cover
Contact Name
Fazri
Contact Email
jurutera@unsam.ac.id
Phone
+6285261571533
Journal Mail Official
fazri@unsam.ac.id
Editorial Address
Jln. Prof. Dr. Syarif Thayeb, Meurandeh, Kota Langsa, Aceh, 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
JURUTERA (Jurnal Umum Teknik Terapan)
Published by Universitas Samudra
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Jurutera menerbitkan dalam berbagai topik dalam bidang rekayasa dan sains yang dapat dikategorikan kedalam tema-tema berikut: - Teknik Elektro dan Informatika - Teknik Geologi dan Pertambangan - Teknik Arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota - Teknik Mesin dan Industri - Teknik Sipil dan Lingkungan - Teknik Perkapalan, Sistem Perkapalan, dan Kelautan - Multidisiplin
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2015)" : 12 Documents clear
Analisis Tingkat pH Air Produksi Menggunakan Grafik Kendali pada PDAM Tirta Keumuning Kota Langsa Yusri Nadya; Wiky Sabardi; Dewiyana Dewiyana; Suriadi Suriadi
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.785

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Keumueneng Kota Langsa sebagai suatu badan usaha milik daerah dilingkungan pemerintah Kota Langsa yang bergerak dibidang publik service tidak luput dari tuntutan untuk senantiasa mampu memberikan kualitas pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Tujuan pokok dari pengendalian mutu adalah untuk mengetahui sejauh mana proses dan hasil produk (jasa) yang dibuat sesuai dengan standard yang ditetapkan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pH air produksi apakah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan grafik kendali X. Dari hasil penelitian diperoleh hanya 7,69 % Ph air produksi yang berada didalam batas control, akan tetapi masih berada dalam Standard mutu air minum untuk kebutuhan rumah tangga ditetapkan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang “ Persyaratan Kualitas Air Minum, dengan rata- rata ph air produksi 6,79.
Analisa Subyektifitas dan Beban Kerja Secara Ergonomi Untuk Meningkatkan Produktivitas Meri Andriani; Dewiyana .; Cut Ita Erliana
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.786

Abstract

Produktivitas merupakan perbandingan output (keluaran) dan input (masukan) persatuan waktu. Penelitian bertujuan mendapatkan peralatan yang ergonomis melalui perancangan ulang trolly. Perancangan ulang dilakukan untuk mendapatkan waktu kerja yang optimal dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian menggambarkan adanya fasilitas kerja(trolly) yang manual sehingga operator bekerja dengan beban kerja yang besar dan adanya keluhan subyektifitas operator sehingga waktu kerja menjadi lama. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan ulang adalah Standard Nordiq Questionnaire (SNQ), Antropometri dan metode French sebagai dasar dalam perancangan fasilitas(trolly), metode %CVL dan %HR untuk menganalisis beban kerja operator. Hasil pengukuran menunjukan tindakan sekarang juga untuk perancangan ulang ditandai dengan banyaknya titik keluhan yang dirasakan operator melalui Standard Nordiq Questionnaire(SNQ), 32,14% untuk metode %CVL dan %HR. sehingga waktu standar yang dihasilkan 4,89 menit dan produktivitas yang dihasilkan adalah 98 unit/man-hour. Setelah perancangan ulang, hasil pengukuran menunjukkan tindakan aman, ditandai dengan waktu standar yang didapat setelah perancangan ulang trolly adalah 0,95 menit dan produktivitas yang dihasilkan adalah 505 unit/ man-hour. Sementara hasil Standard Nordiq Questionnaire (SNQ), metode %CVL dan %HR belum bisa diukur berhubung perancangan ulang trolly hanya satu sisi saja.
Studi Ruang Parkir Universitas Samudra Kampus Meurandeh Wan Alamsyah; Meilandy Purwandito
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.787

