Dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2015)"
:
12 Documents
clear
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI (EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V MI TAUFIQURRAHMAN 1 DEPOK)
Sangaji Niken Hapsari
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3586.811 KB)
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3626
Abstract: This paper attempts to look at the effect of the use of learning media on the ability to write narrative . Instructional media used is the projected media and media image series. The method used is the experimental method of data analysis using t-test . The findings based on the analysis of data using normality test and homogeneity test , followed by calculation of the t test at significance level = 0.05 and degrees of freedom (df ) = n1 + n2 - 2 , obtained t ttable of 7.469 and 2.001 . This suggests that thitung greater than ttable ( 7.469 > 2.001 ) . Thus , it was concluded that the working hypothesis ( Ha ) is accepted , which means there is a significant difference between the use of learning media to the ability to write narrative. Abstrak:Tulisan ini mencoba melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi. Media pembelajaran yang digunakan adalah media yang diproyeksikan dan media gambar seri. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis data menggunakan Uji t. Hasil temuan berdasarkan analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang dilanjutkan dengan perhitungan Uji t pada taraf signifikansi = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2 – 2, diperoleh thitung sebesar 7,469 dan ttabel sebesar 2,001. Hal ini menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (7,469 > 2,001). Berdasarkan itu, hipotesis kerja (Ha) diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3626
PERBANDINGAN GAYA BAHASA PADA PUISI “IBU” KARYA MUSTOFA BISRI DENGAN LIRIK LAGU “KERAMAT” KARYA RHOMA IRAMA
Fahrudin Mualim
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5160.219 KB)
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3627
Abstract: This study was aimed to describe the comparison of the figurative language of the poetry “Ibu” (Mother) by Mustafa Bisri and the lyric of the song "Keramat” (Sacred) by Rhoma Irama. The method used in this study was qualitative, namely researchers involved in the situation and the phenomenon being studied. The results showed the similarities and differences of the figurative language in the poetry "Ibu” (Mother) and the song "Keramat” (Sacred). It could be seen from the figurative language on each selection word – both of the poet and song composer used the natural expression. The difference lies in the function of the using of the natural expression. If Mustafa Bisri used the natural expression to describe the sacrifice of a mother or a picture of a mother admiration, while Rhoma Irama used its natural expression on refusing r criticizing to the wrong social behavior This research also explained the structure that built the poem (ibu)and the lyric (Keramat). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan gaya bahasa dari puisi “Ibu” karya Mustofa Bisri (MB) dan lirik lagu “Keramat” karya Rhoma Irama (RI). Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu peneliti dilibatkan dalam situasi dan fenomena yang sedang dipelajari. Selain menjelaskan struktur yang membangun kedua puisi itu, hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan gaya bahasa pada puisi “Ibu” dan lirik lagu “Keramat”. Kesamaannya terlihat dari gaya bahasa pada tiap pilihan katanya, keduanya sama-sama banyak menggunakan istilah alam sedangkan perbedaannya terletak pada fungsi dari istilah alam yang digunakan. Jika MB menggunakan istilah alam untuk menggambarkan pengorbanan seorang ibu atau sebagai gambaran kekaguman akan keagungan seorang ibu, sedangkan RI memposisikan istilah alam yang digunakannya sebagai bentuk penolakan atau kritikannya kepada perilaku masyarakat yang keliru. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3627
UNIVERSAL PRAGMATICS: MEMPERTIMBANGKAN HABERMAS DALAM PENELITIAN LINGUISTIK
Makyun Subuki
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2589 KB)
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3623
