cover
Contact Name
LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Migas
Contact Email
lppm.sttmigas@gmail.com
Phone
+6281256245694
Journal Mail Official
petrogas@ejournal.sttmigas.ac.id
Editorial Address
KM.8, Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76127
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Petrogas : Journal of Energy and Technology
ISSN : -     EISSN : 26565080     DOI : https://doi.org/10.58267/petrogas
PETROGAS: Journal of Energy and Technology covers research articles including: Fossil Energy Renewable Energy Innovation of Technology Technology of Exploration & Exploitation Technology of Industrial Management in Energy Environmental
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019): October" : 7 Documents clear
PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI PERGURUAN TINGGI KOTA BALIKPAPAN Eltimeyansi Crisye Randanan; Esterina Natalia Paindan; Risna Risna
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.149

Abstract

Management of hazardous and toxic waste is one of the most important things in handling waste for better nature. Good management can result in a clean water, air and soil environment, good quality of human life and a balanced human future.
ANALISIS SEISMISITAS SULAWESI BERDASARKAN DATA KEGEMPAAN PERIODE 2008-2018 A.M. Miftahul Huda; Nuruddin Kaffy El Ridho
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.26

Abstract

Kejadian kegempaan di pulau Sulawesi diamati selama 2008-2018 oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika tercatat sebesar 800 kejadian dengan magnitudo  > 4 Mw. Dilakukan analisa berdasarkan peta persebaran kegempaan untuk mengetahui aktifitas seismik secara kualitatif daerah-daerah di wilayah Sulawesi. Tingkat kerawanan ditentukan berdasarkan frekuensi kejadian dan magnitudonya. Data dipetakan menggunakan Generic Mapping Tools dan diklasifikasikan berdasarkan besarnya magnitudo momen. Berdasarkan pemetaan, didapatkan bahwasanya konsentrasi kegempaan terjadi di wilayah tengah dan utara Sulawesi untuk kejadian di daratan. Kemudian berdasarkan cross correlation diinterpretasikan bahwa terdapat pengelompokan kejadian pada wilayah-wilayah tertentu yang diyakini sebagai jalur patahan, dan sangat dibutuhkan kajian lebih mendalam.
OPTIMALISASI PASOKAN BATUBARA UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DI KALIMANTAN TIMUR Esterina Natalia Paindan; Nijusiho Manik
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.148

Abstract

Population and economic growth cause demand for electricity in East Kalimantan is increasing. Therefore, energy readiness is needed to be able to meet the electricity needs. As an area that has abundant coal potential, therefore coal can be used as an alternative energy to replace petroleum and natural gas. Which the total capacity of the power plant in East Kalimantan until 2012 only 21.16% of them are using coal as their primary energy source. The purpose of this research is to optimize the supply of coal in obtaining the electric power supply mix based on primary energy source with the objective function of minimizing the total cost of electrical energy. The results of the linear programming simulation show that coal holds an important role in the supply of electricity to meet electricity needs in East Kalimantan which is 56%, while oil is 29%, natural gas is 13%, and hydropower by 2%.
PENGARUH TIPE PACKING DALAM ABSORPSI REAKTIF K2CO3 BERPROMOTOR DEA DALAM REACTOR PACKED COLUMN Junety Monde; Prapti Ira Kumala Sari; Karnila Willard; Tri Widjaja; Ali Altway
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.25

Abstract

Penyerapan secara kimia atau absorpsi reaktif yang paling banyak digunakan karena ketersediaan  tingkat removal yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode penyerapan lainnya. Absorpsi reaktif dilakukan melalui menyerap CO2 dari gas oleh ikatan kovalen dalam molekul cairan penyerap. K2CO3merupakan salah satu absorben yang umum digunakan dalam penyerapan kimia tetapi laju absorsi lambat. Salah satu cara untuk meningkatkan penyerapan K2CO3 diantarnya dengan memperbaiki kualitas packing yang digunakan sehingga meningkatkan loading CO2. Pada penelitian ini akan membandingkan pengaruh penggunaan tipe packing raschig ring dan steel wool dalam pemisahan CO2  dan menggunakan promotor DEA dengan metode absorbsi reaktif dalam reactor packed kolom dengan variabel temperature (400C-800C), konsentrasi DEA(3)% dan laju alir absorben (0.5,0.75,1 L.min-1). Gas dialirkan dari bagian bawah packed kolom dan absorben dialirankan dari bagian atas sehingga terjadi aliran cuntercurren antar gas dan pelarut dalam packed kolom, CO2 akan larut dalam reaksi dengan laruan 30% K2CO3 dan DEA kemudian dilakukan pengujian terhadap jumlah CO2 yang terikat melalui analisa tittrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan CO2 Loading dan % CO2 Removal meningkat menjadi 0.0722 dan 31.0728% dengan penggunaan packing steel wool jika dibandingkan dengan raschig rings CO2 Loading 0.0656  dan % Removal CO2 27.965% pada kondisi operasi yang sama yaitu 3% DEA, 1 L.min-1 dan temperature 700C.
PERAN MIKROORGANISME EM4 PADA REAKTOR MICROBIAL FUEL CELL DENGAN SISTEM DOUBLE CHAMBER Prapti Ira Kumalasari; Junety Monde; Karnila Willard; Zefanya Zefanya; Hardi Hardi
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.24

