cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung no. 1 Komplek Barat RSAL dr. Ramelan Surabaya 60111 Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : https://doi.org/10.30649/sbj.v1i1
Core Subject : Health, Science,
The scope of the journal includes: - marine medicine - hyperbaric medicine - general medicine - dentistry - nursing - related health sciences - pharmacy
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2022): Januari" : 7 Documents clear
Pengaruh Diet Ketogenik terhadap C-Reactive Protein dan Glasgow Prognostic Score pada Pasien Kanker Payudara Metastatik (Uji Klinis Fase 2) Anang Mufti; Prawesty Diah Utami
Surabaya Biomedical Journal Vol 1 No 2 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.14

Abstract

Abstrak Bahan pembentuk energi utama bagi sel kanker berupa glukosa dengan residual laktat yang tinggi akibat efek Warburg. Diet ketogenik akan merubah sumber energi dari glukosa menjadi badan keton, sehingga sel kanker akan mengalami reaksi inflamasi dan kelaparan. Pada pasien kanker payudara metastatik yang belum mendapatkan terapi onkologi spesifik, inflamasi sistemik yang terjadi dapat diukur dengan serum C-Reactive Protein (CRP) dan skor inflamasi sistemik menggunakan Glasgow Prognostic Score (GPS) modified. GPS merupakan salah satu faktor. prediktor independen kelangsungan hidup. Pelaksanaan penelitian ini diawali pada Februari sampai Juli 2018 di Unit Rawat Jalan Bedah Onkologi RSUP Dr. Saiful Anwar Malang, Indonesia. Pada subyek penelitian terjadi penurunan kadar CRP serum yang menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,020 (< 0,050) dengan penurunan nilai persentase sebesar 21,1% (>20%). Terjadi pula penurunan skor GPS/mGPS yang menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,011 (< 0,050). Abstract The main energy-forming material for cancer cells is glucose with high residual lactate due to the Warburg effect. By converting the energy source from glucose to ketone bodies through a ketogenic diet, cancer cells will experience inflammatory reactions and starvation. For patients with metastatic breast cancer who haven't already obtained specific oncology therapy, the systemic inflammation that occurs can be measured by serum C-Reactive Protein (CRP) and systemic inflammatory scores using the Glasgow Prognostic Score (GPS)/modified GPS, which is a one-factor independent predictor of survival. The implementation of this research started from February to July 2018 at the Outpatient Unit of Surgical Oncology of Dr. Saiful Anwar General Hospital, Malang, Indonesia. In the study subjects, there was a decrease in serum CRP levels which showed a significant value of 0.020 (< 0.050) with a reduction in the percentage value of 21.1% (> 20%). There was also a decrease in the GPS/mGPS score, which showed a significant value of 0.011 (< 0.050).
Gambaran Menopause dan Cara Mengatasi Menopause Yoga Eko Saputra
Surabaya Biomedical Journal Vol 1 No 2 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.15

Abstract

Latar Belakang : Menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas ovarium. Menopause umum terjadi pada wanita yang melahirkan, dan beberapa wanita merasa cemas dan khawatir. Patofisiologi atau tidak ditemukannya penyebab fisiologis 12 bulan berturut-turut amenore biasa disebut sebagai menopause spontan Terapi sulih hormon (TSH) adalah pengobatan yang meredakan gejala pada wanita menopause dan pascamenopause. TSH mengembalikan sebagian keseimbangan estrogen dalam tubuh wanita dan mengurangi atau menghilangkan gejala-gejala ini. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran klinis dan terapi pada menopause. Metode : Mengumpulkan dan menganalisis jurnal dan artikel terkait judul yaitu gambaran menopause dan tatalaksana. Data yang dikumpulkan dicari dalam situs Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci. Menopause, Menopause therapy, Menopause hormone. Kesimpulan : Menopouse terdiri dari tiga fase, yaitu pra menopouse, menopause dan pasca menopause. Gejala menopause diantaranya ketidakstabilan vaskular, menstruasi yang tidak teratur, gejala berkemih, perubahan perilaku seksual, gejala emosional dan kognitif, gejala psikologis, perubahan fisik dan komplikasi lainya. Menopause tidak dapat dicegah dan diobati, tetapi dapat dilakukan perawatan untuk mengurangi gejala yang dirasakan
KELAINAN KONGENITAL MULTIPEL PADA NEONATUS DENGAN SPINA BIFIDA: SERIAL KASUS Amiril Mukminin; Wienta Diarsvitri
Surabaya Biomedical Journal Vol 1 No 2 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.19

