cover
Contact Name
Meri
Contact Email
merimeriani1@gmail.com
Phone
+62813122928444
Journal Mail Official
lppm_jupemas@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
jalan cilolohan no 36 Tasikmalaya Jawa Barat
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas)
ISSN : -     EISSN : 27220486     DOI : http://dx.doi.org/10.36465/jupemas.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUPEMAS) with E-ISSN : 2722-0486 is a journal managed by LPPM UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA. Publish articles on community service activities in the fields of : Keperawatan (Nursing) Analis Kesehatan/Teknologi Labotarorium Medik (Medical Laboratory Technology) Farmasi (Pharmacy) Administrasi Rumah Sakit (Hospital Administration) Kedokteran (Medicine) Radiologi (Radiology) Kesehatan Lingkungan Inovasi Bidang Kesehatan (Healthy Inovation) Kebidanan (Bostetrics) Nutrisi dan Pangan (Nutrition and Food) Epidemiologi (Epidemiology) Rekam Medis (Medical Records) Biomedik (Biomedicine) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Occupational and Safety) Ekonomi Kesehatan (Health Economics) Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (Health Administration and Policy) Hukum Kesehatan (Health Law) Teknologi Informasi Kesehatan (Health Information Technology) Promosi Kesehatan (Health promotion) Fisioterapi (Physiotherapy) Bidang Kesehatan Lainya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA MELALUI TERAPI SUPORTIF DI PUSKESMAS PURBARATU TASIKMALAYA Peni Cahyati; Ridwan Kustiawan; Dudi Hartono
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i1.722

Abstract

Skizofrenia adalah bentuk psikosa fungsional dengan gangguan utama pada proses pikir serta disharmoni (keretakan, perpecahan) antara proses pikir, afek/emosi, kemauan dan psikomotor disertai distorsi kenyataan, karena adanya waham dan halusinasi. Skizofrenia merupakan bentuk psikosa yang banyak dijumpai dimana-mana namun faktor penyebabnya belum dapat diidentifikasi secara jelas. Berdasarkan data Puskesmas Purbaratu tahun 2020 bahwa penyakit Skizofrenia menduduki peringkat ke satu dibanding jenis penyakit jiwa yang lain. Permasalahan yang terjadi pada pasien skizofrenia tidak hanya melibatkan pasien itu sendiri tetapi juga melibatkan keluarga sebagai orang terdekat dari pasien tersebut. Keluarga mempunyai beban tersendiri saat merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Kesembuhan pasien salah satunya dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik dimana pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika berada di masyarakat. Metode dalam kegiatan ini adalah Focus Group Discusion dan penyuluhan tentang perawatan pasien skizofrenia di rumah kepada 2 kelompok keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa, dan memahami cara merawat anggota keluarga dengan gangguanjiwa dengan melibatkan anggota keluarga terdekat maupun luar keluarga (masyarakat).
PEMBENTUKAN POSBINDU PTM SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI WILAYAH KERJA PKM TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Ida Rosdiana; Yanti Cahyati; Novi Indriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i1.723

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Pada saat dimana penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan penting, dalam waktu yang bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM juga semakin meningkat sehingga menjadi beban ganda dalam pelayanan kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular. Target yang ingin dicapai adalah para kader kesehatan dan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah terjadinya PTM. Metode yang digunakan adalah dengan cara melakukan pelatihan kader; deteksi PTM pada masyarakat oleh para kader dan penyuluhan kesehatan pada masyarakat. Pada saat pelatihan kader diberikan soal pre tes pada awal pertemuan dan post tes pada akhir pertemuan sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan. Sarana dan prasarana yang digunakan proyektor, laptop, poster dan leaflet. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan kader tentang PTM dan terbentuknya kader posbindu PTM.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN KADER KESEHATAN TENTANG PEMBUATAN SABUN CAIR CUCI TANGAN DI KELURAHAN KARIKIL MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA Rochmanah Suhartati; Lilis Tuslinah; Wawan Rismawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i1.724

