cover
Contact Name
Ahmad Mukhlasin
Contact Email
hazharialvan2193@gmail.com
Phone
+6285712383804
Journal Mail Official
hazharialvan2193@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemerdekaan Barat No 17 Kesugihan Kidul Kabupaten Cilacap Jawa Tengah
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 27751775     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap. Jurnal ini mengkhususkan diri pada pengkajian bidang dakwah dan komunikasi. Jurnal HUJJAH terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
POTRET KEBERAGAMAN MASYARAKAT ARAB Ismah; Ridlo, Abdullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i1.1699

Abstract

The Arab society is known as a community rich in cultural, ethnic, linguistic, and religious diversity. This article aims to portray the dynamics of diversity within Arab society by examining various historical, social, and cultural aspects that shape both collective and local identities in the Arab world. This study employs a descriptive qualitative approach using the method of library research, analyzing relevant literature from various scholarly sources and historical documents. The findings indicate that although Arab society is often perceived as homogeneous due to shared language and religion, in reality, there exists significant diversity in religious practices, local traditions, social structures, and value systems. This diversity has been shaped by a long history of interaction with various civilizations, as well as differing geographical and political influences across regions. The study emphasizes the importance of understanding this diversity in order to strengthen intercultural dialogue and build social cohesion amidst the complexities of modern Arab identity.
ANALISIS PESAN DAKWAH ABI AZKAKIA DI CHANNEL YOUTUBE JONATHAN LIANDI PERSPEKTIF BEHAVIORISME Sulkifli, Ahmad; Ramadhan, Muh. Aditiya; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1823

Abstract

Penelitian ini mengkaji pesan dakwah Abi azkakia melalui game Mobile Legends di Channel Youtube Jonathan Liandi dengan menggunakan perspektif teori Behaviorisme. Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi dakwah Islam untuk menjangkau komunitas yang selama ini sulit dijangkau, termasuk komunitas gamer muda yang sering terlibat dalam toxic behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pesan dakwah yang disampaikan, menganalisis respons audiens, serta mengkaji hubungan stimulus-respons dalam konteks dakwah digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap konten podcast dan komentar audiens di Youtube. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi isi pesan dakwah serta respons penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah Abi Azkakia berfungsi sebagai stimulus yang efektif dalam mengubah perilaku audiens, mencakup stimulus kognitif (penjelasan tentang adab), stimulus behavioral (ajakan mengganti kata kasar dengan istighfar), dan stimulus emosional (kesadaran tanggungjawab sebagai Muslim). Respons audiens menunjukkan perubahan kognitif, afektif, dan behavioral yang terukur, diperkuat oleh reinforcement positif (pahala spiritual, pengakuan sosial) dan negatif (menghindari dosa). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital melalui game online terbukti efektif sebagai metode pembentukan perilaku religius generasi muda melalui mekanisme stimulus-respons-reinforcement yang sistematis.
PENDEKATAN BEHAVIORISME TERHADAP KONTEN DAKWAH GUS MIFTA DI YOUTUBE:ANALISIS EFEKTIVITAS DAN NILAI MORAL DAKWAH DI KLUB MALAM Wahyuningsi, Sri; Ilyas, Wahyudi; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1829

