cover
Contact Name
Uung G. Saputro
Contact Email
uunggondosaputro@gmail.com
Phone
+6281319446699
Journal Mail Official
nyanadassana@sekha.kemenag.go.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno No. 311 Batu, 65322, Jawa Timur
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Nyanadassana: Jurnal Penelitian Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan
ISSN : -     EISSN : 29643562     DOI : https://doi.org/10.59291/jnd.v2i2.36
NYANADASSANA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan. Jurnal ini berfokus pada penelitian lapangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi sosial-keagamaan. Jurnal ini juga bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara pendekatan tekstual dan kontekstual terhadap pendidikan, sosial, dan ekonomi; dan memecahkan masalah sosial-keagamaan. Jadi, NYANADASSA mengundang persinggungan beberapa disiplin ilmu dan sarjana termasuk humaniora dan ilmu sosial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2023)" : 7 Documents clear
Kontribusi Metta Dan Karuna Bagi Anak Dalam Berbakti Kepada Orang Tua Alfina Mudita Rahmasari; Annatasya Wandami Gotami; Putri Margareta; Yunita Cintiawati; Uung Gondo Saputro
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i1.22

Abstract

Cinta kasih dalam Buddhism adalah metta, dan ini berkaitan dengan memperdalam rasa bakti seseorang terhadap orang tuanya. Seorang anak muda yang mempraktikkan Metta menolak segala bentuk agresi, bahaya, dan kebencian. Sebaliknya, miliki kepribadian yang hangat, baik hati dan pengertian, dan selalu menginginkan kesenangan dan kesejahteraan orang lain. Ketika orang tua menggunakan keahliannya untuk mendidik anak-anaknya tentang pengabdian, seorang anak akan mengembangkan sikap ini. Memahami nilai dan keuntungan yang datang dari seseorang dalam berbagai cara dapat dianggap sebagai pengabdian. Pengetahuan duniawi dan kebijaksanaan yang terdapat dalam Buddha Dhamma adalah dua kategori di mana kebijaksanaan dipisahkan. Penulis penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian adalah, metta atau sikap penuh kasih adalah pola pikir yang menginginkan kesejahteraan dan kepuasan orang tua. Sementara karuna yang mengacu pada kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya, terikat erat dengan contoh perilaku yang diberikan oleh orang. Tanpa bimbingan dan kasih sayang orang tua, seorang anak akan mengalami kesulitan emosional dan rumahnya akan menjadi tempat yang tidak bersahabat baginya untuk tinggal, yang akan mengurangi perasaan berbakti kepada orang tuanya.
Penerapan Hukum Kamma Dalam Meningkatkan Moralitas Remaja Dikehidupan Bermasyarakat Tedi Willia Nando; Alta Defano Gautama; Jefri Mauruntu
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i1.23

Abstract

This journal explores the use of literature-based research techniques to examine how the law of kamma can be used to increase adolescent morality in communal life. The purpose of this research is to determine how the Buddhist notion of kamma law can be used to increase the morality of youth in their social interactions. This research method involved gathering information from primary and secondary sources relating to the ideas of the law of kamma and youth morality. The findings show that through increasing positive values, avoiding negative values, and developing strong and enduring characters, the idea of the law of kamma can be applied to increase the morality of youth. Research shows that using the notion of the law of kamma can be a useful substitute for increasing youth morality in communal life.
Hak Asasi Manusia; Studi Komparatif antara Orientasi Kebebasan Manusia Perspektif Buddhisme dan Islam Untung, Syamsul Hadi; Sakti, Mohammad Djaya Aji Bima
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i1.24

Abstract

Human Rights is a discourse that has several orientations on issues around humanity. One of the elements in the formulation and ratification of human rights in this law is to guarantee that every individual has freedom of will and action in their lives. However, the desired orientation of freedom in this formulation experiences several problems, including confusion in understanding the meaning of freedom itself, many of the world's scientists provide a variety of different perspectives on the meaning of the discourse. In addition, the aridity of religious elements is also felt in the formulation of human rights, so it is necessary to understand aspects of human freedom from several perspectives, such as Islam and Buddhism, two religions that have a concept of humanity and a philosophy of several elements related to this concept. Islam and Buddhism have two concepts related to the freedom orientation above, Insan Kaamil in Islam and Bodhisattva in Buddhism. These two things will be observed with a theological approach and comparative method so that basic conclusions will be obtained on the concept of man and freedom in the two religions and an analysis of the relationship between the concepts of freedom in Islam and Buddhism.
Pengaruh Metode Pembelajaran Variatif Terhadap Spiritual Quotient (SQ) Siswa Sekolah Dasar Tika; Wina Dhamayanti
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penyebab kurangnya Spiritual Quotient (SQ) serta dampak dari penerapan metode meditasi Buddhis dan penggunaan cerita Jātaka. Metode survei digunakan sebagai desain penelitian, melibatkan wawancara dengan dua informan dan penyebaran angket kepada 36 siswa kelas IV, V, dan VI. Data dari wawancara dan angket dianalisis dengan skala Likert dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya SQ siswa disebabkan oleh faktor-faktor seperti kurangnya pengendalian diri, kebosanan, pembelajaran yang pasif, serta metode pembelajaran yang monoton di Sekolah Minggu Buddhis. Analisis terhadap metode meditasi Buddhis dan cerita Jātaka terhadap aspek spiritual siswa menunjukkan bahwa metode meditasi Buddhis cenderung lebih tinggi dalam menyesuaikan diri, disiplin, kejujuran, dan aspek religiusitas dengan skor tertinggi pada beberapa item penilaian. Penilaian kontinum menunjukkan bahwa baik metode meditasi maupun cerita Jātaka tergolong pada kategori "sangat mampu". Selanjutnya, terlihat pengaruh yang signifikan antara metode meditasi Buddhis dan cerita Jātaka terhadap peningkatan Spiritual Quotient (SQ) siswa, dengan nilai yang menonjol pada beberapa aspek penilaian. Diharapkan penerapan metode meditasi Buddhis dan cerita Jātaka dapat memberikan semangat baru bagi siswa dalam proses pembelajaran di Sekolah Minggu Buddhis serta mendorong peningkatan Spiritual Quotient (SQ) mereka.
Pengembangan Produksi Roti Jaya Bakery Homemade Di Dusun Jeding Alfina Mudita Rahmasari; Annatasya Wandami Gotami; Yunita Cintiawati; Herman
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i1.28

