cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mental Health Concerns
ISSN : 29645042     EISSN : 29645034     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan jiwa meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok rentan. Penelitian kesehatan jiwa susuai tren kekinian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022" : 5 Documents clear
Efektifitas logoterapi dengan media seni menggambar terhadap penurunan depresi pada lansia Heryana, Nur Rakhmanto; Yusuf, Umar; Suhana, Suhana
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.292

Abstract

Background: During their old age, an elderly person will experience a slow and gradual decline. Setbacks that occur can be physical and psychological setbacks. The bad impact is that he will be isolated, not developing, and the opportunity to actualize himself will be smaller. Nearly 15 percent of the population aged over 65 years are prone to depression. Purpose: This study aims to test the effectiveness of logotherapy with the medium of drawing to find the meaning of life and reduce depression in the elderly at the Budi Pertiwi Wredha Nursing Home, Bandung. Method: This study uses a single subject design method with an A-B-A design. The participants in this study were 2 elderly people who lived at the Budi Pertiwi Wredha Home, female, aged over 60 years and showed a level of depression obtained with a BDI-II score. The level of depression was obtained using the Indonesian language version of the BDI-II measuring instrument which has 21 valid items. an internal validity test was performed and all questions were positively correlated with depression scores (range r= 0.344-0.845; p= 0.000-0.024). The reliability test for all questions gives a Cronbach alpha value of 0.721. Results: This study used 2 participants, female sex, aged over 65 years and showing symptoms of depression, living daily at the Wredha Home, and still able to communicate fluently. Conclusion: logotherapy with the art of drawing is quite effective in reducing the level of depression in the elderly at the Budi Pertiwi Wredha Nursing Home, Bandung. Indicated by a decrease in the level of depression from a high level of depression to a moderate level of depression.   Pendahuluan: Dalam menjalani masa tuanya seorang lansia akan mengalami kemunduran secara perlahan dan bertahap. Kemunduran yang terjadi bisa berupa kemunduran fisik dan psikologis. Dampak buruknya ia akan terisolir, tidak berkembang, dan kesempatan mengaktualisasikan dirinya semakin kecil. Hampir 15 persen dari jumlah penduduk berusia di atas 65 tahun rentan mengalami depresi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas logoterapi dengan media seni menggambar untuk menemukan makna hidup dan menurunkan depresi pada lansia di Panti Wredha Budi Pertiwi Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode single subject design dengan desain A-B-A. Partisipan dalam penelitian ini adalah 2 orang lansia yang tinggal di Panti Wredha Budi Pertiwi, berjenis kelamin perempuan, berusia di atas 60 tahun dan menunjukkan tingkat depresi yang diperoleh dengan skor BDI-II. Tingkat depresi diperoleh dengan menggunakan alat ukur BDI-II versi bahasa Indonesia yang memiliki 21 item valid. dilakukan uji validitas internal dan didapatkan semua butir pertanyaan berkorelasi positif dengan skor depresi (rentang r= 0,344-0,845; p= 0,000- 0,024). Uji reliabilitas untuk semua butir pertanyaan memberikan nilai alpha Cronbach sebesar 0,721. Hasil: Penelitian ini menggunakan 2 orang partisipan, berjenis kelamin perempuan, berusia di atas 65 tahun dan menunjukkan gejala depresi, menetap sehari-hari di Panti Wredha, serta masih dapat diajak berkomunikasi dengan lancar. Simpulan: logotherapy dengan media seni menggambar cukup effective menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Budi Pertiwi Bandung. Ditunjukkan dengan menurunnya tingkat depresi dari tingkat depresi tinggi ke tingkat depresi sedang.
Komunikasi Terapeutik Motif dan makna sukarelawan sebagai pelaku komunikasi terapeutik: Studi fenomenologi mengenai motif sukarelawan sebagai pelaku komunikasi terapeutik melalui metode kasih sayang di Yayasan Penyandang Disabilitas Mental Mentari Hati Tasikmalaya Amini, Nadia Ushfuri
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.293