Abstract

Universitas Samudra (Unsam) yang berlokasi di Kota Langsa adalah institusi pendidikan dengan aktivitas perkuliahan tidak terlepas dari banyaknya kendaraan untuk menuju kampus, akibatnya menimbulkan dampak terhadap penyediaan lahan parkir dan kelancaran lalu lintas kampus. Tidak optimalnya manajemen perparkiran, kurangnya perhatian penataan parkir serta keterbatasan lahan parkir yang ada saat ini berpotensi menimbulkan kemacetan, parkir tidak teratur, dan kesemrawutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi awal guna mengevaluasi kebutuhan ruang parkir optimal, memprediksi kebutuhan parkir beberapa tahun mendatang untuk merencanakan manajemen perparkiran dimasa yang akan datang. Data primer terdiri dari data karakteristik parkir. Metode yang digunakan Survey Kordon (Cordon Count). Hasil analisis volume parkir tertinggi dan permintaan parkir tertinggi terjadi pada Biro Rektor, FKIP Prodi Biologi dan Fakultas Hukum yang tergabung dalam satu gedung terlihat lebih tinggi dari volume parkir dan permintaan parkir fakultas yang lain. Diprediksikan untuk kebutuhan ruang parkir 5 tahun yang akan datang, Universitas Samudra (Unsam) ini akan menghadapi masalah kekurangan ruang parkir. Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan penataan untuk mengatasi masalah tersebut.
Perancangan Dan Pembuatan Mata Pisau Perajang Singkong Tipe Vertikal Taufan Arif Adlie; Fazri Amir; Widi Elfianto
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.788

Abstract

Pembuatan piringan dan mata pisau perajang singkong tipe vertikal bertujuan untuk mendapatkan hasil perajangan yang baik dengan ketebalan yang sama. Dengan demikian, pembuatan piringan dan mata pisau perajang singkong ini mampu memproduksi keripik singkong dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat sehingga dapat meningkatkan hasil produksi. Metode yang digunakan dalam proses pembuatan piringan dan mata pisau perajang singkong diawali dengan persiapan peralatan dan bahan, disain gambar, bahan yang digunakan dalam proses pembuatan piringan yaitu plat baja dengan lapisan galvanis dan mata pisau dari baja SUP9 (pegas daun) dari bebrapa proses pembuatan didapat hasil untuk diameter piringan pisau 300 mm dengan tebal 8 mm, dan mat pisau dengan ukuran 98 x 40 mm. Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan 2 variasi piringan dan 2 variasi mata pisau dengan material yang berbeda, maka didapatkan hasil analisanya pada piringan dengan 2 mata pisau hasil terbaik yang didapat 1550 grdari 2000 gr singkong atau 77,5% dalam waktu 60 detik, pada piringan mata pisau 3 hasil terbaik yang didapat sebanyak 2000 (gr) dari 2500 (gr) singkong atau 80% dalam waktu 60 detik. Dengan demikian dari hasil pengujian didapatkan kapasitas perajang singkong hingga 93 kg/jam, dengan menggunakan motor listrik 0,5 hp dan merubah putaran motor listrik dari 1400 rpm menjadi 246 rpm.
Peningkatan Sistem Kerja Produksi UntukMeningkatkan Efektivitas Industri Kecil di Kota Langsa (Studi Kasus pada UD. Cita Rasa, Pabrik Roti, Kota Langsa) Subhan Subhan; Muhammad Thaib Hasan; Muhammad Nazar
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.789

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penjadwalan operasi yang optimal pada UD Citra Rasa yang bergerak di bidang produksi roti, perusahaan ini menbutuhkan produksi yang seimbang untuk mendukung kinerja yang oktimal. Karena tingkat menganggur yang cukup tinggi terjadi pada beberapa karyawan yang melakukan produksi, dan juga berkenaan dengan jumlah stasiun kerja yang berubah-ubah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bobot posisi dan pendekatan wilayah. Dengan membandingkan dari ke dua metode tersebut diharapkan tercipta suatu sistem kerja yang tepat dalam menbuat suatu lintasan produsi yang efektif dan efesien. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa metode bobot posisi memiliki hasil perhitungan yang lebih baik dibandingkan dengan metode pendekatan wilayah. Hasil untuk efesiensi dengan mengunakan metode bobot posisi bisa mencapai 100%. Untuk hasil dengan mengunkan metode pendekatan wilayah yaitu 92,5%. Apa bila perusahaa ingin sistem produksinya yang lebih evektivitas maka metode bobot posisi yang lebih baik digunakan dalam produksinya, dan hasil efisiensi dalam 4 stasiun mendapatkan 100% per stausiun, untuk waktu operasi setiap stasiun 185 menit.
Penataan Jaringan Drainase Berdasarkan Tata Ruang Kota Langsa Eka Mutia; Wan Alamsyah
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.790

