cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2022): Desember" : 5 Documents clear
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN MASKER PASIEN APOTEK KEPUTRAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID-19 DI MASA PANDEMI Rohma Apriastuti; Retnowati Adiningsih
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia saat ini tengah waspada dengan penyebaran virus corona dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Jumlah kasus covid-19 yang terus meningkat menjadikan permasalahan yang serius. Hasil penelitian sebelumnya, 74,19% responden patuh dalam penggunaan masker dan 25,81% responden tidak patuh dalam penggunaan masker. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien Apotek Keputran dalam menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana responden dalam penelitian adalah pasien Apotek Keputran sebanyak 100 orang dengan menggunakan instrumen kuisioner tentang kepatuhan memakai masker. Hasil data yang diperoleh didapatkan responden laki-laki sebanyak 52 orang (52%) dan perempuan 48 orang (48%). Mayoritas responden (36%) berusia 15 – 30 tahun dan usia terendah 56 – 64 tahun (16%). Pendidikan responden paling banyak adalah tamatan SMA (36%) dengan pekerjaan tertinggi sebagai pegawai swasta (26%). Hasil penelitian menunjukkan kategori patuh sebanyak 68 orang (68%) dan tidak patuh sebanyak 32 orang (32%), dimana sebagian besar yang tidak patuh merupakan tamatan SD dan tergolong usia 56 – 64 tahun. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan pasien Apotek Keputran dalam menggunakan masker yang baik dan tepat sebesar 68%.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT PASIEN RAWAT JALAN DI RSAU dr. EFRAM HARSANA MAGETAN Annisa Diyan Meitasari; Aninta Dewi Pratiwi; Agie Milla Arganata
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu faktor dalam akreditasi rumah sakit. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat jalan di RSAU dr. Efram Harsana Magetan. Penelitian ini secara deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung/obeservasi dengan menggunakan Lembar Pengumpulan Data resep poli rawat jalan sebanyak 400 sampel. Hasil yang diperoleh menunjukkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di instalasi farmasi RSAU dr. Efram Harsana Magetan untuk resep non racik 13,41 menit dan untuk resep racik 49,5 menit, sehingga memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit.
PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN PASCA BEDAH CAESAR BANGSAL ANNISA DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Ester Dwi Antari; Umi Nafisah; Wahyu Sulistyaningsih
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan dengan metode operasi caesar mengakibatkan terjadinya nyeri lebih tinggi berkisar 27,3% jika dibandingkan pada persalinan normal dengan nyeri berkisar 9%. Penanganan yang sering digunakan untuk menurunkan nyeri post sectio caesarea berupa penanganan farmakologi, untuk menghilangkan nyeri digunakan analgesik yang terbagi menjadi dua golongan yaitu analgesik non narkotik dan analgesik narkotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat analgesik pada pasien pasca bedah caesar bangsal Annisa di RS PKU Muhammadiyah. Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif terhadap data sekunder di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Data sekunder adalah data yang tidak diambil langsung dari sumbernya menggunakan rekam medis. Hasil data penggunaan obat analgesik berdasarkan golongan obat pada pasien pasca bedah caesar bangsal annisa di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dengan penggunaan obat golongan AINS sebanyak 205 resep (99%) di bagi dalam 11 jenis obat yaitu, Ketorolac tablet, Ketoprofen tablet, Kaltrofen tablet, Torasic tablet, Asam mefenamat tablet, Ketorolac injeksi, Torasic injeksi, Santagesik injeksi, Fetik suppositoria, Kaltrofen suppositoria, Pronalges suppositoria dan penggunaan analgetik-antipiretik sebanyak 2 resep (1%) di bagi dalam 2 jenis obat yaitu, Sanmol Infus dan Grafadon tablet. Sedangkan penggunaan obat analgesik tunggal dan kombinasi berdasarkan zat aktif yaitu analgesik kombinasi ketorolac dan ketoprofen paling banyak digunakan yaitu 97 pasien (47%), kombinasi ketorolac dan santagesik sebanyak 27 pasien (13%), kombinasi ketorolac dan asam mefenamat sebanyak 23 pasien (11%), kombinasi ketorolac, ketoprofen dan asam mefenamat sebanyak 10 pasien (5%) serta penggunaan analgesik tunggal ketorolac sebanyak 48 pasien (23%), dan antipiretik tunggal paracetamol paling sedikit yaitu 2 pasien (1%)
PEMBUATAN PRODUK MASKER GEL PEEL OFF DARI KULIT COKELAT Umi Nafisah; Aptika Oktaviana Trisna Dewi; Winda Dwi Setyorini; Nur Aini Istiqomah
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah kakao (Theobroma cacao) mengandung sejumlah zat fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterpene, glikosida. Ekstrak etanol 70% kulit buah kakao memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat (nilai IC50 10,03 ±5,32 bjp). Masker gel peel off yang karakteristiknya dipengaruhi oleh basis berupa film forming, gelling agent, dan humetan. Bahan yang dapat digunakan sebagai film forming secara optimal yaitu PVA dengan konsentrasi 12-13,5%. Gelling agent yang menghasilkan hasil optimal dalam masker peel off gel yaitu HPMC dengan konsentrasi 3 – 5%. Hasil penelitian yang diperoleh pada F1, F2 dan F3 secara berturut turut yaitu uji daya sebar 6 cm; 5,4 cm dan 4,3 cm. Uji daya lekat 24,29 detik; 36,42 detik; dan 44,52 detik. Waktu mengering 24,80 menit; 21,35 menit; dan 18,43 menit. Berdasarkan hasil uji stastistika denagan Uji Kruskall Wallis dapat disimpulkan bahwa variasi PVA sebagai gelling agent berpengaruh terhadap uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, dan uji waktu mengering.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SERUM WAJAH LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) DENGAN VARIASI KONSENTRASI XANTHAN GUM SEBAGAI GELLING AGENT Dian Nurul Hidayah; Iin Suhesti; Ester Dwi Antari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snail slime (Achatina fulica) has a strong inhibitory power against Propionibacterium acnes bacteria, this is because snail mucus has an active compound achasin. This study aims to determine the formulation and physical evaluation of serum and effect of variations in the concentration of xanthan gum as a gelling agent. In this research method used qualitative experiments with variations in the concentration of xanthan gum, namely F1 = 0,25%, F2 = 0,50%, F3 = 0,75%. The results of the third organoleptic test have almost the same shape, smell and color, semi-solid, odorless and album white in color. The homogeneity test shows that the three formulas are homogeneous. The resultof the evaluation of facial serum pH is F1=4,56±0,05; F2=4,96±0,05; F3=4,97±0,03 met the requirements for a good facial serum pH of 4,50-6,50. The results of the dispersion test at F1=6,83±0,01cm; F2=6,78±0,03cm; F3=6,72±0,02cm fulfills the requirements for the dispersion test, which is 5-7cm. Viscosity test results F1=544,82±23,17cPs; F2=5.568,70±280,26cPs; F3=10.326±219,54cPs indicates that only F1 meets the requirements for a good serum viscosity of 230-1150cPs. Transferred volume test results F1=97,44±0,01; F2=95,67±0,50; F3 = 95,33±0,50 meets the requirements. The results of the hedonic test were F1 the most preferred based on the color and aroma categories and F2 the most preferred based on the color and texture categories. Based on the results of statistical tests using One Way ANOVA and Kruskal-Wallis, it can be ascertained that variations in the concentration of xanthan gum have no effect on the results of physical evaluation

Page 1 of 1 | Total Record : 5