cover
Contact Name
Nora Usrina
Contact Email
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260777585
Journal Mail Official
nasuwakes@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes Aceh Kab Aceh Besar Telp : +62 852-6077-7585
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Nasuwakes : Jurnal Kesehatan Ilmiah
ISSN : 1978631X     EISSN : 26556723     DOI : doi.org/10.30867/nasuwakes.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Journal Nasuwakes was created and developed by Health Polytechnic of the Ministry of Health of Aceh. This journal is published regularly 2 times a year in May and November which publishes research articles in the field of health in general. Articles submitted will be selected by editors and bestari partners. Nasuwakes in its next publication will receive all research articles, reviews, and case studies in the field of health science.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2023): April" : 10 Documents clear
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Tatanan Keluarga Kecamatan Pasie Raja jumadewi, asri; Wahab, Irwana
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.37

Abstract

Predisposition, support and encouragement are factors that can manifest the behavior of a person and society. A person's behavior will become a habit in activities and doing health. The Clean and Healthy Behavior Program (PHBS) is a health program to improve the health status of the community. PHBS has long been known, and echoed by the government, especially the ministry of health in household arrangements. PHBS in this order becomes the expected behavior in the family to encourage health behavior. The indicators for the success of PHBS can be seen from delivery that must be supported by health workers, providing exclusive breastfeeding, weighing infants and toddlers regularly, washing hands with soap and clean water, using clean water, healthy latrines, eradicating mosquito larvae, consuming fruit and vegetables and doing physical activity every day, and coupled with the PHBS program for households not smoking in the house. This research was conducted in the village of Mata Ie Pasie Raja, South Aceh Regency to find out the description of the family PHBS in the village of Mata Ie Pasie Raja. Descriptive research method was conducted by conducting interviews using a questionnaire. Respondents who became the sample of this study were housewives who collected 55 people. The results showed that the level of knowledge of respondents was in the moderate category, as many as 26 (47.2%), the rest were in the good category were 17 people (30.9%) and in the less category as many as 12 people (21.8%). This knowledge can be increased by providing counseling and assistance to the family PHBS program by the government and the health office, so that knowledge dissemination can increase and influence the community in general.
LITERATUR REVIEW : HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI PADA BADUTA Yusnaini, Yusnaini; Khamsiah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.280

Abstract

Latar Belakang: Pemberian MP-ASI berarti memberikan makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi dan anak usia 6-12 bulan. MP-ASI yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi sehingga bayi dan anak dapat tumbuh kembang dengan optimal. MP-ASI diberikan secara bertahap sesuai dengan usia anak, melalui dari MP-ASI jenis lumat sampai anak menjadi terbiasa dengan makanan keluarga. Disamping MP-ASI, pemberian ASI  terus dilanjutkan sebagai sumber zat gizi dan faktor pelindung penyakit hingga mencapai anak usia dua tahun atau lebih.Tujuan Penelitian: Untuk melakukan review pada beberapa literature terkait hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada bayi usia 6-24 bulan.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review.Hasil penelitian: Hasil penelitian secara umum pemberian MP-ASI dini berhubungan dengan status gizi, Pemberian MP-ASI tepat waktu berhubungan dengan status gizi.Kesimpulan: Ada hubungan antara Pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 dengan status gizi.Saran: untuk penelitian selanjutnya dapat diharapkan dapat menjadi rujukan untuk lebih banyak lagi penelitian tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Menghadapi Wabah COVID-19 (Corona Virus Disease-19) di Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Dewita, Dewita; AS, Emilda; Alchalidi, Alchalidi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.302

