cover
Contact Name
-
Contact Email
zikysmart@gmail.com
Phone
+6289516282765
Journal Mail Official
zikysmart@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/j-md/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Dakwah (J-MD)
ISSN : -     EISSN : 27751554     DOI : https://doi.org/10.24260/j-md.v4i1
Core Subject : Social,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana publikasi karya-karya ilmiah terkait dengan bidang manajemen dakwah. Fokus utama kajian Jurnal Manajemen Dakwah (J-MD) FUAD-IAIN Pontianak adalah Manajemen Dakwah. Adapun ruang lingkup kajiannya meliputi Strategi Dakwah, Administasi Dakwah, Manajemen Haji dan Umroh, Manajemen ZISWAF, Manajemen Masjid, Manajemen Event Organizer, dan Manajemen Kelembagaan Islam.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021): J-MD" : 6 Documents clear
STRATEGI PENGKADERAN DA’I DI PONDOK PESANTREN AL-MUKHLISHIN DESA ANTIBAR KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN MEMPAWAH ananda, dea fitria; syifa, abdulah
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2021): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Bagaimana perumusan, penerapan, dan evaluasi strategi pengkaderan da’i di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada pimpinan pondok pesantren, beberapa dewan asatidz dan beberapa santri. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen penting, file, dan jadwal kegiatan yang berkaitan dengan pengkaderan da’i di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin. Tekinik yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulan datanya yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan pada analisis yang dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa: 1) Strategi yang dirumuskan untuk mencapai tujuan dari pengkaderan da’i adalah dengan dirumuskannya beberapa program pengkaderan da’i. 2) Penerapan strategi melalui beberapa program pengkaderan da’i yakni program pelatihan pidato, program muhadharah, dan prorgam kajian kitab. 3) Evaluasi dilakukan dalam bentuk pengawasan oleh pembina program selama proses kegiatan berlangsung. Evaluasi juga dilaksanakan saat rapat bulanan dewan asatidz namun hanya mengevaluasi hasil sikap santri selama mengikuti program pengkaderan da’i sehingga tidak ada evaluasi terhadap program-program pengkaderan da’i. Kata Kunci: Strategi, Pengkaderan Da’i, Pondok Pesantren.
STRATEGI DAKWAH SMA ISLAM AL AZHAR 10 PONTIANAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI TENGAH PANDEMI COVID 19: indonesia helfani, defan; rusmalita, santa
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2021): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) langkah-langkah penetapan strategi dakwah SMA Islam Al Azhar 10 Pontianak dalam membentuk karakter siswa di tengah pandemi covid 19; 2) bentuk strategi dakwah SMA Islam Al Ahar 10 Pontianak dalam membentuk karakter siswa di tengah pandemi covid 19; 3) tantangan dakwah SMA Islam Al Azhar 10 Pontianak dalam membentuk karakter siswa di tengah pandemi covid 19. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Sumber data peneltian ini terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder, yaitu: 1) sumber primer adalah guru-guru yang bergerak dibidang dakwah, yaitu tim bidang keagamaan, 2) sumber sekunder adalah guru BK (bimbingan konseling) dan dokumen-dokumen yang diperoleh dari lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan, yaitu perpanjang pengamatan, triangulasi dan member check. Berdasarkan hasil analisis data, temuan yang diperoleh pada penelitian ini, yaitu: (1) Langkah-langkah penetapan strategi dakwah SMA Islam Al Azhar 10 Pontianak dalam membentuk karakter siswa di tengah pandemi covid 19, yaitu mengadakan rapat kerja (RAKER), dan tes kemampuan agama calon siswa baru berupa tes membaca Al Qur’an agar mudah dilakukan pemetaan. 2) Bentuk strategi dakwah SMA Islam Al Azhar 10 Pontianak dalam membentuk karakter siswa di tengah pandemi covid 19, terdiri dari: Pertama, strategi ta’lim, yaitu kajian keagamaan. Kedua, strategi tazkiyah (menyucikan jiwa), yaitu kegiatan sholat dhuha, kegiatan sedekah/berbagi, dan kegiatan tadarus Al Qur’an. Ketiga, strategi tilawah, yaitu kegiatan tahfiz dan tahsin. 3) Tantangan dakwah SMA Islam Al Azhar 10 Pontianak dalam membentuk karakter siswa di tengah pandemi covid 19, terdiri dari tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal adalah kurangnya SDM yaitu kurangnya da’i atau guru yang bergerak dibidang keagamaan. Kemudian kemampuan murid yang berbeda-beda dalam memahami AL Qur’an dan sulitnya mengawasi murid dikarenakan kegiatan dakwah dilakukan secara online. Tantangan eksternal berupa kendala pada media dakwah yaitu pada jaringan internet.