Abstract

Pendahuluan: Spina bifida (SB) merupakan suatu kelainan kongenital sistem saraf pusat dengan prevalensi tertinggi dalam spektrum cacat tabung saraf (neural tube defect) akibat gangguan penutupan tulang belakang janin pada bulan pertama kehamilan. Laporan kasus: Dilaporkan dua kasus SB pada bayi laki-laki berusia dua hari dan tiga hari yang lahir prematur. Pada kedua pasien ditemukan massa di area lumbosakral disertai rembesan cairan serebrospinal (cerebro spinal fluid) serta kelainan kongenital multipel antara lain berupa congenital talipes equinovarus (CTEV) bilateral, hipospadia dan atresia ani. Kedua pasien menjalani pemeriksaan darah, ekokardiografi, CT scan tanpa kontras dan babygram. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan prothrombine time, thromboplastine time dan kalium. Hasil CT scan menunjukkan ventriculomegali dan edema otak. Echocardiography menunjukkan adanya PDA. Pasien menjalani kolostomi, repair spina bifida dan pemasangan ventriculoperitoneal (VP) shunt. Pembahasan: SB sering disertai dengan kelainan kongenital lain yang berasal dari lapisan neuroektoderm saat embriogenesis. Segera setelah bayi lahir perlu dilakukan pemeriksaan dan manajemen secara komprehensif dari tim multidisiplin terkait adanya bagian neural placode yang terbuka untuk mengetahui lokasi, ukuran, apakah ada kebocoran cairan serebrospinal serta kelainan kongenital lain yang menyertai.
KEJADIAN DEPRESI PADA IBU POST PARTUM GEMELI DI RSUD Dr. SOEROTO NGAWI Mita Herdiyantini; Wienta Diarsvitri
Surabaya Biomedical Journal Vol 1 No 2 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.20

Abstract

Tujuan Penelitian: Perubahan biologis selama kehamilan dapat menjadi penctus terjadinya gangguan psikologis mulai dari yang ringan hingga gangguan jiwa. Penelitian ini memberikan gambaran kejadian depresi pada ibu post partum yang melahirkan bayi kembar (gemeli) di RSUDD Dr. Soeroto Ngawi selama bulan Januari 2016-Maret 2016. Metode : Penelitian deskriptif ini menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depresion Scale (EPDS) pada 12 ibu post partum yang melahirkan gemeli di Ruang Nifas Wijaya Kusuma dan kontrol nifas di Poli Hamil/Kandungan Rumah Sakit Umum Dr. Soeroto, Ngawi selama bulan Januari 2016-Maret 2016. Hasil : Sebagian besar responden (75%) berpendidikan SD-SMP, 67% responden berusia 20-24 tahun, 67% responden tidak bekerja, 58% tidak pernah kontrol rutin selama kehamilan. Enam responden (50%) menyatakan jarang mengalami gangguan tidur, 33% menyatakan bahwa hampir setiap waktu mengalami gangguan tidur karena kecemasan yang dialami, 17% tidak pernah mengalami gangguan tidur. Mayoritas responden (58%) tidak pernah mengalami kejadian/peristiwa berat pada satu tahun sebelum hamil. Berdasarkan hasil Kuesioner EPDS didapatkan 58% responden kemungkinan tidak mengalami depresi, 25% responden kemungkinannya sedang untuk mengalami depresi, 17% responden kemungkinannya tinggi untuk mengalami depresi. Kesimpulan : Sebagian besar responden post partum gemeli yang kemungkinan mengalami depresi berasal dari kelompok usia 20-24 tahun, mempunyai anak lebih dari tiga, dan tidak rutin kontrol di poli RSUDD Dr. Soeroto Ngawi. Oleh karena itu diperlukan kerjasama lintas sektor untuk mencegah terjadinya depresi pada ibu post partum gemelli.
Kaitan Antara Gangguan Perkembangan dan Perilaku Anak dengan Gut-Brain Axis Pramita Anindya; Wienta Diarsvitri
Surabaya Biomedical Journal Vol 1 No 2 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.21

Abstract

Tujuan Penelitian: Gangguan perkembangan dan perilaku pada anak merupakan masalah yang sering ditemukan, namun belum jelas mekanismenya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kaitan antara gangguan perkembangan dan perilaku pada anak dengan gut-brain axis. Metode : Penelitian literature review ini menggunakan 20 artikel dengan kriteria inklusi artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional antara tahun 2012-2021, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan dapat diakses full text. Artikel didapatkan dari mesin pencari PubMed, Google Scholar dan Cochrane dengan beberapa kata kunci. Hasil : Konsep gut- brain axis berperan penting dalam pertahanan tubuh. Paradigma gut-brain axis merujuk pada adanya hubungan antara saluran cerna dan otak melalui mekanisme dua arah atau bidirectional, suatu alur homeostasis sistem saraf, hormonal dan sistem imun, yang jika salah satu bermasalah maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan diantara ketiganya. Kesimpulan : Hasil penelitian mendukung keberadaan gut-brain axis, bahwa ada kaitan antara mikrobiota dalam saluran cerna dengan gangguan perkembangan dan perilaku pada anak. Konsekuensi jangka panjang dari gangguan dalam komposisi mikrobiota usus pada awal kehidupan mempengaruhi kondisi kesehatan di masa dewasa.
STUDI EKSPERIMENTAL: PENURUNAN PROFIL NETROFIL DAN TNF-α SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK TERIPANG EMAS (STICHOPUS HERMANNI) R. Varidianto Yudo Tjahjono; Prawesty Diah Utami; Herin Setianingsih
Surabaya Biomedical Journal Vol 1 No 2 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.23

