. Indramayu Regency has various potential such as tourism, fisheries, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), and the availability of mangrove ecosystems which can support the implementation of the eco-village concept if well-developed. The results of IFAS-EFAS analysis show the coordinates of Pabean Udik (0.070; 0.273), Karangsong (0.314; 0.105), Dadap (0.392; 0.210), and Pabean Ilir (0.122; 0.909). All coordinates are in quadrant 1 which means that the chosen strategy is StrengthOpportunity (SO) which is carried out by optimizing the strength in utilizing opportunities. The potential of the area is described in the form of a green map that makes it easier for stakeholders to know the existing conditions and helps formulate strategies for developing the eco-village concept in Indramayu Regency.   ABSTRAK Area pesisir dengan segala potensinya dapat menjadi modal pengembangan wilayah yang akan bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat. Optimalisasi pemanfaatan dan pengelolaan wilayah perlu dilakukan berbasis lingkungan agar dapat terus berjalan secara berkesinambungan, salah satunya melalui penerapan konsep eco-village. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wilayah, menentukan rekomendasi strategi, dan pembuatan green map, untuk mendukung pengembangan eco-village berbasis mangrove di Kabupaten Indramayu. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT), analisis Internal Factor Analysis Strategy-External Factor Analysis Strategy (IFAS-EFAS) untuk penentuan strategi prioritas, serta visualisasi hasil melalui green map. Kabupaten Indramayu memiliki berbagai potensi di bidang pariwisata, perikanan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan ketersediaan ekosistem mangrove yang apabila dikembangkan dapat mendukung implementasi konsep eco-village. Hasil analisis IFAS-EFAS menunjukkan koordinat Pabean Udik (0,070; 0,273), Karangsong (0,314; 0,105), Dadap (0,392; 0,210), dan Pabean Ilir (0,122; 0,909). Keseluruhan koordinat berada pada kuadran 1 yang artinya strategi terpilih adalah Strength-Opportunity (SO) yang dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan dalam memanfaatkan peluang. Potensi wilayah digambarkan dalam bentuk green map yang memudahkan pemangku kepentingan untuk mengetahui kondisi eksisting dan membantu penyusunan strategi pengembangan konsep eco-village di Kabupaten Indramayu.
Analisis Life Cycle Assessment (LCA) Pada Pengolahan Air Limbah di Pahu Makmur Palm Oil Mill: Life Cycle Assessment (LCA) Analysis of Wastewater Treatment at Pahu Makmur Palm Oil Mill M IBNU ALFARIDHO; DWI ERMAWATI RAHAYU; EDHI SARWONO
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.652