Abstract

Kota Langsa saat ini telah memiliki peraturan tentang penataan ruang yaitu Qanun No. 12 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Langsa Tahun 2012–2032. Qanun ini bertujuan untuk untuk mengarahkan pembangunan di Kota Langsa. Namun kehadiran Qanun tersebut belum terlalu mempengaruhi pembangunan di Kota Langsa, salah satunya pembangunan drainase. Hal ini dapat disebabkan belum berfungsinya jaringan drainase yang ada secara optimal dengan penataan ruang yang telah ada. tujuan dari penelitian ini adalah untuk Merekomendasikan penataan ruang yang sesuai untuk meningkatkan kinerja jaringan drainase pada lokasi penelitian. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada lingkup wilayah studi yaitu pada daerah layanan sebahagian Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota dan sebahagian Gampong Baro Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Hasil penelitian menunjukkan penyebab utama terjadi genangan adalah ketinggian elevasi saluran dan pola aliran yang menyimpang sehingga didapat 14 ruas saluran yang tidak berfungsi. Kemiringan saluran yang tidak seragam sehingga mengganggu kecepatan aliran di dalam saluran. Koefisien aliran sebagian besar menghasilkan debit aliran yang masih dapat ditampung oleh kapasitas saluran yang ada. Dari 68 ruas saluran yang ada terdapat 6 ruas saluran yang tidak dapat menampung debit aliran dan 21 ruas saluran dengan kapasitas lebih besar dari yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil tersebut, maka saat perencanaan jaringan drainase perlu untuk dilakukan survey dan pengukuran ketinggian elevasi permukaan tanah dan tingkat kemiringan saluran yang tidak mengganggu kecepatan aliran. Selain itu perlu penataan ruang yang lebih terencana dengan mempertahankan ruang terbuka hijau pada daerah pelayanan dan setiap persil bangunan harus dipertahankan.
Penentuan Pola Agihan Hujan Tanpa Pemisahan Ellida Novita Lydia; Eka Mutia
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.791

Abstract

Berbagai model agihan hujan untuk mendistribusikan suatu besaran hujan rancangan selama ini banyak ditawarkan tetapi analisis pola agihan hujan tersebut dilakukan secara terpisah antara pola hujan dan durasi hujan. Penentuan durasi hujan yang dilakukan selama ini tanpa memperhatikan kedalaman hujan. Sedangkan antara durasi hujan dan kedalaman hujan saling berhubungan. Dengan menggunakan analisis statistik dari data kejadian hujan, frekuensi kejadian hujan (kedalaman hujan dan durasi hujan) dominan yang dianalisis tanpa adanya pemisahan dapat diketahui. Analisis dilakukan dengan bantuan software WRPLOT Views. Dari frekuensi kejadian hujan yang dominan maka didapat durasi hujan dan pola hujan yang dianggap mewakili daerah yang ditinjau. Pola agihan hujan yang didapatkan adalah pola agihan hujan berdasarkan rerataan durasi hujan dominan dan pola agihan hujan berdasarkan rerataan durasi hujan keseluruhan. Secara umum bentuk pola agihan hujan hampir sama baik untuk rerata durasi hujan yang dominan maupun rerata durasi hujan keseluruhan, karena letaknya berdekatan dan berada dalam kawasan yang sama.
Analisis Biaya Rehabilitasi Dan Pemanfaatan Bangunan Gedung Asrama Meilandy Purwandito; Ellida Novita Lydia
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.792

Abstract

Komplek Asrama Putra pada Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memiliki 4 (empat) unit Gedung yang tidak dipergunakan sejak tahun 2008, yaitu Gedung A, Gedung B, Gedung C, dan Gedung D. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting berdasarkan software Keandalan Bangunan untuk Rusunawa, evaluasi struktur bangunan terhadap gempa rencana rencana berdasarkan analisis kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit, biaya rehabilitasi (komponen struktur, arsitektur dan utilitas), dan kelayakan biaya rehabilitasi, dan kelayakan ekonomi berdasarkan rasio manfaat dan biaya, selisih manfaat dan biaya, tingkat pengembalian internal dan titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keandalan Bangunan adalah tidak andal. Struktur bangunan aman terhadap gempa rencana. Total biaya konstruksi rehabilitasi adalah sebesar Rp. 4.106.500.000 atau sebesar 23,43% dari biaya pembangunan gedung baru, sehingga layak untuk dilakukan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario 1, skenario 2, skenario 3, dan skenario 4 layak dilakukan jika tingkat hunian minimum masing-masing skenario adalah sebesar 74%, 98%, 65%, dan 87%.
Pengaruh Campuran Limbah Cangkang Kerang Terhadap Daya Dukung Tanah Yulina Ismida; Saiful Bahri
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.793

