cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
aquaticmspulm@gmail.com
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
aquaticmspulm@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Gedung 1, Lantai 2 Jl. Jenderal A. Yani, Km.36,6, Simpang Empat Banjarbaru Postal Code: 70714 Tel/Fax. (0511) 4772124 Journal Website: aquaticmspulm@gmail.com Email: aquaticmspulm@gmail.com
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
ISSN : -     EISSN : 30250218     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
AQUATIC adalah Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan yang memuat artikel-artikel Tugas Akhir Mahasiswa dengan ruang lingkup; Hewan air (baik vertebrata atau invertebrata yang hidup di air untuk sebagian atau seluruh hidupnya), Ekosistem Perairan (sistem lingkungan yang terletak di badan air), Tumbuhan Air (tanaman hydrophytic atau hydrophytes, yang telah beradaptasi dengan kehidupan di atau di lingkungan akuatik) dan Pemanfaatan Teknologi yang berhubungan dengan Manajemen Sumberdaya Perairan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018" : 5 Documents clear
KONDISI KUALITAS PERAIRAN PADA LEVEL YANG BERBEDA DAN STATUS KESUBURAN PERAIRAN WADUK RIAM KANAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Eka Iriadenta; Deddy Dharmaji; Indah Aulia
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Riam Kanan merupakan danau buatan yang dibentuk dari pembendungan air sungai. Waduk Riam Kanan memiliki fungsi sebagai pemasuk kebutuhan air untuk keperluan domestik dan industri, sebagai pengendali banjir dan kekeringan, keperluan irigasi untuk kegiatan pertanian dan perikanan darat, dan yang terpenting adalah sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air. Aktivitas manusia seperti kegiatan yang ada pada hulu Sungai Kalaan dan Sungai Tuyup yang bisa mempengaruhi waduk karena sungai tersebut merupakan inlet waduk, kemudian Keramba Jaring Apung (KJA), pemukiman, pariwisata, pertanian dan perkebunan apat mempengaruhi kualitas air waduk jika beban pencemar yang masuk dalam perairan melebihi kapasitas daya tampung waduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kondisi kualitas perairan waduk pada level yang berbeda dan kualitas perairan pada sampel yang dikompositkan dilihat dari parameter DO, pH, suhu, kecerahan, fosfat dan nitrat serta status kesuburan waduk pada sampel yang dikompositkan berdasarkan kada total P dan total N. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan model Environmental Quality Index (EQI) dan status trofik menurut Permen LH nomer 28 tahun 2009. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 statsiun secara purposive. Kondisi kualitas perairan Waduk Riam Kanan pada level yang berbeda berdasarka model EQI tergolong dalam kelas III dimana kisaran nilai KA 0,41 – 0,60 yaitutergolong sedang, berbeda dengan hasil sampel yang dikompositkan yang tergolong dalam kelas IV dimana kisaran nilai KA 0,61 – 0,80 yaitu tergolong baik. Status kesuburan perairan Waduk Riam Kanan adalah Oligotrofik. Riam Kanan reservoir in an artificial lake formed drom damming river water. Riam Kanan reservoir has a function as a supplier or water needs for domestic and industrial purpose, as flood control and drought, irrigation needs for agricultural and aquaculture activities, and most importantly as a source of hydroelectric power. Human activities such as activities in the upper waters of the Kalaan and Tuyup rivers that can affect the reservoirs because the river is a reservoir inlet, then floating net cages, settlement, tourim, agriculturure and plantation can affect water quality if the reservoir if pollutant loads water exceeds the capacity of reservoirs. This research was aimed to find out the water wuality condition of Riam Kanan reservoir at different level based and the quality of the waters in the compiled samples seen from the parameter of DO, pH, temperature, brightness, phosphate and nitrate and the trophical status of reservoirs in the compiled based on total P and total N. Data analyss used in this research is Environmental Quality Index (EQI) and trophic status accprding to regulation of environment minister number 28 year 2009. Sampling is done 5 stasions purposively. The water quality condition of Riam Kanan reservoir at different level based on EQI model belong to class III where the range value of water quality 0,41 – 0,60 id moderate, in contrast with result of composite sample which classified in clas IV where range of value water quality 0,61 – 0,80 is considered good. Trophical status Riam Kanan reservoir is Oligotrophic.