Abstract

ABSTRACT One of the potential wastes generated by the Crude Palm Oil (CPO) production process is Palm Oil Mill Effluent (POME). POME wastewater can produce Greenhouse Gases (GHG) and high levels of organic materials such as COD, BOD, and total nitrogen, which have impacts on the environment. This study aims to analyse the environmental impacts of POME wastewater treatment using the Life Cycle Assessment (LCA) method based on SNI ISO 14040:2016. The LCA analysis was aided by SimaPro v 9.3.0 software using the IMPACT 2002+ calculation method. The research focuses on measuring the environmental impacts of the POME waste treatment process in a 1 ton CPO production unit, with impact categories including global warming, water eutrophication, and respiratory organics. The research limitation is set to "gate to gate" due to the input being limited to the waste treatment process of the production plant. It was found that the environmental impacts generated are as follows: Global warming (8.47E+08 kg CO2eq/day) with contributions from biogenic CH4, N2O, fossil CH4, and fossil CO2 emissions; water eutrophication (33,622.8 kg PO4eq/day) with contributions from COD and total nitrogen emissions; and respiratory organics (253,197.7 kg C2H4eq/day) with contributions from biogenic CH4 emissions. In this case, the sludge pit process has the highest contribution to each impact category, accounting for 37.8%. The high percentage of contribution from the sludge pit to the impact category is known due to the biological process of organic matter decomposition, which generates methane biogas. Therefore, a recommended approach that can be implemented to manage POME waste sustainably is to construct an anaerobic digester to capture the released biogas and utilize it as an energy source for biogas power plants. This action is environmentally, economically, and socially viable.   ABSTRAK Salah satu potensi limbah yang dapat dihasilkan oleh Proses Produksi CPO adalah Palm Oil Mill Effluent (POME). Air limbah tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan apabila tidak dikendalikan. Analisis ini bertujuan mengetahui kondisi eksisting dan evaluasi dampak lingkungan pada pengolahan air limbah POME serta memberikan rekomendasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan berkelanjutan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Life Cycle Assessement (LCA) berdasarkan SNI ISO 14040:2016. Batasan penelitian yang dilakukan dalam analisis LCA menggunakan batasan Gate to Gate yaitu hanya pada hilir kegiatan di IPAL Pahu Makmur Palm Oil Mill. Diperoleh bahwa sumber dampak lingkungan yang diakibatkan pada pengolahan limbah POME di IPAL PMPOM yaitu berasal dari enam unit kolam. Dampak lingkungan yang dihasilkan yaitu global warming dengan memperoleh nilai karakterisasi dampak sebesar 8,47E+08 kgCO2eq. Dampak ini dihasilkan dari kontribusi emisi dari CH4 biogenik, N2O, CH4 fosil dan CO2 Fosil. Dampak selanjutnya yaitu aquatic eutrophication dengan nilai karakterisasi dampak sebesar 33.622,8 kgPO4eq. Nilai tersebut dihasilkan dari dua kontribusi emisi yang bersumber dari parameter COD dan Total Nitrogen. Dampak selanjutnya respiratory organic dengan nilai karakterisasi dampak sebesar 253.197,7 kgC2H4eq. Rekomendasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan tindakan berkelanjutan yaitu dengan membuat digester anaerobik sebagai pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Tindakan ini layak secara lingkungan, ekonomi dan sosial.
Kajian Strategi Pengurangan Sampah dan Potensi Penerapan Ekonomi Sirkuler Pada Pengelolaan Sampah di Kabupaten Toba Sumatera Utara: Study of Waste Reduction Strategy and The Potential Application of Circular Economy in Solid Waste Management in Toba Regency of North Sumatera GEBY OTIVRIYANTI; REGINA DEA TILOTTAMA; SOPHIA SHANTI MEILANI; AYUDIA MUTIARA FANI; WAHYU PURWANTA
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.653

Abstract

ABSTRACT One of the factors for the competitiveness of tourist destinations is cleanliness, especially solid waste management. Toba Regency, as one of the buffer zones for the tourist destination of Lake Toba, cannot be separated from the challenge of reducing and handling solid waste generated by households, industry, and tourists. The amount of waste generated in Toba Regency in 2022 is 31,794 tons/year with a reduction rate of 0.94%, 37% dumped in landfill and 62% unmanaged. A simulation was carried out through data analysis from various planning documents, field observations, and interviews with stakeholders to get the best scenario for achieving the Jakstranas waste target in this study. Scenario 1 is by maximizing recycling through waste banks with a capacity of 10,074 tons/year or scenario 2 by composting food waste as much as 7,665 tons/year and recycling through waste banks at 2,317.75 tons/year. Scenario 1 is more likely to be implemented than scenario 2, considering the low compost market. If scenario 1 is implemented, the potential for creating a circular economy ranges from Rp. 19,654,374,000 to Rp. 22,354,206,000 annually. ABSTRAK Salah satu faktor daya saing destinasi wisata adalah kebersihan, khususnya pengelolaan sampah. Kabupaten Toba sebagai salah satu wilayah penyangga destinasi wisata Danau Toba tidak lepas dari tantangan untuk mengurangi dan menangani sampah yang dihasilkan baik oleh rumah tangga, industri,  maupun wisatawan.  Jumlah timbulan sampah Kabupaten Toba tahun 2022 sebanyak 31.794 ton/tahun dengan tingkat pengurangan sebesar 0,94%, ditimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) 37% dan tidak terkelola 62%. Melalui analisis data dari berbagai dokumen perencanaan, pengamatan lapangan dan wawancara dengan pemangku kepentingan dilakukan simulasi untuk mendapatkan skenario terbaik dalam mencapai target Jakstranas persampahan dalam studi ini. Skenario 1 dengan memaksimalkan daur ulang melalui bank sampah dengan kapasitas 10.074 ton/tahun atau skenario 2 dengan melakukan pengomposan sampah sisa makanan sebanyak 7.665 ton/tahun dan daur ulang melalui bank sampah 2.317,75 ton/tahun. Skenario 1 lebih mungkin dilaksanakan dibanding skenario 2 mengingat rendahnya pasar kompos. Jika skenario 1 terlaksana maka potensi terwujudnya ekonomi sirkuler berkisar antara Rp. 19.654.374.000 hingga Rp. 22.354.206.000 per tahun
Karakteristik Limbah Cair Proses Produksi Kulit Sintetis dari Miselium Jamur: Wastewater Characteristics in the Synthetic Leather Production Process from Mushroom Mycelium SAFIRA LAKSMI TRI OKTARANI; HISMIATY BAHUA; SRI PENI WIJAYANTI; NADIA RIZKI ARIYANI; NERISSA AZARINA RENALDY; IRA NURHAYATI DJAROT; NETTY WIDYASTUTI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.659

