cover
Contact Name
Khairunnisyah
Contact Email
nisyahk856@gmail.com
Phone
+6283802125747
Journal Mail Official
nisyak856@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mahakam Raya No.16 Lingkar Barat, Kec. Gading Cemp., Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal manajemen informasi kesehatan
ISSN : 2527368X     EISSN : 26214385     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN is a journal that provides scientific writings for the exchange of ideas on theory, methodology and innovation related to the world of health, especially the scope of Medical Records and Health Information.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024)" : 22 Documents clear
Coding Accuracy in Medical Records of Mental Health Patients at Prof. Hb. Saanin Mental Hospital, Padang Mandia, Sayati; Nasution, Nurhasanah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 2 (2024): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v9i2.633

Abstract

Hospitals, in providing medical record services to support healthcare delivery, must maintain the quality of medical records. This requires completeness of medical information related to the patient's medical history, from the beginning of treatment to discharge. Diagnosis coding in medical records must be complete and accurate in accordance with ICD-10 guidelines. The accuracy of diagnosis and treatment codes significantly impacts the quality of statistical data and healthcare payment using a case-mix system. Inaccurate diagnosis codes will result in inaccurate data. Incorrect codes will result in incorrect rates. This study, analyzing the accuracy of coding in the medical records of mental health patients at Prof. Hb. Saanin Mental Hospital, Padang, aims to examine the accuracy of coding mental health diagnoses. This study employed descriptive research with quantitative methods and direct observation of medical records. This study was conducted in the Medical Records Unit of Prof. Hb. The study was conducted between February and April 2024. The population was the medical records of inpatients with mental health issues at Prof. HB. Saanin Mental Hospital, Padang, in 2022. The sample size for this study was 99 medical records, using simple random sampling. Data collection involved observation, checking the accuracy of the patient's medical records and using a checklist to categorize the medical records, with a value of 1 representing accurate and 0 representing inaccurate. Data analysis employed descriptive methods. The results showed that coding accuracy for mental illness cases was 90% accurate and 10% inaccurate. The most common inaccurate diagnosis was mixed-type schizophrenia.
Perancangan dan Implementasi Middleware untuk Pertukaran Data Interoperabel Antara SIMRS Private X Hospital dan SITB Bagus, Nurzahara; Eryando, Tris; Hermansyah, Hendra
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v9i2.652

Abstract

Menghadapi tantangan signifikan dalam pelaporan tuberkulosis (TB), yang diperburuk oleh sistem informasi kesehatan (HIS) yang terfragmentasi dan keterbatasan interoperabilitas dengan Sistem Informasi Tuberkulosis Nasional (SITB). Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian ini mengembangkan middleware untuk pertukaran data yang terintegrasi antara HIS Rumah Sakit Swasta X dan SITB, bekerja sama dengan program USAID TB Private Sector (TBPS). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelaporan kasus TB di kalangan penyedia layanan kesehatan swasta dengan mendorong integrasi data dan kemitraan publik-swasta. Middleware ini dikembangkan menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan rapid prototyping, yang mengotomatisasi proses ekstraksi, pemetaan, dan transmisi data kasus TB. Hal ini secara signifikan mengurangi kesalahan manual sekaligus meningkatkan kualitas dan kegunaan data. Kolaborasi dengan para pemangku kepentingan—termasuk penyedia layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan tim USAID TBPS—berperan penting dalam mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan memastikan prototipe iteratif sesuai dengan kebutuhan dunia nyata. Middleware ini kemudian diuji di Rumah Sakit Swasta X dengan fokus pada efektivitasnya dalam menyederhanakan notifikasi TB. Hasilnya menunjukkan peningkatan substansial dalam pelaporan kasus TB, yang mengatasi masalah underreporting yang umum terjadi di fasilitas kesehatan swasta. Dengan mengotomatisasi proses pertukaran data, middleware ini menjembatani kesenjangan kritis antara HIS dan SITB, meningkatkan akurasi dan efisiensi. Selain itu, desain modularnya mendukung skalabilitas untuk implementasi di jaringan rumah sakit lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa middleware merupakan solusi penting untuk mengatasi tantangan interoperabilitas dalam sistem informasi kesehatan, memperkuat pengawasan dan pengendalian TB. Temuan ini menyoroti potensi kolaborasi publik-swasta dan teknologi inovatif dalam meningkatkan hasil kesehatan masyarakat, serta menyediakan model yang dapat diterapkan di berbagai pengaturan layanan kesehatan lainnya.

Page 3 of 3 | Total Record : 22