cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 1: Edisi Khusus: November 2014" : 16 Documents clear
Studi tentang bentuk umpan buatan terhadap hasil tangkapan ikan selar (Caranx melamphygus) dengan pancing noru di sekitar rumpon Andika La Ode; Alfret Luasunaung; Wilhelmina Patty
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 1: Edisi Khusus: November 2014
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.1.0.2014.6091

Abstract

Pancing noru (handline) pada umumnya terdiri dari  penggulung, tali utama,  tali pengantar,  tali cabang,  kili-kili,  mata pancing, umpan buatan, dan pemberat. Penelitian bertujuan untuk (1) Membandingkan bentuk umpan buatan pancing noru terhadap jumlah hasil tangkapan ikan selar (Caranx melamphygus) dan  menentukan bentuk umpan buatan pancing noru yang terbaik terhadap jumlah hasil tangkapan ikan selar di Perairan sekitar Teluk Manado. Pengumpulan data dilakukan dengan metode eksperimental yaitu melakukan percobaan penangkapan ikan selar dengan menggunakan bentuk umpan buatan yang berbeda. Data hasil tangkapan dianalisa dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk  melihat apakah Ho(diterima) : Bentuk umpan buatan tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan selar  atau H1(ditolak) : Bentuk umpan buatan berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan selar. Hasil tangkapan diperoleh ikan selar sebanyak 2456 ekor yaitu hasil tebanyak dalam penangkapan dan setelah dianalisa untuk setiap bentuk umpan yang berbeda terlihat bahwa  FHit.< FTabel, artinya perlakuan ketiga bentuk umpan buatan pada perikanan pancing noru mempunyai peluang yang sama  terhadap hasil tangkapan ikan selar.  Sehingga berdasarkan hipotesis penelitian yang ditetapkan sebelumnya maka H0 diterima.  Sebaliknya H1 ditolak. Dari hasil analisa tersebut  dapat disimpulkan bahwa ketiga bentuk umpan buatan pancing noru yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan terhadap hasil tangkapan ikan selar dan ketiga bentuk umpan tersebut juga mempunyai kemampuan menangkap ikan selar  yang sama.
Simulasi pengaruh lunas terhadap stabilitas kapal purse seine yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara Syamtiar Arfah; Heffry V. Dien; Revols D.Ch. Pamikiran
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 1: Edisi Khusus: November 2014
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.1.0.2014.6092

Abstract

Lunas kapal merupakan bagian konstruksi terpenting pada sebuah kapal. Lunas pada pembuatan kontruksi kapal hendaknya memiliki kriteria yang baik seperti terbuat dari bahan yang kuat, keras tidak mudah patah dan memiliki massa jenis yang lebih besar dari air. Stabilitas merupakan syarat utama sebuah kapal agar dapat berlayar dengan aman di laut. Stabilitas adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mendapatkan pengaruh gaya-gaya dari dalam maupun luar kapal seperti angin, ombak, arus dan sebagainya. Pada penelitian ini mempelajari pengaruh ketebalan lunas luar terhadp stabilitas kapal. Metode simulasi dengan menggunakan aplikasi multisurf7 digunakan pada penelitian ini. Dari hasil analisis stabilitas pada 3 kondisi kapal yang berbeda yaitu; kondisi 1 (tidak menggunakan lunas), kondisi 2 (lunas dengan ketebalan 0.20cm), dan kondisi 3 (lunas dengan ketebalan 0.40cm), maka didapatkan hasil bahwa penambahan ketebalan lunas luar dapat meningkatkan kestabilan kapal tetapi mempengaruhi sudut kemiringan kapal sehingga dapat mengurangi daya muat kapal tersebut.
Pengaruh warna umpan buatan terhadap hasil tangkapan pancing noru di perairan Teluk Manado Isrojaty J. Paransa; Wilyam R. Tipinbu; Henry J. Kumajas
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 1: Edisi Khusus: November 2014
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.1.0.2014.6168

Abstract

Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Teluk Manado dalam upaya penangkapan ikan pelagis adalah pancing ulur dengan berbagai jenis dan ukuran, baik yang menggunakan umpan alami ataupun umpan buatan.  Salah satu jenis pancing ulur yang menggunakan umpan buatan adalah pancing noru. Pancing noru dioperasikan menggunakan umpan buatan dari serat kain berwarna-warni. Untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang warna umpan buatan yang paling disukai ikan pelagis kecil, maka perlu dilakukan penelitian tentang Perbedaan Warna Umpan Buatan Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Kecil  di perairan Teluk Manado. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa umpan buatan warna merah dan biru yang paling banyak memberikan hasil tangkapan ikan pelagis kecil yakni ikan selar (Selaroides sp) dan ikan malalugis (Decapterus sp). Jumlah tangkapan pada trip I terbanyak warna merah yaitu 664 ekor, tangkapan terbanyak trip II adalah warna Kuning yakni 642 ekor,  trip IIIwarna Kuning sebanyak 433 ekor, trip IV warna Putih sebanyak 670 ekor dan trip V warna Putih sebanyak 364 ekor.  Sedangkan waktu operasiyang terbaik adalah pada jam 18.00 sampai dengan 20.59.
Komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar di perairan sekitar Desa Lopana Teluk Amurang Amandus Burdam; Meta S. Sompie; Lefrand Manoppo
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 1: Edisi Khusus: November 2014
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.1.0.2014.6172

