cover
Contact Name
Dr. Sandra Hermanto, M.Si
Contact Email
hermantokimia@uinjkt.ac.id
Phone
+6285220042401
Journal Mail Official
kimia@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VALENSI
ISSN : 24606065     EISSN : 25483013     DOI : 10.15408/jkv
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia Valensi is a biannual and peer-reviewed open access journal published by Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This journal covering all aspect of chemistry.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012" : 7 Documents clear
Rekayasa Biopolimer Jerami Padi dengan Teknik Kopolimerisasi Cangkok dan Taut Silang Henny Purwaningsih; Tun Tedja Irawadi; Zainal Alim Mas’ud; Anas Miftah Fauzi
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.613 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.266

Abstract

Kopolimerisasi cangkok dan taut silang akrilamida (AAm) terhadap jerami padi dilakukan dalam suasana hampa udara menggunakan aliran gas N2 dengan amonium persulfat (APS) sebagai inisiator dan N,N’-metilena-bis-akrilamida (MBAAm). Pencirian dilakukan dengan teknik mikroskopi pemayaran elektron (SEM) untuk melihat morfologi permukaan, teknik spektroskopi FTIR untuk melihat gugus fungsi, dan teknik DTA untuk menganalisis ketahanan produk terhadap suhu. Kajian dilakukan terhadap swelling capacity produk hasil rekayasa. Spektra FTIR dan mikrograf menunjukkan bahwa kopolimerisasi cangkok dan taut silang telah terjadi pada biopolimer selulosa jerami padi. Produk hasil rekayasa memiliki ketahanan termal yang lebih baik dan indeks kristalinitas yang lebih tinggi dari isolat selulosanya. Nisbah dan efisiensi pencangkokan berturut-turut adalah 66,14-78.15% dan 13,23-16.63%. Swelling capacity sebelum proses hidrolisis berkisar antara 8,16- 12,20 g g-1. Proses hidrolisis terhadap produk hasil rekayasa mampu meningkatkan swelling capacity hingga 12,5 kali kapasitas awal. Selulosa adalah polimer alam dengan kelimpahan yang banyak, tidak mahal, tidak beracun, mudah didegradasi, dan termasuk ke dalam sumberdaya alam yang dapat diperbarui. Saat ini, pemanfaatan selulosa sebagai bahan baku alternatif di dalam industri (starting material) cenderung meningkat. Hal ini disebabkan semakin berkurangnya jumlah cadangan bahan baku yang berasal dari sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui seperti minyak dan batu bara. Selain itu, perhatian dunia Internasional akan isu-isu yang terkait dengan masalah lingkungan pun cenderung meningkat. Selain memiliki beberapa keunggulan, selulosa juga memiliki kelemahan jika dibandingkan dengan polimer sintetik, yaitu adanya ikatan hidrogen intra- dan antarmolekul yang kuat pada selulosa sehingga sulit diakses oleh senyawa lain. Modifikasi terhadap selulosa perlu dilakukan untuk memenuhi persyaratan dalam penerapannya di industri. Modifikasi kimia melalui kopolimerisasi cangkok dengan berbagai monomer sintetik diketahui dapat memperbaiki sifat-sifat seperti kemampuan menyerap air, elastisitas, kemampuan tukar ion, ketahanan terhadap termal, dan ketahanan terhadap serangan mikroba (McDowall et al. 1984). Berbagai jenis polimer dapat dicangkok (grafting) ke rantai selulosa melalui gugus hidroksil pada posisi C2, C3, dan C6 (Enomoto- Rogers et al. 2009). Gugus hidroksil pada C2 dan C3 adalah gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon sekunder, sedangkan gugus hidroksil pada C6 terikat pada atom karbon primer. Kereaktifan dan kemasaman gugus hidroksil primer dan sekunder ini berbeda. Dengan memilih monomer yang tepat, maka kekuatan mekanik dan stabilitas termal material berbasis selulosa