Abstract

ABSTRACT By carrying out an environmentally-friendly concept, a "biotech" startup company came up with an innovative synthetic leather derived from mushroom mycelium. The process of making synthetic leather produces various types of waste water. Unfortunately, there is no waste water treatment plant (WWTP) that treats the waste. Even though the raw materials are environmentally friendly, it might contain harmful materials. This study aimed to characterize the wastewater produced from the production process of synthetic leather that will be discharged directly into the environment. The process of making synthetic leather derived from mushroom mycelium produces wastewater from the washing process, boiling in the post-harvest process, and from the coloring process. Wastewater characteristic tests include several parameters including: pH, biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), total suspended solids (TSS), total dissolved solid (TDS), and oil and grease. The test results of raw water, washing water, boiled water, and wastewater samples were pH 7.44; 7.22; 9.18; 3.22. BOD 0.08 mg/l; 7.05 mg/l; 11.8 mg/l; 236 mg/l; COD <10 mg/l, 216 mg/l, 1,649 mg/l, 81.7 mg/l, TSS 21.0 mg/l; 35.0 mg/l; 152 mg/l; 962 mg/l, TDS 131.5 mg/l; 174.5 mg/l; 9,999 mg/l; 2,050 mg/l and oil & grease 2.00 mg/l; 4.00 mg/l. Based on the results of the analysis, several parameters have values above the wastewater quality standard. So, it is necessary to provide advice or solutions for "biotech" startup companies in treating wastewater that is indicated to be polluted. ABSTRAK Dengan mengusung konsep environmental-friendly, sebuah perusahaan rintisan biotech muncul dengan inovasi kulit sintetis yang berasal dari miselium jamur. Proses pembuatan kulit sintetis menghasilkan berbagai jenis air limbah. Hal ini disayangkan karena tidak adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang mengolah hasil buangan limbah tersebut. Meskipun bahan material yang digunakan environmental-friendly, namun tidak menutup kemungkinan adanya kandungan yang membahayakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi air limbah yang dihasilkan dari proses produksi kulit sintetis yang dibuang ke lingkungan secara langsung. Proses pembuatan kulit sintetis dari miselium jamur menghasilkan air limbah dari proses pencucian, perebusan pada proses pasca panen maupun dari proses pewarnaan. Uji karakteristik air limbah meliputi beberapa parameter: pH, biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), total suspended solids (TSS), total dissolved solid (TDS), dan oil & grease. Hasil pengujian sampel air baku, air cuci, air rebus, air limbah:  pH 7,44; 7,22; 9,18; 3,22. BOD 0,08 mg/l; 7,05 mg/l; 11,8 mg/l; 236 mg/; COD <10 mg/l, 216 mg/l, 1.649 mg/l, 81,7 mg/l, TSS 21,0 mg/l; 35,0 mg/l; 152 mg/l; 962 mg/l, TDS 131,5 mg/l; 174,5 mg/l; 9.999 mg/l; 2.050 mg/l dan oil & grease 2,00 mg/l; 4,00 mg/l. Berdasarkan hasil analisa, beberapa parameter mempunyai nilai di atas baku mutu air limbah. Karenanya, perlu adanya pemberian saran ataupun solusi kepada perusahaan rintisan biotech dalam pengolahan air limbah yang terindikasi tercemar.
Simulasi CFD Pengurangan CO2 pada Co-firing Batubara dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Model Pembakaran Non-Premixed: CFD Simulation of CO2 Reduction in Co-firing of Coal and Palm Oil Empty Fruit Bunches using a Non-Premixed Combustion Model AGUS PRASETYO NURYADI; MUHAMMAD PENTA HELIOS; ANDHY MUHAMMAD FATHONI; CHAIRUNNISA CHAIRUNNISA; FITRIANTO FITRIANTO; HARIYOTEJO PUJOWIDODO; KANON PRABANDARU SUMARAH; RIKI JAKA KOMARA; FAIRUZ MILKIY KUSWA; RESPATYA TEGUH SOEWONO
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.725

