cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang
ISSN : 29617448     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.15294/ka
Core Subject : Social,
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang adalah terbitan ilmiah berkualitas tinggi di bidang pengetahuan alam.
Articles 34 Documents
BIOFERTILIZER BERBASIS BIOCHAR UNTUK REMEDIASI LAHAN PERTANIAN INDONESIA
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.140

Abstract

Remediasi lahan pertanian di Indonesia menjadi isu yang sangat penting untuk diteliti dan dikembangkan. Penggunaan tanah dalam jangka panjang dan metode pengelolaan yang kurang tepat disinyalir menjadi penyebab utama terus turunnya kualitas tanah pada lahan pertanian dari tahun ke tahun. Biofertilizer berbasis bahan alam dapat dipreparasi melalui proses pirolisis biomassa yang kemudian dikenal luas sebagai biochar. Penggunaan biochar baik secara individual maupun bersamaan dengan jenis pupuk lain dilaporkan mampu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian, dibandingkan dengan pengelolaan tanah tanpa penambahan biochar. Bab ini mengulas kondisi lahan pertanian di Indonesia dan remediasinya menggunakan biochar untuk perbaikan kualitas tanah dan peningkatan produktivitas lahan pertanian pada budidaya tanaman tertentu.
MODIFIKASI SELULOSA KULIT DURIAN MENGGUNAKAN GLUTARALDEHID SEBAGAI KOAGULAN UNTUK PEMULIHAN LIMBAH CAIR TEPUNG PATI AREN
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.141

Abstract

Selulosa kulit durian dapat dimodifikasi menjadi koagulan dengan melakukan beberapa proses modifikasi kimia. Salah satu metode modifikasi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan glutaraldehid. Proses ini akan menghasilkan selulosa terkoneksi gugus glutaraldehid yang memiliki kemampuan sebagai koagulan. Industri tepung pati aren di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah merupakan industri yang menghasilkan limbah cair dan limbah padat yang selain mengganggu estetika, juga mengganggu kualitas air di lingkungan sekitarnya. Pada bagian lain limbah kulit durian merupakan sumber selulosa yang dapat digunakan sebagai precursor koagulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas koagulan dari preparasi selulosa kulit durian (SKD) dan glutaraldehida dalam proses pemulihan limbah cair tepung pati aren sebelum dialirkan ke sungai. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mencari solusi penanganan limbah cair tepung pati aren maupun limbah kulit durian. Hasil penelitian menunjukkan kandungan BOD5 dan COD pada limbah cair masing-masing mencapai 570,4 dan 1840 mg/L, selanjutnya proses koagulasi dan flokulasi dengan metode jar test didapatkan hasil penurunan kandungan BOD5 dengan koagulan SKD 339.97 mg/L (dosis 2500 mg/L) sedangkan menggunakan koagulan SKD-glutaraldehida menghasilkan 346,16 mg/L (dosis 2500 mg/L). Dalam penurunan kandungan COD dengan koagulan SKD diperoleh 1096,67 mg/L (dosis 2500 mg/L) sedangkan menggunakan koagulan SKD-glutaraldehida diperoleh 1116,67 mg/L (dosis 2500 mg/L).
SPIRULINA SEBAGAI SUPER FOOD
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.142

Abstract

Penggunaan spirulina sebagai sumber pangan baru terbarukan digadang-gadang menjadi solusi yang inovatif, ekonomis dan berkelanjutan. Namun demikian, belum ditemukan formula kultur spirulina yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan spesifik dan hasil panen biomassa untuk menekan biaya produksi dan energi listrik yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan dan produksi biomassa setelah diberi perlakuan variasi hormon pertumbuhan. Tahapan penelitian diantaranya kultur mikroalga dan analisis yang meliputi analisis laju pertumbuhan spesifik, waktu penggandaan dan produktivitas biomassa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pengambilan data secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hormon auksin dan stikonin mampu memacu pertumbuhan spirulina, namun menurunkan kandungan proteinnya.
CUACA DAN KEGIATAN PERTANIAN GARAM DI KECAMATAN KALIORI - REMBANG
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.144