Abstract

Background: The Mentari Hati Tasikmalaya Foundation is a social rehabilitation center that accommodates and treats people with mental disabilities or people with mental disorders from the streets with the 'Compassion' method and humanizes humans. This foundation was established because of Dadang Heryadi's concern for the many people with mental disorders on the streets. The phenomenon about the Mentari Hati Foundation and therapeutic communication through the 'Love' method is carried out by volunteers in treating patients with mental disabilities, where volunteers carry out social actions sincerely and selflessly, volunteers treat mental patients like normal people and consider patients as their own family. Purpose: Assessing the motives of volunteers and the meaning of the experience they have when carrying out therapeutic communication through the 'Affection Method' Methods: In analyzing these problems, Alfred Schutz's phenomenological theory, social action theory, social construction theory, Fundamental Interpersonal Relations Orientations (FIRO) theory, motivation theory and empathy theory are used. The research methodology uses a constructivism paradigm with phenomenological research methods and a qualitative research approach. The research location was conducted at the Mentari Hati Foundation, research informants were selected purposively by taking 3 (three) key informants and 3 (three) supporting informants. Results: Each informant has a different opinion regarding therapeutic communication through the 'Love' method at the Mentari Hati Foundation. The motives of the volunteers consist of in order to motive and because motive. Conclusion: The meaning of being a volunteer is social, spiritual, affection and empathy.   Pendahuluan: Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya merupakan sebuah panti rehabilitasi sosial yang menampung dan mengobati penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari jalanan dengan metode ‘Kasih Sayang’ dan memanusiakan manusia. Yayasan ini didirikan karena kepedulian Dadang Heryadi yang prihatin dengan banyaknya orang dengan gangguan jiwa di jalanan. Fenomena tentang Yayasan Mentari Hati dan komunikasi terapeutik melalui metode ‘Kasih Sayang’ dilakukan oleh para sukarelawan dalam mengobati pasien disabilitas mental, dimana sukarelawan melakukan tindakan sosial dengan ikhlas dan tanpa pamrih, sukarelawan memperlakukan pasien gangguan jiwa seperti orang normal dan menganggap pasien sebagai keluarganya sendiri. Tujuan: Mengkaji motif yang dimiliki sukarelawan dan pemaknaan terhadap pengalaman yang dimiliki ketika melakukan komunikasi terapeutik melalui ‘Metode Kasih Sayang’ Metode: Dalam menganalisa permasalahan tersebut maka digunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, teori tindakan sosial, teori konstruksi sosial, teori Fundamental Interpersonal Relations Orientations (FIRO), teori motivasi dan teori empati. Metodologi penelitian ini menggunakan paradigma konstrutivisme dengan metode penelitian fenomenologi dan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Yayasan Mentari Hati, informan penelitian dipilih secara purposive dengan mengambil 3 (tiga) key informant dan 3 (tiga) informan pendukung. Hasil:  Tiap-tiap informan memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai komunikasi terapeutik melalui metode ‘Kasih Sayang’ di Yayasan Mentari Hati. Adapun motif yang dimiliki sukarelawan terdiri dari in order to motive dan because motive. Simpulan: Makna dimiliki sukarelawan adalah makna sosial, spiritual, kasih sayang dan empati.
Pengaruh mobilisasi sim terhadap kejadian dekubitus pada pasien stroke di Ruang Stroke Center RSUD Kota Mataram: Pengaruh Perubahan posisi 2 jam terhadap kejadian decubitus Marlina, Heny; Yulianingsih, Apriani
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.298

