cover
Contact Name
Sudarningsih
Contact Email
Sudarningsih@ulm.ac.id
Phone
+6281349717000
Journal Mail Official
naturalscientiae@ulm.ac.id
Editorial Address
Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat FMIPA, Jalan A.Yani Km 35,8 Banjarbaru Kalimantan Selatan Phone: +6281349717000
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Natural Scientiae
ISSN : -     EISSN : 28099796     DOI : DOI: https://doi.org/10.20527/jns.v2i1
Jurnal Natural Scientiae (JNS), ISSN:2809-9796 (online) adalah sebuah jurnal blind peer review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang IPA namun tak terbatas secara implisit. Semua publikasi di jurnal Natural Scientiae bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun. Jurnal Natural Scientiae dikelola secara profesional dan diterbitkan oleh FMIPA ULM dalam membantu mahasiswa, akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Jurnal Natural Scientiae merupakan media publikasi yang sangat peduli terhadap perkembangan dan inovasi-inovasi pada bidang IPA terutama bidang biologi, kimia dan fisika Indonesia. Focus and Scope: Biosistematika tumbuhan Biosistematikan Hewan Genetika Molekuler Mikrobiologi Ekologi Fisika Instrumentasi Fisika Material Geofisika Kimia Analitik Kimia Organik Kimia Anorganik Biokimia Kimia Fisik Kimia Lingkungan Kimia Komputasi Biomaterial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Karakteristik Akuistik Interior Ruangan Menggunakan Metode Elemen Batas Jamiatur rasyidah; Tetti Novalina Manik; Nurma Sari
Jurnal Natural Scientiae Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jns.v3i1.8750

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan karakteristik akustik interior ruangan menggunakan Metode Elemen Batas (Boudary Element Method, BEM). Model ruang/ objek yang digunakan berbentuk persegi berukuran 18 m x 8 m x 3,5 m dengan asumsi permukaan rigid (keras). Ruang objek didiskritisasi menjadi 56 elemen dan 170 node. BEM merupakan salah satu metode untuk menyelesaikan masalah-masalah numerik. BEM memiliki keunggulan utama yaitu hanya permukaan sumber akustik yang didiskritisasi sehingga mengurangi dimensi persoalan yang dipecahkan, menghemat waktu komputasi dan akurasi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik akustik dalam domain interior yaitu tekanan akustik dan kecepatan potensial yang kemudian divisualisasikan menggunakan software MATLAB. Ada empat kasus yang akan diuji yaitu, pertama semua sumber suara ada pada permukaan ruangan, kedua sumber suara berasal dari dua buah loudspeaker, ketiga sumber suara berasal dari satu buah loudspeaker dan keempat sumber suara berasal dari dua buah loudspeaker dengan dua buah bidang permukaan diberi bahan penyerap. Hasilnya menunjukkan nilai minimum dan maksimum tekanan pada titik medan (field point) kasus pertama, kedua, ketiga dan keempat masing-masing adalah 31,768 Pa dan 1664,600 Pa; 0,019 Pa dan 1,278 Pa; 0,018 Pa dan 1,742 Pa; 0,028 Pa dan 1,283 Pa. Waktu dengung yang diperlukan pada kasus pertama, kedua, ketiga dan keempat berturut-turut adalah 1,06 detik, 1,25 detik, 1,27 detik dan 0,7 detik. Waktu dengung pada kasus keempat lebih kecil dibandingkan pada kasus kedua dengan selisih 0,55 detik (sama-sama diberi perlakuan yang sama akan tetapi pada kasus keempat diberi bahan penyerap). Hal ini memperlihatkan bahwa dua buah sumber bunyi dengan kekuatan sama dapat menyebabkan waktu dengung yang berbeda bila bahan permukaan ruangan diganti dengan bahan yang mempunyai koefisien serapan tertentu. Selain itu, didapatkan pengurangan kebisingan pada kasus keempat sebesar 2,5 dB.
PENENTUAN POLA LONGSORAN DI DAERAH RAWAN LONGSOR BERDASARKAN NILAI RESISTIVITAS BUMI DI DESA SUNGAI LANGSAT KABUPATEN BANJAR Maya Utami; Sri Cahyo Wahyono; Simon Sadok Siregar
Jurnal Natural Scientiae Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jns.v3i1.8751

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pola Longsoran di Daerah Rawan Longsor Berdasarkan  Nilai  Resistivitas  Bumi  di  Desa  Sungai  Langsat,  Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi berdasarkan nilai resistivitas bumi di daerah yang diperkirakan rawan longsor dan menentukan pola longsoran menggunakan metode tahanan jenis. Konfigurasi elektroda yang dipakai menggunakan metode Wenner-Schlumberger (1D). Data dari hasil pengolahan program Progress digunakan untuk menentukan litologi. Hasil litologi tersebut dibuat penampang dua dimensi dan tiga dimensi menggunakan program Surfer sehingga dapat ditentukan arah serta pola longsoran pada daerah pengukuran. Nilai tahanan jenis tanah/batuan antara 6,82 – 145,35 Ωm diduga sebagai zona lemah/pelapukan yaitu lapisan lempung sedangkan nilai tahanan jenis tanah/batuan antara 145,35 – 538,33 Ωm diperkirakan sebagai zona lapisan keras yaitu tanah endapan berpasir. Pola longsoran untuk tanah endapan berpasir  diperkiraan  pada  kedalalaman  antara  10  –  30  m,  ke  arah  koordinat X = 285740 mT dan Y = 9635900 mS. Untuk lapisan lempung, longsoran diperkirakan  terletak  pada  kedalaman  antara  4  –  6  m,  ke  arah  koordinat X = 285770 mT dan Y = 9635900 mS.  Besarnya sudut kemiringan lereng yang terbentuk  adalah  16,26o.  Pola  longsoran  pada  daerah  tersebut  adalah  pola longsoran translasi dan pola rayapan tanah.
KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN BUNGA DI PEKARANGAN DESA MANDIKAPAU BARAT KABUPATEN BANJAR Nur Riyani; Anang Kadarsah; Aminuddin Prahatama Putra
Jurnal Natural Scientiae Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jns.v3i1.8778

