cover
Contact Name
Petrus A. Andung
Contact Email
petrusanaandung@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jikom@undana.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Undana Jl. Adisucipto, Penfui, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi
ISSN : 22524592     EISSN : 27455769     DOI : https://doi.org/10.35508/jikom.v12i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Communio focuses on publishing research on contemporary topics in the field of Communication Science from various perspectives, including: 1. Mass Communication including Media and Journalism Studies 2. Public Relations and Marketing or Business Communication 3. Intercultural or Cross-Cultural Communication 4. Tourism Communication
Articles 184 Documents
Illustrated Stories against Online Gambling Falah Anargya Setia Nusabela; Vina Mahdalena; Lusia Handayani
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i1.10012

Abstract

The rapid growth of online gambling in Indonesia, marked by an 8,136.77% increase in transactions since 2018, highlights the urgent need for effective preventive communication targeting adolescents. This study aimed (1) to develop an illustrated story-based educational medium about online gambling and (2) to examine its effectiveness in improving adolescents’ knowledge and attitudes toward online gambling. A Research and Development (R&D) design was employed, combining expert validation of the media with a one-group pre-test–post-test experiment. Three experts in media design and online gambling content assessed the feasibility of the illustrated story using a validation questionnaire. Effectiveness testing involved 12 adolescents in Cilebut Village, Bogor, who completed knowledge and attitude questionnaires before and after exposure to the illustrated story. The results showed that the medium achieved an average expert validation score of 87.5%, indicating that it is feasible for educational use. Paired sample t-test analysis revealed a significant increase in knowledge scores from a mean of 6 to 9.16 (p = 0.001) and in attitude scores from 23.41 to 29.16 (p = 0.001) after the intervention. These findings conclude that illustrated story-based media is an effective tool to enhance adolescents’ knowledge and strengthen their attitudes against online gambling, and it holds promise for broader application in preventive education campaigns.
Fenomena Kedekatan Instan dalam Komunikasi Hyperpersonal pada Pengguna Fitur People Nearby di LINE Fadhilah Jeliska; Elva Ronaning Roem; Diego Diego; Winda Vanisya; Mas'amah Mas'amah
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10030

Abstract

Perkembangan aplikasi pesan instan menghadirkan ruang baru bagi individu untuk bertemu dan membangun relasi interpersonal, salah satunya melalui fitur People Nearby pada aplikasi LINE. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan orang lain berdasarkan kedekatan geografis, sehingga membuka peluang terjadinya interaksi yang berlangsung cepat, intens, dan berpotensi berkembang secara personal meskipun hubungan belum diawali melalui pertemuan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses komunikasi hiperpersonal dimaknai dalam pengalaman terbentuknya kedekatan instan pada tahap awal interaksi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam dengan pengguna yang memiliki pengalaman berkomunikasi melalui fitur tersebut. Analisis difokuskan pada cara pengguna menghadirkan diri dalam percakapan, menyusun pesan, serta menafsirkan kesan interpersonal yang muncul selama interaksi berlangsung. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa keterbatasan isyarat nonverbal dalam komunikasi berbasis teks membuka ruang bagi pengguna untuk membangun interpretasi yang lebih personal terhadap lawan bicara, sehingga percakapan dapat dirasakan lebih hangat dan akrab dalam waktu yang relatif singkat. Karakteristik platform yang sederhana dan responsif juga menghadirkan suasana komunikasi yang terasa lancar, sementara pengguna cenderung menata pesan secara selektif untuk menghadirkan citra diri yang diharapkan dalam relasi yang sedang berkembang. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kedekatan instan dalam komunikasi digital dipahami sebagai hasil pemaknaan bersama yang terbentuk melalui dinamika interaksi, proses menghadirkan diri, serta cara pengguna menafsirkan keterhubungan emosional dalam ruang percakapan berbasis teks.
Komunikasi Peer-to-Peer Berbasis Komunitas dalam Penanggulangan HIV/AIDS pada Kelompok Berisiko Tinggi Rumyeni Rumyeni; Noor Efni; Ringgo Eldapi Yozani; Arina Himatul Husna; Denisa Nurmalia
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10032