Abstract

Penelitian ini menelaah efektivitas dakwah digital yang dilakukan oleh Gus Miftah melalui media YouTube, khususnya dalam konteks dakwah di klub malam sebagai ruang sosial yang tidak biasa. Dengan memakai pendekatan behaviorisme, fokus penelitian ini adalah pada prinsip stimulus-respons untuk menginvestigasi bagaimana konten dakwah mampu memengaruhi perubahan sikap dan perilaku positif pada audiens. Gus Miftah menggunakan strategikomunikasi yang adaptif dan humanis, memadukan bahasa yang santai, humor, dan empati sehingga berhasil menjangkau komunitas yang selama ini kurang terjangkau oleh metode dakwah konvensional. Dakwah digital ini juga membuka ruang dialog interaktif yang memperkuat keterlibatan serta refleksi sosial audiens terhadap nilai-nilai keagamaan.Walaupun dakwah berlangsung di lingkungan yang kontroversial, peneliti menemukan bahwa nilai moral Islam tetap dijaga melalui etika komunikasi yang santun dan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital Gus Miftah efektif dalam penyebaran pesan keagamaan secara luas sekaligus mampu mendorong transformasi sosial dan moral yang berkesinambungan di era modern.
PENDEKATAN PSIKOANALISIS DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI KEISLMAN REMAJA MASJID BAITURRAHMAN DI DESA MASSENRENGPULU Dayanti, Elis; Asriani, Yuni; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai penerapan nilai-nilai keislaman pada kalangan remaja yang berada di lingkungan Masjid Baiturrahman Desa Massenrengpulu dengan memanfaatkan pendekatan psikoanalisis dari Sigmund Freud, khususnya dengan fokus pada konsep-konsep dasar id, ego, dan superego. Melalui pendekatan psikoanalisis ini, penelitian memberikan wawasan komprehensif tentang proses psikologis yang terjadi dalam diri remaja saat mereka menghadapi dilema dan konflik batin yang timbul akibat pertarungan antara dorongan naluriah (id), kesadaran rasional (ego), serta norma moral dan nilai-nilai agama (superego). Fenomena tersebut sangat signifikan terutama karena masa remaja merupakan periode transisi yang kompleks, di mana pribadi muda rentan mengalami ketegangan antara keinginan personal, tekanan norma sosial, serta tuntutan ajaran agama. Selain itu, penelitian ini juga menempatkan penerapan nilai keislaman dalam konteks kultural masyarakat Bugis yang memiliki tradisi dan kekhasan sosial yang kuat, yang turut memberikan tantangan tersendiri dalam upaya pembentukan identitas religius remaja di tengah derasnya arus modernisasi.
ANALISIS BEHAVIORISME PADA KONTEN DAKWAH USTAD HANAN ATTAKI DI CHANEL YOUTUBE PERBAIKI DENGAN SHALAT Hajar, Sitti; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola behaviorisme dalam konten dakwah Ustad Hanan Attaki pada kanal YouTube Perbaiki Dengan Shalat, khususnya terkait bagaimana pesan dakwah digital dapat membentuk perilaku religius audiens. Menggunakan metode analisis isi kualitatif, penelitian ini menelaah unsur stimulus, respons, dan Reinforcement yang muncul dalam beberapa video dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai proses conditioning perilaku. Stimulus diberikan melalui penggunaan cerita inspiratif, motivasi emosional, visual sederhana, serta audio lembut yang membangun suasana tenang dan reflektif. Respons audiens tampak melalui komentar positif yang menunjukkan munculnya niat memperbaiki salat, perubahan kebiasaan ibadah, serta penguatan komitmen spiritual. Selain itu, Reinforcement positif berupa pujian, janji spiritual, dan motivasi personal terbukti memperkuat kecenderungan audiens untuk mengulangi perilaku religius yang diharapkan. Pendekatan behaviorisme terbukti relevan untuk menganalisis efektivitas dakwah digital, terutama bagi generasi muda yang responsif terhadap rangsangan visual dan emosional. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan strategi dakwah berbasis psikologi modern serta mempertegas peran YouTube sebagai medium yang mampu membentuk kebiasaan religius melalui mekanisme stimulus–respons dan pengulangan pesan dakwah.
ANALISIS PENDEKATAN BEHAVIORISME DALAM DAKWAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI SANTRI TK/TPA NURUL HIDAYAH DI DESA WALENRENG Rahayu, Suci; Syahputra, Muh. Fadil; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1851

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan pendekatan behaviorisme dalam kegiatan dakwah di TK/TPA Nurul Hidayah di Desa walenreng serta dampaknya terhadap peningkatan kesadaran diri santri. Pendekatan behaviorisme yang menekankan hubungan antara stimulus dan respon digunakan oleh guru ngaji melalui pemberian pujian, penghargaan, dan penguatan positif yang konsisten untuk memperkuat perilaku positif dan membentuk karakter Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif ,Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Behaviorisme mampu meningkatkan motivasi, rasa tanggung jawab, disiplin, dan pemahaman santri terhadap ajaran Islam secara praktis. Interaksi yang intensif antara guru dan santri menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mendukung internalisasi nilai spiritual dan moral, Perubahan perilaku santri terlihat secara signifikan melalui peningkatan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas keagamaan sehari-hari.selain itu kemampuan mereka untuk memahami ajaran Islam dan mengamalkannya juga menunjukkan kemajuan yang nyata,serta Peningkatan Motivasi dan Rasa Percaya diri seperti pujian dan penghargaan, terbukti sangat efektif dalam meningkatkan motivasi serta rasa percaya diri santri dalam mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan TK/TPA. Guru ngaji menerapkan prinsip ini dengan merancang stimulus positif yang mampu memotivasi santri agar lebih aktif dan sadar akan perilaku keagamaan yang baik.Dengan demikian, pendekatan behaviorisme dalam pendidikan agama Islam memberikan solusi strategis dan praktis untuk membentuk karakter Islami yang kuat dan berkesinambungan pada generasi muda.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM IKLAN SHOPEE PAYLATER (BUDAYA KONSUMTIVISME DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM) Ersa Balqis, Mardiani; Saefulloh, Aris; Warto
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1853

