Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Teknik Identifikasi Virus Koi Herves Virus pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang Fikri, Algi Fari; Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.54-59

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Budidaya ikan mas di Indonesia tidak terlepas dari beberapa permasalahan, antara lain disebabkan oleh serangan penyakit. Penyakit ikan merupakan faktor pembatas dalam suatu usaha budidaya ikan karena dapat menyebabkan kematian. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui teknik identifikasi Virus Koi Herves Virus pada ikan mas dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Praktik Magang telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga  Februari 2024 di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang. Metode yang digunakan pada praktek magang ini adalah PCR untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan data yang diperlukan, serta ditambahkan melalui studi pustaka dari buku-buku, jurnal dan literatur yang mendukung lainnya. Gejala klinis pada ikan mas yang terserang KHV yaitu insang berwarna pucat putih dan produksi lendir berlebih. Hasil deteksi ikan mas pada sampel dari pembudidaya, Padang menunjukkan hasil negatif, sampel pada ikan tidak muncul pada pita (band) yang spesifik dengan KHV 333 bp dan tidak sejajar dengan kontrol positif (+). Koi Herpes Virus (KHV) atau yang dikenal juga dengan Cyprinid Herpes Virus 3 (CyHV-3) adalah jenis virus yang mengifeksi ikan mas dan koi dan dapat menyebabkan kematian massal Infeksi KHV mewabah hampir di semua negara di dunia, termasuk Indonesia
Teknik Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung Ramanda, Reski; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Meliana, Annisa; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.39-47

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan komoditas budidaya laut bernilai ekonomis tinggi yang rentan terhadap infeksi bakterial, khususnya dari genus Vibrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan bawal bintang yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Sampel penelitian terdiri dari tiga ekor ikan bawal bintang yang menunjukkan gejala klinis infeksi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan dari organ target (hati, ginjal, dan limpa) menggunakan media Tryptic Soy Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS). Identifikasi bakteri dilakukan melalui uji morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, serta identifikasi menggunakan Microbact Kit 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel BB1 terinfeksi Vibrio parahaemolyticus (98,78%) pada organ hati, sedangkan sampel BB2 dan BB3 terinfeksi V.alginolyticus (98,95% dan 97,12%) pada organ ginjal. Tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada organ limpa. Gejala klinis yang teramati meliputi penurunan nafsu makan, pergerakan lamban, mata dan tubuh luka, serta pembengkakan organ internal. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa vibriosis merupakan ancaman signifikan dalam budidaya ikan bawal bintang dan memerlukan strategi pengendalian yang komprehensif.
Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee Rahmiza, Nurul; Rizvi, Fharisa Nabila; Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal; Meliana, Annisa
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.48-53

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
Teknik Pembesaran Ikan Koi (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat Syam, Anandasya Suci Nabila; Meliana, Annisa; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.60-63

Abstract

Ikan koi (Cyprinus Carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati masyarakat untuk dipelihara. Permintaan ikan koi untuk kebutuhan para penggemar ikan hias semakin meningkat dari tahun ketahun, seiring dengan permintaan pasar. Tujuan dilaksanakan praktek ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera barat. Praktek ini telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari s.d. 10 Februari 2024 di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera Barat. Tujuan praktek inivadalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi. Metode yang digunakan dalam praktek ini adalah praktek langsung yaitu melibatkan diri secara langsung dan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan teknik pembesaran ikan koi. Kegiatan pembesaran ikan koi dilakukan di kolam semi beton selama 21 hari menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak ikan 2,05 cm, pertumbuhan bobot mutlak ikan adalah 3,43 g, laju pertumbuhan spesifik ikan 1%, FCR ikan yaitu 1,6, serta tingkat kelulushidupan ikan 100%.
Inovasi Agroekoteknologi Dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian Di Indonesia: Tinjauan Literatur Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.13-16

Abstract

Pertanian  Indonesia  menghadapi  tantangan  besar  dalam  meningkatkan  produktivitas  dan ketahanan  pangan,  terutama  akibat pertumbuhan populasi, perubahan  iklim  global,  keterbatasan  lahan,  serta  degradasi  kualitas  tanah.  Agroteknologi hadir  sebagaisalah satu solusi strategis yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi  pertanian.  Artikel  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  peran  inovasi  agroteknologi  dalam  mendukung  ketahanan  pangan nasional, dengan fokus pada pemuliaan tanaman, mekanisasi pertanian, penggunaan pupuk hayati dan biopestisida, serta penerapan digitalisasi dalam sektor pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan  data  resmi   pemerintah.   Hasil   penelitian   menunjukkan  bahwa   inovasi   agroteknologi  berkontribusi   signifikan   dalam meningkatkan  hasil  panen  padi,  jagung,  dan  kelapa  sawit,  serta  mendukung  efisiensi  penggunaan  sumber  daya.  Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses petani kecil terhadap teknologi, biaya investasi yang tinggi,serta perlunya dukungan kebijakan pemerintah yang konsisten. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan agroteknologi dalam mendukung produktivitas pertanian di Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan petani. Rekomendasi  penelitian  ini  adalah  perlunya  program  penyuluhan  dan  transfer  teknologi  yang  lebih  masif  agar  inovasi agroteknologi dapat diterapkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia
Peran Agroteknologi dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian: Tinjauan Literatur Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.17-20

Abstract

Agroteknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern. Kemajuan teknologi yang begitu cepat, diharapkan agroteknologi dapat menjadi jawaban utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan statistik, dan publikasi dari lembaga penelitian yang diterbitkan antara tahun  hingga Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai studi antara tahun 2019–2024 yang membahas dampak agroteknologi terhadap hasil pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem irigasi presisi dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40%, sementara penggunaan varietas unggul hasil rekayasa genetik dapat meningkatkan hasil panen serta ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) memungkinkan pengelolaan lahan yang lebih efisien dan berbasis data. Namun, tantangan utama dalam implementasi teknologi ini adalah keterbatasan akses petani terhadap teknologi, biaya investasi yang tinggi, serta kurangnya literasi digital di kalangan petani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, insentif finansial, serta pelatihan bagi petani untuk memastikan adopsi teknologi secara luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, agroteknologi dapat menjadi solusi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Walaupun teknologi pertanian memberikan banyak keuntungan, rintangan dalam pelaksanaannya masih cukup signifikan. Beberapa faktor utama yang menghalangi petani untuk menggunakan teknologi tersebut termasuk kurangnya pemahaman dan pelatihan, minimnya akses terhadap sumber dana, serta perlunya peningkatan dalam dukungan kebijakan