yang dimodifikasi dengan teknik pencangkokan dapat ditingkatkan (Princi 2005). Selain itu, polisakarida yang telah dimodifikasi tersebut dapat menghasilkan produk berstruktur makromolekular seperti gel atau hidrogel, resin polimer, membran atau material komposit yang dapat diaplikasikan sebagai material separator dalam teknologi separasi (Crini 2005). Beberapa kajian polimerisasi cangkok terhadap bahan berbasis selulosa telah banyak dilaporkan. Princi et al. (2005) melakukan modifikasi selulosa melalui kopolimerisasi cangkok menggunakan monomer metil metakrilat dan etil akrilat. Khan et al. (2009) melaporkan telah melakukan modifikasi pada permukaan serat kulit pohon Okra dengan teknik pencangkokan menggunakan monomer akrilonitril, inisiator K2S2O8, dan katalis FeSO4. Rendemen produk teknologi hasil pencangkokan diperoleh sebesar 11.43% pada suhu 70 C selama 90 menit menggunakan 3 x 10-2 mol akrilonitril melalui kopolimerisasi cangkok akrilamida menggunakan irradiasi diikuti dengan hidrolisis menggunakan larutan alkali. Produk akhir yang diperoleh berupa hidrogel yang bersifat superabsorben dengan kemampuan menyerap (swelling capacity) mencapai 10 kali di dalam air destilata dan 3 kali dalam larutan NaCl. Huang et al. (2009) melaporkan telah memodifikasi ampas tebu yang terlebih dahulu diaktivasi secara mekanik, lalu dilanjutkan dengan kopolimerisasi cangkok menggunakan monomer asam akrilat dan pasangan redoks NH2S2O8/Na2SO3 sebagai inisiator. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa aktivasi secara mekanik mempengaruhi sifat produk kopolimerisasi cangkok ampas tebu, dimana rendemen dan efisiensi pencangkokan meningkat dengan meningkatnya waktu aktivasi. Doane et al. (2009) juga melaporkan telah melakukan modifikasi pati yang berasal dari berbagai sumber dengan teknik pencangkokan dilanjutkan dengan taut silang untuk mendapatkan polimer superabsorben dengan kemampuan menyerap yang cukup tinggi. Di Indonesia, jerami padi adalah limbah pertanian yang dihasilkan dalam jumlah cukup banyak setiap tahunnya. Menurut Kim dan Dale (2004), nisbah jerami padi terhadap padi yang dipanen adalah 1.4, artinya untuk menghasilkan 1 ton padi akan menghasilkan 1.4 ton jerami padi. Pada tahun 2011, total produksi padi menurut data BPS mencapai 67.31 juta ton, sehingga jerami padi akan diperoleh sebanyak 94.23 juta ton. Selama ini jerami padi di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar jerami padi dibakar setelah proses penggabahan selesai. Dari berbagai kajian diketahui bahwa komponen utama dinding sel pada jerami padi adalah selulosa. Kandungan selulosa yang cukup besar ini menjadikan jerami padi sebagai sumber selulosa yang cukup potensial. Menurut Sun et al. (2000), komposisi jerami padi terdiri atas selulosa 36,5%, hemiselulosa 33,8%, lignin 12,3%, bahan ekstraktif 3,8%, abu 13,3%, dan silika 70,8%.Penelitian ini bertujuan mendapatkan (1) produk kopolimerisasi cangkok akrilamida dan taut silang N,N’-metilena-bis-akrilamida sebagai suatu upaya rekayasa biopolimer dari selulosa jerami padi; (2) karakteristik produk hasil rekayasa yang dilakukan melalui analisis gugus fungsi dengan teknik spektroskopi IR (infrared), analisis morfologi permukaan dengan teknik dievaluasi melalui nisbah pencangkokan dan efisiensi pencangkokan.
Antioxidant, Cytotoxic Activities and Total Phenolic Content of Four Indonesian Medicinal Plants Waras Nurcholis; Bambang Pontjo Priosoeryanto; Edy Djauhari Purwakusumah; Takeshi Katayama; Toshisada Suzuki
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.104 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.267

