cover
Contact Name
Qholiva Yuni Fadilla
Contact Email
qholiva.yuni.fadilla@umy.ac.id
Phone
+6282323199490
Journal Mail Official
audiens.ik@umy.ac.id
Editorial Address
Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Audiens
ISSN : -     EISSN : 27224856     DOI : https://doi.org/10.18196/jas
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2023): September" : 15 Documents clear
Analisis Resepsi Pengguna Twitter Terhadap Fan War “Safa Space” Andriyana Eka Lestari; Rina Sari Kusuma
Jurnal Audiens Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v4i3.119

Abstract

Twitter merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan, selain itu Twitter memiliki banyak fitur yang mendukung para penggemar untuk mencari informasi mengenai idolanya. Safa Space merupakan salah satu bentuk interaksi antar penggemar, namun adanya space Twitter tersebut menghasilkan beberapa masalah yakni adanya cyberbullying didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis resepsi khalayak terhadap fanwar Safa space. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melakukan wawancara kepada beberapa informan yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis resepsi model encoding-decoding Stuart Hall. Posisi-posisi pembacaan audiens dikategorikan menjadi tiga yakni dominated reading, negotiated reading dan oppositional reading. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi khalayak terhadap fenomena Safa space didominasi oleh oppositional reading. Yang berarti pesan yang disampaikan dalam forum space tersebut tidak sejalan dengan pandangan para informan karena perbedaan latar belakang sosial, budaya maupun pengalaman. Karena adanya space Twitter ini hanya menambah masalah dan tidak menyelesaikan masalah sebelumnya.
Komunikasi Keluarga Pada Kasus Stagnasi Pendidikan Keluarga Nelayan Abdurrahman Zuhdi; Sarmiati; Ernita Arif
Jurnal Audiens Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v4i3.120

Abstract

Abstrak Stagnasi Pendidikan di Desa Bagan Kuala masih menjadi permasalahan serius yang disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah kurangnya komunikasi di dalam keluarga untuk mendorong ana-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan. Pendidikan masih dianggap tidak memberi dampak yang signifikan dalam kehidupan keluarga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis relasi kuasa dalam komunikasi keluarga nelayan pada kasus stagnasi pendidikan di Desa Bagan Kuala serta menganalisis kasus stagnasi pendidikan pada anak di Desa Bagan Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study) serta paradigma konstruktivisme dengan menggunakan Teori Skema Hubungan Keluarga sebagai referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya relasi kuasa yang terjadi pada keluarga nelayan dipegang oleh ayah sebagai pemegang kendali penuh dalam menentukan masa depan anak termasuk pendidikan. Kasus stagnansi pada anak di Desa Bagan Kuala disebabkan oleh orang tua dan anak yang tidak memiliki kemauan dan kuat dalam melanjutkan pendidikan. Orang tua dengan latar belakang rata-rata pendidikan sekolah dasar menjadi salah satu faktor yang membuat orang tua beromindset bahwa pendidikan tidak begitu menjadi sebuah prioritas. Hal ini diperburuk dengan sikap anak yang juga tidak memiliki kemauan kuat dalam melanjutkan sekolah. Pada akhirnya anak-anak tersebut tidak mampu menyelesaikan pendidikan setara SMP dan bahkan ada yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar. Kata Kunci : Komunikasi Keluarga, Stagnansi Pendidikan, Relasi Kusa, Keluarga Nelayan
Komunikasi Terapeutik antara Guru dengan Anak Penyandang Down Syndrome di Yayasan Sekolah Luar Biasa C Rindang Kasih Kabupaten Magelang Muhammad Naufal Nur Ahly Naufal; Suciati
Jurnal Audiens Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v4i3.128

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan-tahapan dalam proses komunikasi terapeutik yang terjalin antara guru dengan anak down syndrome yang berada di Yayasan Sekolah Luar Biasa C Rindang Kasih Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Teknik pengambilan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Yaitu dengan menggunakan teknik pengambilan sumber data dengan kriteria tertentu, uji validitas data menggunakan triangulasi teknik atau metode, dan teknik analisis data menggunakan beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sebuah praktik komunikasi terapeutik pada Yayasan Sekolah Luar Biasa C Rindang Kasih Kabupaten Magelang dimana komunikasi ini memiliki empat tahapan, yaitu tahap pra-interaksi, tahap perkenalan (orientasi), tahap kerja, dan tahap terminasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa metode terapi yang digunakan oleh guru dalam menghadapi anak down syndrome memiliki cara yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan anak down syndrome memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga memerlukan tindakan yang berbeda pula.
Pengaruh Kualitas Website Unisa Yogyakarta Terhadap Citra Unisa Yogyakarta Hilma Ihtamma Rusyda; Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali
Jurnal Audiens Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v4i3.129