Abstract

Latar Belakang: Vaginitis candida adalah penyakit infeksi jamur yang diderita hampir setiap wanita di dunia. Meningkatnya jumlah netrofil dan kadar faktor nekrosis tumor alfa (TNF-α) merupakan ciri khas dari penyakit ini. Ekstrak teripang emas (Stichopus hermanni) telah banyak diteliti terutama untuk anti jamur dan bakteri, anti peradangan , anti oksidan dan lain-lain. Tujuan: Membandingkan profil netrofil dan TNF-α antara kelompok kontrol dengan kelompok studi lain yang mendapatkan ekstrak teripang emas (S.hermanni) melalui studi eksperimental menggunakan mencit coba. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain “post-test only control group design”. Unit eksperimentalnya terdiri dari 24 mencit BALB/c yang diinokulasi C.albicans per vaginam dan dibagi menjadi empat grup terdiri dari : (K-) kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan; (P1)kelompok yang mendapatkan ekstrak S.hermanni dosis 8,5mg/kgBB; (P2) kelompok dengan dosis ekstrak 17mg/kgBB; dan (P3) kelompok dengan dosis ektrak 34 mg/kgBB. Jumlah netrofil dilihat dari pemeriksaan mikroskopis jaringan mukosa vagina. Kadar sitokin TNF-α dilihat dari pemeriksaan ELISA sampel darah. Hasil: Hasil pengamatan profil netrofil pada jaringan mukosa vagina mencit coba menunjukkan bahwa kelompok P2 mengalami penurunan netrofil tertinggi namun secara statistic tidak signifikan penurunannya (p=0,156; p>α). Pengamatan profil TNF-α padai serum darah mencit pada kelompok P2 menunukkan penurunan yang signifikan dibanding kelompk lain (p=0,001; p< α). Perbedaan ini terutama bila dibandingkan kelompok K- (p=0,004; p< α) dan kelompok P1(p=0,004; p< α) Kesimpulan: Pemberian ekstrak S.hermanni terbukti mampu menurunkan profil netrofil dan kadar TNF-α pada mencit coba, dengan dosis efektifnya sebesar 17 mg/kgBB.
DETEKSI SEROKONVERSI DENGAN RAPID ANTIBODY TEST PASKA VAKSINASI COVID-19 Dewa Ayu Putri Sri Masyeni Masyeni; SP Permana Lestari; IG Rai Tirta; Ratna Kartika; Ananda Maheraditya
Surabaya Biomedical Journal Vol 1 No 2 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v1i2.24

Abstract

Imunisasi COVID-19 bertujuan untuk untuk membangun herd immunity dengan cepat guna mengurangi penyebaran serta jumlah kasus COVID-19. Tujuan penelitian saat ini adalah untuk mengevaluasi serokonversi setelah vaksinasi COVID-19. Studi cross-sectional prospektif dilakukan di Bali pada mahasiswa kedokteran yang menerima vaksin COVID-19 (CoronaVac), suatu inactivated vaccine. Mahasiswa telah dilakukan pemeriksaan serial dengan test cepat antibodi COVID-19 setiap 2 minggu sekali dalam rangka pembelajaran mahasiswa selama menjalani masa kepaniteraan. Serokonversi diperiksa dengan menggunakan tes antibodi cepat yang dimulai dua minggu setelah imunisasi dan dilanjutkan setiap dua minggu selama 12 minggu berikutnya. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian ini. Kriteria inklusi adalah mahasiswa dengan hasil uji test cepat antibodi COVID-19 negatif sebelum dilakukan vaksinasi COVID-19. Sebanyak 106 siswa yang serial seronegatif COVID-19 sebelum vaksinasi secara prospektif dipantau menggunakan tes antibodi cepat. Rata-rata usia sampel adalah 22,9 tahun (23). Mayoritas peserta adalah laki-laki, terhitung 33,01 persen dari total. Serokonversi mulai terdeteksi pada minggu ke 8 dari jadwal pemantauan, dengan tingkat setinggi 1,9 persen, 7,5 persen pada minggu 18, dan 41,5 persen pada minggu 12 dan 13. Nyeri di tempat suntikan (12,3%), kelemahan (23,3%), dan demam (7%) adalah efek samping yang paling umum ditemukan di antara para peserta. Kesimpulan penelitian adalah tes cepat antibodi COVID-19 dapat mendeteksi serokonversi paska vaksinasi COVID-19 dengan deteksi yang sedikit terlambat dibandingkan dengan pemeriksaan antibodi metode lain

Page 1 of 1 | Total Record : 7