cover
Contact Name
Andi Yulianto
Contact Email
tsipil2012@umus.ac.id
Phone
+6285742182907
Journal Mail Official
tsipil2012@umus.ac.id
Editorial Address
Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Infratech Building Journal
ISSN : -     EISSN : 27470571     DOI : https://doi.org/10.46772/ibj.v1i01
Core Subject : Engineering,
Infratech Building Journal adalah jurnal yang dikelola oleh program studi Teknik Sipil Universitas Muhadi Setiabudi yang mengkaji dibidang: 1. Struktur Beton 2. Jalan Raya 3. Manajemen Transportasi 4. Manajemen Konstruksi
Articles 40 Documents
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) UNTUK PENINGKATAN RUAS JALAN BREBES – JATIBARANG KABUPATEN BREBES Hamid, Abdul; Wildan, Hamid
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i01.296

Abstract

Ruas Jalan Brebes - Jatibarang yang merupakan ruas jalan dengan volume lalu lintas yang cukup padat. Kerusakan-kerusakan yang terjadi tentu akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara peningkatan jalan dengan perkerasan kaku. Pedoman yang digunakan dalam perencanaan ini adalah berdasarkan Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen Pd T-14-2003 Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Data yang dibutuhkan untuk menghitung perkerasan jalan beton antara lain data CBR tanah dasar dan data lalu lintas harian rata-rata (LHR). Dari hasil perhitungan diperoleh hasil perencanaan perkerasan kaku menggunakan jenis perkerasan beton semen bersambung dengan tulang (BBDT). Tebal perkerasan 21 cm menggunakan mutu beton K-300. Tulangan memanjang Ø8 mm jarak 200 mm. Tulangan melintang Ø8 mm jarak 200 mm. Dowel (ruji) menggunakan besi Ø32 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm. Batang pengikat menggunakan besi Ø16 mm, panjang 762 mm, jarak antar bentang 1000 mm.
EVALUASI DAN PERBAIKAN SISTEM DRAINASE SERTA PENGENDALIAN BANJIR PERKOTAAN: (Studi Kasus Limbangan Wetan, Limbangan Kulon, Kelurahan Brebes, Gandasuli, Pasar Batang) Nurdin, Latief; Ayu A.G, Dinda
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i01.297

Abstract

Banjir adalah suatu kondisi fenomena bencana alam yang memiliki hubungan dengan jumlah kerusakan dari sisi kehidupan dan material. Banjir berawal dari peningkatan jumlah penduduk, perubahan iklim dan perubahan tata guna lahan. Kapasitas drainase yang kecil dan banyaknya sedimen dalam drainase menyebabkan genangan/banjir. Permasalahan lain juga muncul dari air buangan rumah tangga. Wilayah perkotaan yang padat tidak bisa mengolah air buangan secara individu. Sehingga, air buangan akan dialirkan pada sistem drainase perkotaan. Dalam penelitian ini, hujan berperan penting dalam evaluasi dan pengembangan drainase perkotaan. Data yang diperlukan data curah hujan, data tata guna lahan dan data topografi. Data Curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum stasiun dengan perbandingan stasiun lainnya. Data curah hujan dianalisis dengan metode Log Person III dan Gumbel kemudian di uji dengan Chi Square untuk memilih distribusi statistik yang diterima. Data curah hujan kemudian diterapkan dalam intensitas hujan jam-jaman dengan metode mononobe. Intensitas hujan berguna untuk menghitung debit puncak dengan metode rasional.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN JALAN PADA JALAN LARANGAN PAMULIAN KABUPATEN BREBES Hamid, Abdul; Sodikin, Ali
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i01.298