Abstract

The crude ethanol extracts of four Indonesian medicinal plants namely Curcuma xanthorrhiza Roxb.,Phyllanthus niruri Linn., Andrographis paniculata Ness., and Curcuma aeruginosa Roxb. wereexamined for their antioxidant (radical scavenging) activity using 2, 2-diphenyl-2-picrylhydrazyl(DPPH) free radical and cytotoxicity using brine shrimp lethality test (BSLT). The total phenoliccontent was used the Folin-Ciocalteu method. IC50 values for DPPH radical scavenging activityranged from 14.5 to 178.5 μg/ml, with P. niruri having the lowest value and therefore the mostpotent, and C. aeruginosa having the highest value. LC50 values for BSLT ranged from 210.3 to593.2 μg/ml, with C. xanthorrhiza and A. paniculata having the lowest and highest values,respectively. The total phenolic content of the Indonesian plants ranged from 133.0 ±3.7 to863.3±54.7 mg tannic acid equivalent per 1 g extract, with C. aeruginosa and P. niruri having thelowest and highest values, respectively. A positive correlation between free radical scavengingactivity and the content of phenolic compounds was found in the four of Indonesian medicinal plants.
Penggunaan Zeolit Alam sebagai Katalis dalam Pembuatan Biodiesel Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Arif Rahman
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.493 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.268

Abstract

Biodiesel merupakan energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar diesel. Biodiesel telahdibuat melalui reaksi transestrifikasi minyak goreng bekas dengan bantuan katalis. Penggunaan zeolitalam sebagai katalis dapat memudahkan separasi biodiesel dari produk samping (gliserol). Pembuatanbiodiesel dilakukan pada suhu 60oC, perbandingan minyak dan metanol 4:1 (volum) denganmemvariasikan waktu reaksi dan konsentrasi katalis zeolit. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktureaksi 5 jam dan konsentrasi katalis zeolit 1% memberikan yield biodiesel terbesar yaitu 12%.
Pemodelan Interaksi Serium(III) dan Air dengan Teori Perhitungan Ab Initio serta Penentuan Himpunan Fungsi Basisnya Eva Vaulina Yulistia Delsy; Tien Setyaningtyas; Ponco Iswanto; Nunik Fitri Utami
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.285 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.264

Abstract

Penentuan himpunan fungsi basis (HFB) untuk simulasi ion Ce3+dalam air telah dilakukan dalampenelitian ini. Penentuan HFB harus dilakukan karena HFB yang tersedia adalah HFB untuk unsurCe(III), sedangkan model sistem kimia yang dikaji dalam penelitian ini adalah Ce dalam bentuk ion(Ce3+). Penentuan HFB dimulai dengan menerapkan semua HFB Ce yang diusulkan dari web basisset. Pemilihan HFB dilakukan dengan menggunakan dua metode. Pertama, mencocokkan kurvaenergi interaksi terhadap jarak dengan kurva potensial interaksi dua partikel Lennard-Jones 6-12(metode scan 2 body). Ke dua, optimasi struktur kompleks [Ce(H2O)n]3+ kemudian dibandingkandengan data eksperimen (metode water cluster). Tidak ada transfer muatan yang terjadi padainteraksi Ce3+ dengan air. HFB H dan O ditetapkan menggunakan DZP Dunning. Jenis simulasiDinamika Molekuler yang direkomendasikan untuk mengkaji ion Ce3+ di dalam air adalah MK/MMdengan menggunakan HFB Stutgard RSC ANO/ECP dan Quantum Mechanical Charge Field(QMCF) dengan menggunakan HFB SBKJC VDZ ECP pada tingkat teori Hartree-Fock (HF).
Penyerapan Ion Aluminium dan Besi dalam Larutan Sodium Silikat Menggunakan Karbon aktif Nurhasni Nurhasni; Florentinus Firdiyono; Qosim Sya’ban
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.968 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.269

