cover
Contact Name
Fitria Dhenok Palupi
Contact Email
nutriture@poltekkes-malang.ac.id
Phone
+6285790314800
Journal Mail Official
nutriture@poltekkes-malang.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang Ijen Street 77C Malang, East Java, Indonesia 65119
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nutriture Journal
ISSN : -     EISSN : 28289552     DOI : https://doi.org/10.31290/nj.v2i1
Gizi Klinik: nutraceutical, nutrigenomik, nutrigenetik, malnutrisi, nutrition care process (NCP), komunikasi terapeutik Gizi Masyarakat: malnutrisi, penilaian status gizi, pola konsumsi pangan, ketahanan dan keamanan pangan, surveillance, pengembangan KIE (komunikasi, informasi, edukasi) Food Science: teknologi pangan, food processing, food additives, pangan lokal, pangan fungsional, pengembangan produk pangan, analisis kandungan zat gizi, bahan tambahan pangan (BTP) Food Service: hygiene dan sanitasi, penyelenggaraan makanan, penyelenggaraan mutu makanan, manajemen pelayanan Gizi Olahraga: sport food, ergogenic aids, penilaian status gizi atlet, penyelenggaraan gizi atlet
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal" : 4 Documents clear
Hubungan Asupan Natrium, Karbohidrat, Protein, dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Hindun Hikmah Wati; Endang Sutjiati; Rany Adelina
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3956

Abstract

Latar belakang: Banyak faktor yang dapat menyebabkan hipertensi dari yang dapat dikontrol hingga yang tidak dapat dikontrol, faktor hipertensi yang tidak dapat dikontrol antara lain usia, jenis kelamin, dan genetik atau riwayat keluarga serta faktor yang dapat dikontrol antara lain konsumsi natrium, kalium, karbohidrat, protein, lemak, kopi, alkohol, kebiasaan merokok, obesitas atau kegemukan, aktivitas fisik, kontrasepsi oral, pendidikan, dan faktor stress. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan natrium, karbohidrat, protein, dan lemak dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Pengambilan data antropometri dan tekanan darah dilakukan pengukuran langsung yang dibantu oleh enumerator, yaitu bidan dan kader posyandu, sedangkan pengambilan data asupan makan dilakukan melalui wawancara langsungdengan pasien dengan metode food recall 2x24 jam. Data kemudian diuji normalitas dengan uji kolmogorov smirnov. Analisa data yang digunakan menggunakan uji statistik korelasi pearson. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Jago 4 dan dilaksanakan pada tanggal 12-28 Mei 2023. Hasil: Diperoleh sampel sebanyak 10 orang. Hasil uji korelasi pearson pada asupan natrium diperoleh nilai p=0,624, asupan karbohidrat p=0,445, asupan protein p=0,800, dan asupan lemak p=0,530. Meskipun pada uji SPSS menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan tetapi terdapat kecenderungan, dimana semakin meningkat konsumsi natrium, karbohidrat, dan lemak maka terjadi peningkatan tekanan darah serta asupan protein yang meningkat tekanan darah cenderung turun hingga normal.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, karbohidrat, protein, dan lemak dengan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Pengaruh Suplementasi Vitamin D terhadap Fungsi Paru pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Vintiara Fairus Nur Aini; Endang Widajati; Annasari Mustafa
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3862

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik adalah salah satu penyakit dengan tingkat mortalitas tinggi. Komplikasi pada pernafasan memberikan dampak pada sistem pencernaan. Berkurangnya asupan makan akan mengarah pada defisiensi zat gizi yang dapat menyebabkan kerusakan dalam paru. Vitamin D merupakan zat gizi yang berperan dalam sistem imunitas pada paru-paru. Tujuan: Analisis berujuan menilai efektivitas dari suplementasi vitamin D terhadap fungsi paru dan menemukan potensi vitamin D terkait kesehatan paru. Metode: Penelitian berupa studi literatur dengan metode systematic literature review. Hasil: 2 artikel menunjukkan perbedaan yang signifikan terkait pemberian suplementasi vitamin D terhadap fungsi paru pasien PPOK dan 2 artikel menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Simpulan: Suplementasi vitamin D berdosis tinggi (60.000-100.000 IU per bulan) dengan pemberian dalam jangka waktu 6-12 bulan, dapat meningkatkan fungsi paru dan mengurangi eksaserbasi pada pasien PPOK. Hasil pada pasien dengan tingkat keparahan lebih tinggi, berusia lanjut, dan dalam kondisi defisit vitamin D lebih terlihat secara signifikan.
The Effect of Substitution of Soy Tempe Flour and Mung Bean Flour on Biscuits PMT for Stunting in Aged 6 – 59 Months Khofifah, Nur Aini; Razak, Maryam; Pudjirahaju, Astutik
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3872

Abstract

Background: The 2018 Basic Health Research reports that the national prevalence of stunting has decreased to 30.8%. However, the figure of 30.8% is above the 2015-2019 RPJM. Furthermore, the prevalence of stunting in Malang Regency and Malang City in 2021 is 25.7%. The 25.7% figure is still above the 2020-2024 Public Health Program Action Plan which targets stunting at 14%. Lack of food intake and infectious diseases are the direct causes of stunting in toddlers. The government program to overcome the handling of stunting in toddlers is by doing PMT. Modified PMT using local food ingredients is very effective in improving the nutritional status of toddlers who are stunted. One of the local food ingredients with high nutritional value is soy tempe and mung beans. Objective: To analyze the effect of substitution of soy tempe flour and mung bean flour on the chemical quality, nutritional quality and organoleptic quality of biscuits as PMT for preventing stunting in children aged 6 – 59 months. Methods: Experimental with 4 treatment levels and 3 repetitions in the analysis of chemical quality, nutritional quality, and organoleptic quality. Results: The lower the proportion of soy tempe flour, the lower the protein, fat and energy value and the higher the proportion of mung bean flour, the higher the carbohydrate content. Conclusion: Calculation of the calculated value of the best treatment level is P2 (50:20:30). PMT Biscuits Substitute Soy Tempe Flour and Mung Bean Flour for Stunting Toddlers have a significant effect on color, aroma, taste and texture.
Ketahanan Pangan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Masa Pandemi Covid-19 Nafilah Nafilah
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3928

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek menurut usianya. Dampak dari stunting dapat menghambat perkembangan otak, tidak optimalnya ukuran fisik tubuh dan gangguan metabolisme. Ketahanan pangan dalam rumah tangga dapat mempengaruhi kurangnya asupan makan anggota keluarga sehingga dapat meningkatkan kejadian stunting pada balita. Munculnya Covid-19 di Indonesia berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di masa pandemi covid-19. Metode: Responden penelitian ini sebanyak 65 balita usia 0-59 bulan di Dusun Klenggotan. Penelitian observasional ini dengan metode simple random sampling. Data ketahanan pangan diperoleh melalui kuesioner HFIAS dan dikategorikan menjadi 2 yaitu tahan pangan dan rawan pangan. Data kejadian stunting diperoleh dari pengukuran antropometri dikategorikan menjadi 2 yaitu stunting dan tidak stunting (normal). Hasil: Jumlah balita stunting yaitu 11 balita (17%) dan yang tidak stunting (normal) sebanyak 54 balita (83%). Keluarga yang memiliki kategori rawan pangan sebesar 63%. Ketahanan pangan selama pandemi covid-19 tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (OR= 3,094, 95%CI= 0.609 – 15.719, p= 0,191). Kesimpulan: Ketahanan pangan tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita selama pandemi covid-19.

Page 1 of 1 | Total Record : 4