cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023" : 7 Documents clear
GAMBARAN KASUS IBU HAMIL DENGAN BLIGHTED OVUM DI RSU SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2016 Nurfaizah, Alvi Sylvia; Lisnawati, Lilis
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.473

Abstract

Blighted Ovum merupakan bentuk kegagalan dan komplikasi konsepsi pada kehamilan trimester satu. Data yang diperoleh di RSU Singaparna Medika Citrautama tahun 2015 terdapat 138 orang mengalami kehamilan blighted ovum, sedangkan pada tahun 2016 terdapat 72 orang mengalami kehamilan blighted ovum. Tujuan penelitian untuk mengetahuai gambaran karakterisktik ibu hamil dengan blighted ovum (BO) di RSU SMC Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi nya seluruh ibu hamil dengan blighted ovum pada tahun 2016. teknik pengambilan sampel yangdigunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 72 orang. Data dikumpulkan dengan cara melihat buku status pasien di rekam medis. Hasil penelitian didapatkan 72 responden yang mengalami blighted ovum, faktor penyebab blighted ovum mayoritas di sebabkan oleh faktor paritas termasuk kategori multipara yaitu sebanyak (73,6%), grande multipara sebanyak 15 orang ( 20,8 %) dan primipara sebanyak (5,6%) dan faktor usia termasuk kategori 20-35 tahun yaitu 36 orang (50%), >35 tahun sebanyak (44,4%), <20 tahun sebanyak (5,6%), responden yang mengalami komplikasi sebanyak 3 orang dan yang tidak mengalami komplikasi sebanyak 69 orang.Simpulan penelitian faktor penyebab blighted ovum paritas multipara 53 orang, usia >35 tahun 32 orang, yang mengalami tanda gejala 72 orang, dan 3 orang mengalami komplikasi perdarahan. Diharapkan perencanaan kehamilan dalam usia yang reproduktif, mengatur jarak kehamilan, melakukan tes untuk mengetahui adanya infeksi TORCH atau kelainan kromosom untuk mencegah terjadinya kehamilan blighted ovum.
GAMBARAN KASUS IBU POST PARTUM LEBIH DARI 72 JAM DENGAN MASALAH PENGELUARAN ASI DI DESA TANJUNGJAYA KECAMATAN TANJUNGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Aprilsalita, Sela; Agustini, Fenty
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.476

Abstract

Menyusui merupakan hal yang fisiologis dan alamiah dialami oleh ibu sesudah melahirkan, namun karena kondisi tertentu ibu post partum bisa terhambat oleh hormon yang kurang sehingga menurunkan produksi ASI. Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI, maka diperlukan upaya optimal melalui pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dasar ibu nifas post partum lebih dari 72 jam dengan masalah pengeluaran ASI, faktor yang mempengaruhi serta penatalaksanaan yang diberikan. Pendekatan pada penelitian ini yaitu berupa studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif, subjek dalam studi kasus ini adalah 1 ibu nifas 4 hari post partum dengan ASI sedikit. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara, format pemeriksaan fisik, lembar observasi kemudian dianalisis dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini didasarkan pada anamnesa Ny. D menegluh ASI sedikit dan bayi rewel, pemeriksaan palpasi payudara lembek dan kosong, ASI sulit dikeluarkan. Factor yang mempengaruhi produksi ASI pada ibu nifas 4 hari post partum adalah riwayat penggunaan alat kontrasepsi, perawatan payudara dan kecukupan istirahat. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu pemijatan oksitosin dilakukan 4 kali pemijatan selama 2-3 menit. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh faktor psikis terhadap menurunnya produksi ASI.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Solihah, Sinta Nur
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.477

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler . Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggiadalah suatu suatu kondisi saat nilai tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg atau nilai tekanan diastolic lebih tinggi dari 90 mmHg (Garnadi, 2012) . Beberapa faktor risiko diduga memiliki peran dalam terjadinya hipertensi seperti jenis kelamin, pengetahuan dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, pengetahuan dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dan menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 292 responden, sampel penelitian yaitu 169 responden dengan menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan catatan laporan data petugas kesehatan. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Analisis bivariat yaitu dengan perhitungan Chi-Square, p-value dan Relative Risk (RR). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,017, CI=1,178-5,776, RR=1,402) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,794, CI=0,273-2,293, RR=0,902) dan pola makan (p= 1,000, CI=0,501-1,814, RR=0,930) dengan kejadian hipertensi pada lansia.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI DESA TANJUNGSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALOPA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017 Andriani, Dian; Yunie, Chanty
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.478