Abstract

Abstract Consumerist culture in the digital era has been further reinforced through marketing strategies that employ financial technologies, including paylater services. One such example is the Shopee PayLater advertisement, which constructs excessive consumption as a normal aspect of modern lifestyle. This phenomenon becomes problematic from the perspective of Islamic communication, as it contradicts the principles of moderation, responsibility, and justice. This study aims to critique the consumerist ideology reproduced by the Shopee PayLater advertisement through an analysis of its denotative, connotative, and mythological meanings embedded within its visual and verbal messages. Employing a qualitative descriptive method, this study utilizes Roland Barthes' semiotic analysis and John Fiske’s theory of popular culture to interpret the visual symbols and messages represented in the advertisement. Data were collected through in-depth observation of the advertisement content and a review of literature related to consumerist ideology and Islamic communication. The analysis reveals that the advertisement normalizes indebtedness and the purchase of non-essential goods as expressions of identity and freedom. This reinforces the hegemony of digital capitalism while undermining Islamic ethical and spiritual values. Therefore, this study asserts that Shopee PayLater promotes a consumerist culture that is spiritually and socially problematic, underscoring the need for ideological critique grounded in Islamic communication principles to foster critical awareness within society. Keywords: Islamic Communication, Digital Cinsumerism, Shopee PayLater, Semiotics Abstrak Budaya konsumtif di era digital semakin menguat melalui strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi finansial, termasuk layanan paylater. Salah satu contohnya adalah iklan Shopee PayLater yang mengonstruksi praktik konsumsi berlebihan sebagai gaya hidup modern yang normal. Fenomena ini menjadi problematik dalam perspektif komunikasi Islam karena bertentangan dengan ajaran kesederhanaan, tanggung jawab, dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi ideologi konsumtif yang direproduksi oleh iklan Shopee PayLater melalui analisis makna denotatif, konotatif, dan mitos yang dibangun dalam pesan visual dan verbalnya. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes dan teori budaya populer John Fiske untuk menafsirkan makna visual, simbol, serta pesan yang direpresentasikan dalam iklan. Data dikumpulkan melalui pengamatan mendalam terhadap konten iklan dan literatur terkait ideologi konsumerisme dan komunikasi Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa iklan tersebut menormalisasi perilaku berutang dan membeli barang tidak esensial sebagai ekspresi identitas dan kebebasan. Hal ini memperkuat hegemoni kapitalisme digital dan melemahkan nilai spiritual dan etika Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa Shopee PayLater mempromosikan budaya konsumtif yang problematis secara spiritual dan sosial, sehingga diperlukan kritik ideologis berbasis komunikasi Islam untuk membangun kesadaran kritis masyarakat. Kata Kunci: Komunikasi Islam, Budaya Konsumtif, ShopeePayLater, Semiotika
PROPAGANDA SIMBOL DAJJAL DALAM BUDAYA VISUAL JEPANG: ANALISIS SEMIOTIKA FILM YU-GI-OH! THE MOVIE – HIKARI NO PYRAMID Bintoro Wibisono, Muhammad; Saefullah, Aris
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1854

Abstract

The objective of this research is to pinpoint and scrutinize the symbolic depictions of the antichrist figure, often known as Dajjal, as they appear in the Japanese anime film Yu-Gi-Oh! The Movie – Pyramid of Light, with the intention of deciphering the underlying ideological messages embedded within the movie. This study adopts a qualitative methodology, employing Charles Sanders Peirce's semiotic analysis to concentrate on both spoken and unspoken cues, including icons, indexes, and symbols. Information was gathered by means of visual documentation, specifically screen captures from the film, and subsequently examined descriptively to expose the underlying system of signs employed. The results of the research highlight the presence of eleven symbols associated with the depiction of Dajjal, comprising two verbal symbols and nine nonverbal symbols. These symbols construct a visual narrative that alludes to themes such as the singular eye, the illumination of darkness, and supernatural capabilities, which are understood as a symbolic form of propaganda related to the religious idea of the antichrist. The findings indicate that widely enjoyed films, such as anime, have the potential to serve as conduits for spreading specific ideological symbols that shape viewers' perceptions of spiritual and moral principles. Consequently, semiotic analysis of popular works is crucial for comprehending the ways in which religious meanings are portrayed and disseminated through worldwide visual culture. The qualitative approach is employed as the research method for this thesis. The investigation took place in libraries and at home, spanning from March to May 2016. The researcher used a method of gathering data through documentation consisting of images for this research. A laptop, relevant books, and internet connection served as tools for the researcher in this investigation.This thesis research employs a qualitative approach. The research was conducted in libraries and at home from March to May 2016. For this study, the researcher used documentary data collection methods focusing on image data. The research tools included an Acer laptop, books relevant to the research subject, and internet access. The research subject comprises the symbols of Dajjal found in the Japanese anime film Yu-Gi-Oh! The Pyramid of Light. Data processing was conducted qualitatively by classifying the symbols identified in the film Yu-Gi-Oh! The Pyramid of Light. Data analysis was performed using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis, specifically analyzing verbal and non-verbal symbols, as well as analyzing iconic signs within the Dajjal symbols in Yu-Gi-Oh! The Pyramid of Light. The analysis is presented both in tabular and descriptive forms. Based on the findings and analysis of the collected data, the researcher concludes the following: Eleven symbols were identified, consisting of 2 verbal symbols and 9 non-verbal symbols. All symbols contain icons associated with Dajjal. Keywords: Propaganda, Dajjal Symbols, Film Yu-Gi-Oh! The Pyramid of Light
MEDIAMORFOSIS TELEVISI DAKWAH PADA ERA CYBERMEDIA: STUDI PADA STASIUN TV9 SURABAYA Azizah, Nurul
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1855

