cover
Contact Name
Ronal Kurniawan
Contact Email
kurniawanronal09@gmail.com
Phone
+6285156967737
Journal Mail Official
seaqu.stedca@gmail.com
Editorial Address
Jl. Garuda II No.2, Kel. Labuh Baru Timur, Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru, 28292 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
South East Asian Aquaculture
ISSN : -     EISSN : 30322006     DOI : https://doi.org/10.61761/seaqu
Core Subject : Agriculture, Social,
SEAQU is committed to publishing high-quality, original research that makes a significant contribution to fields of aquaculture and fisheries encompassing: Aquaculture Aquaculture Nutrition Management Aquaculture Disease and Immunology Fish Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology Fish Reproduction, Physiology, and Endocrinology Fishery Resource Habitats and Management Genetic Engineering and Biotechnology of Aquatic Organisms Aquatic Biology, Environment, and Ecology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2026): Januari" : 5 Documents clear
Teknik Pendederan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta Rizvi, Fharisa Nabila; Uli, Mona
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.35-38

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan nilai gizi yang tinggi sebagai ikan konsumsi. Pelaksanaan kerja praktik ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai Teknik pendederan ikan kakap. Kegiatan Kerja Praktik (KP) dilaksanakan pada 5 Januari – 26 Januari 2024 di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan kerja praktik yaitu metode praktek langsung dan metode mentor, pada proses pendederan ikan kakap putih diawali dengan tahapan persiapan wadah budidaya, penebaran benih, pemberian pakan, sampling dan grading, pengelolaan kualitas air (suhu, ph, salinitas), pencegahan hama dan penyakit, serta pengamatan pertumbuhan dan kelulushidupan ikan kakap putih. Di BBIL Pulau Tidung dilakukan di bak fiber sebanyak 4 buah dengan ke dalam 70 cm dan diameter 150 cm. Kemudian penyakit yang sering terjadi pada saat pemeliharaan yaitu black body yang ciri-ciri nya yaitu ikan mulai berubah warna menjadi hitam dan berenang ke permukaan. Suhu yang didapatkan yaitu 28-30 ºC, salinitas 29-33 ppt, dan pH 7,6-8,5.
Teknik Identifikasi Virus Koi Herves Virus pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang Fikri, Algi Fari; Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.54-59

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Budidaya ikan mas di Indonesia tidak terlepas dari beberapa permasalahan, antara lain disebabkan oleh serangan penyakit. Penyakit ikan merupakan faktor pembatas dalam suatu usaha budidaya ikan karena dapat menyebabkan kematian. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui teknik identifikasi Virus Koi Herves Virus pada ikan mas dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Praktik Magang telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga  Februari 2024 di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang. Metode yang digunakan pada praktek magang ini adalah PCR untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan data yang diperlukan, serta ditambahkan melalui studi pustaka dari buku-buku, jurnal dan literatur yang mendukung lainnya. Gejala klinis pada ikan mas yang terserang KHV yaitu insang berwarna pucat putih dan produksi lendir berlebih. Hasil deteksi ikan mas pada sampel dari pembudidaya, Padang menunjukkan hasil negatif, sampel pada ikan tidak muncul pada pita (band) yang spesifik dengan KHV 333 bp dan tidak sejajar dengan kontrol positif (+). Koi Herpes Virus (KHV) atau yang dikenal juga dengan Cyprinid Herpes Virus 3 (CyHV-3) adalah jenis virus yang mengifeksi ikan mas dan koi dan dapat menyebabkan kematian massal Infeksi KHV mewabah hampir di semua negara di dunia, termasuk Indonesia
Teknik Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung Ramanda, Reski; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Meliana, Annisa; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.39-47

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan komoditas budidaya laut bernilai ekonomis tinggi yang rentan terhadap infeksi bakterial, khususnya dari genus Vibrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan bawal bintang yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Sampel penelitian terdiri dari tiga ekor ikan bawal bintang yang menunjukkan gejala klinis infeksi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan dari organ target (hati, ginjal, dan limpa) menggunakan media Tryptic Soy Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS). Identifikasi bakteri dilakukan melalui uji morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, serta identifikasi menggunakan Microbact Kit 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel BB1 terinfeksi Vibrio parahaemolyticus (98,78%) pada organ hati, sedangkan sampel BB2 dan BB3 terinfeksi V.alginolyticus (98,95% dan 97,12%) pada organ ginjal. Tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada organ limpa. Gejala klinis yang teramati meliputi penurunan nafsu makan, pergerakan lamban, mata dan tubuh luka, serta pembengkakan organ internal. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa vibriosis merupakan ancaman signifikan dalam budidaya ikan bawal bintang dan memerlukan strategi pengendalian yang komprehensif.
Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee Rahmiza, Nurul; Rizvi, Fharisa Nabila; Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal; Meliana, Annisa
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.48-53

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
Teknik Pembesaran Ikan Koi (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat Syam, Anandasya Suci Nabila; Meliana, Annisa; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.60-63

Abstract

Ikan koi (Cyprinus Carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati masyarakat untuk dipelihara. Permintaan ikan koi untuk kebutuhan para penggemar ikan hias semakin meningkat dari tahun ketahun, seiring dengan permintaan pasar. Tujuan dilaksanakan praktek ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera barat. Praktek ini telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari s.d. 10 Februari 2024 di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera Barat. Tujuan praktek inivadalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi. Metode yang digunakan dalam praktek ini adalah praktek langsung yaitu melibatkan diri secara langsung dan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan teknik pembesaran ikan koi. Kegiatan pembesaran ikan koi dilakukan di kolam semi beton selama 21 hari menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak ikan 2,05 cm, pertumbuhan bobot mutlak ikan adalah 3,43 g, laju pertumbuhan spesifik ikan 1%, FCR ikan yaitu 1,6, serta tingkat kelulushidupan ikan 100%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5