cover
Contact Name
Andi Yulianto
Contact Email
tsipil2012@umus.ac.id
Phone
+6285742182907
Journal Mail Official
tsipil2012@umus.ac.id
Editorial Address
Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Infratech Building Journal
ISSN : -     EISSN : 27470571     DOI : https://doi.org/10.46772/ibj.v1i01
Core Subject : Engineering,
Infratech Building Journal adalah jurnal yang dikelola oleh program studi Teknik Sipil Universitas Muhadi Setiabudi yang mengkaji dibidang: 1. Struktur Beton 2. Jalan Raya 3. Manajemen Transportasi 4. Manajemen Konstruksi
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 02 (2020): September" : 7 Documents clear
ANALISIS LAJU SEDIMENTASI DAN KONSERVASI DI HULU WADUK MALAHAYU Wahidin, Wahidin
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i01.299

Abstract

Sedimen adalah hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya. Kenaikan persentasi sedimen pada waduk yang tiap waktu meningkat pesat sehingga menimbulkan pendangkalan waduk dan berpengaruh terhadap kapasitas waduk serta umur layanan waduk. Pada skripsi ini akan membahas tentang volume endapan sedimen, laju sedimentasi, distribusi sedimen, dan estimasi umur layanan waduk di bendungan malahayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Volume endapan Sedimen yang mengendap pada tiap tiap elevasi yang di tandai dengan berkurangnya volume tampungan waduk. Laju sedimentasi yang terjadi berdasar pada volume sedimen yang mengendap setiap tahunnya. Umur layanan waduk ditandai dengan berkurangnya tampungan mati waduk tersebut. Volume sedimen yang terjadi di bendungan malahayu pada tahun 2016 mencapai 8.7965437 juta m3. Laju sedimentasi yang terjadi berkisar 1.2566491 juta m3/tahun. Umur usia waduk yang di rencanakan 85 tahun namun hasil pengukuran bergerak lebih cepat. Dengan membandingkan laju sedimentasi aktual dengan data perencanaan waduk, jika terjadi kesesuaian maka perlu di lakukan pemeliharaan dan jika terjadi perkiraan yang lebih cepat dengan perencanaan maka perlu dilakukan penanganan sedimen yang terjadi.
PERENCANAAN PERBAIKAN JALAN DESA TEGALREJA: PERENCANAAN PERBAIKAN JALAN DESA TEGALREJA Alwi Nurfajar; Yulia Feriska; Muhammad Yunus
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang penting untuk memperlancar aktivitas yang berhubungan perekonomian antarkota, antardesa, antar kota dan desa. Jalan berperan penting dalam mewujudkan perkema penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan keseimbangan dan pengembangan wilayah agar tercapai pemerataan pembangunan antardaerah, membentuk dan memperkukuh kesatuan nasional untuk memantapkan pertahanan dan keamanan nasional. Ruas jalan Desa Tegalreja mengalami kerusakan yang cukup parah. Kerusakan jalan ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas kedua desa yaitu Desa Cihaur dan Tegal Reja. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan penghubung antar desa Cihaur dan Tegalreja terdiri dari kerusakan lubang (pothole), retak memanjang dan melintang (long and trans cracking), kegemukan (bledding), pelapukan dan pelepasan butir (ravelling), alur (rutting), jalur/bahu turun (lane/shoulder drop off), amblas (deppression), benjol dan turun(bump and sags), dan bergelombang (corrugaüon). Hasil analisis menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index), sehingga alternatif jenis pemeliharaan yang sesuai adalah program tambalan (patching) dan dilapisi ulang (overlay). Tindakan perbaikan dengan perkerasan fleksibelyang memberikan lapisan tambahan (overlay) pada perkerasan jalan yang berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkan kelapisan di bawahnya, kemudian diteruskan ketanah dasar. Untuk mempertahankan kinerja perkerasan, diperlukan beberapa tindakan perbaikan kerusakan, baik berupa pemeliharaan rutin setiap tahun maupun pemeliharaan setiap 2 atau 3 tahun sekali.
ANALISIS KONDISI PERMUKAAN PEKERJAAN JALAN DESA CIKAKAK DENGAN METODE PCI `DAN RCI: ANALISIS KONDISI PERMUKAAN PEKERJAAN JALAN DESA CIKAKAK DENGAN METODE PCI `DAN RCI Justiansyah; Abdul Khamid; Muhammad Taufiq
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan untuk menentukan jenis program evaluasi yang perlu dilakukan. Dua metode yang melakukan penilaian kondisi jalan adalah metode Pavement Condition Index dan metode Road Condition Index. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kondisi ruas jalan Lemahneundeut berdasarkan kedua metode tersebut Metode yang digynakan adalah penelitian lapangan dengan data berupa hasil survei kerusakan jalan. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode PCI merangking kondisi perkerasan dari nilai 0 hingga 100 sedangkan metode RCI didasarkan pada rentang nilai 0 sampai 10. Hasil evaluasi kondisi ruas jalan Desa Cikakak dengan metode PCI didapatkan rata – rata nilai PCI adalah 84,785 yang berarti kondisi fungsional jalan sangat baik dan metode RCI sebesar 7,5 yang berarti jalan dalam kondisi permukaan sangat baik dan umumnya rata namun masih memerlukan pemeliharaan yang rutin.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI Dl DESA CIKAKAK KECAMATAN BANJARHARJO: PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI Dl DESA CIKAKAK KECAMATAN BANJARHARJO Samsul Fuaddi; Abdul Khamid
