cover
Contact Name
Yokke Andini
Contact Email
yokkeandini@uin-antasari.ac.id
Phone
+6289524924655
Journal Mail Official
muadalah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Antasari Banjarmasin, Jl. A. Yani km. 4.5 Banjarmasin - Kalimantan Selatan 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak
Muadalah: Journal of Gender and Children Studies brings attention to topics concerning gender, women, and children issues. The journal aims to disseminate cutting edge research and contemporary developments regarding these issues from multidimensional perspectives, including religion, economics, culture, history, education, law, arts, communication, politics, and theology. Focus: Interdisciplinary and comprehensive examinations on the dynamics of gender issues, women rights, and child protection from a global outlook. Scope: Critical analysis of gender construction and its ramifications on power relations between men and women across the world. Explorations of women struggles in achieving gender equality and social justice in private and public domains. Comparative assessments on policies and efforts in safeguarding children rights and wellbeing. Critical appraisals of infringements on women and children rights resulting from the dominance of patriarchal culture and structural barriers. Contributions of religious, arts, politics, economics, and other multifaceted social science lenses toward gender issues advocacy and child protection.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2023)" : 12 Documents clear
Pemenuhan Hak Belajar Pendidikan Agama bagi Anak oleh Orangtua Tunggal Hasanah, Noor
Muadalah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v11i1.9753

Abstract

Pendidikan agama merupakan hak anak dan urgen diberikan sedini mungkin karena berkenaan dengan kemanusiaan. Bukan semata ritual ibadah. Setiap individu berhak mengetahui ajaran agamanya. Pemenuhan hak pendidikan agama menjadi bagian dalam usaha perlindungan anak yang dilakukan oleh orangtua. Bagi keluarga dengan orangtua tunggal, pemenuhan hak ini bukanlah hal yang mudah. Karena mereka harus membagi fokus pada sektor domestik dan publik. Penelitian ini mengungkap pendidikan agama yang diberikan oleh orangtua tunggal kepada anak-anaknya dan juga mengulik kendala-kendala yang dihadapi oleh mereka. Adapun sasaran penelitian ini adalah ibu atau janda yang tinggal di wilayah kota Banjarmasin. Menjadi menarik karena angka pernikahan dini dan perceraian di Banjarmasin cukup tinggi. Penelitian dilakukan pada sampel dengan usia, profesi, dan latar pendidikan yang beragam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil wawancara dibandingkan dengan observasi yang dilakukan secara periodik untuk mengecek validitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa single parent cukup menyadari dan memperhatikan urgensi pendidikan agama bagi anak. Pendidikan agama diberikan secara langsung dan tidak langsung. Sedangkan kendala yang dihadapi ada 6, berkenaan dengan materi, psikologis dan spiritual.    Religious education is a child's right and it is urgent to give as early as possible, because it relates to humanity. For single parent, fulfilling this right is not an easy thing. They have to divide the focus on the domestic and public sectors. The aims of this research is to find out about the religious education given by single parents to their children and also to explore the obstacles faced by them. The target of this research was mothers (widows) who live in Banjarmasin. It becomes interesting because the rate of early marriage and divorce in Banjarmasin is quite high. The research was conducted on samples of various ages, professions and educational backgrounds. Data collection techniques using observation and interviews. The results showed that single parents are pay attention to the urgency of religious education for children. There are 6 obstacles faced, with regard to material, psychological and spiritual.  
Gender dan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Pinggir Sungai Kota Banjarmasin Herlita, Jumi; Andini, Yokke; Khaliq, Restu
Muadalah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/muadalah.v11i1.9857

Abstract

Sebagian besar masyarakat kota Banjarmasin yang tinggal di pesisir sungai masih sangat tergantung pada sungai untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak serta MCK dan peran perempuan sering dihubungkan atas tugas-tugas domestik yang berhubungan langsung dengan sungai. Namun, diketahui bahwa saat ini kondisi sungai di Kota Banjarmasin masuk dalam kategori tercemar berat. Hal tersebut menarik untuk diteliti yaitu bagaimana kesadaran lingkungan dan relasi gender masyarakat di pesisir sungai kota Banjamasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasif, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi sungai saat ini sangat memprihatinkan dan sadar akan bahaya yang ditimbulkan, kebiasaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan diketahui berbeda-beda tergantung SDM yang ada didaerah tersebut, serta relasi gender menunjukkan bahwa terdapat pembagian peran yang adil antara pria dan wanita dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan. The majority of the population living along the riverbanks in Banjarmasin city are highly dependent on the river for their daily activities such as bathing, washing clothes, cooking, and defecating. On the other hand, it is known that the river water quality in Banjarmasin is heavily polluted, with the worst pollution coming from toilet waste. It is surprising that the river, which is already polluted, is still being used by the riverbank communities for their daily needs. Based on this, researchers were interested in understanding the perceptions, habits, and extent of environmental awareness and gender relations of the riverbank communities in Banjarmasin. The research used a descriptive qualitative method with data collection techniques such as participatory observation, interviews, and documentation. The results showed that the community's perception of the current condition of the river is very concerning and they are aware of the dangers posed by the pollution. The community's habits regarding environmental cleanliness vary depending on the human resources available in the area. Gender relations show that there is a fair division of roles between men and women in maintaining environmental cleanliness.

Page 2 of 2 | Total Record : 12