cover
Contact Name
Nike Vonika
Contact Email
versahekmatyar@poltekesos.ac.id
Phone
+6281220025612
Journal Mail Official
jurnal@poltekesos.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 367 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : https://doi.org/10.31595/peksos.v20i1
Core Subject : Social,
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial is a scholarly refereed journal to expand knowledge and promote the fields of social work, social welfare, and community development. Its major focus is on the development of social work as well as social welfare and community development issues. It aims is to explore the social work theory and practice at the micro, mezzo, and macro level. The journal wants to support the publication to embodies the aspirations and conceptual thinking of the various local, national, and international studies in the context of social work, social welfare, and community development.
Articles 256 Documents
KETAHANAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF DI CIREBON Pribowo .; Ade Subarkah
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 1 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.105

Abstract

Abstract This research was motivated by the problem of the spread of drugs in Indonesia which is increasingly worrisome in human life, drug is not only consumed by people who are rich but has penetrated to the lower classes, including the younger generation. The spread of drug-threatening various family as the last bastion on its members to prevent it. This research aims to obtain the characteristics of the respondent, belief systems, organizational patterns, and communication processes respondent's family in facing the danger of Drug Abuse. The method used was descriptive method with quantitative approach. The research population was the head of the family that one of its members as a drug user who was in Cirebon, while the sampling technique used was purposive sampling with a set of 50 samples. Data collection techniques used consisted of: (1) observation of participation, (2) documentary study, (3) questionnaire, and (4) Focus Group Discussion (FGD). The results showed that in general respondents aged 50 years and older, less educated, lower income. The belief system of respondent families generally in category of high value (72%) means being able to face the danger of drug abuse, however there were some aspects of family belief system potentially debilitating family resilience. The pattern of family organization respondents generally categorized high value (60%) means being able to face threats from outside the family but behind the fact that there are vulnerabilities of aspects of organizational patterns that undermine family resilience. The process of family communication in general respondents scored high category (70%) means the process of communication that exists in the respondent's family was able to face a variety of dangers from outside the family. However, some aspects of the communication process could potentially weaken the resilience of families of respondents in facing threats from outside the family.Conclusion of the research that the resilience of respondent’s families could face the danger of drug abuse, however, several aspects needs to get attention because of the potential vulnerabilities that have implications for the weakening of family resilience.Keywords: Communication Process, Family Belief System, Family Resilience, Organizational Pattern Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan penyebaran Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Indonesia yang semakin mengkawatirkan, NAPZA tidak hanya dikonsumsi oleh orang-orang yang kaya akan tetapi sudah mengenai orang kalangan bawah termasuk para generasi muda. Penyebaran NAPZA mengancam berbagai keluarga sebagai benteng terakhir pada anggotanya untuk mencegahnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik responden, sistem kepercayaan, pola organisasi, dan  proses komunikasi keluarga responden dalam menghadapi bahaya penyalahgunaan NAPZA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah kepala keluarga yang salah satu anggotanya sebagai pemakai NAPZA yang berada di Kabupaten Cirebon, sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan menetapkan 50 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas: (1) observasi partisipasi, (2) studi dokumentasi, (3) angket, dan (4) Focus Group Discution (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya responden berusia 50 tahun keatas, berpendidikan rendah, berpenghasilan rendah. Sistem keyakinan keluarga responden secara umum berkategori nilai tinggi (72%) artinya mampu menghadapi ancaman bahaya penyalahgunaan NAPZA, namun demikian terdapat beberapa aspek dari sistem keyakinan keluarga yang berpotensi melemahkan ketahanan keluarga. Pola organisasi keluarga responden secara umum berkategori nilai tinggi (60%) artinya mampu menghadapi berbagai ancaman dari luar keluarga namun dibalik fakta itu ada kerentanan-kerentanan dari aspek pola organisasi yang melemahkan ketahanan keluarga. Proses komunikasi keluarga responden secara umum memperoleh nilai berkategori tinggi (70%) artinya proses komunikasi yang terjalin dalam keluarga responden mampu untuk menghadapi berbagai macam bahaya dari luar keluarga. Namun demikian beberapa aspek dari proses komunikasi berpotensi melemahkan ketahanan keluarga responden dalam menghadapi ancaman dari luar keluarga. Kesimpulan hasil penelitian bahwa ketahanan keluarga responden mampu menghadapi bahaya penyalahgunaan NAPZA, namun demikian beberapa aspek perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengalami kerentanan sehingga berimplikasi pada melemahnya ketahanan keluarga. Kata kunci: Communication Process, Family Belief Systems, Ketahanan Keluarga, Organizational Patterns
IMPLEMENTASI PARENT CHILD INTERACTION THERAPY DALAM PENANGANAN KASUS ANAK PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DI BANDUNG Hanif Az Zahrawani
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 1 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.106

