cover
Contact Name
Saputro Edi Hartono
Contact Email
padmaedihartono@gmail.com
Phone
+6282121211075
Journal Mail Official
jurnal.pelitdharma@stabn-sriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Edutown BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, 15339
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pelita Dharma
ISSN : 24426482     EISSN : 29628512     DOI : -
Jurnal Pelita Dharma merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Kepenyuluhan Buddha yang terbit dua kali dalam setahun yakni bulan Juni dan Desember. Artikel yang masuk dalam jurnal ini merupakan hasil penelitian dan kajian pustaka yang mencakup kajian agama dan keagamaan Buddha.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014" : 10 Documents clear
PENTINGNYA SOSOK DHARMADUTA YANG BERINTEGRITAS DAN BERKARAKTER DALAM PEMBINAAN UMAT BUDDHA yuriani yuriani
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peuelitiau  iui bertujunn merekoustruksi aktivitas keagnmaan Buddha pada nbad4  -  6 Mnselri  di Situs  Bntujayn Karouumg.  Penelitian  ini bersifat  arkeologi lristoris dengan  pendekaian  arkeologi  kontekstual  interpretative.  Toltapan  penelitian  dengan pengumpulan data, anausis data, da11  eksplanasi.   Hasil  peneiitian ini adalah  bahum perbedaan strukiur  ba11gu11a11 candi dipengaruhi oleh fimgsi ba11g1111a11 tidak of.ehpendiri atm,  pe11y1mda11g  dana  pembangnnan  ya11g  betbeda.  Fu11gsi  situs Batujm;a  adalah sebagai kompleks  rirama  ata11  viluirn  yang dibatasi tembok; memiliki stiip«; stamblra (pilar); memiliki [asilitns  b1111g1111a11  sakral berupa candi serta bangu11nn pro/an  berupa tempat tinggal (k11ti)  bltikkhu,  tempat pemandian,  dan tem.bok batas  bn11g1111.m1 caudi. Kompleks  ini   memiliki  batas  simii.   Aktivitas  keagamaan ya11g   dilakukan  meliputi sanghnknmma  di uposatlraglrara  (Segaran VU!); pusat  ritual puja  di Segaran  V dan ritual penghormatan,  prndaksimi ataupun  meditasi  di situs lain.  Aktivitas keagamaa11 diaumli dengan persiapau di Segaran II; menuju Segaran V 1111tuk  pradaksirui, meditasi dengan objek mandala votive tablet serta pembacaan pmtityasanwtpiuin,  dan.  diaklun denga« pradaksina dan meditnsidi  Segarn11 I atm, sebalilazya
Makna Ceng Beng Dalam Perspektif Buddha Dharma Lalita Vistari SWD
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For the culture of the Chinese community there are two prayers are intended for families who have died in the year, namely : prayer known 3 months Ceng Beng , and prayers in the month 7 (Cit Gwee) known Cioko or Chau Tu . The difference of the second prayer is as follows : Ceng Beng prayer is prayer that is intended for families who have died are still recognizable , while prayer Cit Gwee or more Cioko aims addressed to families who have forgotten (creatures abandoned) by relatives , [hat happens because their family had died all (generation runs) and their families have left the religion of their ancestors , who did not embrace the new religion emphasizes devotion to the ancestors . Prayer Ceng Beng , Cit Cioko Gwee or is relevant to the ceremony in Buddhism , namely Pattidana (ceremony merits).
Implementasi Ham dan Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk Setia Dharma
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan implementasi HAM dan Demokrasi dalam masyarakat majemuk ditulis berdasarkan tinjauan pustaka, membahas penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi dalam masyarakat Indonesia yang pluralisme dalam suku bangsa, agama, adat istiadat, dan bahasa. Dengan pendekatan kualitatif dan kajian pustaka, penerapan Hak Asasi yang paling dasar dan kehidupan demokrasi, perlu dipahami oleh semua warga negara, agar kehidupan yang harmonis, rukun, damai, sejahtera, dan dapat hidup berdampingan dalam kebersamaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa. Kata demokrasi, yang terdiri dari kata Demos (rakyat) dan Krasi/Kratein adalah kekuasaan yang berarti kekuasaan berada di tangan rakyat. Kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya, pemerintahan rakyat, gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara tanpa diskriminasi. Aksi-aksi intoleransi pada kasus kekerasan atas nama agama yang terjadi menempati urutan pertama, disusul dengan latar belakang strata ekonomi, etnis/suku, politik, pendidikan, gender, dan dari daerah asal, merupakan latar belakang pemicu diskriminasi. Demikian pula Tujuh Pelanggaran HAM masa lalu, antara lain kasus Peristiwa 1965-1966, Penembakan Misterius 1982-1985, Talangsari di Lampung 1989, dan Penghilangan Orang Secara Paksa 1997-1998, Peristiwa Kerusuhan Mei 1998, Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II, serta Peristiwa Wasior dan Wamena 2003, menunggu untuk diproses secara hukum dalam implementasi HAM dan Demokrasi. 