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan global dimana Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV). Pendekatan komunikasi kesehatan konvensional yang bersifat top-down terbukti kurang efektif menjangkau kelompok berisiko tinggi seperti Pekerja Seks Perempuan (PSP) dan Lelaki Seks Lelaki (LSL). Komunikasi peer-to-peer merupakan strategi penting dalam penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok berisiko tinggi dimana terdapat kedekatan emosional dan kepercayaan di antara sesama anggota komunitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jaringan komunikasi, pengalaman komunikasi, serta kebutuhan dan preferensi komunikasi peer-to-peer pada kelompok berisiko tinggi di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 4 orang informan dari kelompok berisiko tinggi, dan 5 orang stakeholder melalui FGD. Penelitian dilakukan di Kota Pekanbaru selama bulan Agustus-Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi pada PSP bersifat personal-individual dengan struktur berpusat pada mami atau mucikari, sementara LSL membentuk jaringan berbasis virtual-komunal dengan figur "ayam" sebagai koordinator. Pengalaman komunikasi peer-to-peer menciptakan hubungan non-judgmental, meskipun terdapat tantangan privasi dan conflict of interest. Kebutuhan komunikasi mencakup pendekatan bertahap, sensitivitas konteks, dan dukungan berkelanjutan.
Konstruksi Desain Pesan Visual dalam Kampanye Kesetaraan Gender di Instagram Meylisa Yuliastuti Sahan; Maria Florencia Yunita Bello; Aplonia Nelci Ke Lomi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10097

Abstract

Kesetaraan gender masih menjadi tantangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga media sosial dimanfaatkan sebagai salah satu ruang kampanye untuk membangun kesadaran publik melalui komunikasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana desain pesan visual pada akun Instagram @tenggarantt dikonstruksi serta bagaimana pesan kesetaraan gender direpresentasikan dalam konteks sosial-budaya NTT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis visual berbasis Visual Grammar dari Kress dan van Leeuwen serta teori representasi Stuart Hall. Data penelitian berupa lima unggahan visual Instagram yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansinya dengan isu gender, feminisme, dan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @tenggarantt secara konsisten memanfaatkan elemen visual seperti ilustrasi, warna, simbol, dan komposisi untuk membangun narasi kesetaraan gender yang kritis dan kontekstual. Perempuan direpresentasikan sebagai subjek berdaya dan agen perubahan sosial, sementara relasi gender ditampilkan secara inklusif dan kolaboratif. Visual kampanye tidak bersifat netral, melainkan berfungsi sebagai praktik representasi yang mengonstruksi makna dan menantang nilai-nilai patriarkal yang dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat berfungsi sebagai ruang edukasi digital yang aman dan efektif untuk meningkatkan literasi gender, terutama bagi remaja dan generasi muda di wilayah 3T.
Pengalaman Culture Shock dalam Proses Adaptasi Budaya Perempuan Pekerja Migran Sherly Hindra Negoro; Nobertus Ribut Santoso; R.A Vita Noor Prima Astuti; Brahma Putra Pratama; Sekhar Chandra Pawana
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10108