Abstract

Kerusakan jalan seamacam ini terdapat di berbagai tempat seperti yang terjadi juga di Kabupaten Brebes, terutama pada ruas Jalan Larangan - Pamulihan yang merupakan pusat kegiatan perekonomian. Kerusakan ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran berlalu-lintas dan keamanan serta kenyamanan dari pengguna jalan. Jalan Larangan - Pamulihan merupakan jalan Kabupaten dengan fungsi sebagai jalan kolektor. Sebelum dilakukan pelebaran, jalan ini memiliki lebar perkerasan 2 x 3,5 meter dengan tipe perkerasan aspal laston dan tipe jalan masih dua lajur dua arah tanpa median. Terdapat 3 Jenis kerusakan yang terdapat pada perkerasan lentur ruas jalan Larangan - Pamulihan di antaranya : retak kulit buaya 28,61 %, tambalan 49,71 % dan lubang 21,68 %.. Nilai kondisi perkerasan lentur ruas Larangan - Pamulihan Brebes pada masing-masing segmen adalah segmen 1 = 54 (sedang), segmen 2 = 55 (sedang), segmen 3 = 88,10 (sempurna), segmen 4 = 93,04 (sempurna), segmen 5 = 83,04 (sangat baik), segmen 6 = 92,47 (sempurna), segmen 7 = 92,83 (sempurna), segmen 8 = 55, (sedang), segmen 9 = 61 (baik). PCI 54+55+61 = 56,67 (baik).
ANALISIS LAJU SEDIMENTASI DAN KONSERVASI DI HULU WADUK MALAHAYU Wahidin, Wahidin
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 02 (2020): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i01.299

Abstract

Sedimen adalah hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya. Kenaikan persentasi sedimen pada waduk yang tiap waktu meningkat pesat sehingga menimbulkan pendangkalan waduk dan berpengaruh terhadap kapasitas waduk serta umur layanan waduk. Pada skripsi ini akan membahas tentang volume endapan sedimen, laju sedimentasi, distribusi sedimen, dan estimasi umur layanan waduk di bendungan malahayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Volume endapan Sedimen yang mengendap pada tiap tiap elevasi yang di tandai dengan berkurangnya volume tampungan waduk. Laju sedimentasi yang terjadi berdasar pada volume sedimen yang mengendap setiap tahunnya. Umur layanan waduk ditandai dengan berkurangnya tampungan mati waduk tersebut. Volume sedimen yang terjadi di bendungan malahayu pada tahun 2016 mencapai 8.7965437 juta m3. Laju sedimentasi yang terjadi berkisar 1.2566491 juta m3/tahun. Umur usia waduk yang di rencanakan 85 tahun namun hasil pengukuran bergerak lebih cepat. Dengan membandingkan laju sedimentasi aktual dengan data perencanaan waduk, jika terjadi kesesuaian maka perlu di lakukan pemeliharaan dan jika terjadi perkiraan yang lebih cepat dengan perencanaan maka perlu dilakukan penanganan sedimen yang terjadi.
PENGARUH BEBAN KENDARAAN TERHADAP KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN PEBATAN - RENGASPENDAWA DI KABUPATEN BREBES Feriska, Yulia; Unaesih, Ahmad
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i01.300

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan penduduk pada wilayah kecamatan Wanasari sangat pesat. Seiring dengan hal tersebut mengakibatkan peningkatan mobilitas penduduk sehingga muncul banyak kendaraan-kendaraan berat yang melintas di jalan Pebatan - Rengaspendawa. Penelitian dengan judul “Pengaruh Beban Kendaraan Terhadap Kerusakan Jalan Pada Ruas Jalan Penbatan – Rengaspendawa Di Kabupaten Brebes (Studi Kasus STA 0+190 – 3+ 500) memiliki rumusan masalah berapa pengaruhnya tingkat kerusakan jalan dengan jumlah beban yang melintasi. Tujuan penelitian ini agar mengetahui seberapa pengaruhnya baban kendaraan terhadap kerusakan jalan. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data – data, dari mulai data primer dan sekunder. Data primer yang dilakukan dengan survei dilokasi penelitian, sedangkan data sekunder sudah di sajikan oleh pemerintahan daerah. Data akan di analisa kesesuiannya antara di lapangan dengan standar layak jalan. Kesimpulan dengan penelitian yang di lakukan, jalan Pebatan – rengaspendawa yang berada di wilayah kecamatan Wanasari ini, masih dalam kategori standar layak jalan. Kerusakan yang di akibatkan oleh kendaraan beban berat hasilnya masih dalam kategori standar muatan yang di rencanakan.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN SAPPHIRE REGENCY DESA PULOSARI KECAMATAN BREBES Wahidin, Wahidin
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v1i01.301