Pendidikan Multikultural Sebagai Jembatan Toleransi Antarumat Beragama Gimin Edi Susanto
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem is taken from observations of this case is about the lack of tolerance among regions that occur at this time. Because of the narrow conception of religion, lack of understanding of religion, no matter the religious differences. Low laws aware and understand about multicultural education. This will have a negative effect for the life of the city in the community.The purpose of this paper is to find out and tell about the importance of multicultural education to promote tolerance among cities and the role of Buddhist conseption about multicultural education. so that it can be seen that how much influence to promote tolerance among regions.To achieve these objectives, the authors tried to find a variety of literature on mult. The authors collected data as observations pole. From obsevation it, the writer can draw conclusions.The results of this study showed the existence of conflicts in the society due to receive the difference in attitude and respect for one another and attitudes that can be covered by a multi-cultural education.Based on these observations, the authors conclude that multicultural education is very important to improve the city into peace and harmony. This multicultural education help to resolve conflicts about religion that happening now.Finally, the authors advise that the government and the community can work together to become a society that respects a determination by multicultural education. This is to create a society that is peaceful and harmonious.Keyword: Multicultural education, religious tolerance 
HUMANIORA DALAM ERA SAINS Sapardi Sapardi
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan itu tidak akan pernah datang dari langit, kearifan juga bukan parcel kirimanmahluk ajaib tertentu yang kita bayangkan. Kearifan demi kearifan itu datang darihasil yang kita pikirkan, kita ucapkan dan kita laksanakan. Kearifan itu menjadiindikator keharmonisan dalam berbagai bidang kemanusiaan. Kearifan itudiperlukan oleh semua pemimpin dalam berbagai level. Kearifan sempurnamendegradasi kecongkakan, egoisme, emosional, kemarahan, kebencian danbanyak perilaku buruk lainnya. Dengan kearifan kita dapat merajut keharmonisandalam kehidupan masyarakat.
KONTRIBUSI KEARIFAN LOKAL DAN ETIKA BUDDHA DALAM PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN MODERN Mulyana Mulyana
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centre  of Java have  various  local wisdom,  one of them related  to leadership sud:  as Sera/ W11la11g  Reh and Asta  Brnta Teaching.  Beside that, Budd/m's  Teaching  in text Jatnka  also concern  011  leadership,  called  Dasa  Raja Dhamma.  This article aim to study the  contribution   of local  wisdom,   specially  Serat W11la11g  Rel, and Asta   Brata Teaching mid  Buddhist   Ethics,  specially   Dasa  Raja  Dhamma   011  leadership  patten, iu modem  era. This research use the qualitatiue approach and libra,y research method
RITUAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DAYAK HINDU-BUDHA BUMI SEGANDU INDRAMAYU I Putu Gede Ardhi Gunawan
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dayak's  tribe is which as we know inltabit ttie island  of Borneo, but there arecommunities called themselves Hiruiu-Buddhis!   Dayak Bumi Segandu which is located i11Krimun Vilagge,  Losarang,  lndramayu  district.  Although if is almost similar  to  tirepattern of lifeof the Dayak tribe i11 Borneo in ways that are still traditional,  but  there are interesting things associated  with  religious rituals   iu   this comm1111ity   that adopts Kejawen because this  identity is 1101  affiliated  with any religion wlw haue legitimate recognized in tire  State of Indonesia.  There are two main ritual which  is run by tire community,  the ritual  Kungkum  and  Pepe.  Kw1gkum  is a  ritual that  requires male members of this community  to soak at a time or flow from 11ight until  morning for four months.  Similarly, the ritual Pepe is a ritual  with a physical  body drying under the s1111. The whole ritual is executed with tire  meaning that  as  a human being  should  train themseloes to rid yourself of the body, mind, heart and passion of the world and as ,m attempt   to  overcome  the temptations that often occur  in  man, both physically  and me11tally as well as an attempt  to blend with the natural which luts  berm widely credited for humans.
Memahami Nilai-Nilai Jivaka Sutta Sebagai Pendoman Melaksanakan Dana Yang Luhur Puja Subekti
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Buddha secara umum dikelompokan menjadi dua golongan, yaitu golongan para pertapa (Bhikkhu, Bhikkuni, Sramanera dan Sramaneri), kemudian golong perumah tangga (Uphasaka dan Uphasika). Umat perumah tangga yang baik melakukan kebajikan dengan menyokong kehidupan para pertapa. Para pertapa menjalankan kehidupan yang luhur dan menggantungkan pemenuhan kebutuhan pokoknya kepada sokongan umat awam. Kebutuhan pokok para pertapa adalah jubah, tempat tinggal,makanan dan obat-obatan. Umat awam memiliki keyakinan bahwa dengan memberikan dana dalam bentuk kebutuhan pokok para pertapa akan membuahkan kebajikan yang besar. Kebutuhan pokok para pertapa dalam kehidupan sehari-hari adalah makanan, sehingga para umat awam akan sering melakukan kebajikan dengan cara memberi persembahan makanan kepada para pertapa. Harapan yang wajar dari umat yang memberikan persembahan makanan adalah memperoleh berkah yang besar, tetapi jika umat awam memberikan persembahan makanan yang tidak layak bagi para pertapa justru dapat menimbulkan tindakan yang tidak bajik. Ada umat awam yang tidak memahami bahwa mempersembahkan makanan dari hasil pembunuhan makhluk hidup berarti telah memberikan persembahan yang tidak bajik. Menyadari pentingnya pemahaman yang benar tentang cara memberikan persembahan makanan yang bajik maka penulis berusaha untuk memberikan pemahaman melalui analisis Jivaka Sutta.