Abstract

Background: Decubitus is an indicator of the quality of hospital services, the high incidence of patients with decubitus reflects the low quality of nursing services. One way to prevent decubitus is to adjust the sim position. Purpose: To analyze the effect of changing positions every 2 hours periodically on decubitus events. Methods: The design of this study uses a pre-experimental research design. The study population was all bed rest patients > 3 days at the Mataram City Hospital Stroke Center during the data collection period, while the study sample was all bed rest patients > 3 days. Sampling technique using accidental sampling. The results of statistical analysis using the Paired-test with a confidence level of 95% (p <0.005). Results: Statistical analysis of the average value before mobilization every 2 hours and after sim mobilization every 2 hours obtained a significant value of 0.002. Because the p-value <0.05, HI failed to be rejected. Conclusion: Sim mobilization every 2 hours has an effect on the risk of developing decubitus in patients at the Mataram City Regional General Hospital. Suggestion: It is expected that the implementation of nursing services at the Mataram City Regional General Hospital, especially the stroke center room, will pay attention to and consider the nursing services that have been implemented so that nurses can continue to provide optimal nursing services so that they can reduce the incidence of decubitus and the goals that have been set can be achieved.   Pendahulian: Dekubitus merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit, tingginya angka kejadian pasien dengan dekubitus mencerminkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan. Pencegahan dekubitus salah satunya dengan melakukan pengaturan posisi sim. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh perubahan posisi setiap 2 jam berkala terhadap kejadian dekubitus. Metode: Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian jenis pra eksperimental. Populasi penelitian adalah semua pasien tirah baring > 3 hari di Stroke Center RSUD Kota Mataram selama periode pengumpulan data, sedangkan sampel penelitian adalah semua pasien tirah baring > 3 hari. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental Sampling. Hasil analisis statistic dengan menggunkan Paired-test  dengan tingkat kepercayaan 95 % ( p < 0,005 ). Hasil: Analisis statistik terhadap nilai rata-rata sebelum di lakukan mobilisasi setiap 2 jam dan setelah di lakukan mobilisasi sim setiap 2 jam didapatkn nilai yang signifikan 0,002. Oleh karena p-value <0,05 sehingga HI gagal ditolak. Simpulan: Pelaksanaan mobilisasi sim setiap 2 jam berpengaruh terhadap resiko terjadinya dekubitus pada pasien  di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Saran: Diharapkan pelaksanaan pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram khususnya ruang stroke center memperhatikan dan mempertimbangkan pelayanan keperawatan yang sudah diterapkan agar perawat dapat tetap memberikan pelayanan keperawatan yang optimal sehingga dapat mengurangi kejadian dekubitus serta tujuan yang telah di tetapkan dapat  tercapai.
Hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja di Bandar Lampung Triyoso, Triyoso
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.323

Abstract

Background: Today we often hear and even see acts of violence that occur in our surroundings, both verbally and non-verbally. Not infrequently also in the family, community and school environment. Families that should be role models for their sons and daughters, whether consciously or not, are now turning their backs on harm. One of the factors that influence aggressive behavior is thought to be emotional intelligence. Purpose: To determine the relationship between emotional intelligence and adolescent aggression behavior in Bandar Lampung. Methods: This research uses a non-experimental quantitative method with a comparative causal type, which wants to know the factors that influence the variables of adolescent aggression behavior. The sampling technique was non-probability sampling with purposive sampling, with a sample of 100 youths in Bandar Lampung. The results of the regression test obtained a sig (p) of 0.000 (<0.05) meaning that the hypothesis is accepted, namely that there is a positive influence of emotional intelligence on aggressive behavior in adolescents in Bandar Lampung. Results: characteristics of respondents with an average age of 16.80 and an age range of 14-18 years. From the sex of the majority male with a percentage of 52 percent, have high aggressive behavior 57 percent, poor emotional intelligence 52 percent, do not consume alcohol 87 percent, people who influence the majority of parents with a percentage of 52 percent and cause of stress the majority of learning tasks with a percentage of 63 percent. Conclusion: There is a relationship between emotional intelligence and aggressive behavior with a p-value <0.05.   Pendahuluan: Dewasa ini kita sering kali mendengar bahkan melihat tindak kekerasan yang terjadi dalam lingkungan sekitar kita baik secara verbal maupun non verbal. Tidak jarang pula pada lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Keluarga yang seharusnya menjadi contoh teladan bagi putra putrinya, entah itu secara sadar atau tidak, sekarang justru berbalik mencelakai. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresi diduga adalah kecerdasan emosi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja di Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan jenis kausal komparatif, yang ingin mengetahui factor-faktor yang berpengaruh terhadap variabel perilaku agresi remaja. Teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan jenis purposive sampling, dengan sampel sebanyak 100 remaja di Bandar Lampung. Hasil uji regresi didapatkan sig (p) sebesar 0,000 (< 0,05) artinya hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh positif kecerdasan emosi terhadap perilaku agresi pada remaja di Bandar Lampung. Hasil: karakteristik responden dengan rata-rata usia 16.80 dan rentang usia 14-18 tahun. Dari jenis kelamin mayoritas laki-laki dengan persentase 52 persen, memiliki prilaku agresi tinggi 57 persen, kecerdasan emosi buruk 52 persen, tidak mengkonsumsi alkohol 87 persen, orang yang berpengaruh mayoritas orang tua dengan persentase 52 persen dan penyebab stress mayoritas tugas belajar dengan persentase 63 persen. Simpulan: Terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan prilaku agresi dengan hasil p-value < 0,05.
Pengaruh peran keluarga, pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan penerapan prokes 6m dimasa pandemi covid-19 Beauty, Belinda Apriannanti; Swastika, Henindita Anggra; Dalfian, Dalfian; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2022): October Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i2.325