Abstract

Desa Lopana, merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan yang memiliki perairan laut yang relatif luas. Permukiman penduduk sebagian besar berada di pesisir pantai, sehingga kegiatan lebih banyak terfokus pada kegiatan yang berhubungan dengan  pemanfaatan sumberdaya perikanan. Pemanfaatan sumberdaya  perikanan yang ada masih bersifat tradisional, seperti pancing noru, pancing dasar, pancing ikan tindarung dan  jaring insang. Salah satu alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat nelayan adalah jaring insang dasar (bottom gillnet) yang digunakan untuk ikan demersal, tetapi dapat juga tertangkap ikan pelagis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar berukuran  mata 1¾ inci dan 2 inci; mengikuti metode deskriptif yang didasarkan pada studi kasus. Total hasil tangkapan jaring insang dasar adalah 1339  ekor. Tangkapan jaring insang dasar ukuran mata 1 ¾ inci sebanyak 706 ekor yang terdiri dari 7 jenis; tetapi yang dominan adalah masua, Decapterus russeli (86,04%), gorara, Pentapodus bifasciatus (6,91%) dan kowong, Lutjanus rufolineatus (3,53%). Tangkapan jaring insang dasar ukuran mata 2 inci sebanyak 630 ekor yang terdiri dari 8 jenis; dan ikan dominan adalah masua, Decapterus russeli (88,89%), tude, Selaroides leptolepis 3,33% dan kowong, Latjanus rufolineanus (2,86%).
Pengukuran tingkat kebisingan pada kapal ikan KM. Sumber Jaya (pukat cincin) bermesin tempel di perairan Teluk Manado Otniel T. Usior; Fransisco P.T. Pangalila; Frangky E. Kaparang
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 1: Edisi Khusus: November 2014
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.1.0.2014.6176

Abstract

Kapal purse seine bermesin tempel memiliki mesin penggerak utama maupun alat bantu menarik jarring. Hal ini menyebabkan timbulnya kebisingan yang disebabkan oleh getaran pada mesin kapal tersebut sewaktu dioperasikan. Tingkat kebisingan ini mempengaruhi tingkat kenyamanan dan kesehatan pendengara ABK dan nelayan sewaktu bekerja maupun jam istirahat. Untuk itu dilakukan pengukuran tingkat kebisingan di kapal ikan yang nantinya akan bandingkan dengan tingkat kebisingan yang diizinkan Departemen Kesehatan adalah 80 dB. Penelitian ini bersifat deskriptif dan experiment. Pengumpulan data tingkat kebisingan ini dilakukan pada kondisi sebagai berikut: perjalanan ke fishing ground, melepaskan alat (setting), menarik alat (hauling), kembali ke pangkalan. Pengambilan data kebisingan diukur pada tiap-tiap titik 1m yang berbeda di kapal dan tinggi sound desibel meter adalah 1 meter dari kapal. Data dianalisis dengan mengambarkan pola penyebaran kebisingan dengan mengunakan Software  Surver 10. Gambaran kondisi kebisingan akan dibandingkan dalam beberapa kondisi yang diukur. Dari pola penyebaran kebisingan tersebut akan terlihat daerah mana yang melebihi nilai ambang batas kebisingan. Penelitian dilaksanakan di kapal ikan pukat cincin kecil KM. Sumber Jaya yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari bulan Agustus sampai bulan Oktober 2014. Tingkat kebisingan yang tertinggi pada saat menuju ke fishing ground berada sebesar 97,8 dBdan nilai terendah  sebesar 48,7 dB.Tingkat kebisingan yang tertingggi pada saat alat tangkap dilepas berada sebesar 89,9 dB dan terendah sebesar 30,0 dB.Tingkatkebisingan yang tertinggi pada kondisialat tangkap ditarik sebesar 77,64 dB dan terendahsebesar 31,7 dB.Tingkat kebisingan yang tertinggi pada saat kembali ke Fishing basesebesar 99,7 dB, dan terendah sebesar 51,7 dB.
Pola arus permukaan saat surut di sekitar muara Sungai Malalayang, Teluk Manado Yotam N. Kamat; Patrice N.I. Kalangi; Meta S. Sompie
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 1: Edisi Khusus: November 2014
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.1.0.2014.6177

Abstract

Perairan pantai merupakan salah satu wilayah perairan yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan seperti usaha perikanan dan pariwisata oleh dan atau bagi masyarakat. Pemanfaatan ini sangat membutuhkan informasi oseanografi, khususnya pola pergerakan massa air. Penelitian ini bersifat deskriptif, yakni penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dengan lebih jelas tentang kondisi tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Lagrangian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2014 di perairan muara Sungai Malalayang. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa pada awal periode air surut, massa air cenderung bergerak ke arah barat, tetapi kemudian berbalik ke arah timur di sisa periode. Pola arus permukaan saat surut di sekitar muara Sungai Malalayang, Teluk Manado

Page 2 of 2 | Total Record : 16