Abstract

AbstractParent child interaction therapy (PCIT) is one of intervention by doing construction, provide effective skill between children and parent together. Intervention with PCIT will help parent perform interaction with parenting technique as well as mentoring on children, including handling a children as perpetrators of sexual abuse. This research aims to describe and analysis the subject characteristic of the implementation parent child interaction therapy in handling the emotion, cognition, and social cases of children as perpetrators of sexual abuse. This research using quantitative methods to the type of research single subject design or the N=1 model pattern A-B-A is where the measurement will be perform on each periods the purpose of this research was to describe the effectiveness of the implementation of the parent child interaction therapy in handling the subject MR as perpetrators of sexual abuse. The main hypothesis in this research was H1= PCIT effective in handling subject MR as perpetrators of sexual abuse or H0= PCIT not effective in handling subject MR as perpetrators of sexual abuse. Based on the analysis of the result the study it was conclude that PCIT effective way the handling children as perpetrators of sexual abuse, be it in terms of his behaviour, cognitive, emotions and social interactions with subject MR and his parent built the commitment to apply continue this therapy in their life everyday.Keywords: parent child interaction therapy, sexual abuse, single subject design AbstrakParent child interaction therapy merupakan salah satu intervensi dengan melakukan pembinaan, memberikan keterampilan efektif antara orangtua dan anak secara bersama-sama. Intervensi ini membantu orangtua melakukan interaksi dengan teknik pengasuhan maupun pendampingan pada anak, diantaranya mengatasi kasus anak sebagai pelaku kekerasan seksual. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran dan melakukan analisis tentang karakteristik subjek implementasi parent child interaction therapy terhadap perilaku, terhadap keadaan emosi, terhadap keadaan kognisi anak, dan terhadap keadaaan sosial anak sebagai pelaku kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimen subjek tunggal (single subject design) atau N=1 dengan model pola A-B-A dimana pengukuran akan dilakukan pada masing-masing periode. Sebagaimana tujuan penelitian untuk menggambarkan efektifitas implementasi parent child interaction therapy dalam penanganan kasus anak pelaku kekerasan seksual. Hipotesis utama dalam penelitian ini adalah H1 = parent child interaction therapy efektif dalam penanganan subjek MR sebagai pelaku kekerasan seksual atau H0 = parent child interaction therapy tidak efektif dalam penanganan subjek MR sebagai pelaku kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parent child interaction therapy efektif untuk menangani anak sebagai pelaku kekerasan seksual, baik dari segi perilakunya, kognisi, emosi, dan juga sosial subjek MR. Interaksi yang dibangun antara orangtua dan subjek MR akan terus membaik jika keduanya memiliki komitmen untuk terus mengaplikasikan terapi ini dalam kehidupannya sehari-hari.Kata kunci: kekerasan seksual, parent child interaction therapy, single subject design
PENERAPAN TERAPI PERILAKU KOGNITIF DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR ANAK DI KOTA BANDUNG Sofie Herawati
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.110