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok khusus yang rentan terkena virus Covid-19. Selama hamil terjadi penurunan kekebalan parsial, sehingga mengakibatkan ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus. Dengan status immune compromised dan perubahan adaptif fisiologis selama kehamilan, wanita hamil bisa lebih rentan terhadap infeksi COVID-19 daripada populasi umum. Hal ini dikarena COVID-19 menyebar dengan cepat, penatalaksanaan ibu dan keselamatan janin menjadi perhatian utama, tetapi informasi penilaian dan penatalaksanaan wanita hamil yang terinfeksi COVID-19 masih langka, dan potensi risiko penularan vertikal tidak jelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam menghadapi wabah Covid-19 di Desa Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Jumlah sampel penelitian 34 orang ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrument penelitian yang digunakan kuesioner, dimana ibu hamil sebelum dilakukan penyuluhan dilakukan pre test dan posttes untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan penularan Covid-19. Analisa data yaitu univariate. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan 34 responden ibu yang pengetahuan baik terhadap covid-19 sebanyak 12 orang (35,3%), ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 13 orang (38,2%) dan ibu dengan pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (26,5%). Sedangkan sikap pencegahan penularan Covid-19 adalah dari 34 responden sikap positif ibu terhadap covid-19 sebanyak 17 orang (50,0%) dan sikap negatif sebanyak 17 orang (50,0%). Hal ini sesuai dengan penelitian Luo & Yin, menyebutkan dalam pelaksanaan manejemen kesehatan terutama pencegahan COVID-19 pada ibu hamil, hampir keseluruhan responden telah melaksanakan manajemen kesehatan dengan baik. Setelah dilakukan penelitian terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap pada ibul hamil dalam menghadapi Covid-19 di Desa Karang Anyer Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa.
Kebiasaan Makan dan Kejadian Anemia pada Santriwati Pesantren di Kota Banda Aceh Aceh Indonesia Putri, Jufiza; Ahmad, Aripin
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i2.414

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok berisiko lebih tinggi terkena anemia disebabkan factor fisiologis siklus menstruasi, pola makan yang tidak sehat dan perilaku hidup yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan, keragaman konsumsi, dan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada santriwati pondok pesantren. Desain cross-sectional study pada 142 santriwati di Pondok Pesantren di Kabupaten Aceh Besar, dilakukan pada bulan Mei 2021. Data pola makan dikumpulkan dengan metode food frequency questinaire (FFQ), keragaman konsumsi menggunakan metode Individual dietary diversity score (IDDS), dan kebiasaan saran pagi dengan metode food recall. Data kadar haemoglobin dikumpulkan dengan alat Easy touch, anemia bila kadar Hb<12 g/dL. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square test pada tingkat kepercayaan 95%. Hampir setengah dari santriwati memiliki pola makan dengan kategori cukup (42,5%), 95,1% konsumsi beragam, dan 78,2% sarapan setiap pagi. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan pola makan, keragaman konsumsi dan kebiasaan sarapan pagi dengan anemia (p=0,025, p=0,003 dan p=0,025). Pola konsumsi makan, keragaman dan sarapan pagi berpegaruh signifikan terhadap kejadian anemia pada santriwati, perlu upaya untuk meningkatkan pola makan pada santriwati terutama yang tinggal secara boarding melalui perbaikan menu makanan dan edukasi gizi seimbang pada Santriwati di Pondok Pesantren untuk mencegah anemia.
Konseling Gizi Terhadap Asupan Makanan Sumber Indeks Glikemik Dan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara marlina, marlina; Sri Mulyani, Nunung
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i2.415

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan hiperglikemia kronis disertai kelainan metabolik akibat gangguan hormon disebabkan asupan makanan sumber indeks glikeik tinggi. Indeks glikemik merupakan konsep penting yang diajukan dalam memilih makanan yang sesuai bagi penderita diabetes mellitus. konseling gizi merupakan salah satu cara untuk mencegah naiknya kadar gula darah. Penelitian quasi eksperimen untuk melihat adanya pengaruh pemberian konseling gizi terhadap asupan makanan sumber indeks glikemik dan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan pada juni – juli 2022 di rumah sakit Cut Meutia Lhokseumawe dengan jumlah 31 sampel sesuai dengan kriteria inklusi,Pengolahan data menggunakan uji Paired T Test. Rata rata asupan indeks glikemik sebelum konseling 117,2 kkal setelah konseling rata rata 114,9 kkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asupan sumber indeks glikemik Sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi dengan hasil p value =0.006 (P < 0.05). pada kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukannya konseling gizi p value = 0.000 (P < 0.05). Ada hubungan signifikan antara pemberian Konseling gizi terhadap asupan indeks glikemik pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2, dan terdapat hubungan signifikan antara pemberian Konseling gizi terhadap Kadar Gula Darah pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Disarankan agar penderita diabetes mellitus agar dapat menjaga asupan bahan makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi untuk menghindari peningkatan kadar glukosa darah
Kualitas Organoleptik Nugget Dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita maschata) Mustaqim, Mustaqim; andriani, andriani
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i2.416