PENGARUH KEWIRAUSAHAAN DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP PENINGKATAN PELUANG USAHA (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Bungo) andri muladi, yulita anggraini
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2021): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktivitas kriminal yang terjadi di masyarakat menyebabkan peningkatan jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Salah satu faktor penyebab kejahatan tersebut ialah faktor ekonomi misalnya jumlah pengangguran yang banyak, kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai lembaga atau tempat yang memberikan pembinaan kepada pelaku pelanggar hukum selama menjalani masa pidananya. Salah satu program pembinaan yang diberikan tersebut yaitu berupa pelatihan kerja atau keterampilan yang bertujuan memberikan bekal kewirausahaan bagi warga binaan pemasyarakatan. Pembinaan mandiri berupa pelatihan dan keterampilan kewirausahaan tentunya bukan hanya sebagai pengisi waktu luang namun bertujuan dalam mempersiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan ketika kembali ke masyarakat dapat menciptakan peluang usaha dan menghilangkan stigma negatif dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kewirausahaan yang diberikan oleh Lapas terhadap peningkatan peluang usaha bagi Warga Binaan Pemasyarakatan tersebut setelah selesai menjalani masa pidananya. Adapun metode yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang dilakukan dengan observasi dan data yang terkumpul juga didapatkan dengan wawancara secara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk penelitian laporan. Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini yang diperoleh melalui pelatihan keterampilan kewirausahaan yang diberikan oleh Lapas memberikan pengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang artinya semula warga binaan tersebut tidak memiliki keterampilan khusus dan tidak memiliki pekerjaan namun setelah menjalani masa pidana di Lapas dan diberikan pembinaan program pelatihan kerja, mereka tentunya mendapatkan keterampilan baru dan bisa diterapkan sebagai peluang usaha. Tidak hanya berpengaruh terhadap peningkatan peluang usaha saja, namun juga berpengaruh terhadap penurunan tindak kriminalitas dan mencegah pengulanggan kejahatan. Sehingga pemberian bekal kewirausahaan ini dapat memberikan pengaruh signifikan pada bidang ekonomi atau kewirausahaan.
CIRI-CIRI UALAMA SEJATI, KEDUDUKAN DAN KEMULIAANNYA (CHARACTERISTICS OF THE TRUE UALAMA, POSITION AND ITS GLORY) arhadi, eliyah arhadi
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2021): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulama are people who are at their peak, when they are young, forging themselves to obtain and achieve noble adab which is recognized by the Shari'a and their dignity and reason, and their opinions and speech agree to praise them as civilized people. They are the experts of science who occupy the pinnacle of nobility and glory, reach the baton of the pioneers of knowledge which is the legacy of the Prophets. The following is the position of scholars in Islam: 1. The advantages of a pious compared to a worship expert are such as the virtue of the moon on a full moon night over all the stars. The scholars are the inheritors of the prophets, and the prophets did not inherit the dinar and dirhams, they only inherited knowledge. 2. The virtues that Allah has promised to the scholars are: Allah SWT will provide his sustenance, Allah will make his affairs easy, and Allah will make the path easy to heaven. 3. The following are the criteria for true scholars: 1. Feeling controlled by Allah, calm and dignified. 2. Maintain knowledge. 3. Zuhud. 4. Glorify knowledge by not making it a rung to reach the interests of the world. 5. Avoid humble jobs and stay away from sources of accusations. 6. Maintain the Zahir symbols of Islam and reveal the Sunnahs. 7. Maintain matters recommended in the syari'at-syariat. 8. Associating with humans with noble morals. 9. Purifying the mind and being born of despicable morals and filling it with commendable morals. 10. Try earnestly and always want to add to the good. 11. Not refusing to take advantage of others even if he is under it. 12. Write at the time has the capacity to write.
PARADIGMA DAN REKAYASA SOSIAL DAKWAH MAJELIS TABLIGH AISYIYAH KOTA PEKALONGAN Darmaningrum, Khaerunnisa Tri
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2021): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Tabligh Aisyiyah Assembly was established on May 19, 1917. Previously, the initial form of Aisyiyah was the Sopo Tresno association in 1914. It started with a meeting at the house of KH Ahmad Dahlan in 1917, which Aisyiyah later founded. The purpose of establishing a tabligh assembly is not only to preach but to help the people around them. Of course, in an organization there are several divisions to make it easier to achieve goals. As for the Tabligh Aisyiyah Assembly, all people from junior high school age and equivalent can be participated in for life. In a sense, when you enter Aisyiyah, you must be ready to serve in it. Likewise, Aisyiyah has 4 divisions where each division has its own duties. Keywords: assembly, paradigm, Tabligh
STUDI KEPEMIMPINAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM BUKU MUHAMMAD AL-FATIH SANG PENAKLUK KONSTANTINOPEL KARYA JOHN FREELY Zulkifli, Mulyadi ,
Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2021): J-MD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership is an important component which could not be separated from human life. One of the success leaders in history of Islamic civilization was Muhammad Al-Fatih. He managed to conquer Constantinople by such brilliant strategies. The purpose of this research is to find out: 1) The leadership character of Muhammad Al-Fatih; 2) Muhammad Al-Fatih's leadership style; 3) Relevance of the value of Muhammad Al-Fatih's leadership. This research includes qualitative research with a library study approach. The data source is taken from various literature related to Muhammad Al-Fatih. The research procedure used is to search various literature, read, filter, and mark the processed parts into the report. Based on the analysis, researchers can conclude that Muhmmad Al-Fatih’s leadership which can be modelled especially for the young generation. Moreover, Indonesia will get demographic bonus that must be utilized as well for a better development. This conclusion is strengthened by some specific conclusions, those are: 1) Muhammad Al-Fatih was a Muslim leader who always had the reason behind his actions; 2) Muhammad Al-Fatih has charisma in leading his army; 3) Good character and charismatic leadership style are very relevant to apply in this day and age. Keywords: Character, Leadership, Relevance.

Page 1 of 1 | Total Record : 6