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui infrastruktur Jalan Usaha Tani yang sebaiknya dibangun di Desa Cikakak Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Pembangunan infrastruktur Jalan Usaha Tani merupakan pembangunan yang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat deşa sebagai prioritas utama pembangunan untuk mendukung mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Cikakak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana Pengambilan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling., informan dalam penelitian ini yakni kepala desa, sekretaris desa, kema BPD, kasi pembangunan, dan 20 orang masyarakat desa Cikakak. Hasil penelitian ini bahwa perencanaan pembangunan infraslruktur Jalan Usaha Tani diyakini akan membawa cukup banyak perubahan dalam perekonomian masyarakat Desa Cikakak terutama pada akses transportasi sector pertanian yang lancar mdan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat meskipun belum maksimal sepenuhnya. Selanjutnya terjadi juga perubahan pada kondisi sosial masyarakat terutama pada interaksi individü dan partisipasi masyarakat mengalami perubahan yang berdampak negatif yang terlihat karena lunturnya rasa gotong royong sesama petani dan adanya penurunan tingkat partisipasi masyarakat terkait dengan perawatan infrastruktur Jalan Usaha Tani. Pemerintah deşa selaku penyelenggara pembangunan seharusnya melakukan penyuluhan tentang pentingnya Jalan Usaha Tani dan pemberitahuan yang lebih merata untuk melakukan gotong royong perawatan Jalan Usaha Tani untuk tetap menjaga kestabilan kehidupan masyarakat di bidang sosial setelah adanya pembangıınan infrastrukturjalan usaha tani.
PERENCANAAN PENAMPUNGAN AIR BERSIH DI DESA CIGADUNG KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES: PERENCANAAN PENAMPUNGAN AIR BERSIH DI DESA CIGADUNG KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES Suci Dwi Wahyuni; Wahidin Wahidin; Wahudin Diantoro
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih sangat dibutuhkan oleh manusia, apalagi dengan meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan air bersih juga meningkat. Kabupaten Brebes merupakan sebuah kabupaten dengan kawasan permukiman yang sangat berkembang. Diantaranya yaitu Desa Cigadung. Penduduk Desa Cigadung pada tahun 2020 berjumlah 6027. Penduduk di desa ini kesulitan untuk mendapatkan pelayanan air bersih. Program prioritas pemerintah untuk mencapai usaha tersebut diantaranya adalah pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Lebih lanjut, pembangunan sarana dan prasarana penampungan air bersih merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalahnya yaitu tidak adanya penampung air bersih di desa, sehingga perlu direncanakan penampungan air bersih yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Cigadung, Kecamatan Brebes, kabupaten Brebes. Lokasi Penelitian dalam penelitian ini yaitu Desa Cigadung, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air bersih di Desa Cigadung yang berpenduduk 6027 jiwa yaitu 18.081 Liter/hari, dengan demikian untuk memenuhi jumlah kebutuhan air bersih dalam sehari Desa Cigadung membutuhkan bak penampung / tandon sebesar 3 buah dengan ukuran tampung masing-masing 2000 liter dapat diisi 3 kali. Untuk pembuatan penampung air dengan ukuran 2000 Liter dapat menghabiskan biaya sekitar Rp. 8.064.000/penampung.
EVALUASI DAN RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM DRAINASE DI KOTA TEGAL (Studi Kasus di Kecamatan Tegal Barat): EVALUASI DAN RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM DRAINASE DI KOTA TEGAL (Studi Kasus di Kecamatan Tegal Barat) Hary Kurniawan; Abdul Khamid
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk dan luas wilayah yang cukup luas menjadi kawasan pemukiman. Hal tersebut memunculkan beberapa permasalahan, diantaranya yaitu pada sistem drainase. Sistem drainase yang kurang baik akan menyebabkan aliran air terhambat karena model yang diterapkan pada aliran runoff lambat mengirim ke badan air penerima. Peningkatan penduduk yang tidak diimbangi dengan perbaikan sarana dan prasarana yang tepat. Padahal drainase merupakan salah satu dasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merupakan komponen terpenting dalam suatu perencanaan infrasturktur sebuah kota. Penelitian ini berjenis studi kasus di Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Metode yang dipakai adalah deskriptif. Hasil penelitiannya yaitu Pertama, Sistem drainase yang terjadi di Kecamatan Tegal Barat dikarenakan saluran drainase mengalami pendangkalan sebab banyaknya sedimen disaluran berikut ini: saluran Lumba-Lumba, dan saluran Nanas. Genangan yang terjadi di Kecamatan Tegal Barat dikarenakan saluran drainase mengalami pendangkalan sebab banyaknya sampah disaluran berikut ini : saluran Cinde (Makam Cinde). Genangan yang terjadi di Kecamatan Tegal Barat dikarenakan kapasitas saluran drainase terlalu kecil di saluran berikut ini : saluran Rambutan dan Bawal. Kedua, Normalisasi saluran drainase dilakukan pada pada jalan Nanas, jalan Cinde (Makam Cinde) dan jalan Lumba - Lumba. Rencana pengembangan saluran drainase hanya dilakukan pada kapasitas saluran drainase terlalu kecil. Jalan Rambutan depan Jalan Sipelem dengan Luas penampang rencana 0,4 m2. Jalan Rambutan depan Jalan Nanas dengan Luas Penampang rencana 0,96 m2. Jalan Bawal dengan Luas Penampang 0,4 m2.
Model Analisis Pelaksanaan Proyek dengan Metode Critical Path Method (CPM) dan Metode Crashing (Study Kasus pada Pelaksanaan Pekerjaan Peningkatan Jalan Kebandingan – Gembongdadi, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal) Dede Irawan; Wahidin Wahidin; Abdul Latif Nurdin; Abdul Khamid; Yulia Feriska
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i02.1347