Abstract

Kebanyakan produk daging olahan seperti nugget pada umumnya memiliki kelemahan pada kandungan serat yang rendah sehingga belum mencukupi serat pangan. Adanya penambahan labu kuning pada nugget akan meningkatkan kandungan serat, vitamin, dan karbohidrat yang tinggi. Serat makanan yang ada pada labu kuning banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia, yakni untuk mencegah diabetes, obesitas, penyakit jantung koroner, kanker usus besar, divertikular dan konstipasi. Untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning terhadap sifat organoleptik (rasa, aroma, tekstur, dan warna) nugget. Study literatur ini menggunakan metode penggabungan inti sari atau meringkas serta menganalisis fakta dari beberapa sumber ilmiah yang akurat dan valid. Study literatur menyajikan ulang beberapa materi yang pernah diterbitkan sebelumnya. Hasil studi literatur ini, terdapat pengaruh yang nyata penambahan labu kuning terhadap kualitas organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur) dari beberapa penelitian dalam study litaratur yang sudah dilakukan. Penambahan labu kuning pada rata-rata produk menambah cita rasa serta menghasilkan nugget yang hampir sama dengan yang beredar dipasaran. Oleh kerena itu , dapat disimpulkan bahwa penambahan labu kuning secara keseluruhan berpengaruh terhadap sifat organoleptik produk diharapkan sebaiknya lebih dipertimbangkan penggunaan labu kuning pada pengolahan nugget dalam bentuk kukus, rebus, tepung atau pasta dikarenakan akan mempengaruhi nilai gizi dan sifat organoleptik nugget yang dihasilkan.
Pengaruh Status Gizi dan Status Anemia Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 2 Utami, Ummairah Putri; Fadjri, T. Khairul
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.417

Abstract

Status gizi dan status anemia sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dan tingkat kecerdasannya dalam menangkap pelajaran di sekolah, sehingga anak yang memiliki daya tangkap lebih baik dan dapat memperoleh prestasi yang baik pula di sekolahnya diperlukan status gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh status gizi dan status anemia terhadap prestasi belajar siswa di SD Negeri 2 Karang Bundar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian crossectional. Sampel dalam penelitian adalah siswa SD Negeri 2 karang Bundar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Sampel terdiri dari kelas IV dan V sebanyak 49 orang dan cara pengambilan data dengan dua cara yaitu data primer BB/TB, pengukuran kadar Hb. Untuk data sekunder prestasi belajar dengan cara penelusuran nilai rapor. Hasil pada penelitian ini yaitu status dengan status gizi baik sebanyak 75,5%, sebagian besar siswa yang berstatus tidak anemia yaitu 85,70% dan siswa dengan prestasi baik yaitu sebanyak 36,7%. Ada hubungan yang signifikan antara status anemia dengan prestasi belajar (p=value 0,004) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi belajar di SD Negeri 2 Karang Bundar Kecamatan Karang Baru Kabupaten aceh Tamiang.Diharapkan juga pihak sekolah bekerja sama dengan pihak puskesmas untuk memberikan penyuluhan pada orang tua anak sekolah tentang pengaruh rendahnya kadar hemoglobin terhadap prestasi belajar siswa, sehingga orang tua lebih memperhatikan asupan makanan bergizi untuk anaknya agar dapat meningkatkan prestasi belajar.
Asupan Serat dan Cairan terhadap Konstipasi pada Masyarakat Lanjut Usia di Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Wirdayana, Wirdayana; Rahmad, Agus Hendra
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.418