Abstract

Pandemi Covid 19 menuntut masyarakat menerapkan adaptasi kebiasaan baru, salahsatunya mencuci tangan menggunakan sabun. Kebutuhan sabun cuci tangan menjadi meningkat serta masyarakat memerlukan lebih banyak persediaan sabun untuk kebutuhan memutus rantai penularan Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan melalui pelatihan pembuatan sabun cair cuci tangan, kepada kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas Karikil Mangkubumi Kota Tasikmalaya, dengan harapan dapat membantu kader kesehatan untuk membuat antiseptik praktis dan ekonomis untuk memutus rantai penyebaran penyakit Covid 19. Metoda yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat berupa penyuluhan pentingnya mencuci tangan dengan sabun serta demonstrasi pembuatan sabun cair cuci tangan kepada kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas Karikil Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Kader kesehatan yang mengikuti kegiatan ini memahami pentingnya mencuci tangan dengan sabun serta meningkat pengetahuannya tentang cara pembuatan sabun dan dapat mendemonstrasikan kembali cara pembuatan sabun cair cuci tangan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan adanya peningkatan pengetahuan diketahui melalui post test (soal sama dengan pre test) dengan hasil peningkatan pengetahuan sebesar 100% dengan kategori cukup sebanyak 18%, baik 36% dan baik sekali 45%. Kesimpulan, kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan cara pembuatan sabun cair cuci tangan dalam upaya memutus rantai penyebaran penyakit Covid-19.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI TINDAKAN KEPERAWATAN MANDIRI & PEMBENTUKAN POSBINDU PTM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAHURIPAN KOTA TASIKMALAYA Yanti Cahyati; Ida Rosdiana; Novi Indriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i1.725

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) terus mengalami peningkatakan setiap tahunnya, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. PTM merupakan salah satu penyakit yang bisa di cegah dengan tindakan mandiri oleh masyarakat, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesadaranya dalam melakukan berbagai upaya dalam mencegah terjadinya PTMTujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular. Target yang ingin dicapai adalah para kader kesehatan dan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah terjadinya PTM. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan kader posbindu dan penyuluhan kesehatan pada masyarakat melalui pembuatan media edukasi. Pelatihan kader diikuti oleh 19 orang kader Posbindu kelurahan Kahuripan yang merupakan perwakilan setiap RW yang ada dikelurahan Kahuripan. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Puskesma dan Penanggung jawab Program PTM serta Kepala Kelurahan Kahuripan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemberian edukasi kepada masyarakat terkait PTM dan Manajemen keperawatan mandiri PTM melalui group whataps dan pemberian leaflet secara online. Hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan kader tentang PTM dan manajemen keperawatan mandiri pada kasus PTM, yang dibutikan dengan peningkatan nilai post test pada saat pelatihan kader, serta tersosialisasikanya informasi tentang PTM ke masyarakat. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat sedang dalam proses pembuatan yaitu berupa Pedoman Kader dalam Manajemen Mandiri PTM.
UJI BAKTERIOLOGIS AIR MINUM ISI ULANG MENGGUNAKAN METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) Tanendri Arrizqiyani; Rudy Hidana; Giang praja manggala
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i1.721

Abstract

Menurut Pemenkes Nomor 492 tahun 2010, air minum berkualitas dinilai dari parameter mikrobiologi adalah tidak ditemukannya bakteri coliform dan Escheric coli dalam 100 mL sampel. Menurut beberapa penelitian sebelumnya banyak depot air minum isi ulang yang memproduksi air tidak sesuai dengan persyaratan secara mikrobiologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bakteri coliform serta Escherichia coli pada air minum yang diproduksi oleh depot air minum isi ulang di Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Prodi D-III Analis Kesehatan STIKes Bakti Tunas Husada sampel yang didapat dari 8 depot yang dipilih secara acak. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dan hasil observasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan botol yang telah disterilkan. Sampel air minum isi ulang diambil sebanyak 250 mL. Uji kualitas air menggunakan metode Most Probable Number (MPN) ragam 3 tabung. Melalui tahap uji pendugaan, uji konfirmasi, uji pelengkap, dan uji IMVIC. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 2 dari 8 sampel tercemar bakteri coliform dan ditemukan bakteri Escherichia coli dengan nilai index MPN 0 sampai 4 MPN/100 mL sedangkan 6 sampel memenuhi persyaratan kualitas air minum. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas air minum isi ulang di Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Tasikmalaya sampel 4 dan 7 tidak memenuhi syarat sedangkan sampel 1, 2, 3, 5, 6, dan 8 memenuhi persyaratan Menkes Nomor 492 tahun 2010

Page 1 of 1 | Total Record : 5