KAJIAN KUALITAS AIR KELAYAKAN HIDUP KERANG DARAH (Anadara granosa) DI TELUK PAMUKAN DESA SAKADOYAN KABUPATEN KOTABARU Jamaluddin Jamaluddin; Rizmi Yunita; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air kelayakan hidup kerang darah (Anadara granosa) di Teluk Pamukan Desa Sakadoyan Kabupaten Kotabaru. Dilaksanakan pada Bulan november 2016 – Maret 2017. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah purposive sampling dan survey. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriftif sederhana dan dibandingkan dengan penelitian mengenai kelayakan hidup kerang darah dengan mengunakan Metode Storet. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian yaitu suhu, arus, kecerahan, TSS, salinitas, pH, DO, BOD, COD, NH3 dan substrat dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air di stasiun I memiliki nilai 0, stasiun II memiliki nilai 0 dan stasiun III memilki nilai -10. Ketiga stasiun masih dalam kondisi kelas A dan B untuk kelayakan kehidupan kerang darah. This study aims to examine the water quality of the feasibility of live clams of blood (Anadara granosa) at Teluk Pamukan Sakadoyan rurals Kotabaru regency. Conducted on November 2016-March 2017. The method used in data collection is purposive sampling and survey. The data of the study were analyzed simple descriptive and compared with the study about the survival of clams blood using storet method. Water quality parameters measured during the study namely temperature, current, brightness, TSS, pH, DO, BOB, COD, NH3, salinity and substrate basis. Analysis results show that water quality at station I has a value 0, station II has a value 0 and station III has a value 10. The three stations are still in conditions class A and B for the feasibility lifes of Clams.
HUBUNGAN INDEKS KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR DI SUNGAI MARTAPURA DESA MELAYU KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN M. Alfiannur; Mijani Rahman; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks dominasi macrozoobenthos di Sungai Martapura Desa Melayu dan mengetahui hubungan parameter kualitas air berdasarkan indeks dominasi macrozoobenthos di perairan Sungai Martapura Desa Melayu Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Martapura Desa Melayu Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Secara keseluruhan waktu yang diperlukan dalam penelitian selama 4 bulan. Parameter yang diukur yaitu suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, total suspended solid (TSS), dissolved oxygen (DO), derajat keasaman (pH). Analisis data yang digunakan yaitu kepadatan, kepadatan relatif, frekuensi kehadiran, keanekaragaman, keseragaman, similaritas dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 6 spesies macrozoobenthos yang terdiri dari 2 filum dan 3 kelas. Nilai kepadatan populasi tertinggi terdapat pada stasiun I sebesar 1.687 ind/m2 dan terendah pada stasiun II sebesar 1.027 ind/m2. Indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 1,18 dan terendah terdapat pada stasiun II sebesar 0,18. Indeks keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 0,80 dan terendah terdapat pada stasiun I sebesar 0,1. Indeks similaritas antar stasiun tidak ada kemiripan. Kepadatan relatif tertinggi dari spesies T.tubifex sebesar 98,26% dan terendah terdapat pada spesies C.aurisipelis sebesar 0,87%. Frekuensi kehadiran tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 167,67% dan terendah terdapat pada stasiun II sebesar 66,67%. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda didapatkan R = 0,716 artinya sebesar 71,6% kepadatan macrozoobenthos mempengaruhi kualitas air Sungai Martapura.