Abstract

Background: One of the effective efforts to avoid contracting the covid-19 epidemic is to break the chain of transmission. In order to overcome the transmission of covid-19, prevention efforts were carried out, namely by implementing the 6M covid-19 health protocol. However, based on the survey results, 7 (70%) of the 10 respondents were not compliant in carrying it out. Purpose: To find out the relationship between family roles, education, level of knowledge and social environment towards adherence to implementing the 6M covid-19 health protocol in the community in the working area of ​​the Rajabasa Indah Health Center (RBI) Bandar Lampung. Methods: this research is a quantitative study using a research design in the form of an analytic survey with a cross sectional approach. The population and sample in this study were people who visited the Puskesmas. Results: There is a significant relationship (p-value <0.05) between the role of the family (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.008), and social environment (p-value = 0.000) on community compliance in implementing the protocol 6M covid-19. There was no significant relationship (p-value > 0.05) between the education level of the respondents (p-value = 0.171) to community compliance. The probability of respondents complying with implementing the protocol is based on the results of the Odd Ratio (OR) values ​​sequentially from the highest, namely the social environment (7.091), the role of the family (5.552) and knowledge of health programs and covid-19 (2.095). Conclusion: The role of the family, education level, level of knowledge and the social environment of the respondents as a whole are good and obedient in implementing health protocols.   Keywords: Family Role; Education; Knowledge; Social environment; 6M Prokes Compliance.   Pendahuluan: Salah satu upaya yang efektif untuk menghindari tertular penyakit wabah covid-19 adalah dengan memutus rantai penularannya. Dalam rangka mengatasi penularan covid-19 maka dilakukan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan 6M covid-19. Namun berdasarkan hasil presurvei didapatkan 7 (70%) responden dari 10 responden tidak patuh dalam melaksanakannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran keluarga, pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial terhadap kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan 6M covid-19  pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Bandar Lampung. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian berupa survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas. Hasil: Ada hubungan yang signifikan (p-value <0,05) antara peran keluarga (p-value= 0,000), pengetahuan  (p-value= 0,008), dan lingkungan sosial (p-value= 0,000) terhadap kepatuhan masyarakat menerapkan protokol 6M covid-19.  Tidak ada hubungan yang signifikan (p-value > 0,05) antara tingkat pendidikan responden (p-value= 0,171), terhadap kepatuhan masyarakat. Besarnya peluang  responden yang patuh menerapkan protokol tersebut berdasarkan hasil nilai Odd Ratio (OR) secara berurutan dari tertinggi adalah  lingkungan sosial (7,091), peran keluarga (5,552) dan pengetahuan tentang prokes dan covid-19 (2,095). Simpulan: Peran keluarga, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial responden secara keseluruhan sudah baik dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5