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap kemampuan karbon aktif sebagai adsorben untukmenyerap ion Al dan Fe dalam larutan sodium silikat. Penelitian ini dilakukan dalamskala laboratorium menggunakan metode batch. Penentuan kondisi optimum meliputi massaadsorben, pH, waktu kontak dan temperatur larutan. Hasil analisis dengan Spektrofotometer SerapanAtom (SSA) menunjukkan efisiensi adsorpsi tertinggi oleh karbon aktif aktivasi HCl padalarutan sodium silikat mencapai 88,43% untuk ion Al dan 41,6% untuk ion Fe, sedangkan padakarbon aktif aktivasi H2SO4 57,09 % untuk ion Al dan 35 % untuk ion Fe dan karbon aktifkomersil menyerap ion Al sebesar 87,74% dan 11,35% untuk ion Fe.
Penggunaan Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Dalam Proses Formulasi Permen Jelly Anna Muawanah; Ira Djajanegara; A Sa’duddin; Dede Sukandar; Nani radiastuti
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.270

Abstract

Penelitian penggunaan bunga kecombrang dalam formulasi permen jelly telah dilakukan. Tujuan daripenelitian ini adalah mengetahui formulasi yang paling disukai berdasarkan uji organoleptik danspesifikasinya berdasarkan standar permen jelly dalam SNI 3547.2-2008. Penelitian ini terdiri dari duatahap yaitu pertama penentuan formulasi permen jelly dan kedua analisis produk meliputi sifat fisik,sifat kimia, aktivitas antioksidan, cemaran logam dan total mikroba. Sediaan bunga kecombrang yangdigunakan dalam formulasi permen jelly adalah ekstrak air dan manisan bunga kecombrang. Hasilpenelitian menunjukan bahwa formula kode M2 merupakan produk yang paling disukai oleh panelisberdasarkan uji organoleptik.Spesifikasi permen jellytersebut adalah kekerasan 130,43 g force;kekenyalan 10; pH 3,84; kadar air 4,92% (b/b); kadar abu 0,14% (b/b); kadar protein 7,34% (b/b);kadar lemak 0,15% (b/b); kadar gula pereduksi 6,18% (b/b); aktivitas antioksidan (IC50) 161,82μg/mL; logam Pb 0,52 mg/L dan total mikroba permen jelly sampai akhir penyimpanan pada hari ke-4masih dibawah 5x104 koloni/gram yaitu 8,19x103 koloni/gram produk. Berdasarkan standar permenjelly, spesifikasi permen jellyyang paling disukai telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam SNI3547.2-2008.
Metode Pervaporator-Flow Injection (PV-FI) untuk Penentuan Nitrogen dalam Sampel Pupuk Secara In-Line H Sulistyarti; R Sugiarto; S.P. Sakti; E Sulistyo; Atikah Atikah; A Wiryawan
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.265

Abstract

Dalam melakukan analisis bahan padat hampir selalu diperlukan penanganan sampel awal yangseringkali melibatkan proses destruksi, destilasi atau ekstraksi yang banyak menyita waktu, tenaga,dan bahan kimia. Oleh karena itu terwujudnya metode analisis yang memungkinkan analisis bahanpadat secara inline sangatlah dinantikan untuk efisiensi ketiga hal tersebut. Pada penelitian ini,metode Pervaporator-Flow Injection (PV-FI) dioptimasi untuk penentuan nitrogen dalam sampelpadat pupuk. Parameter yang diamati meliputi variabel kimiawi dan operasional, yaitu lamaperendaman sampel dalam NaOH, konsentrasi NaOH, dan lama pemanasan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemanasan sangat berpengaruh terhadap perolehan kembali nitrogen dari60,54 % hingga 87,31 %. Kondisi optimum yang telah dicapai adalah lama perendaman 5 menitdan konsentrasi NaOH 10 % dengan ketepatan 87,31±0,98 % dan ketelitian 98,88 % serta limitdeteksi sebesar 0,228 μg.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 2, November 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 2, November 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 1, May 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 1, May 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 2, November 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 1, May 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 2, November 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 2, November 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015 Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014 Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014 Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013 Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013 Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012 Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012 JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008 Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008 Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007 More Issue