Abstract

Pertanian Garam di Indonesia dikerjakan konvensional, kondisi ini pengaruh cuaca mendominasi produksinya. Kebutuhan garam terus meningkat, sedangkan kuantitas garam fluktuatif. Lahan garam bagaimanakah yang dapat dimanfaatkan agar produksi optimal. Untuk menjawabnya penelitian ini menetapkan Kabupaten Rembang-Jawa Tengah sebagai lokasi penelitian. Menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, petani garam sebagai responden. Teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan regresi untuk mengkaji pengaruh fungsional variabel perubahan cuaca terhadap produksi garam dan analisis kualitatif untuk medeskripsikan pertanian, dan pemetaan lahan garam. Hasil penelitian mengindikasikan pengaruh cuaca yang meliputi kecepatan angin, curah hujan, dan suhu memberikan pengaruh tidak signifikan terhadap kuantitas dan kualitas garam dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai Sig 0,519 > 0,05 dengan F hitung 0,820 < 3,86. Faktor signifikan yang mempengaruhi kuantitas produk diantaranya luas lahan, pendidikan dan pengetahuan, penggunaan teknologi, pola usaha lahan integrasi, sedangkan variasi teknologi berpengaruh terhadap kualitas garam. Produktivitas penggunaan teknologi geomembran integrasi dengan luasan 292, 91 ha mencapai 22.988 ton kelas K1 (1: 78,48), sedangkan untuk non integrasi (non geomembrane) dari 631,54 ha mencapai 17.246 K1 dan 24.201 ton K2 (1:15,237), serta fungsi petak. Eduksi kepada petani garam mengenai pentingnya memahami kondisi cuaca dan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan produksi dan kualitas garam. Pemetaan periodic diperlukan untuk memprediksi dan mengkalkulasi kemampuan produksi sangat diperlukan.
PENGEMBANGAN MODEL KETERKAITAN GREENWASHING DENGAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs): ANALISIS BIBLIOMETRIK
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena greenwashing melalui tinjauan pustaka yang sistematis di pencarian konsep dan tipologi utamanya dalam 20 tahun terakhir. Penelitian ini telah mengikuti proses tinjauan sistematis literatur untuk menyajikan analisis bibliometric terkait hubungan antara tentang Greenwashing dan Sustainable Development Goals (SDGs). Data yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 29 artikel berupa 17 jurnal, 2 buku, 6 book chapter, 4 conference paper, 1 catatan dan 1 hasil review yang dipublikasikan dari tahun 2000 hingga tahun 2021. Penelitian ini menggunakan R biblioshiny untuk analisis dan visualisasi data. Selanjutnya dilakukan pula analisis tambahan dengan menggunakan Vos Viewer. Terdapat 75 penulis, dengan jumlah penulis yang tidak berkolaborasi sebanyak 13 penulis pada 13 artikel. Jurnal Sustainability paling banyak menuat Penulis Indonesia belum ada yang terdaftar, sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi tertutama bagi penulis Indonesia yang akan melakukan publikasi internasional dengan tema serupa. Temuan penelitian ini menjadi acuan dan memberi arah bagi para peneliti berikutnya serta memberikan mapping keberadaan greenwashing, pengukurannya, faktor-faktor yang menyebabkannya terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
KONSERVASI LAHAN DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN IKLIM PASCA PANDEMI COVID-19
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 2 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i2.146

Abstract

Ancaman lingkungan yang serius seperti tanah longsor dan erosi merupakan konsekuensi logis dari adanya konversi lahan akibat peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan pembangunan lainnya. Diperlukan intervensi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan salah satunya melalui konservasi lahan. Sejalan dengan hal tersebut, pandemi Covid-19 telah mendorong setiap orang untuk memikirkan kembali hubungan mereka dengan lingkungan, dan untuk mempertimbangkan konsekuensi atas aktivitas yang dilakukannya terhadap kesejahteraan manusia dan kelangsungan hidup ke depannya. Dalam rangka membantu memerangi perubahan iklim ditengah ancaman degradasi lahan, erosi dan tanah longsor diperlukan konservasi tanah yang berfokus untuk menjaga stabilisasi lereng dan perlindungan erosi tanah melalui kombinasi praktik dan teknik. Perbaikan tanah yang efisien menggunakan teknik struktural telah berhasil di negara maju, sedangkan di negara berkembang, termasuk di Indonesia teknik yang sama belum begitu produktif. Hal tersebut dikarenakan metode structural yang mahal, tidak cocok untuk lereng alami, dan cenderung tidak ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik bioteknologi tanah. Teknik ini merupakan alternatif pengelolaa lahan ramah lingkungan yang menggunakan vegetasi seperti rumput vetiver untuk perbaikan tanah.
PEMANFAATAN LARVA DALAM DEGRADASI SAMPAH PLASTIK
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 3 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i3.147

Abstract

Plastik adalah salah satu bahan yang sangat umum digunakan dalam kehidupan modern kita. Plastik dianggap sebagai bahan yang murah dan praktis, namun memberikan permasalahan pada lingkungan yaitu sampah. Sampah plastik juga menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia, dimana plastik menjadi salah satu penyumbang timbulan sampah nasional. Hal ini diperlukan solusi yang efektif dan efisien dalam pengelolaan sampah plastik. Pengelolaan sampah plastik dapat dilakukan seperti pembuatan biji plastik maupun penggunaan agen biodegradasi yang lebih ramah lingkungan. Namun, biaya yang digunakan dalam pengelolaan sampah yaitu pembuatan biji plastik serta menggunakan agen biologis tersebut juga cukup tinggi. Penggunaan larva bisa menjadi solusi alternatif dalam degradasi sampah plastik. Larva tersebut seperti ulat jerman, ulat hongkong maupun ulat lilin.
APLIKASI MASKER GEL DARI EKSTRAK BELIMBING WULUH DAN LIDAH BUAYA PADA KULIT BERJERAWAT
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 3 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i3.148

