cover
Contact Name
Azmi Yudianto
Contact Email
azmi@stimsurakarta.ac.id
Phone
+6287884368833
Journal Mail Official
warsito@stimsurakarta.ac.id
Editorial Address
JL. PARANGKESIT, NGRUKI, CEMANI, SUKOHARJO, JAWA TENGAH, INDONESIA 57552
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Sanaamul Quran : Jurnal Wawasan Keislaman
ISSN : 26562944     EISSN : 30264189     DOI : 10.62096
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Islamic Education Policy, Gender and Islamic Education, Comparison of Islamic Education, Islamic Education and Science, Nusantara Islamic Education, Pesantren, Education, Islamic Education and Social Transformation, Leadership of Islamic Education, Figure of Islamic Education, Islamic, Education Management, Curriculum of Islamic Education, Innovation of Islamic Education, Madrasah Education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023)" : 5 Documents clear
Hisab Rukyat Untuk Penentuan Awal Bulan Hijriah Dalam Al Qur’an Dan Al Hadis Isfihani, Isfihani
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v4i1.50

Abstract

Makalah ini berisi dasar hukum berlakunya penetapan kalender Hijriah yang didasarkan pada hisab dan rukyak. Kalender Hijriah yang dimaksud adalah kalender yang diciptakan berdasarkan pada pergerakan bulan mengelilingi bumi, kalender ini disebut kalender Kamariah (lunar calendar). Kalender Hijriah dibuat didasarkan pada lama rata-rata satu bulan sinodik, yaitu 29,530589 hari atau 29 hari 12 jam 44 menit 2,9 detik. Jadi kalender Hijriah secara aritmetik dibuat dengan cara menetapkan jumlah hari dalam satu bulan ada 30 dan 29 hari secara berganti-ganti. Dalam Almanak Hisab Rukyat dicantumkan 15 (lima belas) ayat al-Qur’an dan 9 (Sembilan) hadis Nabi saw. yang terkait dengan Kalender Hijriah. Dari ayat-ayat yang ditampilkan itu ternyata tidak ada yang secara langsung memuat kata tarikh atau takwim. Oleh karena itu apabila dihubungkan dengan pengertian Kalender Hijriah di atas maka ayat-ayat yang secara langsung membahas tentang prinsip-prinsip Kalender Hijriah hanya ada 3 (tiga) ayat saja, yaitu: Q.S. Al-Baqarah ayat 189, Q.S. Al-Taubah ayat 36, dan Q.S. Al-Kahfi ayat 25. Sementara dalam hadis-hadis Nabi Muhammad saw. walau pun redaksi hilal itu berbeda beda namun menunjukkan pengertian yang sama, bahwa hilal sebagai dasar dan acuan dalam penentuan awal bulan Kamariah. Hadis itu juga menegaskan bahwa Rasulullah saw. berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa berdasarkan kesaksian rukyat hilal awal Ramadan. Kalender Hijriah ini amat penting untuk diketahui oleh umat Islam, karena kalender ini dijadikan dasar dan patokan untuk menentukan waktu-waktu ibadah, misalnya untuk mengetahui memulai dan mengakhiri ibadah puasa Ramadan, salat Idul Fitri, zakat, haji dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya.
Problematika Pembelajaran Maharah Kitabah Di Mts. Islam Al Mukmin Ngruki Cemani Grogol Sukoharjo 2015 -2016” Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (Pba) Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin Surakarta 2016 Ariyanto, Joko; Nurhayati, Umi
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v4i1.51