Abstract: The aim of this writing was to describe the Habermas theoretical dimension named the universal pragmatics and its contribution in linguistic-especially, critical linguistic-research. In this research, this writer used the library research concerning to the Habermas philosophical and critical ideas. The result showed that, firstly, the universal pragmatics was part of Frankfurt School critical theory which influenced almost all of Habermas social and philosophical thinking. Secondly, the universal pragmatics was the new epistemological basis of pragmatics as science. And thirdly, Habermas tried to enlarging the pragmatics as not the only historical-hermeneutics, but also critical-reflective science. Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dimensi teoretis teori Pragmatik Universal yang dikembangkan oleh Habermas dan sumbangan yang diberikannya bagi penelitian linguistik terutama linguistik kritis. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, penulis mengkaji sejumlah literatur yang terkait dengan ide pemikiran filosofis dan pemikiran kritis dari Habermas. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, teori pragmatik universal merupakan bagian dari Teori Kritis yang dikembangkan Mazhab Frankfurt yang mempengaruhi hampir seluruh pemikiran sosial dan filsafat dari Habermas. Kedua, teori pragmatik universal merupakan usaha Habermas untuk memberikan dasar epistemologis dari disiplin pragmatik sebagai sebuah ilmu. Ketiga, melalui teori pragmatik universal ini, Habermas mencoba mengembangkan pragmatik tidak lagi sebagai ilmu yang semata-mata bersifat historis-hermeneutis, melainkan juga bersifat kritis-emansipatoris. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3623
LEGENDA KBO IWA : ASAL-USUL DANAU BATUR DI BALI
Erlis Nur Mujiningsih
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4892.7 KB)
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3628
Abstract: This paperstudies the Bali legend that is the former of Lake Batur. The background story of this legend is the story of Kbo Iwa. Based on the study f Olrix Epic Law, the story of Kbo Iwa is found in all laws except the fifth and sixth i.e. the opposing state law and the legal skeleton of twin brothers. Typically the name "batur" refers to something early and holy related to the source of living water. Geography Lake Batur is associated with Tirta Empul Pool providing the holy water, the largest water source in Bali Island. The sanctity of the lake is marked with the oral tradition of Bhakti Pakelem which obliges local communities to implement a regular basis. The tradition is carried out on the lake and in the mountains to keep the balance of life because the word "batur" in addition to marking the lake is also to mark the mountain and marking Pura Ulun Danu Batur. Thus, the former of the lake cannot be separated from the meaning of the mountain and temple positions. Although, the nature of the legend as other legends does not relate to things that are sanctified, the story of Kbo Iwa can be said to be a rationale importance of the water resources. Abstrak: Tulisan ini mencoba mengakaji legenda di pulau Bali yaitu asal-usul Danau Batur. Kisah yang menjadi latar legenda ini adalah kisah Kbo Iwa. Berdasarkan kajian Hukum Epik Olrix, Kisah Kbo Iwa terdapat semua hukum kecuali hukum kelima dan keenam yakni hukum keadaan yang berlawanan dan hukum anak kembar kerangka. Secara khas nama “batur” mengacu pada sesuatu yang awal dan suci yang berhubungan dengan sumber air kehidupan. Geografi Danau Batur berhubungan dengan pemandian Tirta Empul yang mengeluarkan air suci, sumber air terbesar di pulau Bali. Kesucian danau tersebut ditandai tradisi lisan Bhakti Pakelem yang mewajibkan masyarakat sekitar melaksanakannya secara rutin. Tradisi itu dilaksanakan di danau dan di gunung untuk menjaga keseimbangan kehidupan karena kata “batur” selain untuk menandai danau juga untuk menandai gunung dan menandai Pura Ulun Danu Batur. Dengan demikian, asal usul danau Batur tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap posisi gunung dan posisi pura tersebut. Walaupun, sifat legenda sebagaimana legenda lainnya tidak berhubungan dengan hal-hal yang disucikan, kisah Kbo Iwa dapat dikatakan menjadi latar belakang pemikiran pentingnya sumber air. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3628
KETAATAN DAN PELANGGARAN IKLAN TELEVISI TERHADAP PRINSIP KERJA SAMA
Ening Herniti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3308.382 KB)