Abstract

Konstipasi/sembelit merupakan susah buang air besar, fesesnya yang keras dan merasa tidak puas saat buang air besar. Makanan rendah serat akan menyebabkan feses menjadi keras dan kering sehingga mengeluarkan feses dibutuhkan peningkatan tekanan saluran cerna. Tujuan untuk mengukur tingkat hubungan asupan serat dan cairan terhadap konstipasi pada mayarakat Lanjut usia di Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 68 orang dengan tehnik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan juni 2019. Variabel penelitian terdiri asupan serat, cairan dengan kejadian konstipasi, menggunakan uji chi-square. Pada lanjut usia asupan Serat kategori kurang yaitu 52,9%, asupan cairan kategori kurang yaitu 47,1% dan yang mengalami konstipasi yaitu 58,8%. Terdapat hubungan asupan serat dengan kejadian konstipasi dengan p value 0.000 (p <0,05) dan tidak terdapat hubungan asupan cairan dengan kejadian konstipasi pada masyarakat lanjut usia di Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar dengan p value 0.462 (p > 0,05). Diharapkan bagi petugas tenaga gizi Puskesmas dibagian Poswindu agar dapat memberikan konseling dan penyuluhan tentang pentingnya konsumsi asupan serat dan asupan cairan untuk mencegah terjadinya konstipasi.
Efektifitas Penyuluhan Dengan Menggunakan Media Lembar Balik dan Powerpoint Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Di SMAN 11 Banda Aceh Aisyah, Siti; Andriani, Andriani
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.419

Abstract

Penyuluhan merupakan salah satu kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, sehingga masyarakat tidak hanya sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjura yang ada hubungannya dengan kesehatan. Daya tarik penyuluhan sangat tergantung pada media yang digunakan, seperti power point dan lembar balik, kedua jenis media ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, karena dapat berisi ilustrasi-ilustrasi yang berkaitan dengan isi pesan yang akan disampaikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas penyuluhan tentang anemia dengan menggunakan media lembar balik dan power point terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri kelas XI di SMAN 11 Banda Aceh. Metode penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental, dilakukan secara One Pretest dan Posttest. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023 dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh siswi kelas XI-3 (30 orang) dan XI-4 (30 orang). Analisa data menggunakan Uji T dependen dan Uji T Independen. Setelah dilakukan uji statistik diperoleh nilai rata-rata pengetahuan tentang anemia sebelum menggunakan media lembar balik yaitu 20,2, dan nilai rata-rata pengetahuan tentang anemia sesudah menggunakan media lembar balik yaitu 24,2. Sedangkan nilai rata – rata pengetahuan tentang anemia sebelum menggunakan media power point yaitu 19,5 dan nilai rata – rata pengetahuan tentang anemia sesudah menggunakan media power point yaitu 27,3. Terdapat perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media lembar balik, dengan nilai p = 0,009. Serta terdapat perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media power point, dengan nilai p = 0,003.
Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Berhubungan Dengan Status Gizi Bayi Ismi, Cut Tasya
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2023): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i1.423

Abstract

Balita yang mengalami gizi sangat kurang di Aceh sebanyak 2.8% dan gizi kurang sebanyak 11.2%. Gangguan pertumbuhan bayi dan anak yang berumur 6-24 bulan di Indonesia disebabkan masih rendahnya mutu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), yang meliputi terlalu dini umur bayi untuk pertama kali mendapatkan MP-ASI menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan gizi kurang. MP-ASI yang diberikan terlalu awal menyebabkan meningkatnya risiko terjadi diare dan infeksi saluran pencernaan sehingga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan umur pemberian MP-ASI dengan status gizi anak usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara. Desain yang dipakai dalam penelitian ini adalah crossectional, dengan sampel ibu-ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan berjumlah 73 orang, dan merupakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan fisik berupa penimbangan berat badan. Data dianalisa menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menghasilkan bahwa persentase status gizi buruk berjumlah 9,6% dan gizi kurang berjumlah 13,7%. Persentase diberikan MP-ASI yang pertama pada kategori umur kurang 6 bulan adalah 68,5%. Penelitian ini membuktikan bahwa Ada hubungan umur pertama kali diberikan MP-ASI dengan status gizi bayi umur 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara dengan p-value = 0,011. Penelitian ini menyimpulkan bahwa umur pemberian MP-ASI berhubungan dengan status gizi bayi yang berumur 6-12 bulan. Ibu-ibu diharapkan agar memberikan MP-ASI pada bayi sesuai rekomendasi yaitu umur lebih dari 6 bulan, sementara bayi umur 0-6 bulan yang hanya diberikan ASI saja..

Page 1 of 1 | Total Record : 10