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penerapan terapi perilaku kognitif yang dapat meningkatkan aktivitas belajar “YS”. Jenis aktivitas belajar yang menjadi fokus penelitian yaitu aktivitas oral. Aspek dalam aktivitas oral ini terkait dengan perilaku menghafal juz’ama. Penggunaan terapi perilaku kognitif ini merupakan upaya untuk mengubah kognisi dan perilaku “YS” menjadi hal yang positif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan Desain Subjek Tunggal. Model penelitian yang digunakan yaitu model ABA yang terdiri dari tiga fase antara lain (a) Fase A1 (baseline) (b) Fase B (intervensi), dan (c) Fase A2 (hasil). Instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan obervasi perilaku. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan pencatatan produk permanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi perilaku kognitif efektif untuk mengubah kognisi dan  meningkatkan perilaku menghafal juz’ama “YS”. Meningkatnya perilaku menghafal juz’ama ini dilihat dari aspek durasi menghafal, frekuensi menghafal, dan jumlah ayat yang dihafal. Kata kunci: aktivitas belajar, perilaku menghafal, Terapi Perilaku Kognitif
PENERAPAN PARENT-CHILD INTERACTION THERAPY TERHADAP PENINGKATAN KELEKATAN ANAK DENGAN IBU ASUH DI SOS CHILDREN’S VILLAGE JAKARTA R. Dika Permatadiraja
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.111

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran secara empiris, sehingga mampu melakukan analisis tentang Parent-Child Interaction Therapy (PCIT) terhadap peningkatan kelekatan anak dan ibu asuh di SOS Children’s Village Jakarta. Tahapan yang dilakukan melalui dua fase yakni Child-Directed Interaction (CDI) serta Parent-Directed Interaction (PDI).Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui rancangan subjek tunggal (single subject design) dan menggunakan model multiple baseline cross subjects untuk mengukur target perilaku. Subjek dalam penelitian ini adalah keluarga satu yakni PH dan ibu SU; keluarga dua yakni NM dan ibu MA; dan keluarga tiga yakni NA dan ibu AR. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCIT berpengaruh terhadap peningkatan kelekatan anak dan ibu asuh. Tingkatan pengaruh pada masing-masing subjek bervariasi dengan subjek PH dan ibu SU memiliki pengaruh tertinggi pada aspek kehangatan, subjek NM dan ibu MA memiliki pengaruh tertinggi pada aspek kehangatan dan ketanggapan; serta NA dan ibu AR memiliki pengaruh tertinggi pada aspek rasa aman. Secara keseluruhan NM dan ibu MA merupakan subjek yang memiliki tingkat pengaruh tertinggi dari intervensi PCIT terhadap kelekatan, diantara kedua subjek yang lain. Hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor pendukung subjek. Hasil dari peningkatan kelekatan berdampak pada gaya pengasuhan yang penuh dengan kehangatan serta membentuk pola kelekatan ibu asuh terhadap anak yang selalu mendampingi, sensitif, responsif, penuh cinta dan kasih sayang.Kata kunci: anak, kelekatan, Parent-Child Interaction Therapy, pengasuhan keluarga pengganti
PENGEMBANGAN KAPASITAS FORUM KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGGERAKKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KOTA BANDUNG Ekha Raya E.Dohong
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.112

