cover
Contact Name
Julianto
Contact Email
julianto@iainptk.ac.id
Phone
+62895606174480
Journal Mail Official
jurnal_andromeda@iainptk.ac.id
Editorial Address
Jl. Letnan Jenderal Soeprapto No. 19, Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78122.
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Andromeda : Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah
ISSN : 3089543X     EISSN : 30266750     DOI : https://doi.org/10.24260/andromeda
Core Subject : Economy, Social,
Andromeda Journal with E-ISSN : 3026-6750 & P-ISSN : 3089-543X is a journal that publishes research or research articles related to topics that are relevant and related to Management and Business (Sales Management, Operational Management, Business Management, Banking Management, Administrative Management, Strategic Management, Marketing Management, Public Relations Management, Sales Management, Supply Chain Management, Operations Management, Procurement Management, Financial Management, Accounting Management, Human Resources Management (HR), Information Technology Management, R&D Management, Engineering Management, Project Management, Program Management, Risk Management, Quality Management, Change Management, Innovation Management, Design Management, and Facility Management), as well as Sharia Management and Business. This journal is published twice a year (June and December).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2: december 2025" : 5 Documents clear
Sinergi Strategis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan Program Pembangunan Berkelanjutan: Menguatkan Implementasi RAD TPB/SDGs Provinsi Kalimantan Barat melalui Kolaborasi Lintas Sektor Syarif Rachmadyana
Andromeda: Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 3 No. 2: December 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/andromeda.v3i2.5149

Abstract

Laporan kebijakan ini menganalisis kerangka kerja dan dinamika sinergi antara program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (RAD TPB/SDGs) Provinsi Kalimantan Barat. Dengan dihadapkannya Pemprov pada keterbatasan anggaran, optimalisasi kontribusi sektor swasta menjadi prasyarat strategis untuk mencapai target pembangunan yang termuat dalam RAD TPB/SDGs 2024-2026. Analisis menunjukkan bahwa meskipun telah ada pengakuan dan forum koordinasi, implementasi sinergi yang ada masih terfragmentasi dan kurang terinstitusionalisasi, mengakibatkan ketidakselarasan program dan ketidakmampuan untuk mengatasi isu-isu sosial dan lingkungan secara sistematis. Celah kebijakan yang signifikan diidentifikasi, yaitu tidak adanya kerangka regulasi dan tata kelola yang terintegrasi di tingkat provinsi yang dapat mengorkestrasi kolaborasi lintas sektor secara terukur. Laporan ini menawarkan kebaruan dengan mengusulkan sebuah model tata kelola kolaboratif yang didukung oleh tiga pilar utama: landasan hukum yang kuat (Peraturan Gubernur), penguatan kelembagaan (revitalisasi Forum TJSLBU), dan pengembangan sistem informasi terpadu. Berdasarkan studi komparatif dari praktik terbaik di Klaten dan Sambas, model ini dirancang untuk mengubah program CSR dari aktivitas filantropi yang sporadis menjadi instrumen strategis yang selaras dengan prioritas pembangunan berkelanjutan daerah. Rekomendasi kebijakan yang disajikan bersifat konkret dan dapat ditindaklanjuti, memberikan panduan bagi Pemprov Kalimantan Barat untuk membangun ekosistem kolaborasi yang akuntabel, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
IMPLEMENTASI FRAUD CONTROL PLAN (FCP) DALAM PENCEGAHAN KECURANGAN DI LINGKUNGAN IAIN PONTIANAK Fauziah; Firman
Andromeda: Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 3 No. 2: December 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/andromeda.v3i2.5844

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana implementasi fraud control plang (FCP) dalam pencegahan kecurangan di lingkungan IAIN Pontianak. Populasi dalam penelitian ini, merupakan para staff dan dosen di lingkungan IAIN Pontianak yang tersebar dari beberapa fakultas, unit dan lembaga. Sedangkan tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik Voluntary Response Sampling non-probability, dimana siapa saja yang secara sukarela memilih untuk berpartisipasi untuk mengisi survei (Muraiwa, 2015), Kim (2022) merupakan sampel pada penelitian ini, dengan menggunakan data primer dengan tehnik pengambilan data menggunakan kuesioner dengan bantuan google form. Dengan tehnik analisis data menggunakan fraud likelihood dan matrik analisis risiko. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa imeplementasi Fraud Control Plan (FCP) dilingkungan IAIN Pontianak terutama dalam pengendalian fraud terletak pada aspek dokumentasi, metode identifikasi, serta mekanisme deteksi dini, karena kelemahan di area ini membuat potensi terjadinya kecurangan sulit terdeteksi dengan cepat. Meskipun komitmen pimpinan dan sosialisasi kebijakan relatif terjaga, masih terdapat kerentanan pada kontrol internal dan rotasi pegawai. Secara umum, tingkat risiko dapat dikategorikan cukup tinggi pada aspek teknis pengendalian, namun cukup terkendali pada indicator budaya organisasi yang protektif. Dengan demikian, fokus utama perbaikan perlu diarahkan pada penguatan dokumentasi, deteksi dini, dan metode identifikasi fraud.
Pengaruh Keamanan Dan Kemudahan Transaksi Dalam Penggunaan QRIS Pada Mahasiswa Febi IAIN Pontianak Siti Ananda Putri Amalia
Andromeda: Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 3 No. 2: December 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/7f0vb939