Abstract

Maharah kitabah (menulis) merupakan salah satu ketrampilan berbahasa dan menjadi salah satu instrumen penting terlaksananya pembelajaran bahasa Arab yang sesuai dengan tujuan pendidikan. MTs. Islam Al Mukmin Ngruki yaitu salah satu lembaga pendidikan yang mengajarkan maharah kitabah, namun masih dihadapkan dengan berbagai problematika, sebagai contoh yaitu masih ditemukan beberapa siswa tidak dapat menulis Arab dengan benar sesuai kaidah bahasa Arab. Bertitik tolak dari hal tersebut, maka penelitian ini berjudul “Problematika Pembelajaran Maharah Kitabah di MTs. Islam Al Mukmin (Putri)Ngruki Cemani Grogol Sukoharjo 2015-2016”. Penelitian ini menggunakan mix metodologi yang berarti menggabungkan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan tahapan penelitian sebagai berikut: a. Populasi dan Sampel kuantitatif dan kualitatif, b. Metode Pengumpulan Data (Wawancara Terstruktur, Kuesioner (Angket), Observasi Non partisipan dan Dokumentasi), c. Metode Analisis Data (Kuantitatif dan Kualitatif). Adapun analisa data kuantitatif meliputi tahapan Frekuensi Relatif (Persentase), sedangkan analisa data kualitatif meliputi tahapan: a. Reduksi data, b. Penyajian data, c. Kesimpulan dan verifikasi. Setelah melewati semua tahapan tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa proses KBM dan tujuan pembelajaran maharah kitabah secara umum dapat berjalan dengan baik. Walaupun masih ditemukan problem yang dihadapi, yaitu: problem linguistik dan non linguistik. Problem linguistik meliputi makhroj huruf Arab yang berdekatan dan penguasaan kosakata bahasa Arab. Problem non linguistik meliputi beberapa faktor, yaitu: guru, siswa dan fasilitas. Adapun upaya dalam menyikapi problem tersebut banyak hal yang telah dilakukan oleh guru maharah kitabah, diantaranya: selalu memberikan motivasi belajar di akhir pertemuan, menggunakan metode permainan untuk menghindarkan rasa bosan siswa, dan memberikan sanksi kepada siswa yang terlambat datang ke kelas dan lain sebagainya. Adapun beberapa rekomendasi dari peneliti yaitu: 1. Hendaklah seorang guru dapat memilih metode yang tepat, agar para siswa tidak merasa bosan dan mengantuk ketika mengikuti proses KBM di kelas. 2. Bagi siswa, untuk dapat meningkatkan fokus belajar. 3. Bagi pengelola Madrasah hendaklah memberikan bimbingan khusus atau pembekalan bagi guru-guru bantu yang baru bertugas, dengan berbagai arahan dan latihan mengajar. Tidak hanya pembekalan secara teori saja, namun praktik tata cara mengajar. Namun problem yang dihadapi ini tidak begitu berpengaruh terhadap hasil prestasi nilai siswa, dengan pembuktian nilai Ujian Akhir Semester (UAS) gasal mencapai nilai 77,33. Hasil ini tergolong baik, namun masih perlu untuk ditingkatkan lagi untuk mencapai nilai yang maksimal.
Efektivitas Pembelajaran Anwa’ul Kalimah Menggunakan Metode Tamyiz Di Pondok Tahfidzul Qur’an Tarbiyyatul Ummah Ngruki Sukoharjo Fiddien, Mutia
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v4i1.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan proses pembelajaran anwa’ul kalimah menggunakan metode tamyiz, serta untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajarannya. Penggunaan metode tamyiz memiliki kedudukan sebagai variabel bebas dan keefektifan pembelajaran Anwarul kalimah sebagai variabel terikat. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Teknik interview, observasi, kuesioner, serta dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode tamyiz menjadikan pembelajaran di kelas hidup, hal ini dikarenakan siswa dituntut aktif mengikuti pelajaran. Adapun analisis data terhadap tingkat keefektifan yang berdasarkan ketuntasan belajar siswa, menunjukkan bahwa lebih dari 75% dari keseluruhan sampel telah mencapai nilai ≥ 61 dengan rata-rata sebesar 81. Analisis data angket terkait minat serta kenyamanan siswa menunjukkan nilai sebesar 87,9%. Hal tersebut menunjukkan terbuktinya hipotesis kerja (H1) yakni adanya keefektifan penggunaan metode tamyiz terhadap pembelajaran anwa’ul kalimah di PTQ Tarbiyyatul Ummah.
H. A. Mukti Ali dan Pemikirannya Usman, Taufiq
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v4i1.53

Abstract

Banyak tokoh yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. A. Mukti Ali merupakan salah satu yang menempati posisi khusus dalam sejarah kebijakan di bidang agama. Apalagi jika dikaitkan dengan modernisasi politik-keagamaan jangka panjang di Indonesia. Ia menduduki jabatan Menteri Agama pada periode tahun yang penuh gejolak, ketika legitimasi politik Orde Baru sedang membangun basis di masyarakat. Mukti Ali mengalami masa-masa sulit bahkan, yang menurutnya tidak sedikit memberikan kontribusi bagi konsolidasi Orde Baru. Ia dipercaya untuk memimpin Kabinet Departemen Agama atau Menteri Pembangunan Agama II periode 1973-1978, periode yang dikenal sensitif terhadap isu-isu politik saat itu. Mukti Ali mengemban tugas yang cukup berat, yakni merumuskan sikap keberagamaan masyarakat Indonesia, membuka jalan bagi konsolidasi Orde Baru untuk kemudian menyiapkan landasan bagi program modernisasi. Pada masa pelayanannya, wacana keagamaan Indonesia diwarnai reorientasi total dan hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari perumusan konsep negara yang sesuai dengan budaya keagamaan Indonesia, reformasi pemikiran, dialog antar umat beragama, modernisasi agama, reformasi kurikulum. kepada lembaga pendidikan agama.
Pandangan Islam Terhadap Sya’ir Suhadi , Suhadi
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v4i1.54

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang pandangan Islam terhadap sya’ir. Sya’ir secara Etimologi berasal dari bahasa Arab (شَعَرَ atau شَعُرَ ) yang berarti Mengetahui dan Merasakan. Dan Sya’ir secara Terminologis adalah suatu kalimat berirama dan bersajak yang mengungkapkan khayalan indah dan melukiskan tentang kejadian yang ada. Sya’ir adalah karya sastra yang sangat dibanggakan bangsa Arab , digunakan sebagai sarana komunikasi dalam masalah sosial kemasyarakatan, politik dan agama. Islam memandang sya’ir sesuatu yang tercela jika dipergunakan dalam menyampaikan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Namun Islam memandang terhadap sya’ir sesuatu yang terpuji dan istimewa jika dipergunakan untuk menyampaikan ajaran Islam, memuji Nabi dan prinsip-prinsip Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5