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan organisasi lokal Forum Kesehatan Berbasis Masyarakat (FKBM) RW 04 Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung dapat menjadi salah satu strategi memberdayakan masyarakat dalam menggerakkan kembali perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD). Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan melakukan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, diskusi dengan teman atau sejawat dengan membicarakan kasus dalam penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus organisasi lokal FKBM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga yang rentan mengalami masalah kesehatan. Analisa data menggunakan data kualitatif. Refleksi awal terhadap FKBM diketahui FKBM membutuhkan pengembangan organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas merupakan program yang relevan dengan kendala organisatoris yang dihadapi oleh FKBM seperti keterbatasan SDM baik secara kualitas maupun kuantitas. Hasil perbaikan model intervensi adalah kesepakatan mengadakan pelatihan pengelolaan organisasi bagi pengurus dan anggota yang bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Pemerintah Kecamatan Coblong, LPM dan PKK Kelurahan Sekeloa. Hasil pelaksanaan perencanaan asesmen dan setelah dilakukan intervensi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengurus dan anggota organisasi lokal FKBM yang mengalami masalah kekurangan SDM baik secara kualitas maupun kuantitas dapat dikatakan pelatihan penguatan kapasitas manajemen organisasi, berpengaruh meningkatkan kapasitas organisasi lokal FKBM. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pengembangan organisasi, penguatan kapasitas, perilaku hidup bersih dan sehat  
KETAHANAN SOSIAL DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT KAMPUNG PULO DI KABUPATEN GARUT Theresia Martina Marwanti
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.113

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran ketahanan sosial dalam menghadapi perubahan sosial pada komunitas adat Kampung Pulo, yang meliputi profil komunitas, perlindungan sosial, partisipasi komunitas dan penyelesaian konflik terkait dengan perubahan sosial. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan focus group discussion (FGD). Penentuan sumber data ada 6 informan dilakukan secara purposive. Pemeriksaan keabsahan data, melalui uji kredibilitas dan uji konfirmabilitas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, kategorisasi dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan perlindungan sosial warga komunitas ini  bersifat tradisional maupun kontemporer. Dalam hal partisipasi, hampir semua warga masyarakat adat ikut berpartisipasi aktif dalam menghadapi perubahan sosial. Konflik yang terjadi diantara warga komunitas adat dalam menghadapi perubahan masih ditemukan, namun tidak sampai ke permukaan dan tidak menimbulkan gejolak. Secara umum komunitas adat Kampung Pulo, memiliki ketahanan sosial yang sudah baik, sehingga mampu menjadi benteng pengamanan bagi perubahan sosial dalam kehidupannya. Kata kunci: ketahanan sosial, komunitas adat, perubahan sosial
ADVOKASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANDUNG Wahyu Nurharyati
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.114

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menyusun advokasi program pemberdayaan perempuan keluarga miskin di Desa Cimenyan. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan Desain Action Research. Data diperoleh dari studi dokumentasi, observasi partisipasi, wawancara mendalam, diskusi terfokus (FGD). Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi (melalui sumber, teknik, dan waktu yang berbeda). Review terhadap model awal program pemberdayaan perempuan keluarga miskin menunjukkan bahwa belum maksimalnya dukungan dan perhatian dari pemerintah desa terhadap program pemberdayaan perempuan keluarga miskin yang telah dilakukan di RW07 Desa Cimenyan, sehingga diperlukan advokasi program pemberdayaan perempuan keluarga miskin berupa perencanaan, pelaksanaan, dan penyempurnaan program agar mendapatkan dukungan berupa legalitas formal dari pemerintah desa. Advokasi program dilakukan melalui audiensi dan public hearing, lobbying serta jejaring dengan pihak sponsor dan media massa lokal. Hasil dari penelitian adalah terciptanya dukungan dari pemerintah desa terhadap program pemberdayaan perempuan keluarga miskin dengan diterbitkannya Surat Keputusan dan Surat Keterangan Usaha. Hasil akhir yang diharapkan adalah program pemberdayaan perempuan keluarga miskin ini dijadikan model dalam pemberdayaan perempuan pada kelompok lainnya. Kata kunci: advokasi program, dukungan pemerintah, kemandirian perempuan
PENGUATAN KAPASITAS FORUM KOMUNIKASI WARGA DALAM PENANGANAN KONFLIK SOSIAL DI KABUPATEN BANDUNG Joko Harsanto
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.115