Abstract

Kondisi ekonomi keluarga mendorong orang Indonesia untuk bekerja ke luar negeri, terutama pekerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman culture shock dalam proses adaptasi budaya perempuan pekerja migran. Diperlukan adaptasi budaya dalam menghadapi budaya yang berbeda karena berbeda negara. Pengalaman adaptasi budaya perempuan pekerja migran mulai digali dari saat memutuskan bekerja di luar negeri hingga saat memutuskan untuk menghentikan kontrak kerja. Metode penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggali pengalaman subjektif perempuan pekerja migran di Desa Resapombo, Blitar, Jawa Timur. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep kurva W oleh Oberg. Hasil penelitian menunjukkan adanya culture shock dan hambatan komunikasi ketika di luar negeri dan ketika kembali ke Indonesia. Adaptasi budaya dilakukan untuk menjembatani hambatan komunikasi. Siklus adaptasi mengalami pengulangan pada saat bekerja di luar negeri maupun pada saat kembali. Filosofi budaya Jawa “nrimo ing pandum” menjadi salah satu strategi untuk bertahan di tengah menghadapi budaya yang berbeda.
Mega-Chan di Negeri Konoha Putra Aditya Lapalelo; Christopher Chandra; Nanang Krisdinanto
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10126

Abstract

Penelitian ini mencurigai popularitas internet meme politik “Mega-Chan”, sebagai dampak dari subordinasi partisipasi perempuan dalam politik tanah air. Diskursus politik masyarakat yang masih meletakkan kekuasaan di tangan laki-laki, serta faktor budaya Indonesia yang patriarkal menjadi landasan kecurigaan ketimpangan gender dalam popularitas meme Mega-Chan. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dengan model analisis semiotika yang dikembangkan oleh Hackley, model semiotika ini mengedepankan pemaknaan dari dua perspektif, subjektif, dan sosial (others) sehingga bisa menghindari iterpretasi bias sekaligus bisa menjelaskan proses subjektif dan sosial dalam sisi produksi tanda Mega chan. Dengan model semiotika ini penelitian dilakukan dengan tujuan menggali sekaligus menjawab kecurigaan/pertanyaan penelitian, bagaimana gambaran partisipasi perempuan dalam politik Indonesia, yang dihadirkan melalui meme Mega-chan dan apakah Megawati adalah salah satu korban ketimpangan gender dalam partisipasi politik ?. hasilnya. Meme Mega-chan sebagai tanda tidak hanya dimaknai sebagai satire politik kepada Megawati Soekarnoputri, namun memuat makna sudut pandang stereotype Gen Z terhadap partisipasi politik perempuan, meskipun secara regulasi telah diijinkan oleh negara Indonesia. Stereotipe itu membatasi perempuan melalui ciri feminine yang mereka miliki: emosional, sensitif, dan kurang dalam berpikir rasional.
The Relationship between Public Communication of Tepuk Sakinah and Public Perception of Moral Messages Suhendra Saputra Jaya; Aris Subagio
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10137

Abstract

This study was conducted to examine and analyze public perception of the moral message contained in Tepuk Sakinah as a form of public communication created by the Office of Religious Affairs (KUA). This study aims to determine the relationship between public communication practices and public perception. This study used a quantitative correlational method involving 40 respondents selected through purposive sampling based on their level of familiarity with Tepuk Sakinah. Data were obtained through a structured questionnaire that had been distributed with measurements of public communication dimensions and perceptions of the ABC Attitude Model (cognitive, affective, and conative). Then, the results were analyzed using Spearman's rho correlation. The findings showed that Tepuk Sakinah was considered to have a positive influence on all dimensions. As a result, the cognitive aspect received the highest average score. These findings indicate that the public's understanding of moral values in family life is strong. The analysis also revealed a strong positive relationship between public communication and public perception (r = 0.753, p < 0.001). Meanwhile, the affective dimension had the strongest correlation, indicating that emotional involvement in shaping audience responses is paramount.
Imaji Keilahian dalam Corak Antropomorfik pada Tenun Atoin Meto Yohanes K. Nula Liliweri
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10143