Abstract

Manajemen konstruksi merupakan salah satu aspek penting yang sangat mempengaruhi biaya dan waktu, dalam pelaksanaan suatu proyek. Salah satu aspek yang ditinjau dari kajian manajemen konstruksi dalam kaitan percepatan pelaksanaan pekerjaan pada ruas Jalan Kebandingan - Gembongdadi adalah sistem lembur (penambahan jam kerja), dan juga dengan sistem penambahan tenaga kerja. Langkah efisiensi dalam suatu proyek merupakan modal dalam pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan jalan penentuan peralatan yang tepat serta penggunaan biaya dan waktu terampil dan efisien dalam melaksanakan pekerjaan suatu proyek. Percepatan penyelesaian proyek harus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Dengan adanya keterbatasan tenaga kerja, maka alternatif yang biasa digunakan untuk menunjang percepatan aktivitas adalah dengan menambah jam kerja, dan penambahan tenaga kerja sehingga berpengaruh pada biaya total proyek. Untuk mengetahui hal ini perlu dipelajari tentang jaringan kerja yang ada, dan hubungan antara waktu dan biaya. Hal tersebut disebut sebagai analisis pertukaran waktu dan biaya (time cost trade off analysis). Hasil dari penelitian model analisis cpm dan crashing pekerjaan peningkatan jalan Kebandingan – Gembongdadi pada perhitungan waktu normal membutuhkan 45 hari kerja dengan biaya langsung Rp 1,104,231,473.69 dan setelah dilakukan percepatan (crash), maka pekerjaan menjadi 39 hari dengan biaya langsung Rp. 1,116,857,071.82. Dengan adanya percepatan tersebut peningkatan pekerjaan kurang signifikan hanya saja dapat mengurangi deviasi keterlambatan proyek.

Page 1 of 1 | Total Record : 7