Abstract

Kondisi drainase yang ada di perumahan Sapphire Regency saat ini masih kurang baik secara keseluruhan. Ini terbukti dengan masih banyaknya endapan sampah dedaunan. Pembangunan yang terus meningkat dan kurang ditunjang dengan kelengkapan fasilitas penunjangnya seperti halnya saluran drainase menyebabkan permasalahan genangan yang terjadi ketika musim hujan. Sehingga perlu adanya suatu perencanaan saluran drainase yang baik. Penelitian ini merupakan Perencanaan Sistem Jaringan Drainase dengan sistem pengukuran lapangan yang dilakukan pada Perumahan Sapphire Regency Pulosari, Kecamatan Brebes. Perencanaan dilakukan dengan cara melakukan analisis perhitungan terhadap data Cross Section dan Data curah hujan sehingga didapat dimensi saluran drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Periode ulang yang dipakai pada perencanaan saluran drainase Jalan di Perumahan Sapphire Regency adalah kala ulang 8 tahun. Hasil dari analisis curah hujan adan analisis buangan air kotor rumah tangga dapat besarnya debit pada saluran drainase adalah 0,1885 m3/detik, Dari hasil perencanaan saluran drainase pada Perumahan Sapphire Regency didapatkan dimensi saluran ekomonis untuk saluran drainase dengan lebar dasar B = 0,3 m dan tinggi air h = 0,293 m dengan tinggi jagaan w = 0,2 m.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DRAINASE DI DESA CIAWI KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES: PERENCANAAN PEMBANGUNAN DRAINASE DI DESA CIAWI KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES Gilang Ramadhon. F.G; Wahidin, Wahidin
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ciawi merupakan salah satu desa dari kecamtan Banjarharjo Kabupaten Brebes termasuk dalam bagian pengunungan yang memiliki curah hujan tinggi yang menjadikan desa ciawi kaya akan sumber daya air yang sekaligus menjadi ancaman, berupa banjir longsor dan bencana lainnya. Drainase sering tidak pernah direncanakan secara detail dalam proses pembangunan oleh Karena itu, perencanaan sistem drainase di desa ciawi perlu mendapat perhatian yang penting guna terhindar dari bencana banjir atau genangan air hujan. Sehingga penilitian ini mengarah pada perencangan dan pembangunan kembali drainase di Desa Ciawi menggunakan pasangan batu kali sebagai pondasi drainase agar menjadi lebih kokoh dan tahan lama serta tahap perancangan dan perhitungan rencana anggaran biaya atau RAB sebagai tahap awal melakukan analisa total biaya anggaran yang diperlukan dalam proses pembangunan drainase. Perencanaan pembangunan meliputi analisa anggaran biaya menghitung dari pekerja,tenaga bahan, alat dan biaya BOP sehingga menghasilkan rekapitulasi anggaran biaya mencapai biaya Rp. 209.627.000 sebagai acuan anggaran pembuatan drainase di desa ciawi.
ANALISIS PERBANDINGAN RAB METODE SNI DAN BOW JALAN RIGID DESA BANJARHARJO: ANALISIS PERBANDINGAN RAB METODE SNI DAN BOW JALAN RIGID DESA BANJARHARJO M Gilan Alfarizi; Wahidin, Wahidin; M Yunus
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana anggaran biaya jalan (RAB) adalah cara menghitung biaya jalan dan dengan harga tersebut jalan dapat dilaksanakan sesuai rencana. Dalam memperkirakan harga material dan upah tenaga kerja, di Indonesia menggunakan analisis harga satuan dan upah berdasarkan buku atau peraturan BOW (Burgeslijke Open Werken). Namun sebagian besar desainer masih sering menggunakan metode BOW untuk menentukan harga satuan pekerjaan, karena koefisien yang digunakan lebih tinggi sehingga dapat mencapai keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode SNI. Jenis penelitian ini adalah kegiatan studi kasus. Peneliti melakukan studi kasus untuk meneliti biaya pembangunan peningkatan Jalan Rigid Beton di Dusun Longkrang Desa Banjarharjo. hasil penelitian dan pembahasan yang telah di lakukan penulis maka dapat disimpulkan yaitu biaya kontruksi peningkatan jalan di Dusun Longkrang Desa Banjarharjo panjang 650 meter dengan menggunakan metode SNI sebesar Rp. 1.725.071.292,73 sedangkan dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp. 1.823.196.880,00. Di dapat perbandingan biaya konstruksi antara metode SNI dengan BOW sebesar Rp.98.125.587,27.