KONDISI LINGKUNGAN PERAIRAN DI DESA BATAKAN OLEH PENGARUH MUSIM BARAT Habudin Habudin; Pathul Arifin; Eka Iriadenta
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh musim Barat terhadap kualitas lingkungan perairan, aktivitas pariwisata terhadap limbah padat di kawasan pesisir Desa Batakan serta menganalisis kondisi kualitas lingkungan perairan untuk mengetahui status mutu air di sekitar wilayah Desa Batakan. Parameter yang diukur yaitu: total suspended solid (TSS), dissolved oxygen (DO), derajat keasaman (pH), chemical oxygen deman (COD), biological oxygen deman (BOD), dan salinitas. Data yang dihasilkan dari pengukuran disajikan dalam bentuk tabulasi dan diagram sehingga akan terlihat adanya perbedaan pada setiap lokasi sampling pengamatan. Analisis data menggunakan metode indeks pencemaran (IP) menurut KepMen LH nomor 115 tahun 2003. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan adanya perbedaan nilai status mutu air antara lokasi sampling 1, lokasi sampling 2, dan lokasi sampling 3. Dalam penggolongan tetap termasuk ke dalam kategori cemar sedang. Pengaruh musim barat menyebabkan perairan Desa Batakan masuk dalam kategori cemar sedang pada saat musim barat. This study aimed to identify the influence of westerly monsoon on the quality of aquatic environment, tourism activities on solid waste in the coastal area of ​​Batakan Village and to analyze the condition of the aquatic environment quality to determine the status of water quality in the vicinity of Batakan Village. The parameters measured were: total suspended solid (TSS), dissolved oxygen (DO), acidity (pH), chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD), and salinity. The data generated from the measurements were presented in tabulation and diagrams so that the differences would be seen in each observational station. The data analysis used pollution index (IP) method according to Ministerial Decree of Environment Number 115 year 2003 and quality standard according to Presidential Decree Number 82 year 2001.The result of water quality measurement showed the difference of water quality status between sampling location 1, sampling location 2, and sampling location 3. In the constant classification, those were included in the category of lightly polluted. The influence of the westerly monsoon resulted in the waters of Batakan Village to be in the category of lightly polluted during the westerly monsoon.
KELAYAKAN KUALITAS PERAIRAN KOLAM DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA GUNUNG MELATI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT Mega Kusuma Wardani; Eka Iriadenta; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perairan kolam ikan di perkebunan kelapa sawit dan tingkat kesuburan perairan. Parameter yang diukur yaitu: suhu, kecerahan, oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), nitrat (NO3) dan posfat (PO4). Analisis data menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) dan tingkat kesuburan perairan dianalisis secara deskriptif dengan acuan studi pustaka. Hasil kelayakan perairan kolam di lokasi penelitian dihitung menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) menunjukan hasil baik pada A1 dan A2 minggu pertama disetiap stasiun sedangkan A3 sangat baik, minggu kedua setasiun A1 dan A3 menunjukan sangat baik dan stasiun kedua menunjukan baik. Pada minggu ketiga stasiun A1 dan A2 menunjukan baik sedangkan A3 sangat baik. Secara umum kondisi kualitas air pada setiap kolam sangat layak untuk kehidupan ikan budidaya (nila,papuyu dan patin). Berdasarkan tingkat kesuburan fosfat (PO4) dan nitrat (NO3) dari pengukuran di minggu pertama sampai minggu ketiga didapat rerata fosfat (PO4) (0,88mg/l, 0,18mg/l, 0,35mg/l) dan nitrat (NO3) (1,3mg/l. <0,1mg/l, <0,1mg/l) menunjukan katagori parairan yang masih di bawah nilai kesuburan perairan. Perairan kolam tersebut menunjukan katagori sangat layak untuk kegiatan budidaya dan kehidupan ikan. This research was conducted to examine the qualification of the pond water quality in oil palm estate and the fertility level of the water. The measured parameters were: temperature, radiance, dissolved oxygen (DO), acidity (pH), nitrate (NO3) and phosphate (PO4). The data analysis used Environment Quality Index (EQI) method and the fertility level of the water was analyzed descriptively with reference literature. The qualification result of the pond water quality in the research location calculated by the Environment Quality Index (EQI) method indicated good results at A1 and A2 for the first week in every station whereas A3 indicated a very good result, for the second week station A1 and A3 indicated very good results and station A2 in good result. The third week, station A1 and A2 indicated good result whereas A3 in a very good result. In general, the condition of the water quality in every pond was very decent for fish cultivation (tilapia, climbing perch, iridescent shark). Based on the fertility level of phosphate (PO4) and nitrate (NO3) from the first measurement to the third ones were found the average phosphate (PO4) was (0,88mg/l, 0,18mg/l, 0,35mg/l) and nitrate (NO3) was (1,3mg/l. <0,1mg/l, <0,1mg/l) which meant that the water qualification was still below the water fertility value. Hence the pond water indicated a very decent category for cultivation and fish lives.

Page 1 of 1 | Total Record : 5