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3624
Abstract: Speech is always based on a specific purpose. It happens on an ad. Ads will not exist without a message. The message can be showed in the blended form of verbal and nonverbal messages. Verbal messages in the television advertising are in the form of conversation, while the nonverbal messages can include images, color, and sound. Each speech can be assumed that there is cooperation between the speaker and the opponent. The cooperation in speech by Grice-called principles of cooperation. However, in practice it is common the speaker violating the principle. The Television ads are also violating the maxim agreed by the principles of cooperation. However, the television advertising for the certain restriction also remains obedient to the maxims. The Violations in television advertising are actually implied by the advertiser so that the potential customers are interested in and believe in their products with the hope of taking them. Abstrak: Tuturan selalu dilandasi maksud tertentu. Demikian halnya dengan sebuah iklan. Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan. Pesan yang disampaikan dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan nonverbal. Dalam iklan televisi pesan verbal berupa percakapan, sedangkan pesan nonverbal dapat berupa gambar, warna, dan bunyi. Setiap pertuturan dapat diasumsikan terdapat kerja sama antara penutur dan lawan tutur. Kerja sama dalam pertuturan oleh Grice disebut prinsip kerja sama. Namun, dalam pelaksanaannya tidak jarang penutur melanggar prinsip kerja sama tersebut. Iklan televisi juga banyak melanggar maksim yang dicanangkan oleh prinsip kerja sama. Namun, iklan televisi dalam batas-batas tertentu juga tetap taat pada maksim-maksimnya. Pelanggaran dalam iklan televisi sebenarnya ada yang diimplikasikan oleh pengiklan agar calon konsumen tertarik dan percaya kepada produknya dengan harapan akan mengkonsumsinya. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3624
KONSTRUKSI GENDER PADA NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQI
Novi Diah Haryanti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5393.975 KB)
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3629
Abstract: This paper shows the gender construction in the novel “Perempuan Berkalung Sorban” (PBS) – The Veil Neck Woman (VNW) by Abidah El Khalieqi. The method used in this paper is a qualitative description. Based on the analysis, there are two gender constructions in the text, namely the religion and community constructions. Both are interconnected so that it makes biased between religion and society. The gender construction and patriarchal culture make women vulnerable to the violence, which are in the novel VNW including rape, sexual abuse/sexual and emotional harassment, veiled violence, acts of beating, and physical attacks that occurred in the household. Abstrak: Tulisan ini memperlihatkan konstruksi gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Metode yang dipakai dalam tulisan ini ialah deskripsi kualitatif. Berdasarkan analisis terdapat dua kontsruksi gender yang terdapat dalam teks, yaitu konstruksi yang dibangun agama dan konstruksi yang dibangun oleh masyarakat. Keduanya saling berhubungan sehingga konstruksi tersebut menjadi bias antara agama dan masyarakat. Konstruksi gender dan budaya patriaki tersebut membuat perempuan rentan terhadap kekerasan, yang dalam novel PBS diantaranya tindak perkosaan, pelecehan seksual/sexual and emotional harassment, kekerasan terselubung, tindakan pemukulan, dan serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3629
ISTILAH-ISTILAH DALAM EKONOMI ISLAM : UPAYA MEMPERKAYA KHAZANAH KOSA KATA BAHASA INDONESIA
Muhamad Musyafa'
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2676.736 KB)
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3625