Abstract

Plant diversity indicates the existence of various variations in shape, color, body structure, and the amount contained in an area or ecosystem. The purpose of this study was to describe the types and number of index values for the diversity of types of flower plant in the yards of the residents of Mandikapau Barat Village. The method of this research was to determine the location by means of a survey, determine the area of the yard, take samples by purposive sampling technique, identify the types of flower plant using plant morphology book, and conduct data analysis by calculating the importance value index, species diversity index, dominance index, and abundance index. type. The results of this study found that there were 60 types of flower plant with an average abundance of 1087 ind/m² and 34 famili; RT 1 (26 species with an average abundance of 317 ind/m² and 20 famili); in RT 2 (26 species with an average abundance of 318 ind/m² and 22 famili); and in RT 3 (49 species with an average abundance of 452 ind/m² and 30 famili). The types of flower plant that were mostly found in RT 1 were dahlia flowers (Zinnia elegans L.) 16.72%; in RT 2, namely dahlia flowers (Zinnia elegans L.) 21.70%; and in RT 3, namely linjuang (Cordyline fruticosa L.) 14.38%. Plant in the tree ornamental plant category were 1.7%, leaf ornamental plant were 13.3%, and flower ornamental plant were 85%. The overall value of the diversity index of flower plant is 2.71, which is in the medium category. The overall value of the domination index of 0.1 for flowering plant is in the low category. The overall value of the abundance index of types of flower plant is 0.78, belonging to the high category. The overall value of the important value index of 0.67% for flowering plant is classified in the high category.
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI DARI DAUN LIMAU KUIT DENGAN METODE DISTILASI UAP–AIR DAN KONDENSOR BOLA TERMODIFIKASI SERTA ANALISIS KOMPOSISINYA MENGGUNAKAN GC-MS Veronika Lasmaida Panjaitan; Azidi Irwan
Jurnal Natural Scientiae Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jns.v3i1.8289

Abstract

Limau kuit is a typical orange from South Kalimantan which is used by the Banjar people in some certain local culinary. This experiment is explorative research that aims to determine the yield of essential oils obtained by hydrosteam distillation method with ball condenser (type of Allihn) cooling, to determine the characterization of the oil comprising specific gravity, refractive index, optical ratation, solubility in alcohol, the composition of using GC-MS. The leaves of limau kuit were air-dried for one week to decrease the water content and then were cut into smaller pieces about 5 mm in size. A 2.050 grams of the sample lay into the tray of the distillation kettle which was filled with adequate water. The distillation was carried out for about 6 hours and 50-60oC in temperature. The results showed that the performed extraction yielded 0.59%-(v/w) or 0.52%-(w/w) of oils. The oil values of specifie graviry, refractive index, optical ratation, and solubility in alcohol 90% were 0.8285, 1.472, (-)1.90, and 1:4 respectively. The CG-MS analysis showed 31 chemical compounds of the oils and these were five the dominants: γ-terpinene (24,19%), followed by prehnitene (18,26%), (+)-4-carene (8,53%), β-cis-ocymene (7,20%), and β-pinene (5,46%) respectively.
ANALISIS ALIRAN PERMUKAAN DAN DEBIT PUNCAK DI CATCHMENT AREA SUNGAI HAURAN MENGGUNAKAN MODEL AGNPS (AGRICULTURAL NON POINT SOURCE POLLUTION MODEL) Titin Fahriana; Nurlina Nurlina; Ichsan Ridwan
Jurnal Natural Scientiae Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jns.v3i1.8749

Abstract

Aliran permukaan merupakan air yang mengalir di permukaan tanah dan merupakan curah hujan yang mengalir ke sungai atau saluran danau dan laut. Di daerah beriklim basah bentuk aliran yang mengalir dikenal sebagai aliran permukaan. Debit adalah laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai persatuan waktu. Penelitian ini dilakukan di Catchment Area Sungai Hauran karena dapat dikatakan sebagai daerah tangkapan air bagian hulu dari Sub Sub DAS Apukan, Sub DAS Banyu Hirang, DAS Maluka. Analisis Aliran permukaan dan debit puncak dapat menggunakan Agricultural Non Point Source Pollution Model (AGNPS). Pengolahan data menggunakan model AGNPS diperoleh nilai tertinggi aliran permukaan pada sebesar 7,366 mm. Nilai aliran permukaan yang tinggi terdapat pada daerah tangkapan hulu, hal ini di pengaruhi oleh tekstur tanah dan tutupan lahan pada area tersebut. Besar nilai debit puncak pada outlet keluaran model AGNPS sebesar 3,063 m3/s , sedangkan nilai debit puncak tertinggi yaitu sebesar 3,390 m3/s 

Page 1 of 1 | Total Record : 5