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu pelayanan kesehatan dasar dan imunisasimer upakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan. Beberapa faktor yang menimbulkan seseorang berperilaku alam pemberian imunisasi diantaranya pengetahuan, pendidikan, ekonomi, dukungan suami dan lain-lain. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Salopa Kabupaten asikmalaya berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa masyarakat/ ibu yang mempunyai anak usia 12 bulan diperoleh bahwa masih banyak ibu yang tidak melakukan imunisasi dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Tanjungsari Wilayah Kerja Puskesmas Salopa Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 12 bulan yang tidak melaksanakan imunisasi dasar lengkap yang berjumlah 13 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang imunisasi dasar lengkap sebagian besar ada pada kategori cukup yaitu sebesar 86,6%, sikap responden terhadap pelaksanaan imunisasi dasar lengkap sebagian besar ada pada kategori positif sebesar 69,2%, tingkat pendidikan ada pada kategori tangka pendidikan sebagian besar ada pada kategori rendah sebesar 53,8%, pekerjaan responden sebagian besar ada pada kategori tidak bekerja yaitu sebesar 76,9%, pendapatan responden sebagian besar ada pada kategori rendah yaitu sebesar 76,9%,dan dukungan keluarga sebagian besar ada pada kategori mendukung yaitu sebesar 69,2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rendahnya imunisasidasar lengkap tidak semuanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang diteliti. Namun,ada faktor lain seperti akses lokasi. Pihak puskesmas lebih melakukan pendekatankepada masyarakat terutama kepada ibu yang mempunyai bayi untuk melakukan imunisasi dasar lengkap.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DI INDONESIA Natasya, Laila Yuanita
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.479

Abstract

Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh adanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dicirikan dengan fisik yang tangguh, kesehatan yang prima dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. Salah satu usaha peningkatan sumber daya yang berkualitas adalah dengan pemberian Air susu ibu (ASI) sejak usia dini, terutama ASI eksklusif. ASI (Air Susu Ibu). Menurut data World Health Organization (WHO) kurang dari 40% anak dibawah usia 6 bulan diberi ASI eksklusif (WHO, 2015). Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 proporsi pola pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% ASI eksklusif (Infodatin 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berhubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Indonesia.Penelitian ini menggunakan penelitian literature review terhadap beberapa artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang memenuhi syarat sejumlah 8 artikel kemudian dibaca, dibuat ringkasannya lalu dianalisis dan diberikan pandangan dari peneliti.Hasil penelitian menunjukan bahwa 5 dari 8 artikel menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan Di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif diperlukan kegiatan edukasi kesehatan dengan melibatkan suami sebagai sasaran pemberian informasi mengenai pentingnya dukungan suami kepada ibu menyusui berupa pemberian informasi, mendukun ibu dalam memberikan nilai positif terhadap ASI eksklusif, menyediakan kebutuhan menyusui, serta memberikan dukungan emosional saat memberikan ASI.
STUDI KASUS ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAME KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Nurfalah, Asri Novia; Danefi, Tupriliany
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.487

Abstract

Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia diantaranya masih didominasi oleh perdarahan (42%), salah satu penyebab perdarahan adalah anemia. Data Puskesmas Sukarame tahun 2017 tercatat sebanyak 143 (31,43 %) ibu hamil yang mengalami anemia. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 43 (19,63 %) ibu hamil yang mengalami anemia. Meskipun terjadi penurunan secara signifikan namun keadaan ini mengindikasikan bahwa anemia masih menjadi masalah kesehatan pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran Kasus Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk menggambarkan faktor risiko, komplikasi dan penatalaksanaan anemia pada ibu hamil. Responden ibu hamil trimester III dengan anemia yang berjumlah 2 orang. Hasil penelitian, faktor risiko terjadinya anemia pada subjek I diantaranya yaitu status ekonomi, pendidikan, umur ibu dan kepatuhan konsumsi tablet Fe sedangkan pada subjek II diantaranya yaitu status ekonomi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, jarak kehamilan, paritas dan status gizi serta ditemukan adanya komplikasi pada persalinan yang disebabkan anemia pada subjek I yaitu retensio plasenta sedangkan pada subjek II yaitu atonia uteri. Berdasarkan karya tulis ilmiah dapat disimpulkan faktor risiko terjadinya anemia pada subjek I diantaranya yaitu status ekonomi, pendidikan, umur ibu dan kepatuhan konsumsi tablet Fe sedangkan pada subjek II diantaranya yaitu status ekonomi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, jarak kehamilan, paritas dan status gizi serta ditemukan adanya komplikasi pada persalinan yang disebabkan anemia pada subjek I yaitu retensio plasenta sedangkan pada subjek II yaitu atonia uteri. Ibu hamil hendaknya lebih memperhatikan kesehatan selama kehamilan dengan cara meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan sesuai dengan anjuran petugas kesehatan dan meningkatkan konsumsi makanan bergizi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK UMUR 45-60 TAHUN DI POSBINDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA TAHUN 2018 Nurlela, Ela
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.489

Abstract

Penyakit hipertensi menjadi masalah utama kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia dan negara lain dunia. Hipertensi juga seringkali disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer) karena termasuk penyakit yang tanpa disertai dengan gejala. Prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia pada tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 30,9% (Profil Kesehatan Indonesia, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kelompok umur 45-60 tahun di posbindu wilayah kerja Puskesmas Singaparna tahun 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dan enggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini 114 orang responden, dengan sampel penelitian ini yaitu seluruh populasi bisa dijadikan sebagai sampel dengan menggunakan teknik otality sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, catatan laporan data petugas kesehatan, timbangan injak dan mikrotoa. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Analisis bivariat yaitu dengan perhitungan chi square, p value, dan Relative Risk (RR). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=733), aktivitas fisik (p=0,522), obesitas (p=0,878) dan perokok (p=0,508). Saran yang diberikan bagi Puskesmas yaitu optimalisasi posbindu wilayah kerja Puskesmas Singaparna. Untuk kader kesehatan melakukan kunjungan ke rumah terutama bagi lansia penderita hipertensi yang tidak datang untuk mengontrol tekanan darahnya di posbindu, adanya promosi kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7