Abstract

ABSTRACT Co-firing is one of the Indonesian programs to reduce emissions in power plants dominated by coal-fired power plants. Indonesia has potential palm oil waste, palm oil empty fruit bunches (POEFB), which have yet to be utilized for co-firing. The combustion analysis is required before using the POEFB as a solid fuel in the boiler. This study aimed to characterize co-firing combustion of coal and POEFB. Various mixing ratios of POEFB and coal used in this study were 10, 20, and 30%. A computational fluid dynamic (CFD) simulation was carried out to determine the temperature, gas emissions, and carbon dioxide (CO2). The domain CFD used a structured grid to increase numerical accuracy. Non-premixed combustion and probability density function (PDF) were used to describe combustion chemistry. The results of this study showed that the highest co-firing temperature was at 30% POEFB. It was due to the mixing of POEFB and coal increasing the volatile value, which affects the temperature combustion. In addition, at 30% POEFB, the mass fraction of CO2 decreased significantly, causing the mass fraction of CO to increase. While the mass fraction of NO increased at the increase of POEFB, it was still under the threshold of 200 mg/Nm3 ABSTRAK Co-firing merupakan salah satu program Indonesia untuk mengurangi emisi pada pembangkit listrik yang didominasi oleh pembangkit listrik tenaga batubara. Indonesia memiliki potensi limbah kelapa sawit yaitu tandan kosong kelapa sawit (TKKS), yang belum dimanfaatkan untuk co-firing. Analisis pembakaran diperlukan sebelum menggunakan TKKS sebagai bahan bakar padat dalam boiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pembakaran batubara dan TKKS secara bersama. Variasi rasio pencampuran TKKS dan batubara yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10, 20, dan 30%. Simulasi computational fluid dynamic (CFD) dilakukan untuk mengetahui temperatur, emisi gas, dan karbon dioksida (CO2). Domain CFD menggunakan grid terstruktur untuk meningkatkan akurasi numerik. Pembakaran non-premixed dan probability density function (PDF) digunakan untuk menjelaskan kimia pembakaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur co-firing tertinggi adalah pada 30% TKKS. Hal ini disebabkan karena pencampuran TKKS dan batubara meningkatkan nilai volatilitas yang mempengaruhi temperatur pembakaran. Selain itu, pada 30% TKKS di mana fraksi massa CO2 mengalami penurunan yang cukup signifikan, sehingga menyebabkan fraksi massa CO meningkat. Sedangkan fraksi massa NO meningkat pada peningkatan TKKS namun masih di bawah ambang batas 200 mg/Nm3.

Page 1 of 3 | Total Record : 29