Abstrac: Indonesia's relationship with Arab countries has existed since long ago. The relationship is well established in the field of trade and religious matters. Through its relationship, many benefits have been obtained to both Indonesia and Arab countries. Moreover, in the current time the Islamic economy has grown in Indonesia. The Islamic economy is developed from the Islam believes. The Islamic believes are mostly used Arabic. That is why many terms in the Islamic economics is derived from Arabic. Those terms some of them are absorbed in the Indonesian language. Therefore, the absorption of Arabic into Indonesian language course can be enriched Indonesian vocabulary. Some terms in the Islamic economics among them are a contract (agreement), “murābahah” (buying and selling), “musyārakah” (trade unions), “istisnā’” (buying and selling but the goods did not exist). Besides ‘aqad” (contract), there is also a term “ijrah” which has the same meaning, namely agreements. Although it has the same meaning, both are used in a different context. The word “akad” (contract) is an agreement between two or more persons with “ijab kabul” (agreement) based on the “syarak” provisions impacting object. Meanwhile, word “ijarah” is an agreement in terms of the lease. Finding those terms, it can be said that the decision of absorbing the Islamic economics terms attempting to enrich the Indonesian vocabulary. Abstrak: Hubungan Indonesia dengan negara Arab telah terjalin sejak dahulu. Hubungan tersebut terjalin baik dalam bidang perdagangan maupun keagamaan. Hubungan tersebut memberikan manfaat yang diperoleh baik oleh Indonesia maupun negara Arab. Terlebih lagi pada saat ini telah berkembang perekonomian Islam di Indonesia. Perekonomian Islam berkembang dari ajaran agama Islam. Ajaran Islam banyak yang menggunakan bahasa Arab. Untuk itu, banyak istilah dalam ekonomi Islam yang berasal dari bahasa Arab. Istilah-istilah tersebut beberapa diantaranya diserap di dalam bahasa Indonesia. Dengan begitu, terjadi penyerapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang tentu saja dapat memperkaya khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Beberapa istilah tersebut ialah akad (perjanjian), murābahah (jual beli), musyārakah (serikat dagang), istisna’ (jual beli tetapi barang belum ada). Selain kata akad, terdapat juga istilah ijrah yang memiliki makna yang sama, yakni perjanjian. Meskipun memiliki makna yang sama, keduanya digunakan dalam konteks yang berbeda. Kata akad adalah perjanjian antara dua orang atau lebih dengan ijab kabul berdasarkan ketentuan syarak yang berdampak pada obyeknya. Sementara itu, kata ijarah adalah perjanjian dalam hal sewa menyewa. Melihat istilah-istilah tersebut, dapat dikatakan bahwa langkah penyerapan dalam bidang ekonomi Islam merupakan sebuah upaya untuk memperkaya khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3625
KONSTRUKSI GENDER PADA NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQI
Novi Diah Haryanti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3629
Abstract: This paper shows the gender construction in the novel “Perempuan Berkalung Sorban” (PBS) – The Veil Neck Woman (VNW) by Abidah El Khalieqi. The method used in this paper is a qualitative description. Based on the analysis, there are two gender constructions in the text, namely the religion and community constructions. Both are interconnected so that it makes biased between religion and society. The gender construction and patriarchal culture make women vulnerable to the violence, which are in the novel VNW including rape, sexual abuse/sexual and emotional harassment, veiled violence, acts of beating, and physical attacks that occurred in the household. Abstrak: Tulisan ini memperlihatkan konstruksi gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Metode yang dipakai dalam tulisan ini ialah deskripsi kualitatif. Berdasarkan analisis terdapat dua kontsruksi gender yang terdapat dalam teks, yaitu konstruksi yang dibangun agama dan konstruksi yang dibangun oleh masyarakat. Keduanya saling berhubungan sehingga konstruksi tersebut menjadi bias antara agama dan masyarakat. Konstruksi gender dan budaya patriaki tersebut membuat perempuan rentan terhadap kekerasan, yang dalam novel PBS diantaranya tindak perkosaan, pelecehan seksual/sexual and emotional harassment, kekerasan terselubung, tindakan pemukulan, dan serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3629
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI (EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V MI TAUFIQURRAHMAN 1 DEPOK)
Sangaji Niken Hapsari
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3626