Abstract

Mediamorfosis merupakan strategi transformasi yang harus dilakukan oleh industri media ketika menghadi era media baru. Menurut Roger Fidler dalam teori mediamorfsis, suatu perusahaan media harus menguatkan strateginya agar tetap eksis ketika dihadapkan dengan munculnya era media baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mediamorfosis yang dilakukan oleh TV9 Surabaya sebagai media dakwah untuk mempertahankan eksistensinya pada era cybermedia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, sumber data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif model Milles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TV9 Surabaya juga melakukan mediamorfosis untuk menjaga eksistensinya pada era cybermedia dengan menerapkan strategi konvergensi media yang diimplementasikan melalui konsep multimedia, multichannel, dan multiplatform.
KONSTRUKSI SOSIAL DAN KEADILAN GENDER DALAM FENOMENA ELDEST DAUGHTER SYNDROME (EDS): KAJIAN PERSPEKTIF FEMINISME ISLAM Yusyifa Awwalina, Asri; Saefulloh, Aris
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1863

Abstract

Abstract Eldest Daughter Syndrome (EDS is a phenomenon that describes the emotional burden and excessive responsibility often felt and borne by the first daughter in a family. This study aims to explore the EDS phenomenon through two perspectives, namely Alfred Adler's birth order theory and how this phenomenon is viewed through the perspective of Islamic feminism, which refers to the principle of gender equality in the Qur'an. The results of the exploration show that the EDS phenomenon is in line with the typology of firstborn children in the birth order theory proposed by Alfred Adler. However, when referring to verses in the Qur'an, this study argues that the EDS phenomenon arises due to socio-cultural constructs, including families that place unbalanced role expectations on firstborn daughters, which contradicts the Qur'anic text that upholds the values of justice and compassion. This study emphasizes the importance of reinterpreting values within the family to align with the Islamic principle of justice, which frees women from gender-based structural burdens. Keywords: Eldest Daughter Syndrome, Birth Order, Gender, Feminism, Islamic Perspektif Abstrak Eldest Daughter Syndrome (EDS) merupakan sebuah fenomena yang menggambarkan beban emosional dan tanggung jawab berlebih yang seringkali dirasakan dan dipikul oleh anak perempuan pertama dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena EDS melalui dua perspektif, yakni teori urutan kelahiran Alfred Adler dan bagaimana fenomena ini dilihat melalui perspektif feminisme Islam yang merujuk pada prinsip keadilan gender di dalam Al-Qur’an. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa fenomena EDS ini selaras dengan tipologi anak sulung dalam teori urutan kelahiran yang dikemukakan oleh Alfred Adler. Namun apabila merujuk pada ayat Al-Qur’an, penelitian ini berargumen bahwa fenomena EDS ini muncul disebabkan konstruksi sosial budaya termasuk keluarga yang menempatkan ekspektasi peran yang tidak seimbang bagi anak perempuan pertama, dan hal tersebut bertolak belakang dengan teks Al-Qur’an yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kasih sayang. Penelitian ini menegaskan pentingnya reinterpretasi nilai dalam keluarga agar selaras dengan prinsip keadilan Islam yang membebaskan perempuan dari beban struktural berbasis gender Kata kunci: Eldest Daughter Syndrome, Urutan Kelahiran, Gender, Feminisme, Perspektif Islam