SITUS BATUJAYA SEBAGAI KOMPLEKS AKTIVITAS KEAGAMAAN BUDDHA PAOA ABAD 4 - 6 MASEHI Puji Sulani
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peuelitiau  iui bertujunn merekoustruksi aktivitas keagnmaan Buddha pada nbad4  -  6 Mnselri  di Situs  Bntujayn Karouumg.  Penelitian  ini bersifat  arkeologi lristoris dengan  pendekaian  arkeologi  kontekstual  interpretative.  Toltapan  penelitian  dengan pengumpulan data, anausis data, da11  eksplanasi.   Hasil  peneiitian ini adalah  bahum perbedaan strukiur  ba11gu11a11 candi dipengaruhi oleh fimgsi ba11g1111a11 tidak of.ehpendiri atm,  pe11y1mda11g  dana  pembangnnan  ya11g  betbeda.  Fu11gsi  situs Batujm;a  adalah sebagai kompleks  rirama  ata11  viluirn  yang dibatasi tembok; memiliki stiip«; stamblra (pilar); memiliki [asilitns  b1111g1111a11  sakral berupa candi serta bangu11nn pro/an  berupa tempat tinggal (k11ti)  bltikkhu,  tempat pemandian,  dan tem.bok batas  bn11g1111.m1 caudi. Kompleks  ini   memiliki  batas  simii.   Aktivitas  keagamaan ya11g   dilakukan  meliputi sanghnknmma  di uposatlraglrara  (Segaran VU!); pusat  ritual puja  di Segaran  V dan ritual penghormatan,  prndaksimi ataupun  meditasi  di situs lain.  Aktivitas keagamaa11 diaumli dengan persiapau di Segaran II; menuju Segaran V 1111tuk  pradaksirui, meditasi dengan objek mandala votive tablet serta pembacaan pmtityasanwtpiuin,  dan.  diaklun denga« pradaksina dan meditnsidi  Segarn11 I atm, sebalilazya.
STRATEGI PEMBINAAN UMAT OLEH DHARMADUTA Warsito Warsito
Jurnal Pelita Dharma Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2014
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Dharmaduta di Indonesia telah berkembang pesat sejak masa kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Agama Buddha bangkit kembali pada masa pasca kemerdekaan dengan penyebaran Dharma yang dilakukan oleh para Rohaniwan dan pembina yang mengabdikan diri pada Buddha Dharma. Penyiaran agama Buddha dapat diuji dan dibuktikan sendiri, sehingga memungkinkan mereka mencari kebenaran itu sendiri, dilakukan tanpa kekerasan dan cinta damai. Penyiaran agama Buddha melalui dharmaduta harus lebih ditingkatkan melalui banyak hal seperti mengadakan penyuluhan, kelas dhamma dan lain sebagainya. Pada saat ini pengembangan dharmaduta tidak hanya berpusat penyuluhan yang dilaksanakan oleh penyuluh agama yang diangkat dari kementerian agama tetapi terdapat penyuluh honorer yang ditugaskan untuk membantu dalam penyebaran Buddha Dhamma. Pandita juga mempunyai tugas memberikan ceramah dharma bagi pengembangan Buddha Dhamma. Pandita selain memimpin kebaktian dan memberikan ceramah dhamma ada juga yang berperan melakukan pemberkatan kepada umat Buddha yang ingin melangsungkan perkawinan. Dhammaduta memiliki tugas untuk menyebarkan Dhamma kepada umat manusia agar mereka berbahagia. Kecakapan sangat diperlukan dan memegang peranan penting bagi Dharmaduta, sebab ia cepat mengetahui latar belakang para pendengarnya agar uraian yang disampaikan dapat diterima oleh pendengar. Oleh karena itu ia perlu memperhatikan cara-cara dalam membabar dan menerangkan Dharma. Dharmaduta secara khusus bertujuan untuk memperkokoh dan mempertahankan kelangsungan Buddha Dharma, agar para pendengar dapat mengikuti dan melaksanakan Dharma dan Vinaya secara benar, Melindungi Buddha Dharma dari usaha penyelewengan dan pencemaran, sehingga umat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10