Abstract: This paper attempts to look at the effect of the use of learning media on the ability to write narrative . Instructional media used is the projected media and media image series. The method used is the experimental method of data analysis using t-test . The findings based on the analysis of data using normality test and homogeneity test , followed by calculation of the t test at significance level = 0.05 and degrees of freedom (df ) = n1 + n2 - 2 , obtained t ttable of 7.469 and 2.001 . This suggests that thitung greater than ttable ( 7.469 > 2.001 ) . Thus , it was concluded that the working hypothesis ( Ha ) is accepted , which means there is a significant difference between the use of learning media to the ability to write narrative. Abstrak:Tulisan ini mencoba melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi. Media pembelajaran yang digunakan adalah media yang diproyeksikan dan media gambar seri. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis data menggunakan Uji t. Hasil temuan berdasarkan analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang dilanjutkan dengan perhitungan Uji t pada taraf signifikansi = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2 – 2, diperoleh thitung sebesar 7,469 dan ttabel sebesar 2,001. Hal ini menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (7,469 > 2,001). Berdasarkan itu, hipotesis kerja (Ha) diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3626
ISTILAH-ISTILAH DALAM EKONOMI ISLAM : UPAYA MEMPERKAYA KHAZANAH KOSA KATA BAHASA INDONESIA
Muhamad Musyafa'
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/dialektika.v2i2.3625
Abstrac: Indonesia's relationship with Arab countries has existed since long ago. The relationship is well established in the field of trade and religious matters. Through its relationship, many benefits have been obtained to both Indonesia and Arab countries. Moreover, in the current time the Islamic economy has grown in Indonesia. The Islamic economy is developed from the Islam believes. The Islamic believes are mostly used Arabic. That is why many terms in the Islamic economics is derived from Arabic. Those terms some of them are absorbed in the Indonesian language. Therefore, the absorption of Arabic into Indonesian language course can be enriched Indonesian vocabulary. Some terms in the Islamic economics among them are a contract (agreement), “murābahah” (buying and selling), “musyārakah” (trade unions), “istisnā’” (buying and selling but the goods did not exist). Besides ‘aqad” (contract), there is also a term “ijrah” which has the same meaning, namely agreements. Although it has the same meaning, both are used in a different context. The word “akad” (contract) is an agreement between two or more persons with “ijab kabul” (agreement) based on the “syarak” provisions impacting object. Meanwhile, word “ijarah” is an agreement in terms of the lease. Finding those terms, it can be said that the decision of absorbing the Islamic economics terms attempting to enrich the Indonesian vocabulary. Abstrak: Hubungan Indonesia dengan negara Arab telah terjalin sejak dahulu. Hubungan tersebut terjalin baik dalam bidang perdagangan maupun keagamaan. Hubungan tersebut memberikan manfaat yang diperoleh baik oleh Indonesia maupun negara Arab. Terlebih lagi pada saat ini telah berkembang perekonomian Islam di Indonesia. Perekonomian Islam berkembang dari ajaran agama Islam. Ajaran Islam banyak yang menggunakan bahasa Arab. Untuk itu, banyak istilah dalam ekonomi Islam yang berasal dari bahasa Arab. Istilah-istilah tersebut beberapa diantaranya diserap di dalam bahasa Indonesia. Dengan begitu, terjadi penyerapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang tentu saja dapat memperkaya khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Beberapa istilah tersebut ialah akad (perjanjian), murābahah (jual beli), musyārakah (serikat dagang), istisna’ (jual beli tetapi barang belum ada). Selain kata akad, terdapat juga istilah ijrah yang memiliki makna yang sama, yakni perjanjian. Meskipun memiliki makna yang sama, keduanya digunakan dalam konteks yang berbeda. Kata akad adalah perjanjian antara dua orang atau lebih dengan ijab kabul berdasarkan ketentuan syarak yang berdampak pada obyeknya. Sementara itu, kata ijarah adalah perjanjian dalam hal sewa menyewa. Melihat istilah-istilah tersebut, dapat dikatakan bahwa langkah penyerapan dalam bidang ekonomi Islam merupakan sebuah upaya untuk memperkaya khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3625