Abstract

Kesehatan kulit merupakan aspek penting dari estetika. Metode dan bahan baru telah dikembangkan oleh dermatologis dan ilmuwan untuk memenuhi tujuan tersebut. Kosmetik wajah menjaga kelembapan kulit dan menghilangkan sebum dari kulit untuk menjaga kesehatan kulit. Penggunaan kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit wajah akan menghasilkan kulit yang sehat. Upaya wanita untuk menjaga penampilan kulit wajah tetap sehat sangat beragam mulai dari melakukan perawatan di klinik kecantikan maupun dengan membeli produk skin care. Namun demikian, banyak wanita yang tidak memperhatikan jenis kulit yang dimiliki sehingga perawatannya kurang tepat. Selain itu, tidak sedikit yang mengalami kelainan kulit setelah menggunakan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit, salah satunya timbul masalah kulit yaitu jerawat. Masker wajah merupakan salah satu produk kosmetik yang paling umum digunakan untuk peremajaan kulit. Masker wajah dibagi menjadi empat kelompok, yaitu (a) masker lembaran; (b) masker kelupas; (c) masker bilas; dan (d) hidrogel. Masing-masing memiliki beberapa keunggulan untuk jenis kulit tertentu berdasarkan bahan yang digunakan. Penelitian ini dilakukan melalui metode pre-experimental design dengan rancangan one group pretest dan posttest. Pengumpulan data pada bulan Juni 2022 di Sekaran, Kec. Gunung Pati, Kota Semarang. Sebanyak 15 orang dengan usia 18-25 tahun yang memiliki kelainan kulit berjerawat digunakan sebagai subjek penelitian. Hasil uji klinis 3 panelis ahli dengan berbagai indicator dengan hasil rata-rata posttest sebesar 84,72%. Hasil uji klinis 3 panelis ahli dengan berbagai indikator dengan hasil rata-rata posttest sebesar 84,72% dan kriteria pengurangan jerawat signifikan dan kualitas produk masker gel ekstrak belimbing wuluh dan lidah buaya dinyatakan sangat sesuai berdasarkan hasil uji pH yang dilakukan.
MINYAK SERAI WANGI DAN PRODUK DERIVATNYA
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 3 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i3.149

Abstract

Minyak serai wangi menjadi salah satu komoditas dari sembilan jenis minyak atsiri yang paling menonjol sebagai andalan Indonesia dan berpotensi serta sangat prospektif. Permintaan minyak ini cukup tinggi dan harganya cenderung stabil. Budidaya tanaman serai wangi juga tidak terlalu sulit serta dapat hidup di lahan-lahan kritis. Kandungan utama minyak serai wangi yatiu sitronelal, geraniol, dan sitronelol yang memberikan bau khas citrus yang disukai oleh konsumen. Produksi minyak serai wangi juga harus memenuhi parameter standar mutu SNI 06-3953-1995. Minyak serai wangi ini dapat diperoleh dengan cara ekstraksi dan destilasi. Minyak ini juga memiliki banyak manfaat dan khasiat antara lain antioksidan, antibakteri, antifungal, pengharum ruangan, herbisida, minyak pijat, dan lain-lain.
WEATHERING PREVENTION (WEAPTION) OIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PELAPUKAN BATUAN CANDI PADA SITUS CAGAR BUDAYA BERBASIS MINYAK ATSIRI DARI WASTE ORGANIK
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang No. 3 (2023)
Publisher : Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v1i3.150

Abstract

Cagar budaya merupakan aset penting bagi indonesia yang perlu dijaga kelestariannya. Tujuan penelitian ini untuk membuat inovasi produk pencegahan pelapukan dalam pelestarian bangunan candi pada situs cagar budaya berbasis minyak atsiri dari waste organik. Pencegahan pelapukan candi akibat lumut dan pembekuan air dilakukan dengan pelapisan weaption oil pada batuan candi. Weaption Oil merupakan formulasi minyak atsiri dan nigarin untuk mengatasi biodeteriorasi pada batuan candi. Minyak atsiri diambil dengan metode hidrodestilasi dari bahan alami berupa sereh wangi, kulit jeruk dan jahe dengan perbandingan terbaik 1:2:2 kemudian diformulasikan dengan nigarin. Kandungan senyawa dalam minyak atsiri dari ketiga bahan diketahui dengan pengujian GC-MS dengan hasil senyawa alfa.-Pinene, 2-.beta.-Pinene, beta.-Phellandrene, Cyclohexene, Linalool yang mampu mencegah serta menghambat pertumbuhan lumut dan jamur pada batuan candi. Uji kandungan nigarin (bittern) melalui metode uji Titrimetri, Spektrofotometri, Gravimetri, dan AAS untuk mengetahui kandungan dalam bittern sehingga mampu dianalisis magnesium sebesar 7,32% mampu mencegah pembekuan air pada pori-pori batuan candi. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri E-coli dengan zona hambat sebesar 1,2 mm dan pada bakteri Bacillus subtilis sebesar 7,1 mm. Terakhir, dilakukan uji pemberian “Weaption Oil” dengan perbandingan komposisi minyak atsiri dan nigarin terbaik 4:2 yang diaplikasikan pada batuan candi sehingga mampu mencegah pertumbuhan lumut selama 1 bulan pada suhu 15-20oC.

Page 2 of 4 | Total Record : 34