Abstract

Tanah dapat diklasifikasi secara umum sebagai tanah kohesif dan tidak kohesif atau berbutir halus dan berbutir kasar. Serbuk kulit kerang mengandung senyawa kimia yang bersifat pozzolan yaitu mengandung zat kapur (CaO), alumina dan senyawa silika sehingga sesuai digunakan sebagi bahan baku CBR lab. Desa Bukit Pala, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur tidak terdapat tanah pilihan maka dilakukan penelitian apakah tanah Lempung pada lokasi tersebut bisa digunakan untuk penimbunan badan jalan dengan penambahan kapur limbah cangkang kerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur cangkang kerang terhadap pemadatan (proktor standar), dan CBR lab dengan tanah timbun setempat. Adapun cara yang paling sederhana yang dapat digunakan yaitu dengan cara pemadatan, Sifat-sifat fisik tanah Desa Buket Pala Kecamatan Idi Rayeuk didapat nilai kadar air 20,9 %, berat volume tanah 2,10 gr/cm3, berat Jenis (GS) 2,638 gr/cm3, pengujian Atterberg limit kadar air maksimum atau plastis indeks sebesar 20,356 %. Berdasarkan Klasifikasi AASTHO tanah Desa Buket Pala Kecamatan Idi Rayeuk dapat digolongkan kedalam jenis A-7-5 yaitu jenis tanah Lempung. Hasil pengujian nilai CBR sebelum pencampuran Kapur Cangkang Kerang sebesar 4,6 %, dan setelah pencampuran kapur didapat nilai sebesar 9 %, maka disini terjadi kenaikan nilai CBR setelah pencampuran kapur cangkang kerang, jadi tanah timbun Desa Buket Pala dapat digunakan untuk penimbunan badan jalan dengan campuran zat kapur sebanyak 12% dari berat tanah karena pada persentase campuran tersebut nilai parameter tetap sedangkan nilai kohesi semakin menurun.
Kaji Eksperimental Pengering Surya Tipe Lorong Untuk Mengeringkan Terasi Nazaruddin Nazaruddin; Zainal Arif; Agus Rinaldi; Muhammad Zulfri
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 2 No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v2i01.794

Abstract

Kaji eksperimental pengering surya tipe lorong digunakan untuk mengeringkan terasi bertujuannya untuk menghasilkan suatu alat pengering terasi dan produk yang dihasilkan oleh alat pengering surya tipe lorong ini lebih bersih (higenis) bila dibandingkan dengan pengeringan secara teradisional. Alat ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan yang selama ini dialami oleh nelayan penangkap udang rebon. Kaji eksprimen dilakukan menggunakan alat pengering surya tipe lorong adalah sebuah alat yang berfungsi membantu proses pengeringan dalam skala rumah tangga. Pengujian pada alat pengering ini untuk mengetahui seberapa besar kadar air yang dikandung terasi dapat dikurangi. Penelitian ini dilakulkan dengan menggunakan beban (terasi). Variabel yang dapat mempengaruhi pengeringan terasi antara lain: temperatur, kelembaban udara dan kecepatan udara. Pengujian dilakukan pada waktu siang selama 2 (dua) hari berturut- turut dimulai dari jam 09.00 sampai dengan 17.30 wib Bahan yang dipakai untuk penelitian ini adalah udang rebon seberat 1 kg. Sebelum melakukan pengujian udang dibersihkan kemudian dicampurkan dengan garam seberat 0,05 kg menjadi 1 bagian. Setelah itu udang rebon ditimbang kembali sehingga beratnya bertambah menjadi 1,05 kg, selanjutnya udang rebon diletakkan dirak ruang pengering tipe surya selama 13 jam selama proses pengeringan berat udang rebon berkurang menjadi 900 gram dan udang rebonpun sudah menjadi terasi dan kadar air yang hilang 14,19%.

Page 1 of 2 | Total Record : 12