Abstract

Citra adalah kesan yang muncul sebagai hasil dari pengalaman dan perasaan yang di alami atau dirasakan oleh seseorang. Citra sengaja dibentuk positif agar memperoleh pandangan yang baik dari publik yang berpengaruh pada dukungan yang diperoleh dari publik serta keberadaan organisasi. Unisa Yogyakarta sebagai lembaga institusi menjalin komunikasi yang baik dengan publiknya. Karena itu Unisa Yogyakarta memiliki wesbite untuk mempromosikan dan membentuk citra yang terbuka untuk publiknya. Website Unisa mencangkup  informasi tentang profil kampus, visi dan misi, sejarah, informasi kegiatan dan yang lainnya. Website merupakan keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat pada sebuah domain yang mengandung sebuah informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh kualitas website terhadap citra Unisa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan menggunakan teori citra yang meliputi kualitas dari jasa pelayanan, nilai kepercayaan dari pubik dan goodwill oleh organisasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner sebagai alat bantu kepada responden. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 80 orang responden yang merupakan calon mahasiswa baru dan mengetahui website Unisa. Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kualitas website Unisa Yogyakarta terhadap Citra Unisa Yogyakarta. Hasil hipotesis pada variabel kualitas website menggunakan uji T didapatkan nilai t hitung (6,551) > t tabel (1,984), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil ini maka secara keseluruhan dapat disimpulakan bahwa website unisa Yogyakarta telah mencapai kategori efektiv terhadap citra Unisa Yogyakarta.
Tantangan Sutradara dalam Produksi Film Dokumenter dengan Narasumber Difabel Muhammad Iqbal Naufal; Eka Putri Yuliyanti
Jurnal Audiens Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v4i3.254

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tantangan sutradara dalam produksi film pendek dokumenter yang berjudul “Menari Dalam Sunyi” dengan narasumber yang difabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan sutradara pada saat melakukan pendekatan dengan narasumber yang difabel selama proses pembuatan film tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, metode ini ialah suatu penelitian yang pengumpulan datanya menekankan kualitas melalui tahap wawancara, observasi, dan literature dengan paradigma konstruktivisme berorientasi pada pemahaman yang direkonstruksi tentang dunia sosial, dibangun dari pengalaman dan pemaknaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi – strategi yang dilakukan sutradara dengan teori penetrasi yang sering disebut juga teori lapisan yaitu dengan melakukan pendekatan secara bertahap. Pendekatan dilakukan secara intrapersersonal dengan tahapan orientasi, memperkenalkan diri terlebih dahulu kemudian disambung dengan tujuan sutrada berkunjung ke lokasi. Selanjutnya dengan tahapan pertukaran penjajakan afektif, tahapan ini dimulai dengan sutradara yang memperkenalkan apa tujuan pembuatan filmnya, penjelasan singkat mengenai film dokumenter, dan penjelasan singkat mengenai apa saja yang perlu dilakukan narasumber, setelah itu baru sutradara meminta narasumber memperkenalkan diri, pada tahapan ini proses komunikasi dengan bahasa isyarat masih dibantu oleh Ibu Suryati selaku guru normal yang mengajari mereka menari. Selanjutnya masuk pada tahapan pertukaran afektif, pada tahapan ini sutradara dan narasumber sudah mulai saling bertanya sehingga sudah mulai adanya kedekatan sekaligus sutradara memahami dan belajar bahasa isyarat mereka. Setelah itu tahapan terakhir yaitu pada tahapan pertukaran stabil, didalam tahapan ini narasumber sudah berani mengungkapkan apa yang mereka rasa, seperti ketika merasa bosan, tidak nyaman, merasa lelah saat proses syuting sedang berlangsung.

Page 2 of 2 | Total Record : 15