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh keamanan transaksi dan kemudahan transaksi terhadap penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak. Seiring dengan pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia, QRIS menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong transaksi non-tunai yang efisien dan inklusif. Namun, dalam implementasinya masih terdapat berbagai faktor yang memengaruhi tingkat adopsi, khususnya terkait persepsi keamanan dan kemudahan penggunaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun QRIS telah diterima secara luas sebagai metode pembayaran digital, pengaruh faktor keamanan transaksi terhadap penggunaannya tidak signifikan secara parsial. Hal ini mengindikasikan bahwa pengguna belum sepenuhnya menjadikan aspek keamanan sebagai pertimbangan utama dalam penggunaan QRIS. Sebaliknya, kemudahan transaksi terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa faktor kepraktisan dan efisiensi menjadi pendorong utama dalam keputusan penggunaan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS, yang menunjukkan bahwa kombinasi antara persepsi keamanan dan kemudahan tetap memiliki kontribusi dalam mendorong adopsi teknologi pembayaran digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menegaskan pentingnya peningkatan aspek kemudahan sebagai strategi utama dalam memperluas penggunaan QRIS, serta perlunya penguatan literasi keamanan digital bagi pengguna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan strategi dalam meningkatkan efektivitas sistem pembayaran digital di Indonesia.
Strategic Adaptation and Sustainable Growth in Indonesia’s Medical Device Industry : A PESTEL-Based Conceptual Analysis of Industry Dynamics and Firm-Level Capabilities Anggun Wida Prawira; Shifaun Qolbi
Andromeda: Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 3 No. 2: December 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/cet5cr64

Abstract

Indonesia’s medical device industry has become a critical business phenomenon due to the simultaneous presence of market growth, import dependence, fiscal contraction, exchange-rate volatility and local content policy. This study aims to examine how medical device firms in Indonesia develop strategic adaptation and sustainable growth strategies under changing fiscal, regulatory and macroeconomic conditions. The study applies a descriptive qualitative-analytical method based on literature review, policy analysis, industry reports and recent academic studies. The theoretical framework integrates strategic market management, dynamic capabilities, market orientation, resource-based view and sustainable competitive advantage. The findings indicate that Indonesia’s medical device market continues to offer growth potential due to national health insurance expansion, public hospital procurement, primary-care strengthening and rising demand for diagnostic, monitoring and consumable products. However, the industry remains constrained by dependence on imported high-technology devices, exchange-rate exposure, selective public health spending and limited domestic production capability. Strategic adaptation is therefore required through sensing, seizing and transforming capabilities. Firms must strengthen regulatory capability, supply-chain resilience, value-based pricing, B2B-B2G relationship marketing, e-catalogue readiness, local production and after-sales service differentiation. This study contributes to strategic marketing literature by developing an integrated framework that connects external pressures, dynamic capabilities, accelerated marketing strategy and sustainable competitive advantage in an emerging healthcare market. Practically, the study recommends that Indonesian medical device entrepreneurs align business strategy with local content policy, procurement reform, financial resilience and healthcare-system sustainability.
EXPLORING TAX COMPLIANCE BEHAVIOR OF DIGITAL MARKETPLACE ENTREPRENEURS THROUGH THE THEORY OF PLANNED BEHAVIOR Ahmad Abroza; Kusbianto; Lis Yulitasari; Achlami H.S
Andromeda: Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 3 No. 2: December 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/tb9yc156

Abstract

The development of the digital economy has given rise to the phenomenon of marketplaces as one of the fastest growing sectors in Indonesia. However, the increase in digital business activity is not always accompanied by optimal tax compliance, posing challenges for tax authorities in expanding the tax base and increasing state revenue. This study aims to explore the tax compliance behavior of digital marketplace businesses using the Theory of Planned Behavior (TPB) as an analytical framework. Data were collected through questionnaires distributed to 63 marketplace businesses with annual turnover below IDR 500 million, using a 1–5 Likert scale. Data analysis was performed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method using SmartPLS. The results show that the three main constructs of TPB, namely attitude, subjective norm, and perceived behavioral control, have a positive and significant effect on intention to comply. Furthermore, intention has a significant effect on actual tax compliance, thus reinforcing the role of intention as a mediator in bridging psychological factors with actual behavior. The R² value of 0.63 for intention and 0.58 for actual compliance indicates that the model used has strong explanatory power in predicting tax compliance. These findings support TPB theory while expanding its application to the context of digital marketplaces, which are still relatively understudied. This study contributes theoretically by strengthening empirical evidence regarding the relevance of TPB in explaining tax compliance behavior in the digital era. From a practical perspective, the results emphasize the importance of building positive attitudes through digital tax literacy, strengthening social norms through marketplace communities, and improving perceptions of control by providing simple and accessible tax service systems. Regulations that encourage the automation of tax collection by marketplace platforms can also be an effective strategy in ensuring actual compliance. Thus, this study not only enriches the taxation literature but also provides relevant policy recommendations for efforts to improve tax compliance in the digital economy sector  

Page 1 of 1 | Total Record : 5