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model penguatan kapasitas forum komunikasi warga RW 04 dalam penanganan konflik sosial. Penelitian ini juga membuktikan bahwa penyebab konflik sosial di RW 04 Desa Ciburial dengan pihak kafe Erginn sesuai dengan teori hubungan masyarakat yang berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda-beda dalam suatu masyarakat. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dan jenis penelitiannya tindakan. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi  partisipatif,  diskusi kelompok terfokus, studi dokumentasi, ToP (Technology of Participation), penilaian kapasitas (PEKA) organisasi. Intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan pembuatan rencana kerja organisasi: pelatihan manejemen dan administrasi, pelatihan manajemen konflik dan advokasi sosial, dan pelatihan membangun jejaring kerja dalam penanganan konflik sosial. Hasil intervensi ini terbukti dapat menguatkan kapasitas forum komunikasi warga RW 04 dalam membuat rencana program, manejemen dan administrasi, membangun jejaring kerja dengan lembaga penanganan konflik sosial serta manejemen konflik dan advokasi sosial. Kata kunci: forum komunikasi warga, penanganan konflik sosial, penguatan kapasitas
PENERAPAN TERAPI RASIONAL EMOTIF TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PENYANDANG DISABILITAS FISIK DI KOTA BANDUNG Lumadi, .
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.116

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran secara empiris, sehingga mampu melakukan analisis tentang Terapi Rasional Emotif (TRE) dalam meningkatkan kepercayaan diri penyandang disabilitas fisik pada aspek optimisme dan aspek tanggung jawab terhadap  keputusan dan tindakan bagi subjek penelitian. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain subjek tunggal atau Single Subject Design (SSD). Pencatatan data yang dipakai adalah pencatatan dengan observasi langsung. Uji validitas mengunakan pencatatan kejadian (menghitung frekuensi), dan reliabilitas pengukuran pada subjek dilakukan secara langsung dengan mengandalkan ketelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terapi Rasional Emotif (TRE) yang dilakukan terhadap subjek dapat meningkatkan kepercayaan diri “AG” mencakup aspek optimisme dan aspek tanggung jawab. Indikator perilaku yang dijadikan target behavior adalah canggung, malu, menarik diri, menyapu, mencuci piring, dan memberi makan ternak. Intervensi dilakukan menggunakan Terapi Rasional Emotif (TRE) dengan teknik konseling. Meskipun demikian penting untuk dilakukan pertimbangan yang lebih seksama dalam penerapannya, karena latar sosial budaya subjek penelitian, mempengaruhi faktor keefektifan strategi tersebut. Kata kunci:  kepercayaan diri, penyandang disabilitas fisik, Terapi Rasional Emotif
PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI FORUM KOMUNIKASI PEDULI ANAK DALAM PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA BANDUNG Peronita Sihotang
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 2 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.117

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kapasitas Organisasi Forum Komunikasi Peduli Anak (FKPA) pada aspek pengetahuan, kepemimpinan, jejaring kerja, kemampuan membangun kerja sama dengan masyarakat dan pengelolaan informasi dalam penanganan anak korban kekerasan seksual. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD). Partisipan adalah pengurus dan anggota FKPA, anak dan keluarga korban kekerasan seksual. Hasil refleksi awal dan analisis kebutuhan organisasi FKPA memerlukan pengembangan kapasitas organisasi pada aspek pengetahuan, kepemimpinan, jejaring kerja, kemampuan bekerja sama dengan masyarakat dan  pengelolaan  informasi, dan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi pengurus, pengembangan jaringan dengan PLI-PPA dan Dinas Sosial Kota Bandung dan peningkatan pengetahuan keterampilan cara pendampingan, advokasi aksesibilitas layanan dan pengelolaan informasi yang bermanfaat. Hasil penelitian  menunjukkan adanya peningkatan kapasitas Organisasi FKPA di bidang pengetahuan, jejaring kerja, menguatnya kepemimpinan dan  kemampuan membangun kerja sama kohesi sosial juga peningkatan pengelolaan informasi  dalam penanganan anak korban kekerasan seksual. Kata kunci:  anak korban kekerasan seksual, organisasi lokal, pengembangan kapasitas

Page 9 of 26 | Total Record : 256