Abstract

Industri roti Indonesia berkembang pesat, dari toko roti rumahan hingga toko ritel, dan waralaba internasional bersaing ketat untuk mendapatkan pelanggan. Di Indonesia, roti merupakan makanan olahan yang umum dikonsumsi. Roti Boy adalah salah satu merek roti yang lebih terkenal di penggunaan umum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian triangulasi melalui instrumen penelitian, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu UMKM dalam negeri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan khususnya produksi roti dan kue agar dapat bersaing dengan produsen barang tersebut. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pengembangan penggunaan bahan produksi roti Boy dan pengemasan produk. Namun, UMKM Jaya Bakery belum menggunakan bahan roti dan pengemasan yang memiliki standar premium. Hambatan yang dialami UMKM Jaya Bakery dalam pembuatan roti salah satunya adalah suhu cuaca yang sulit diprediksi. Jika suhunya tidak ideal, produk jadi tidak akan terasa seperti yang diinginkan pelanggan. Sang Buddha menekankan bahwa salah satu cara untuk terbebas dari kesengsaraan hidup adalah dengan mengikuti empat kebenaran mulia (cattari ariya saccani) dan menjalani kehidupan yang benar (samma ajiva). Penghidupan benar disarankan sebagai jalan (magga) yang harus dikembangkan dalam sistematika Empat Kebenaran Mulia (S. 421-422). Saran dari peneliti untuk UMKM Jaya Bakery, membuat kemasan tambahan dalam berbagai ukuran untuk mengakomodasi varietas roti atau nomor pesanan yang berbeda, agar dapat menarik minat konsumen serta menjaga kualitas rasa produk.
The Concept of Beauty Implied in Nikāya Amba Pali; Jayanti Endarini; Dipa Paramita Dewi; Widiyono; Tri Saputra Medhacitto; Wasiman Dhammamitto
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i1.29

Abstract

This Tipitaka study is motivated by the many perceptions of the notion and understanding of beauty, giving rise to various beauty standards that make people attached and compete to achieve the set beauty standards. The purpose of this study is to analyze how the concept of beauty in general is and how the concept of beauty is in the Buddhist Dhamma. implied in the nikāya. Analysis of beauty in the Buddha Dhamma is found in several suttas in the nikāya. The concept of beauty is not only limited to one meaning but rather to the breadth of the diversity of concepts and understandings. The research method used is literature by collecting library materials that are coherent with the object of discussion. The collected data will be processed by: a) editing, namely re-checking the data obtained; b) organizing, namely organizing the data obtained; and c) discovery of research results, namely conducting further analysis of the results of organizing data. In addition, the writing team also used a synthesizer checklist consisting of an introduction, continuation, and ending synthetic; by considering the elements of text, context, and discourse. After carrying out these methods, the writing team will analyze the data that has been obtained so as to produce a scientific work. The results of this study show that the current beauty standards are influenced by local culture and the role of the mass media. The role of the standard of beauty is what makes people obsessed with wanting to achieve it. Meanwhile, the Buddhist view of beauty is divided into two, namely, outer beauty and inner beauty and Buddhism is not a religion that is anti-beauty. However, the Buddha taught not to be attached to the beauty that exists Keywords: Beauty, Culture, Mass Media, Buddhism about Beauty.
Nilai Moral Film Animasi Buddhis Pada Laman Facebook Daai Tv Indonesia: Sebuah Analisis Semiotika Renia Astria Linsih; Kadek Yudi Murdana; Milia Panna Santi
Jounal Nyanadassana Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v2i1.33

Abstract

Abstract: Movies are mass communication tool that utilizes depictions of societies’s real-life scenarios as a means to convey specific messages or information. One kind of films is animation that replete with symbols, emblems, and profound meanings. Animations showcased on the Facebook platform by DAAI TV INDONESIA portray captivating Buddhist tales which is rich in moral values. The aim of this research is to identify the implied moral values within three animated films by DAAI TV INDONESIA. The research method used in this research is qualitative descriptive, utilizing a semiotic analysis approach based on Roland Barthes' five semiotic codes: the Hermeneutic Code, the Semic Code, the Symbolic Code, the Proaretic Code, and the Cultural Code. The primary data for this research consists of three animated film titles: Rahula, The Hunter's Trap, and Mahakassapa's Watermelon. Meanwhile, secondary data were gathered from various sources such as books, journals, theses, and online media. The research findings confirm that semiotic analysis effectively reveals a variety of moral values within animated films. Rahula embodies values such as skill, humility, wisdom, joy in giving advice, willingness to assist, and bravery. The Hunter's Trap conveys moral messages about responsibility, wisdom, compassion, kindness, and hard work. Meanwhile, Mahakassapa's Watermelon highlights honesty, patience, generosity, wisdom, and respect. Among these three Buddhist animated films, wisdom emerges as the most prominently dominant moral value.

Page 1 of 1 | Total Record : 7