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan industri di dunia memberikan beberapa dampak positif dan juga ada dampak negatif. Salah satu dari dampak negatif itu adalah meningkatnya kebutuhan akan energi listrik yang mengakibatkan meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil dapat berdampak pada lingkungan. Oleh karena itu pengembangan sumber daya alternatif seperti MFC (Microbial Fuel Cell) ini sangat di butuhkan demi mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. MFC adalah bioreaktor yang mengubah energi kimia senyawa menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik mikroorganisme dalam keadaan anaerob. Berdasarkan beberapa penelitian, banyak bakteri yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan metode ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis bakteri pada larutanEM4 terhadap  Cr(VI),pengaruh jenis dan konsentrasi bakteri yang digunakan pada produksi bio-listrik. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium. Hasil yang diperoleh dianalisa dengan multimeter agar diketahui power density dan spektrofotometer Uv-vis untuk identifikasi logam Cr(VI) yang tereduksi menjadi logam Cr(III).
Pengaruh Waktu Terhadap Nilai Kalor Bioarang Hasil Pirolisis pada Temperatur yang Konstan Yuniarti Yuniarti; Meita Rezki Vegatama; Eka Megawati; Nor Sofiana
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.23

Abstract

Dalam penelitian ini cangkang kulit aren dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dengan cara mengubahnya menjadi bioarang sebagai bahan utama pembuatan briket. Tujuan pembuatan bioarang untuk mengetahui kualitas bioarang yang baik dan mengetahui pengaruh variasi waktu terhadap nilai kalor Manfaat pembuatan bioarang selain sumber bahan bakar alternatif,juga digunakan untuk engurangi penimbunan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengarangan atau dikenal dengan pirolisis adalah degradasi termal senyawa lignin dengan kondisi tanpa atau hampir tidak ada udara. Pengarangan dilakukan dengan variasi waktu 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam, dan 3 jam. Hasil dari pengarangan yang dinamakan bioarang dianalisa nilai kalornya menggunkan calorimeter bomb. Hasil penelitian menunjukan persentase nilai kalor tertinggi cangkang kulit aren berada pada waktu 2 jam dengan nilai kalor sebesar 5037, 3 cal/gram. Berdasarkan hasil pengujiaan nilai kalor yang diperoleh menunjukkan bahwa bioarang kulit aren (Arenga Pinnata) dapat dimaanfatkan sebagai bahan bakar alternatif yang dapat diperbahuri.
USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KESEHATAN OPERATOR (STUDI KASUS PT. PERTAMINA RU. V BALIKPAPAN) Selvia Sarungu'; Markus Lumbaa; Hari Purnomo
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 2 (2019): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i2.22

Abstract

Sistem shift kerja merupakan pilihan yang tepat bagi semua jenis bidang industri yang berproduksi secara terus menerus selama 24 jam seperti industri migas. Akan tetapi, dalam penerapannya tentunya ada dampak negatif yang dialami oleh pekerja shift karena jadwal kerja dan waktu istrahat yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh kondisi fisik lingkungan terhadap kondisi tubuh operator serta pengaruh psikososial dan ergonomi terhadap kesehatan dan kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ergonomi dan psikososial dengan melakukan pengukuran langsung kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi tubuh operator serta menyebarkan kuesioner ke masing-masing operator untuk mengetahui persepsi operator mengenai pengaruh psikososial dan ergonomi terhadap kesehatan dan kinerja. Hasil pengukuran dan hasil kuesioner diuji statistik dengan menggunakan regresi linear sederhana dan One Way Anova. Dari hasil uji statistik diketahui psikososial dan ergonomi secara bersama-sama memberikan pengaruh 33.5% terhadap kesehatan pada shift pagi, 25.7% pada shift sore dan 38.0% pada shift malam sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi yang bisa diberikan untuk perbaikan sistem kerja dengan mempertimbangkan pengaruh shift kerja terhadap kesehatan operator yang ada di unit pengolahan air PT. Pertamina Refinery Unit V Balikpapan yaitu membenahi penerangan pada beberapa titik di lapangan yang belum memadai saat ini, memilih bahan dan mendesain baju kerja yang sesuai pada saat suhu lingkungan panas, memasang safety gate untuk menghindari gangguan binatang buas pada saat operator bekerja shift malam, perlu menambah pengawas lapangan dan operator wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Page 1 of 1 | Total Record : 7