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi imaji keilahian dalam motif antropomorfik pada tenun tradisional masyarakat Atoin Meto di Amanuban dan Amanatun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa TenggaraTimur. Guna membedah sistem budaya ini, penelitian menggunakan paradigma interpretatif dengan jenis penelitian kualitatif berpendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas penenun tradisional dan pemangku adat, sementara objeknya adalah makna filosofis imaji keilahian pada motif tenun. Informan kunci ditentukan lewat teknik purposive sampling berdasarkan otoritas adat dan keterlibatan aktif dalam ritus tenun. Data dihimpun melalui observasi partisipan, dokumentasi, serta wawancara refleksif demi menangkap perspektif emik (emic view). Selanjutnya, analisis data menerapkan metode taksonomi, komponensial, dan tema budaya untuk menghasilkan deskripsi mendalam (thick description). Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imaji keilahian dalam motif antropomorfik tersebut direpresentasikan melalui stilisasi figur manusia yang disakralkan sebagai simbol leluhur dan entitas spiritual penjelmaan kekuatan ilahi. Representasi ini tidak sebatas visual, melainkan hidup dalam pengalaman keseharian, sistem pantangan (pemali), serta ritus adat yang merefleksikan keterhubungan integral antara manusia, leluhur, dan pencipta. Berdasarkan temuan ini, disarankan bagi pemerintah daerah dan komunitas adat untuk mengintegrasikan pengetahuan motif tenun ini ke dalam kurikulum pendidikan muatan lokal serta mempercepat digitalisasi dokumentasi adat demi mencegah kepunahan memori kolektif antargenerasi.
Human Touch vs Artificial Intelligence dalam Komunikasi Organisasi Barra P. Pradja; Fitri Susiswani Isbandi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10157

Abstract

Perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah praktik komunikasi organisasi melalui otomatisasi pesan, integrasi kanal digital, dan peningkatan efisiensi layanan. Di sisi lain, organisasi tetap dituntut mempertahankan human touch berupa empati, kedekatan, dan kepedulian dalam relasi dengan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perusahaan membangun narasi mengenai hubungan antara manusia dan AI dalam komunikasi organisasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode dokumentasi digital terhadap 30 unit data narasi yang bersumber dari situs web resmi perusahaan, laporan tahunan, media sosial, halaman produk, dan materi komunikasi korporat daring. Data dianalisis melalui thematic analysis dengan tahapan open coding, kategorisasi tema, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu efficiency & automation, human-centered AI, organizational identity, serta trust & care. Narasi perusahaan didominasi orientasi efisiensi dan produktivitas, tetapi tetap menampilkan bahasa kebersamaan, keamanan, dan dukungan untuk menjaga legitimasi sosial. AI lebih sering dibingkai sebagai alat bantu (enabler) daripada pengganti manusia. Temuan ini menegaskan munculnya identitas organisasi hibrida: maju secara teknologi namun tetap berorientasi manusia.
Framing BPJS Kesehatan Crisis Narratives on Tiktok Sekar Arum Nuswantari; Noveria Anggraeni Fiaji
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 15 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v15i2.10169

Abstract

This study examines how the Indonesian Social Security Agency for Health, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) and selected online media posts framed public trust-related controversies on TikTok. A qualitative method and a framing analysis approach used to examine BPJS Kesehatan posts‚ as well as selected online news media posts that frame conflicts regarding public trust on TikTok․ The selected posts are thirteen TikTok posts published from 1 January 2022 to 31 May 2025‚ consisting of seven posts by the BPJS Kesehatan account and six from online news media accounts․ The captions, spoken transcriptions, and on-screen texts were coded using Entman’s four framing functions and subsequently interpreted through Hallahan’s framing framework and Situational Crisis Communication Theory (SCCT). The analysis results show that BPJS Kesehatan's framing strategy is relatively consistent in the clarification-and-reassurance dimension‚ through correction of misinformation‚ explaining the procedure‚ the justification‚ and reassurance of the institution․ The content of the media posts that were selected was more mixed‚ with some reproducing institutional clarification‚ providing explanations of policy changes‚ describing governance gaps from within claims‚ criticizing reporting by the government‚ and representing fraudulent actions by healthcare services․ Framing alignment and framing divergence were also obvious․ Attributing blame to different actors‚ BPJS reacted more strongly to misinformation- and procedure-related frames than to governance‚ accountability and provider malfeasance frames.