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECO-DRAINAGE) DI DESA TIWULANDU: PERENCANAAN SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECO-DRAINAGE) DI DESA TIWULANDU Reynaldy Bayu Saputra; Abdul Kamid; Imron
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem drainase konvensional di daerah padat penduduk dapat mengakibatkan genangan banjir hulu atau hilir. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menentukan curah hujan, kapasitas sistem drainase yang ada, sistem drainase dan perencanaan lingkungan (Eco-drainase) di wilayah studi. Perencanaan dimulai dari evaluasi saluran drainase yang ada di wilayah studi melalui analisis curah hujan dengan metode Log Person III di mana data curah hujan diperoleh dari Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prov. Jawa Tengah, dan Departemen Manajemen Sumber Daya Air (PSDA) Prov. Jawa Tengah, kemudian merencanakan sistem Ecodrainage dengan menerapkan bangunan infiltrasi air hujan yang dapat diterapkan di daerah studi, serta membandingkan dengan sistem drainase yang ada, terutama pada kapasitas drainase dan debit, debit diserap dengan baik, serta sisanya dari debit air overflow ke saluran drainase. Dari perencanaan yang dilakukan menunjukkan bahwa setelah menerapkan Eco drainase, banyak saluran yang awalnya tidak bertemu untuk menampung semua limpasan air, memenuhi. Dengan membandingkan debit ke sistem drainase yang ada: limpasan air ke saluran: 8.64 3m3 /dt dan tidak ada debit air yang diserap, sedangkan untuk Ecodrainage, debit limpasan air hujan: 8.64 3m3 /dt, aliran air diserap 4.419 m3 /dt, dan buang sisanya masuk ke saluran: 4.224 m3 /s.
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI DI DESA CIKUYA: PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI DI DESA CIKUYA Willy Sulistiyo; Wahidin, Wahidin; Imron
Infratech Building Journal Vol. 1 No. 01 (2020): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan tidak hanya dari sisi ekonomi masyarakat akan tetapi dari sisi fasilitas, seperti rumah layak huni. , rumah sederhana layak huni ini hadir sebagai upaya memperbaiki rumah warga yang tidak layak karena kemiskinan. Untuk mewujudkan program ini rumah layak huni diperlukan kepedulian dari semua pihak seperti elemen masyarakat. Program rumah layak huni juga dilaksanakan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) hususnya TNI Angkatan Darat, Pemerintah daerah Brebes di Desa Cikuya Kecamatan Banjarhajo, Kabupaten Brebes. Penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian di Desa Cikuya, Kecamatan banjarharjo, Kabupaten Brebes. penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sudah dilaksanakan dengan baik melalui tahapan-tahapan yang sesuai. Kegiatan program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Pelaksanaan kegiatan TMMD dilaksanakan di Desa Cikuya yaitu fisik dan non fisik pada tanggal 27 September 2017 sampai 26 Oktober 2017 terlaksana dengan baik. Masyarakat pun sangat senang dengan adanya program TMMD yang bersinergi dengan Pemerintah Daerah dengan dukungan berbagai pihak, seperti APBN, Bank Jateng, dan Baznas. Rehab RTLH tidak asal-asalan dan sangat memperhatikan faktor awal (pondasi) dalam membuat atau merehab suatu bangunan.

Page 1 of 4 | Total Record : 40